
Kenzie mengikuti permintaan Chiyome untuk tidak bertemu sementara waktu. dan pemuda itu juga tak mungkin mengadukan masalahnya kepada Trias, karena kini sahabatnya bukan lagi miliknya seutuhnya. cara satu-satunya hanyalah menggelandang tak tahu arah. ia tak mungkin ke sekolah, karena pasti akan ketemu Chiyome dan itu akan membangkitkan kembali perasaan sentimentilnya kepada perempuan itu.
Kenzie memutuskan menghabiskan hari-harinya menyatu dengan alam. berbekal ransel besar berisi peralatan tenda dan kebutuhan makan selama 3 hari, pemuda itu kemudian melajukan kendaraannya menuju utara.
dipemukiman warga, pemuda itu menitipkan kendaraan kemudian menghubungi kepala kelurahan untuk meminta ijin mendaki gunung dipinggir desa. begitu juga, ia menghubungi kantor kepolisian sektor dan memberikan nomornya dan orang yang akan dihubungi ketika terjadi masalah dalam pendakian.
setelah menyelesaikan administrasi, pemuda itu mulai melakukan perjalanan menuju perbukitan yang hendak di dakinya. langkah santai pemuda itu terayun menyusuri jalanan desa. beberapa kaum tua menyayangkan pemuda tampan yang mendaki sendirian, sedang kaum wanita banyak yang melongo melihat ketampanan pemuda itu.
perjalanan iru memakan waktu sehari hingga tiba dibibir bukit. Kenzie menatapi bukit itu kemudian dengan langkah pasti ia mulai menjejaki bebatuan kasar dan mencengkeram tanah. pemuda iru mulai mengadakan pendakian.
...**********...
Trias belakangan ini uring-uringan. bagaimana tidak? sudah dua hari wajah Kenzie absen. seluruh siswa warga kelas XI F tidak ada yang tahu kemana menghilangnya anak itu. untung saja Fendi bertindak menenangkan siswa dan meminta tak ada satupun yang mencari tahu agar ketidak adanya Kenzie tidak akan terdengar oleh kelas lain.
dihari ketiga, Chiyome masuk dan mendapati bangku Kenzie kosong. ia mulanya mengira kekasihnya mungkin ke kantin bersama Trias dan Iyun. setelah memasukkan ranselnya ke laci meja, gadis itu bergegas menuju ke kantin membiarkan kesibukan para siswa yang asyik menerjunkan diri dalam kegiatan meeting class tersebut.
Chiyome tiba di kantin. suasananya sunyi. gadis itu mengedarkan pandangan mencari sosok lelaki yang dirindukannya. yang sejak lagu 'Dealova' yang dinyanyikan Once terdengar digadgetnya, wajah pemuda itu senantiasa menghiasi mimpi-mimpinya.
aku ingin menjadi mimpi indah.... dalam tidurmu...
pemuda itu berhasil bersemayam dalam lintas otak subsconsiusnya, memenuhi mimpi dalam alam khayalan maha luas di hamparan taman impian bawah sadarnya. pemuda itu berhasil menciptakan arus-arus kebingungan dalam kesadaran pikirannya.
lambaian Trias menyadarkannya. gadis itu mendekati pasangan suami-istri rahasia itu.
"Lho, Chiyo?... tumben kamu sendirian? Kenzie mana?" tanya Trias sedangkan Iyun ikut menatapinya.
"Aku kira, dia bersamamu..." jawab Chiyome pelan.
"Justru aku heran... sudah 3 hari dia nggak muncul disekolah... syukurnya nggak ada lagi pembelajaran aktif. jadi absensinya tak terlalu diperhatikan. tapi aku heran. tumben-tumbenan dia pergi nggak ngasih kabar..." kata Trias.
DEG DEG DEG....
jantung Chiyome berdebar. kemana pemuda itu? dirinya sendiri telah memutuskan membuka semuanya dengan harapan Kenzie memahami dan keduanya bisa kembali bersama merajut kebahagiaan. tapi kemana pemuda itu? apakah ia terlanjur sakit hati dan pergi menjauh? apakah ia tak bisa menerima hubungan penuh rahasia?
"Kalau begitu, aku balik dulu." kata Chiyome sambil berbalik dan melangkah pergi.
"Kalian bertengkar?" tanya Trias.
pertanyaan pemuda itu sejenak menghentikan langkah Chiyome. gadis itu berbalik.
"Kami hanya saling menjajaki..." jawab Chiyome sambil berbalik lagi dan melangkah meninggalkan Trias dan Iyun yang menatapinya dengan penuh arti.
...*********...
Chiyome mengeluarkan gadget dan mulai menekan nomor milik Kenzie. ia mendengar nada panggilan yang masuk, 5 detik kemudian terdengar suara operator yang menyatakan penerima panggilan dalam keadaan sibuk.
gadis itu menggeram lalu menekan nomor Aisyah. terdengar nada panggilan, kemudian tersambung. terdengar suara Aisyah.
📲 "Assalamualaikum, Chiyo... ada yang bisa Kak Ais bantu?"
📲 "Wa alaikum salam, Kak. Hubby ada dirumah?" tanya Chiyome.
📲 "Nggak, dia pergi bawa peralatan camping. sudah 3 hari dia meninggalkan rumah. tumben Chiyo telponin kakak nyari dia. biasanya kan nggak." goda Aisyah.
kedua mata Chiyome sudah berkaca-kaca. gadis itu terus melangkah ke halaman.
📲 "Kal Ais tau, kemana dia pergi?" tanya Chiyome yang mulai serak suaranya.
📲 "Nggak tuh. dia nggak kasih tau. kenapa Chiyo? apa kalian bertengkar?" tanya Aisyah.
Chiyome mulai terisak-isak tapi berupaya tak tersedu-sedu. ia kembali menguatkan hatinya.
📲 "Kak Ais dimana? bisa kita ketemuan?"
📲 "Kakak lagi kuliah. Chiyo, pulanglah. begitu habis jam kuliah kakak, nanti kakak ke rumahmu. kita ketemuan disana saja Okey?"
📲 "Okey, Kak...."
Chiyome langsung bergegas ke jalan dan melambaikan tangannya ke sebuah bentor yang lewat. Chiyome memberi tahu arah tujuan setelah itu ia menaiki kendaraan tersebut dan bentor itu melaju meninggalkan gedung SMUN 3 kota Goorntalo.
...*********...
Aisyah membelai kepala Chiyome yang bersandar dipahanya. jilbaber itu membiarkan gadis itu meyalurkan emosinya dengan tangisan dan memang hanya tangisan yang bisa meringankan perasaan seorang wanita karrna tangisan begitu akrab dengan kefeminitas.
"Chiyo... takut Kak... Hubby ngejauhi Chiyo..." setelah itu ia menangis lagi.
__ADS_1
"Chiyo... dengarkan kakak." pinta Aisyah. "Dalam sebuah hubungan memang tidak selamanya berjalan mulus... ada hambatannya.... ada tantangannya... hubungan itu seperti jalanan yang melintasi pegunungan, jurang dan lembah, seperti lautan yang kadang tenang kadang berombak. jadi yang perlu kalian lakukan hanyalah memperkuat kemudi dan layar serta alat dayung, supaya biduk yang kalian naiki tidak akan tenggelam."
gadis itu kembali menangis. tak lama kemudian terdengar bunyi pesan masuk. sebuah chat bentuk audio muncul lagi di fitur whatsapp milik Chiyome.
"Dari Kenzie...." kata Chiyome.
Aisyah mengangguk. Chiyome menekan chat audio itu dan terdengar lagi sebuah lagu.
harus kah ku ulangi lagi
kata cintaku padamu... 'yakinkan dirimu...
haruskah terlintas di dada... keraguanmu itu....
susahkan hatimu.....
"Hubby, Hubby kamu dimana? jangan tinggalkan aku Hubby, jangan bikin aku gila, HUBBY!....." setelah berteriak, Chiyome melempar gadget itu. benda itu menghantam dinding lalu jatuh ke lantai, namun tak rusak dan masih terus melantunkan tembang.
tak akan ada cinta yang lain... pastikan cintaku hanya untukmu.... pernahkah terbesit olehmu.... aku pun takut kehilangan... dirimu...
tubuh Chiyome oleng dan Aisyah langsung menggapainya. Chiyome pingsan.
"Chiyo...Chiyo... bangun sayang..." kata Aisyah dengan panik dan menampar pipi Chiyome dengan lembut. gadis itu benar-benar pingsan karena tak sanggup menahan kerinduannya.
ingatlah satu bait kenangan cerita cinta kita
yang tak mungkin berubah.....
buang semua angan mulukmu itu... percaya takdir kita...
aku cinta padamu........
Aisyah bergegas menelepon kedua orang tuanya mengabarkan kondisi Chiyome. sementara gadget itu terus memperdengarkan senandung itu...
akankah nanti terulang lagi jalinan cinta semu....
dekatlah disisiku... bukalah mata hatimu....
tak akan ada cinta yang lain
pastikan cintaku hanya untukmu....
pernahkah terbesit olehmu...
...**********...
Adnan mondar-mandir diruangan rawat nginap itu sedangkan Aisyah dan Mariana menjagai Chiyome yang sementara terbaring diranjang. lelaki itu menggeram marah. sesekali lelaki itu menatapi wajah Chiyome yang pucat. Mariana sendiri sedang menangis dan membelai rambut gadis itu.
"Hubungi Kenzie!" pinta Adnan.
Aisyah menggeleng. "Kenzie nggak bisa dihubungi. kelihatannya ia berada ditempat yang nggak bisa tersentuh sinyal. mungkin dia sementara mendaki gunung."
Adnan mengumpat sejadi-jadinya.
"Pa! ada Aisyah..." tegur Mariana membuat Adnan kembali terdiam. lelaki itu mengurut dagunya dan berpikir. dengan kesal dilonggarkannya ikatan dasi.
muncul sebuah ide dipikirannya. lelaki itu menghubungi kenalannya di kepolisian. terdengar nada sambung.
📲 "Assalamualaikum, Pak Syahrul?" sapa Adnan.
terdengar balasan sapaan disana. setelah basa-basi sejenak, Adnan kemudian mengutarakan masalahnya. tak berapa lama terdengar jawaban dari kenalannya yang akan membantunya melacak jejak Kenzie.
Adnan menyudahi pembicaraan lewat seluler itu lalu menatapi Mariana.
"Ma, Papa keluar dulu ya? gerah..." kata Adnan.
Mariana mengangguk. Adnan langsung keluar dari ruangan itu dan melangkah menyusuri lorong rumah sakit. tak lama ia berada dihalaman, terdengar suara panggilan ponsel. Adnan melihat layar sentuhnya kemudian mendekatkan gadget itu ke telinganya.
📲 "Assalamualaikum Pak, gimana?" tanya Adnan.
kenalannya tersebut memberitahu bahwa memang ada pemuda bernama Kenzie yang melapor di polsek bagian utara kota sehubungan dengan kegiatan pendakiannya. Adnan bertanya lokasi pendakian pemuda itu.
dengan kekerasannya, Adnan meminta kenalannya mengerahkan regu pencari untuk menemukan putranya dengan alasan taruhan hidup mati. sambil tertawa, kenalannya menyatakan akan membantu.
Adnan memutuskan perbincangan seluler itu kemudian langsung naik ke mobilnya. ia melajukan kendaraan menuju lokasi yang dipaparkan oleh kenalannya.
Adnan tanpa kesulitan, menemukan tempat penitipan kendaraan bermotor milik Kenzie. pria itu meminta polisi untuk mengamankan kendaraan tersebut sehingga membuat orang yang dititipkan kendaraan itu bahwa Kenzie seorang pelaku curanmor.
"Enak saja! tiyo boyito wala'u u . ja po asali mo sirita yi'o" sembur Adnan yang sempat menjambak kerah pakaian orang itu. untung saja polisi sempat melerai hingga Adnan tidak sempat melampiaskan kemarahannya.
__ADS_1
(Dia itu putraku. jangan asal bicara kamu!)
untung pada saat itu terlihat seorang pemuda dengan tampilan kumal sedang menggendong ransel besar. Adnan tahu siapa pemuda itu. ia langsung menyambutnya.
PLAK!!! EHHH...
pemuda itu kaget bukan main ketika sang ayah tiba-tiba melayangkan tamparan ke pipinya.
"Papa?..." gumam Kenzie dengan kaget.
"Ta lola'i wolo yi'o tiii?" sembur Adnan lagi. "Itu calon binimu terbaring dirumah sakit! kau bikin apa dia sampai segitunya?!"
"Ha? Chiyome sakit?" kata Kenzie dengan panik.
"Ja podata bisala yi'o po o ngotu'u yi'o (jangan banyak bicara kau, ku pukul kau) ayo cepat! jenguk Chiyome!"
Kenzie melihat sepeda motornya yang berada diatas boks mobil polisi. Adnan mengikuti tatapan Kenzie. lelaki itu mengangguk.
"Ikut Papa!" ajak Adnan sambil masuk kedalam mobil diikuti oleh Kenzie. mobil itu kemudian melaju diikuti oleh kendaraan unit reaksi cepat kepolisian Kota Gorontalo.
"Papa sudah tahu pembicaraan kalian berdua. Chiyo curhat ke Aisyah. Ken, kenapa kau maksa Chiyo membeberkan semua rahasia? apa kau ingin menelanjanginya?" omel Adnan.
"Papa sembarangan bicara, siapa yang mau menelanjanginya?" ujar Kenzie.
"Ken, Papa tahu dalam setiap hubungan memang tak perlu adanya kerahasiaan. tapi Ken, tidak semua rahasia harus kau kuakkan. ada rahasia yang memang harus tetap dibiarkan menjadi rahasia. kau tak berhak menuntut Chiyome membeberkan dirinya. dia punya hak untuk itu." kata Adnan.
melihat Kenzie diam, Adnan memandangnya. "Kau benar-benar cinta kepadanya, atau bagaimana? Ken, kalau kau mencintainya, kau akan melihat hatinya, bukan dirinya. memangnya kenapa kalau ternyata istrimu ternyata sosok monster? apa kau tetap mencintainya atau menjauhinya? "
mobil tetap melaju sementara Adnan tak henti-hentinya memberi penguatan moril.
"Ken, pernah tau kan kisahnya Krasue? atau kisah Kingkong. kau tahu makna dari kisah-kisah itu?" tanya Adnan.
Kenzie tersentak mendengar pertanyaan ayahnya. apakah aku yang egois ingin mengekploitasi rahasianya? apakah aku yang terlalu takut menjajaki hubungan penuh rahasia ini? dimana ikrar yang pernah kunyatakan padanya?
"Papa! cepatkan lajunya!" teriak Kenzie.
dengan penuh semangat Adnan melajukan kendaraannya dan tak memperdulikan jalur lalu lintas. untung saja mobil reaksi cepat kepolisian sudah tanggap membunyikan sirene sehingga kendaraan lain menyingkir dan mobil itupun melaku membelah jalanan menuju rumah sakit.
...*******...
suara pintu membuka membuat kedua wanita itu menoleh. Kenzie masuk membuat kedua wanita itu berdiri.
"Kamu kemana saja?! tidak kau lihat dia jadi begini gara-gara kamu?!" omel Aisyah.
"Kamu jaga dia Ken. Mama nggak mau calon mantu mama sakit dan ada apa-apanya. kau paham?!" tambah Mariana.
kedua wanita itu tak memberikan kesempatan kepada Kenzie untuk sekedar bicara apalagi membela dirinya. kedua wanita itu langsung pergi meninggalkan Kenzie sendirian dalam ruangan itu.
Kenzie menatapi Chiyome yang terbaring dengan wajah yang begitu pucat bagai salju. pemuda itu melangkah mendekat lalu duduk di bangku samping ranjang. perlahan tangannya terulur menyentuh pergelangan tangan Chiyome. ia membawa tangan itu kepipinya sambil terus memandangi wajah yang pucat itu.
"Wiffy... aku minta maaf... aku telah memaksamu..." gumam Kenzie pelan sambil terus menatapi wajah pucat tersebut.
seakan Chiyome merasakan aura Kenzie didekatnya. gadis itu perlahan membuka matanya memandangi ruangan yang putih.
dimana ini?....
bola matanya bergerak kesampingkan dan menemukan seorang pemuda yang sedang menempelkan punggung tangannya dipipinya sambil terus menatapi.
apakah ini khayalan...?
"Hubby...." ucap Chiyome dengan gemetar.
"Wiffy sudah bangun?" tanya Kenzie dengan lembut.
seketika menganak sungailah air mata Chiyome membobol pertahanan kelopak matanya.
"Hubby... kenapa Hubby siksa Wiffy seperti ini? iya, iya, Wiffy mau jujur...Wiffy akan cerita semua... semuanya... setelah itu terserah sama Hubby, mau tinggalin Wiffy..." setelah itu Chiyome menangis lagi.
"Wiffy.... tiga hari dalam intropeksi diri... Hubby menyadari satu hal..." kata Kenzie sambil membelai pipi Chiyome dan menghapus bekas air matanya.
"Ternyata rasa cinta itu menyakitkan..." jawab Kenzie, membuat Chiyome kembali menangis. Kenzie mendekatkan wajahnya, "Tapi, Hubby bahagia... bahagia didalam penderitaan itu.... Wiffy...Hubby cinta banget sama Wiffy."
Kenzie memeluk gadis itu membuat Chiyome kembali menangis, tapi kali ini kebahagiaannya telah kembali. gadis itu memenangkan cintanya. setelah puas, Kenzie melepas pelukannya. ditatapinya wajah gadis itu.
"Wiffy mau jujur semuanya tentang diri Wiffy...." ucapan Chiyome tak berlanjut ketika telunjuk Kenzie menekan bibir gadis itu.
"Ada rahasia yang semestinya tetap menjadi sebuah rahasia. Wiffy tak perlu mengungkap semua. biarkan saja. aku memilih Wiffy, bukan rahasia itu. biarkan ia menjadi rahasia, asal Wiffy tetap disisi Hubby... Wiffy mau, kan tetap bersama Hubby?" kata Kenzie yang tanpa sadar juga meneteskan air mata meski hanya setitik.
__ADS_1
"Dan jika, rahasia yang terungkap itu merupakan sebuah aib, Hubby akan berupaya bersikap bijak. asal kita tetap bersama." kata Kenzie.
Chiyome kembali menangis mendengar kata-kata pemuda itu. namun tangisannya pelan menghilang ketika pemuda itu dengan penuh kelembutan menyatukan kedua bibir mereka, saling memagut dan saling mengulum menumpahkan hasrat rindu yang ingin disalurkan. []