
Dalam konferensi jarak jauh itu, Adnan mengirimkan salinan video pernikahan Trias Eliasha Ali dengan Inayah Azura Gobel di pesantren Hubulo dan pernikahan Kenzie dengan Chiyome di Tokyo kepada Husin Ali, pejabat sekretaris kanwil dinas pendidikan Propinsi Gorontalo.
pengusaha itu berdiskusi membahas dan mencari solusi pencemaran nama baik keluarga Lasantu di akun blog sekolah SMUN 3 Kota Gorontalo. menurut kepala sekolah yang telah menghubungi pihak pembuat akun tersebut, penyusup menggunakan akun anonimous sehingga susah terlacak. untuk bisa membongkar akun sejenis itu dibutuhkan waktu paling cepat adalah seminggu dan paling lambat dua minggu hari berjalan.
"Tidak juga disinggung bahwa siswa yang menikah tidak berhak atas pendidikan. bagaimanapun pendidikan adalah salah satu hak dari warga negara." kata Husin Ali. "Namun yang berkembang dalam hukum ini adalah usia pernikahan karena kita sering terkendala disitu."
"Lalu bagaimana solusi yang terbaik dari situasi seperti ini?" tanya Adnan.
"Salah satu pasangan harus dipindahkan ke sekolah lain. kita mengeluarkannya, tapi memindahkannya. hal itu hanya untuk mencegah terjadinya kecemburuan sosial diantara siswa yang belum menikah. atau salah satu pasangan mengikuti saja program paket. toh sama saja karena intinya, keduanya tetap menempuh pendidikan. bedanya, yang satu lewat jakur formal dan lainnya lewat jalur informal." jawab Husin Ali.
setelah memutuskan hubungan seluler itu Adnan terdiam lama ditatapi oleh anggota keluarganya. lelaki itu kemudian meremas rambutnya kemudian menatapi Kenzie dan Chiyome dengan senyum getir.
Chiyome memang sudah memprediksi hal itu. itulah sebabnya ia menghubungi ayahnya jauh-jauh hari untuk mengantisipasi hak tersebut. beruntung Kameie memiliki kenalan yang bisa diajaknya untuk memanipulasi data Chiyome agar ia tetap terdaftar sebagai siswa resmi disalah satu SMU di Tokyo. jadi hakikatnya Chiyome sekolah menggunakan jalur online.
Gadis itu tersenyum. "Papa kenapa gundah?"
Adnan menatapi Chiyome dengan perasaan bersalah. "Papa minta maaf. kelihatannya diantara kalian berdua, ada yang harus keluar dari sekolah dan menempuh pendidikan non formal." kata lelaki itu dengan sayu.
"Adek saja pa, yang berhenti sekolah." jawab Chiyome dengan mantap.
Adnan menatapi Chiyome lalu tersenyum. "Adek jangan main-main. kalau Adek berhenti sekolah, Papa merasa bersalah sama Papamu."
Chiyome tertawa, "Papa tenang saja. Otoo-San sudah tau masalah ini. Adek yang bilang sama dia, jauh sebelum masalah ini terjadi."
Adnan terkejut. "Maksud Adek, Adek sudah meraba hal seperti ini akan terjadi? begitu?"
Chiyome mengangguk. "Lagi pula, usia kandungan Adek nggak bisa lagi memungkinkan untuk sekolah secara aktif. Adek sudah tau semua resiko ini, dan Adek siap menerima semuanya." Gadis itu kini menunduk dan mengelus perutnya. "Sekarang.... anak ini, lebih penting dari segalanya.... Adek nggak mau anak ini menderita hanya karena ego seorang wanita yang ingin sekolah."
Adnan tanpa sadar meneteskan airmatanya dan langsung mendekat dan memeluk putri mantunya itu. lelaki itu tiba-tiba menjadi begitu cengeng. Chiyome sendiri sempat terkejut mendapat pelukan itu, tapi kemudian dia tersenyum lalu menepuk-nepuk punggung ayah mertuanya dengan lembut.
"Papa jangan kuatir.... sebuah pengorbanan pasti akan dibalas dengan sesuatu yang terbaik dari Allah. Papa jangan kuatir ya?" kata Chiyome yang justru makin membuat Adnan tersedu-sedu. Mariana sendiri kemudian mendekat lalu memeluk keduanya dan menangis bersama.
Chiyome justru melihat Kenzie yang juga sudah menitikkan air mata karena haru. "Hubby, bisa nggak bilang sama Papa dan Mama supaya jangan memeluk Wiffy dengan erat?... anak kita kegencet!!!"
Kenzie terkejut dan langsung maju meminta Adnan melepaskan pelukannya. "Pa...Pa... sudah... juniorku kegencet!" seru Kenzie.
Adnan terkejut dan buru-buru melepas pelukannya. "Aduh.. maaf ya? Papa tadi jadi sentimental gara-gara ucapan Adek barusan." Adnan langsung membungkuk kearah perut Chiyome yang mulai nampak membuncit. "Sori boy,... Bapu tadi saking terharu meluk ibumu. sori ya boy."
Kenzie memeluk istrinya dengan lembut. "Wiffy memang istri teladan. Hubby nggak sanggup jauh dari Wiffy seperti ini." kata Kenzie sembari mencium kening Chiyome.
pemuda itu kemudian menatapi ayahnya. "Papa, tetap cari pelaku itu. Kenzie sumpah demi anak dalam kandungan istriku ini. akan kubuat ia menderita dan memohon kematian yang cepat. tapi Kenzie takkan membiarkannya sebelum membayar penghinaan itu atas keluargaku!"
"Tentu nak! akan Papa kerahkan semua sumber daya kita untuk mencari tikus itu. jangan kuatir. kira-kira apa yang akan kau lakukan jika kita berhasil menangkap pelakunya?" pancing Adnan.
"Mama akan potong lidah dan jemari-jemarinya supaya tidak berbuat fitnah lagi!" potong Mariana dengan gemas. "Siapapun yang berani menyentuh anak-anakku, akan kubuat dia menderita. liatlah sekarang akan kuhubungi Bapu!"
Mariana langsung mengontak keluarga besarnya di Suwawa melalui ponsel. tak lama kemudian terdengar suara. Mariana kemudian berbicara dengan bahasa Gorontalo dialek Suwawa.
"Dengarkan kalian semua! keluarga kami baru saja mendapat fitnah pencemaran nama baik. bilang sama Bapu Ridhwan, cucunya difitnah. minta dia untuk kirimkan santet untuk menemukan orang yang melakukan pencemaran nama baik itu. kalian dengar? ya! sampaikan pada Bapu!" Mariana langsung memutuskan hubungan seluler lalu menatapi Chiyome.
"Adek tenang saja. sekarang Bapu sementara mencari pelaku itu dengan cara yang lain. semoga pelakunya cepat tertangkap." kata Mariana.
"Makasih Ma.... Mama tadi keren deh. persis bos gangster yang lagi main perintah sama anak buahnya untuk mencari musuh." jawab Chiyome setengah mengolok membuat Mariana tertawa dan menghapus air matanya lalu memeluk lagi Chiyome dengan lembut.
"Dasar mantu gokil. Adek kok pintar mendinginkan perasaan Mama yang lagi panas, ya?" puji Mariana sambil mencubit hidung Chiyome yang kecil.
__ADS_1
"Auugh... sakit Ma...." ujar Chiyome sambil memegangi hidungnya. Aisyah mendekat lalu memeluk adik serahimnya itu.
"Jangan kuatir. kami semua menjagamu, sayang." kata Aisyah dengan lembut.
"Ah... kalian semua memang keluarga kereeen..." balas Chiyome membuat mereka tertawa melupakan kesedihan.
...*******...
semua kini berjalan sebagaimana biasa. namun segala upaya terus dilakukan Adnan. bahkan ia kemudian menghubungi Endi yang sudah sejak dulu geram bukan main dengan berita itu. lelaki botak itu langsung mengontak beberapa kawan lamanya untuk melakukan penyelidikan. bahkan lelaki botak itu berani sesumbar akan memberikan bayaran paling besar bahi siapapun dari kawanannya yang mampu mendapatkan bukti kuat tentang siapa pelaku pencemaran nama baik tersebut.
...***********...
24 April 2020. - 01 Ramadhan 1441 pukul 03.00 WITA
hari ini keluarga Lasantu melaksanakan ritual shaum bersama. Chiyome sudah menghubungi dan konsultasi dengan dokter kandungan tentang boleh tidaknya dia berpuasa. jawaban dokter itu sangat memuaskannya membuat gadis itu sangat bersemangat menyambut bulan tersebut.
semua anggota keluarga sudah berkumpul di meja makan. Adnan kemudian membaca doa bersama lalu mengajak untuk menikmati santap sahur. Mariana dan Aisyah memang benar-benar mempersiapkan semuanya dengan penuh kesungguhan. di meja itu terhampar hidangan dimsum ayam wortel, martabak kentang, sosis solo, sayur pakcoy dan gorengan ikan tuna.
Chiyome sudah pasti begitu lahap menyantap makanan itu membuat Adnan tertawa dan menegurnya supaya pelan-pelan agar bisa menikmati makanan. Kenzie sendiri hanya tersenyum dan ia bersyukur sekarang sindrom Couvade tak lagi menyiksanya.
"Pokoknya dibulan ini, Papa mau kita beribadah sungguh-sungguh. pandemi bukan alasan bagi kita untuk tidak menikmati dan melakukan kegiatan dibulan puasa." kata Adnan sambil mengunyah martabak kentang.
Chiyome mengambil sumpit dan mencomot satu buah dimsum dari dari piring dan menyantapnya. gadis itu kemudian memejamkan mata dan mengguman, " Kono tabemono wa totemo oishidesu..." (makanan ini enak sekali)
Adnan tertawa. "Ya, Adek harus lebih sering makan makanan bergizi, demi cucu Papa ya?"
Chiyome tersipu lalu menatap Kenzie yang juga menatap istrinya dengan tersipu. keduanya kemudian tertawa pelan dan menyatukan dahi mereka sambil tersenyum.
"Acara baperannya sudah selesai belum? ayo makan! tuh waktu imsak sedikit lagi tiba." tegur Adnan dengan wajah jenaka.
tak lama kemudian terdengar bunyi nada sambung dari ponsel. Aisyah langsung merogoh sakunya mengeluarkan ponsel itu dan menyalakan layar sentuhnya. terdengar sapaan seorang pemuda disana.
📲 "Assalamualaikum, bidadariku... bagaimana kabarnya? sudah sahur belum?" sapa Stefan.
📲 "Halo? bidadariku? kok nggak menjawab sih?" tanya Stefan.
Adnan menatap Aisyah dan mengisyaratkan putrinya untuk menjawab panggilan itu. akhirnya gadis itu balik menyapa.
📱"Wa alaikum salam. nih Ais lagi sahur." jawab Aisyah dengan pelan. sementara Marina dan Adnan menonton putrinya. sedangkan Kenzie dan Chiyome menatapnya sambil menahan tawa.
📲 "Wah, kayaknya kamu lupa deh panggilan aku. masa aku lelah-lelah nyebut panggilan kami, aku nggak dapat balasannya. nggak adil nih." kata Stefan dengan kesal.
📱" Tapi.... iya deh... pangeran tampanku..." jawab Aisyah dengan wajah semakin merah.
tiba-tiba Kenzie langsung tertawa yang kemudian dicegah oleh Chiyome.
📲 "Suara siapa tuh, bidadariku?....kamu lagi makan diruang keluarga?" tanya Stefan seperti kucing kena perangkap. pemuda itu menggigit bibirnya.
Adnan kemudian merampas ponsel Aisyah dan langsung bicara.
📱"Bisakah kamu membiarkan kami menyelesaikan makan sahur dulu? nanti setelah itu silahkan kau hubungi anakku kembali." ujar Adnan kemudian memutuskan panggilan itu. ponsel itu diletakkan kembali dihadapan Aisyah.
Aisyah sendiri menunduk melihat wajah ayahnya yang terlihat datar. tiba-tiba Adnan mendongak dan tertawa.
"Praaaaaankkk...." teriaknya.
Aisyah menegakkan wajah melihat Adnan yang melakukan High five toss dengan Kenzie serentak menampakkan wajah cemberut. apalagi terlihat Mariana juga tertawa bersama Chiyome.
"Aaaa.... Papa! bikin Ais ilfeel deh. nanti dia salah paham gimana?" sembur Ais sambil menghentak-hentak kaki dengan kesal. wajahnya memerah dan matanya sudah berair.
"Biarin! kalau pemuda itu jantan, suruh dia kemari!" tantang Adnan sambil melihat Mariana yang juga tersenyum licik menatapi Aisyah.
"Papa nggak tau ini masih masa pandemi? gimana dia mo kemari?!" sembur Aisyah lagi. gadis itu langsung berdiri dan pergi ke kamar.
"He, hei... tu sahurnya dihabisin, Kaka..." tegur Mariana.
__ADS_1
"Bodooooo...." balas Aisyah langsung masuk dan membanting pintu. sejenak Mariana kaget dan menatap Adnan.
"Ada apa dengan anak itu?" tanya Mariana.
"Ah, Mama macam nggak kenal aja orang kasmaran. takut salah, sering salah paham..." jawab Adnan.
"Kakak... sekarang lagi kena sihir cinta..." tambah Kenzie sambil tertawa.
Chiyome berdiri dan mengambil gelas berisi jus alpukat dan segelas air.
"Mau kemana Wiffy?" tanya Kenzie.
"Wiffy mau ke kamar Kakak. kasian Kakak tadi sarapannya sedikit karena buru-buru terima panggilan orang itu. Wiffy nggak mau Kakak merasa kita membully dia." kata Chiyome sambil melangkah meninggalkan ruang makan dan menuju kamar Aisyah.
"Kaaa... ini Adek, boleh masuk nggak?" tanya Chiyome.
"Masuk saja. nggak dikunci." jawab Aisyah dari dalam ruangan. Chiyome mengepit gelas berisi jus alpukat diantara sikunya lalu tangan kirinya menggerakkan gagang pintu membuka. setelah itu gadis hamil itu masuk dan melihat Aisyah yang sibuk memainkan fitur-fitur dalam ponselnya.
"Kak. ini Adek bawakan jus alpukat. kakak tadi sarapan sahurnya sedikit. Adek takut Kakak nggak nahan puasanya." kata Chiyome sambil mengulurkan gelas berisi jus alpukat.
"Makasih ya?" jawab Aisyah meraih gelas itu lalu menghabiskan isinya.
Chiyome memberikan lagi segelas air putih yang juga diraih oleh Aisyah dan gadis itu meminumnya sampai habis.
"Adek memang the best deh." puji Aisyah, "Nggak macam Papa sama Ken-ken. isyyy.... lebay.." umpat gadis itu.
Chiyome duduk disisi ranjang. "Mereka cuma bercanda, Kak. kan selama ini mereka tau tuh Kakak polos, nggak ada gebetan. makanya Papa jadi usil."
"Tapi seenggaknya nggak usah usil marahi Evan dong. lan dia jadi salah paham sama Kakak." bantah Aisyah dengan sengit.
"Evan namanya?" gumam Chiyome.
"Stefan namanya. Kakak panggil dia Evan." balas Aisyah.
"Adek yakin Kak Evan juga paham kan posisinya kita lagi sahur. dianya yang salah, masuknya pas pada saat kita makan bersama. nggak begitu juga kali, rindu sama kekasih... waktu untuk keluarga disambet juga." tegur Chiyome.
Aisyah menatapi adik serahimnya itu. meskipun masih belia, ternyata pemikiran sang adik sangat dewasa. apakah karena pengaruh kehamilan membuatnya menjadi sedewasa itu?
"Makasih ya. Kakak masih punya kamu yang perhatian sama kakak." ucap Aisyah.
"Kalau Kakak masih lapar, Adek bawakan makanan lagi. mau?" tanya Chiyome.
"Boleh?" tanya Aisyah dengan mimik jenaka.
"Ya bolehlah kak, Asal ingat waktu imsak. Adek ambilin ya?" kata Chiyome.
"Oke deh." jawab Aisyah.
sambil tersenyum Chiyome bangkit dan melangkah keluar. sementara Aisyah kembali memainkan fitur ponselnya. sementara Chiyome sudah keluar dari kamar, Kenzie dan Adnan sementara nonton kajian di televisi.
Chiyome tak memperdulikan keduanya. ia terus ke dapur menyendok nasi, memasukkan martabak kentang dan lauk ikan tuna lalu menuangkan lagi air ke dalam gelas fan membawa hidangan itu kembali menuju kamar Aisyah.
sementara Adnan yang melihatnya lalu menatap Kenzie. "Ngidam kamu nggak muncul lagi?"
"Nggak, alhamdulillah..." jawab Kenzie tersenyum lagi.
"Nak, Papa berpikir, kalian harus segera merayakan resepsi pernikahan kalian. Papa terus kepikiran. kasihan Chiyome. Papa rasa dia hanya ingin terlihat kuat dihadapan kita...." kata Adnan.
"Kenzie ngerti Pa. tapi kan kita sudah sepakat, kalau resepsinya digelar setelah sebulan Chiyome melahirkan. dan pada saat itu, kita clearkan semua masalah, termasuk masalahnya Trias." jawab Kenzie.
"Papa sudah kirimkan video pernikahan kalian kepada Pak Husin di Kanwil Diknas Propinsi. dia akan mempelajarinya. baiklah... untuk sementara ini kita tidak berkomentar apapun. tapi, Papa tetap akan cari pelaku itu. dia benar-benar cari gara-gara dengan kita." kata Adnan.
"Tentu Pa! itu kewajiban kita berdua!" tandas Kenzie sambil mengangkat tangan mengajukan toss. Adnan membalasnya.
PLAK!!! []
__ADS_1