Lazuardi Cinta

Lazuardi Cinta
LAZUARDI CINTA # 124


__ADS_3

Bakri mendapat pengawalan penuh dari empat sekawan yang diminta Adnan. mereka dulunya kelompok begajulan muda. meraih ketenaran penuh diusia belasan tahun. hanya mengandalkan ikatan persahabatan yang kuat membuat mereka menoreh nama dijajaran para penguasa wilayah bawah tanah.


hanya keinginan merubah dirilah yang membuat keempat sahabat itu membubarkan sendiri kelompoknya. Kartono mengembara ke barat mengasingkan dirinya sebagai guru disalah satu pesantren. lelaki bertubuh beruang itu memang bukan seorang pakar perkelahian jalanan. dia lebih mendalami seni Karate-do dan gulat Gecko, itu hanya dilakukan disela-sela lowong kegiatannya.


pemikirannya sedikit melanggar norma akademisi-agamawan pada umumnya. itulah temannya menjulukinya Si Sesat, bukan karena Kartono pada dasarnya sesat, namun karena gaya pemikirannya dan jiwa pujangganya.


Kartono menemani Bakri menuju rumah perusahaan yang ditempatinya. Adrian belum bisa datang karena masih sibuk dengan kerjanya sebagai operator pencatatan dan perekaman identitas penduduk di Pencatatan Sipil Kota Gorontalo. Afrianto juga masih sibuk berkutat dengan lembaran-lembaran kertas biru desain bangunan yang sudah ditunggu oleh Tim Pembangunan Propinsi. Ramli juga masih semantara menangani pekerjaan melukis taman di Suwawa. mereka hanya akan datang pada jam diatas delapan malam dan akan kembali pada pukul dua pagi.


ternyata didepan rumah perusahaan yang ditempati Bakri sudah berdiri seorang wanita. ia berjilbab dan mengenakan jump suit dari bahan jins yang membalut kaus lengan panjangnya. mobil perusahaan berhenti didepan wanita itu. Bakri dan Kartono keluar dari kendaraan tersebut.


"Lama nunggunya?" tanya Kartono dengan senyum.


"Ja ondongamu ma yima-yima to dimuka lo botu lo enggengumu?" jawab wanita itu setengah bercanda setengah menegur. (tidak kau lihat aku menunggu sekarang dihadapan **** mu?)


Kartono tertawa lalu menatap Bakri. "Perkenalkan, bibimu dari Marisa, Azizah dari keluarga Bobihoe."


Bakri langsung maju menyalami tangan wanita itu. Azizah tertawa, "Mungkin kamu berpikir istri pamanmu ini setara usianya? nggak, aku lebih muda delapan tahun dari Paman Sesatmu ini."


"Om..Tante... mari masuk." ajak Bakri.


ketiga orang itu melangkah ke halaman rumah itu. Bakri maju mengeluarkan kunci dan memasukkannya ke lubangnya lalu memutar. terdengar bunyi ceklek, dan pintu itu membuka. ketiganya masuk kedalam ruangan.


"Kau mandi dan bersalinlah. Adnan bilang, kau belum boleh masuk kerja. jadi kamu dirumah bersama kami. biar bibimu yang mengurus makan. aku akan menemanimu sampai kau mengikat janji pernikahan dengan Aisyah." kata Kartono.


"Ya Om. kalau begitu saya permisi dulu." kata Bakri.


"Silahkan." kata Kartono.


sepeninggal pemuda itu, Kartono menatap istrinya, "Ma mowali mo karaja ju. po tubu mayi ila wawu sagala enda..." rayu lelaki bertubuh beruang itu kepada istrinya. (Boleh mulai kerjanya, tolong masakin nasi dan segala lauknya dong.)


Azizah sontak mengulurkan tangan, "Tonu doi liyo. oluwo doyi, oluwo ponula waw sayori." balas wanita itu menohok Kartono. "Ja lo hile to le Adnan sagala urusani lo ta la'i ti?" (mana uangnya? ada uang, ada lauk dan sayur. tidak kau minta ongkos urusan anak ini pada Adnan?)


"Weh, gambangi ito... lapata'o ngamila urusani botiya u hile'u ngamila gandi liyo. otawa le Adnan boyito." jawab Kartono dengan wajah masam sambil merogoh dompet dari saku belakangnya, membuka dan mengeluarkan dua lembar merah bercetak gambar Soekarno-Hatta kemudian menyerahkannya ke telapak tangan Azizah yang membuka. (Gampanglah. sesudah segala urusan ini selesai pasti kuminta gantinya. Adnan tahu itu.)


Azizah menegakkan wajah dan bangkit melangkah keluar. ia hendak berbelanja. Kartono sendirian diruang tamu itu. tak lama kemudian terdengar suara deringan. lelaki bertubuh beruang itu merogoh saku mengeluarkan gawai elektronik dan memeriksa layar sentuhnya.


📲 "Ya, kenapa Rasss???" tanya Kartono dengan logat khusus.


📲 "Hei, aku kirimkan padamu filenya." kata Adrian.


📲 " Oke, ku tunggu." ujar Kartono.


lelaki itu kembali memasukkan gawainya ke saku. tak berapa lama kemudian Bakri muncul dan mengenakan pakaian kasual. ia duduk disofa panjang.


"Om... Sejauh mana Om bisa memastikan bahwa orang itu akan selalu melakukan apapun?" pancing Bakri.


"Selama yang ia inginkan belum terwujud. kau telah mengambil sesuatu yang dianggapnya berharga. kau tak akan pernah tenang lagi. cara untuk meredakan itu hanyalah menangkapnya dan mengikat tangan dan kakinya di lembaga pemasyarakatan." jawab Kartono.


Bakri terdiam mendengar jawaban lelaki itu. Kartono tersenyum. pemuda itu kemudian menatap lelaki parobaya itu.


"Apakah Sesat Barat itu memang panggilan Om sejak dulu?" tanya Bakri.


"Nggak, itu pemberian temanku. dan sebagai penghargaan kepadanya, kusematkan nama itu." lelaki itu menyandarkan punggungnya.


"Kenapa harus ada kata Sesat?" pancing Bakri.


Kartono diam lalu memandang interior ruangan itu. tatapan tertuju kepada sebuah kitab Al-Qur'an yang tergeletak diatas sebuah rak baca. lelaki itu bangkit melangkah menuju rak. ia meraih kitab Al-Qur'an itu lalu kembali duduk disofa. sejenak ditatapnya kitab itu lalu tatapannya terarah kepada Bakri.

__ADS_1


"Aku ingin mendengar sepatah dua patah kalimat ayat yang keluar dari mulutmu." kata Kartono menyerahkan kitab Al-Qur'an itu kepada Bakri. "Bacalah..."


dengan patuh pemuda itu menerima kitab Al-Qur'an itu dan membukanya. pemuda itu membuka lebar kitab itu dan mulai melantunkan bacaan yang disertai nyanyian merdu. Kartono memejamkan mata menikmati alunan suara indah bagai nafiri Sang Israfil yang mengalun membuai gendang telinga lelaki itu.


setelah sekian lama, barulah Kartono meminta Bakri menghentikan lantunan bacaan Al-Qur'an tersebut. Kartono mengangguk-angguk.


"Secara umum, kamu sudah lulus dan sudah pantas membina rumah tangga. aku doakan kamu dan Aisyah menjadi pasangan yang penuh gairah, penuh kasih, penuh cinta dan penuh sayang." kata Kartono.


"Terima kasih Om." jawab Bakri.


"Sekarang aku sedikit menjelaskan, mengapa aku disebut sesat." ujar Kartono lagi kemudian menunjuk kitab Al-Qur'an dalam genggaman Bakri.


"Menurutmu, yang manakah Al-Qur'an itu?" pancing Kartono.


"Yang ini, Om." jawab Bakri mengangkat kitab Al-Qur'an itu ke arah Kartono.


lelaki itu menggeleng. "Itu bukan Al-Qur'an." jawab Kartono.


Bakri terkejut. apakah ini yang disebut kesesatan????


Kartono tersenyum. "Itu hanya buku, Bakri.... hanya Buku. bukan Al-Qur'an." jawab lelaki itu semakin mengejutkan Bakri.


"Om...." tegur Bakri. pemuda itu mulai tak mampu menyelami isi pikiran lelaki itu. bagaimana bisa benda ini bukan Al-Qur'an?


Kartono memajukan punggungnya. "Katakan padaku Bakri, apakah itu Al-Qur'an?"


"Om..." Bakri tak mampu bicara. otaknya langsung mumpet.


"Kau tahu artinya Kitab? itu terjemahan dari bahasa Arab yang artinya buku. itu hanya buku. buku yang memuat Al-Qur'an, Bakri.... bukan Al-Qur'an itu sendiri." kata Kartono.


lelaki itu kemudian menyuruh Bakri membuka kitab Al-Qur'an itu. Kartono menunjuk deretan tulisan didalamnya.


"Ya!" jawab Bakri dengan tandas.


Kartono menggeleng, "Itu hanya tulisan Arab, Bakri. bukan Al-Qur'an."


"Tapi Om... bukankah Allah sudah mengatakan dalam firman bahwa Al-Qur'an ditulis dalam bahasa Arab sebagai penjelas bagi manusia agar memahami firman-Nya?" tantang Bakri.


"Kamu tahu artinya Al-Qur'an?" pancing Kartono.


Bakri terdiam. doktrin apa lagi ini? Kartono tersenyum lagi. ia menengadah menatap langit-langit ruangan.


"Qara'a.... Yaqra'u.... Qur'anan... itu artinya Al-Qur'an, Bakri." jawab Kartono. "Apakah kau pikir Baginda Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam menerima Al-Qur'an dalam bentuk kitab?"


"Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam menerimanya dalam bentuk bacaan... ejaan..." ujar Bakri. perlahan pikirannya mulai menyelami maksud pikiran lelaki itu. "Apakah Al-Qur'an itu adalah bacaan?" tebaknya.


Kartono mengacungkan jempol. "Ketika kau mengeja dan membaca maka itulah yang disebut Al-Qur'an. tulisan Arab hanya media, begitu juga bahasanya. kenapa harus bahasa Arab, Bakri? kau tahu tentang sejarah bahasa-bahasa dunia?" pancing lelaki itu menggelitik rasa penasaran di otak kanan lelaki itu.


"Beritahukanlah ke saya, Om..." pinta Bakri.


"Karena dari semua bahasa-bahasa dunia, hanya Bahasa Arab yang membuktikan dirinya tidak mengalami kepunahan, tidak mengalami perubahan makna namun bisa membuat pengembangan kata hingga enam ribu kosakata, dibuktikan dengan deretan kata dalam kamus Nahwu." papar Kartono.


"Apakah ini yang menyebabkan Om disebut sesat?" pancing Bakri.


"Apakah informasi yang kuberikan, bisa kau dapatkan dibangku sekolah dan kuliah, Bakri?" balas Kartono.


Bakri tersenyum. "Sejujurnya.... tidak." jawabnya.

__ADS_1


...******...


Kenzie menatap lanskap Kota Gorontalo dari balik jendela yang dipasangi kaca tebal. hari ini ia menggantikan posisi Adnan sebagai Pejabat Eksekutif Utama. sesekali tatapannya memicing.


tak lama kemudian Chiyome muncul membawakan gelas tinggi berisi air yang dicampur tablet IM Booster. wanita itu berdiri menjajari jarak suaminya.


"Hubby..." panggil Chiyome.


Kenzie menoleh dan tersenyum menatap wajah sang istri. "Ohayo Gozaimasta... Wiffy." sapa Kenzie.


Chiyome tersenyum. "Minumannya, Hubby." ujarnya mengangsurkan gelas tinggi kepada suaminya.


Kenzie tersenyum, "Makasih sayangku."


lelaki itu meminum habis isi gelas itu dan menyerahkannya kembali kepada Chiyome. wanita itu meletakkan gelas tinggi itu di meja kerja lalu kembali berdiri menjajari suaminya yang masih menatap lanskap kota.


"Apa yang dipikirkan Otoo-Sama?" tanya Chiyome.


"Hubby lagi menunggu informasi dari Om Kartono." jawab Kenzie.


Chiyome ikut menatap pemandangan dari balik kaca lebar. "Apa Hubby yakin, orang itu bisa diandalkan?"


"Kalau Papa bilang bisa diandalkan, ya... pasti bisa diandalkan... Papa nggak mungkin kasih berita keliru, kan?" kilah Kenzie.


"Informasi tentang apa?" tanya Chiyome.


"Semua tentang Stefan." jawab Kenzie, "Aku akan membuatnya tak bisa lagi berbuat apa-apa."


tak lama kemudian laptop yang terbuka di meja kerja milik Kenzie berbunyi biip....


lelaki itu menoleh dan berbalik melangkah menuju meja kerja yang memanjang. lelaki itu menumpukan kedua lengannya pada sisi meja sambil menatap layar laptop. disana, melalui e-mail pribadi, seluruh data yang diperlukan lelaki itu tersaji di depan layar laptop. senyuman kemudian tersungging dibibirnya.


"Makasih Om..." gumam Kenzie dengan lirih.


...*******...


Kartono baru saja mengirim seluruh file tentang jati diri Stefan ke e-mail pribadi Kenzie. setelah itu ia menyandarkan punggungnya lagi dan menatap Bakri.


"Bertanyalah Bakri, polame'o aku masih berada disini bersamamu." tantang Kartono.


"Apakah Om pernah jatuh cinta sama perempuan lain selain istri Om sendiri?" pancing Bakri.


"Kalau itu mah memang manusiawi." jawab Kartono sambil terkekeh. "Kamu tahu, Om hanya jatuh cinta pada tiga orang perempuan selain bibi kamu."


Bakri terkejut, "Siapa Om?" pancingnya penasaran.


"Yang pertama, Seo Yea Ji... yang kedua, Zhao Lusi... dan yang ketiga, Wanda Margraf...." jawab Kartono sambil tertawa. "Tapi Bibimu nggak cemburu. paling hanya sering menyindir saja."


Bakri takjub. tinggi juga selera Si Sesat Barat bertubuh beruang ini....


"Kamu tahu bukan? bahwa cinta itu rumusnya, dari mata turun ke hati...." kata Kartono.


Bakri mengangguk.


"Nah... hanya karena saya menggunakan mata manual, jadi cinta itu hanya ta prop di botu lo mato..." jawab Kartono kemudian tertawa lepas lagi.


Bakri ikut tertawa. setelah reda tawanya ia bertanya lagi, "Menurut Om, apakah kesetiaan itu?"

__ADS_1


"Kesetiaan adalah sebuah komitmen. bukan bagaimana kau bersikap baik dihadapan pasanganmu, melainkan bagaimana kau menjaga diri dibelakang pasanganmu. kesetiaan itu bukan berarti kau menutup mata kepada setiap perempuan. namun ketika kau merasakan sebuah peradaan khusus kepada seorang wanita, namun akhirnya kau menyadari bahwa ada yang lebih penting dari orang itu. yaitu adalah istrimu sendiri...." papar Kartono.


Bakri takjub dan bertepuk tangan. subhanallah... lelaki ini memang benar-benar disebut Lelaki Sesat dari Barat. []


__ADS_2