
waktu liburan semester ganjil telah selesai. Kenzie telah bersiap-siap mengepak barangnya dalam kopor dibantu Chiyome. begitu juga dengan Aisyah. gadis jilbaber itu membawa kopernya bersama koper lain yang merupakan oleh-oleh yang dibelinya bersama ibunya di pusat perbelanjaan di Ginza dan Shinjuku.
sementara dihotel, Endrawan dan putranya serta menantunya juga telah selesai melakukan packing barang. mereka mendapatkan dana belanja dari Adnan sebesar IDR. 500 juta, namun tidak sempat menghabiskan dana tersebut. Trias sendiri hanya membeli sepatu sport yang diimpikannya sejak dulu. yang paling banyak belanjaannya mungkin hanya Iyun. itupun hanya beberapa helai pakaian yang dibelinya di butik di Marugoto, distrik Asakusa. Endrawan sendiri hanya memuaskan diri melihat-lihat kerajinan tanpa punya niat membelinya.
sejak insiden pencegatan kelompok Tohoku, seluruh aset kekayaan kelompok tersebut dibekukan oleh Shinobu Tsukasa yang sebagian besarnya disuruh kelola kepada Heinaizaemon Ienaga. sedang Chiyome yang dengan keberaniannya memberangus Nobuo, diberikan sebagian aset-aset yang dulunya dikelola oleh kelompok Tohoku di Ichinoseki.
secara harafiah, kekayaan dan kekuasaan Chiyome sebagai salah satu anggota kelompok Kanto yang sekarang diperhitungkan, bertambah. selain bisnis pachinko di Shibuya, seluruh aset bisnis yang dikelola orang-orang Tohoku di Ichinoseki secara resmi menjadi hak milik Chiyome. Kenzie sendiri tidak mengetahui deretan aset kekayaan istrinya. namun pemuda itu tidak perduli. ketika Chiyome membeberkan daftar kekayaan dan kekuasaannya, Kenzie langsung minta istrinya mengalihkan segala pengelolaan kepada ayah mertuanya.
"Otoo-san sudah nggak berminat lagi mengurus bisnis sejak kematian Kak Koreyuki. bahkan kudengar, beliau ingin pensiun dan kembali ke kampung halaman kami di Shiga." jawab Chiyome.
akhirnya sepakat keduanya meminta Ienaga untuk mengurusi aset-aset tersebut. pria itu tidak keberatan asal harus ada pemisahan secara jelas agar tidak campur aduk. maka mereka kemudian menghubungi notaris untuk membuat surat penting sehubungan dengan hal tersebut.
dengan diantar oleh mertuanya, Kenzie dan Chiyome tiba di bandara Haneda, tepat disaat mobil travel hotel tiba membawa Endi dan kedua anaknya juga tiba dibandara. Lelaki botak itu kemudian menyalami Kameie.
"Sory bro. saya nggak bisa bahasa Jepang. tapi setelah ini, saya harap persahabatan diantara kita akan lebih baik lagi, bukan karena saya merupakan perwakilan besan anda, tapi persahabatan antara dua orang lelaki." kata Endi dengan haru.
"Saya merasa terhormat dapat bersahabat dengan anda." jawab Kameie tiba-tiba menggunakan bahasa indonesia membuat Endi terkejut.
"Anda tau berbahasa indonesia, bro?" tanya Endi.
"Istri saya orang indonesia, bukan?" kata Kameie mengingatkan.
"Tapi kenapa diupacara pernikahan Kenzie, anda tidak menggunakan bahasa indonesia? anda benar-benar membuat saya gugup." kata Endi.
Kameie tertawa, "Pergilah bro. jaga anak-anakku." kata lelaki itu menampar bahu Endi.
"Jangan kuatir Bro. mereka berdua, tanggung jawabku." jawab Endi.
Aisyah memeluk erat Fitri. "Bu, Ais pulang dulu ya? nanti kapan-kapan Ais kemari lagi."
Fitri mengangguk-angguk menyapu punggung putrinya. "Sering kirim kabar, ya?" pinta wanita itu.
"Ayah akan merindukan kalian berdua." kata Kameie sambio tersenyum getir. Aisyah dan Chiyome memeluk lelaki itu dengan erat.
"Aaaa sudahlah, Pergilah kalian. kalau begini terus, ayah jadi tidak rela melepas kalian." kata Kameie langsung melepaskan pelukan kedua putrinya itu.
Kameie menatap Kenzie. "Tetap pegang sarung pedangnya, Kenzie..." pesan pria itu dan Kenzie sangat paham apa maksud perkataan ayah mertuanya.
"Chichiyo, watashi ga dekiru kageri tsuyoi" jawab Kenzie dengan mantap. (Sekuat tenaga saya, Ayah.) Kameie tersenyum dan mengangguk.
Kenzie menggandeng tangan Chiyome sambil menarik kopornya sedang Endi bergegas menuntun anak-anak itu menuju ruangan pemberangkatan. Kameie menyewa jasa pengangkutan bandara untuk mengangkut segala kopor milik anak-anak itu beserta Endi.
setelah melihat kelima orang itu memasuki ruang pemberangkatan, Kameie memeluk Fitri dan keduanya berbalik meninggalkan tempat itu.
...********...
"Papa, Mama, kami pulang!!!" teriak Kenzie sambil menggedor pintu gerbang. merasa tak ada jawaban, pemuda itu langsung mencongkel pintunya.
pintu itu membuka, Kenzie mendorong pintunya lalu menyeret kopor-kopor yang mereka bawa pulang dari perjalanan. hari itu, senin tanggal 30 Desember 2019. Kenzie dan Aisyah tak punya alasan merayakan momen tahun baru dinegeri orang. Chiyome pribadi, kemanapun mereka berada, selama Kenzie ada disisinya, bagi Chiyome tak ada masalah dengan itu.
hari masuk sekolah tanggal 6 Januari 2019, masih ada seminggu bagi pasangan muda itu untuk berbenah. kamar Kenzie yang tadinya memiliki ranjang kecil, akan segera diganti dengan ranjang besar.
Adnan memang telah memesan ranjang empuk merk Olympic disalah satu toko furnitur yang merupakan langganannya. Aisyah mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi Bakri.
📱" Halo, Assalamualaikum. Aisyah ya?" tebak suara diseberang sana.
📲 "Yaaa.... sudah nggak hafal suara saya sendiri?" kata Aisyah dengan mimik kesal. "Kenapa nggak kemari? kamu itu diharapkan Papa datang sore itu."
📱"Ey, aku datang, Ais. kalian saja yang nggak dirumah. sore itu aku perhatiin rumah pada lengang. ya aku nggak berani masuk. aku langsung balik kanan." jawab Bakri.
Aisyah terdiam. benar juga! sore itu mereka sedang dirumah sakit, menjaga Chiyome yang syok dengan kepergian Kenzie waktu itu. mereka tak lagi memperhatikan hal-hal selain Kenzie dan Chiyome.
📱"Halo? halo? Ais? kamu masih disitu?" panggil Bakri.
__ADS_1
📲 "Eh, ya? iya. ya sudah. nanti aku hubungi kamu pas Papa ada." jawab Aisyah kemudian mematikan sambungan seluler dan menyimpan kembali ponselnya.
Aisyah bangkit lalu mengambil kunci serep dari dalam dompetnya. ia kemudian mengunci buka pintu utama fan membuka kedua daun pintunya. jilbaber itu masuk disusul oleh pasangan manten baru tersebut.
"Kayaknya Papa sama Mama masih diluar kota nih. Ken, coba hubungi mereka. bilang kita sudah tiba dirumah." kata Aisyah.
Kenzie mengangguk lalu merogoh sakunya mengeluarkan ponsel lalu mulai menghubungi ayahnya sementara Chiyome menyandarkan pantatnya di sofa, ruang keluarga tersebut.
"Aaaa... legaaaa...." gumam Chiyome sambil menyandarkan punggungnya lalu tengkuknya sambil memejamkan matanya.
panggilan Kenzie tidak direspon oleh Adnan. dengan berdecak, pemuda itu menekan kembali nomor panggilan Adnan. selama 10 detik ponsel itu berdengung memberitahu panggilan terhadap Adnan. namun sekali lagi panggilan itu tidak direspon.
"Nggak si respon, kak." kata Kenzie lalu memasukkan kembali ponselnya. pemuda itu langsung melangkah menuju kamarnya lalu membuka pintunya. kopornya bersama kopor Chiyome langsung dimasukkannya ke dalam kamar itu juga.
Aisyah sendiri juga langsung masuk ke kamarnya dan berbenah disana. tinggal Chiyome yang masih sementara duduk di sofa dan ia tertidur. tak lama kemudian Kenzie keluar kamar dan mendapati istrinya yang tertidur kelelahan di sofa.
aduh kasian... hm.... si cantik ini kelelahan rupanya.
Kenzie mendekati Chiyome dan menatapi bibir sensual istrinya yang sedikit terbuka. sangat menantang untuk dilumat dengan gemas.
pemuda itu kemudian memondong tubuh Chiyome dan membawanya ke kamarnya. perempuan itu dibaringkan dengan lembut diranjang kecilnya.
sory sayang. sementara kamu tidur dulu diranjangku. sebentar aku akan ke toko dan membawa pulang ranjang besar kita.
Kenzie tersenyum lalu berbalik melangkah berupaya tanpa membuat suara agar istrinya tidak terganggu. pemuda itu menutup dengan pelan, daun pintu kamarnya. Kenzie menyeberangi ruangan menuju kamar Aisyah. dipintu kamar itu, Kenzie mengetok pintunya.
"Kenapa Ken?" tanya Aisyah dari dalam.
"Kakak kalau mau istirahat, istirahat saja. Chiyo juga sudah kubawa tidur dikamarku. aku lagi keluar sedikit mengurus sebuah urusan." kata Kenzie.
"Ya, nanti aku kasih tau sama Chiyo kalau dia nanyai kamu nanti." jawab Aisyah dari balik kamar.
Kenzie mengangguk lalu melangkah menuju kedepan, dan menutup pintu utama itu lalu menuju sepeda motornya yang terparkir.
"Bawa aku keluar kawan. kau punya tugas penting mengantarkanku ke tempat yang kutuju." kata Kenzie sambil mencengkeram setang motor lalu memutar gagang kanannya untuk menaikkan tensi gas.
tak lama kendraaan tersebut membawa Kenzie keluar dan melaju menjnggalkan rumah.
...***********...
Kenzie menyandarkan dadanya kesisi meja pajangan di Sri Ratu Photo Express. pemuda itu sedang menyerahkan soft disk berisi foto pernikahan mereka berdua. tak lupa Kenzie memesan ukuran foto jumbo size sekalian bingkainya untuk dipasangkan di dalam kamarnya nantinya.
pegawai itu, seorang wanita yang usianya mungkin 2 tahun lebih tua dari istrinya menerima fleshdisk dari tangan Kenzie dengan sikap yang dibuat manja membuat Kenzie tersenyum.
untung nggak ada Chiyo lo... kalau dia liat, bisa habis rambut semua dikepalamu dijambaknya.
Kenzie pelan menarik tangannya dari genggaman pegawai wanita itu. "Kapan semuanya selesai ya?" tanya pemuda itu. "Kalau besok boleh?"
pegawai wanita itu mengangguk dengan penuh senyuman. tatapannya dibuat menggoda, berupaya menarik Kenzie dalam perangkapnya.
heiiisyyy... wajahmu itu nggak secantik istriku... nggak level..
pemuda itu mengangguk lalu mengeluarkan dompernya dan menarik 2 lembar IDR 100 ribuan dan meletakkannya dimeja pajangan didepan gadis itu. setelah itu ia langsung ngacir meninggalkan toko merangkap studio foto tersebut.
diluar bangunan tersebut ia merasa ponsel dalam sakunya bergetar. ia merogoh mengeluarkan gadgetnya lalu membuka percakapan.
📱"Assalamualaikum, Pa... kok diangkatnya sekarang? lagi kemana sih?" omel Kenzie.
📲 "Halo, Uyong... sory uty, Papa dan Mama lagi hang out di PGR, biasalah... mejeng-mejeng sedikit nggak apa,kan?" goda Adnan lalu tertawa.
__ADS_1
📱 "Mejeng, mejeng, memangnya Mama sama Papa mau kontes mejeng kacamata disana?!. kalian kapan pulangnya sih? kami bertiga baru sampai nih, sedikit lagi waktu Isya." kata Kenzie.
📲 "Besok kami pulang, Uyong. kalian minta kado pernikahan apa dari Papa sama Mama?" tanya Adnan dengan selamat.
📱"Cuma minta keselamatan kalian pulang cepat kemari." jawab Kenzie. "Pa, sudah dipikirkan apa yang kuinginkan kemarin?"
📲 "Apa itu Uyong?" tanya Adnan.
📱"Astaghfirullah, Pa... mulai pikun lagi atau pura-pura pikun supaya nggak ku ganggu karena lagi indehoy dengan Mama? itu! aku mau kerja di kantor Papa!" kata Kenzie.
📲 "Iya, iya. Papa lagi mikirin itu. sudah, pokoknya kalian berdua lulusin sekolah dulu. udah Papa siapkan lowongan kerja untuk kamu." jawab Adnan. "Ah iya... Papa sudah hubungi teman Papa di Kayla Furniture. coba nanti kau cek ranjang model bagaimana yang mau kau bawa ke rumah. Papa sudah bayar semuanya."
📱"Makasih Pa..." jawab Kenzie.
📲 "Jangan lupa bilang sama Aisyah, nanti Bakri disuruh datang saja minggu kamis depan, jam 5 sore dirumah. okey? Papa tutup dulu ya?"
📱"Okey Pa. assalamualaikum." kata Kenzie kemudian memutuskan sambungan seluler tersebut.
pemuda itu memutuskan kembali ke rumah. mungkin sekarang ini Chiyome sudah gelisah menantinya. tak berapa lama kemudian Kenzie sudah melaju meninggalkan kawasan pertokoan itu.
...**********...
Chiyome duduk disofa ruang keluarga sambil sesekali menatapi ke jam dinding. wanita itu sudah mengenakan lingerie menerawang yang disembunyikannya dalam balutan piyama panjang.
wajahnya yang keruh beralih rupa menjadi ceria ketika mendengar suara derum sepeda motor yang dikenalnya. tak lama kemudian pintu depan terbuka lalu menutup lagi. Kenzie muncul dari ruang tamu membawa bungkusan berisi hidangan. pemuda itu mendapati sang istri duduk melipat tangannya didada dan memasang wajah keruh.
"Wiffy? sudah bangun?" sapa Kenzie sambil mendekati Chiyome. meletakkan tas kresek berisi hidangan di meja.
"Sudah tau jam berapa tuh?" tanya Chiyome.
"Baru juga masuk jam lapan malam." jawab Kenzie lalu duduk disisi Chiyome. "Sory. Hubby lagi ke studio foto mau cetak foto wedding kita. sebenarnya maunya terus ke Kayla Furniture mau cek ranjang kita, tapi Hubby urungkan, takut nanti Wiffy nyari-nyari Hubby." pemuda itu melepaskan sepatu sportnya.
Chiyome melengos, "Siapa yang cari-cari? kalau Hubby masih mau jalan-jalan, silahkan."
"Jangan begitu dong. Hubby lapar nih. kita makan yuk." ajak Kenzie.
semula Chiyome ogah, namun Kenzie yang lihay langsung mengecup bibir sensual istrinya membuat Chiyome kaget. anggukan kepala Kenzie, meluluhkan ego istri belia itu. Chiyome akhirnya senyum, tak tega mendiamkan suami belianya itu. ia mengangguk lalu meraih tas dan membawanya ke dapur diikuti Kenzie.
pemuda itu duduk dikursi menonton sang istri memindahkan hidangan dari dalam tas kresek itu ke piring-piring. kini disana ada nasi, lauk daging dan sayur acar timun serta cemilan kacang rempeyek.
keduanya kemudian makan bersama. Kenzie mengerutkan kening. "Kak Ais, mana?"
"Mungkin pengaruh jetlag, sekarang masih tidur." jawab Chiyome.
Pemuda itu makan dan menyuruh istrinya makan. sementara makan, Kenzie memberitahu kalau kedua orang tuanya akan kembali besok. Chiyome mengangguk-angguk saja mendengar informasi itu.
"Besok kita ke Kayla Furniture ya? Hubby mau Wiffy yang milih ranjangnya." kata Kenzie.
Chiyome menatapnya lalu tersenyum dan mengangguk. pemuda itu balas tersenyum. "Good Wife.." gumamnya.
selesai makan, Chiyome bergegas mencuci piring dan merapikan kembali meja makan, menyimpan jatah hidangan untuk Aisyah. sedangkan Kenzie langsung ke kamar. pemuda itu langsung membuka kaos dan celana jinsnya menyisakan celana boxer yang menutupi bagian kelelakiannya saja.
tak lama kemudian Chiyome masuk dan mengunci pintu kamar. melihat penampilan Kenzie yang hanya mengenakan celana boxer, perempuan itu tersenyum melepas piyama panjangnya dan melangkah mendekati Kenzie memperlihatkan lekak-lekuk tubuhnya yang menggairahkan terbalut dalam lingerie menerawang, membuat suaminya sekali lagi menelan salivanya.
dan semuanya pasti tahu kelanjutannya.
Chiyome sudah yakin, dia tak akan bisa melawan keinginan suaminya untuk bercinta malam itu. mereka melakukan olah birahi sebanyak 7 kali tanpa istirahat, seakan Kenzie ingin menyatakan sumpahnya, membuat Chiyome takluk dan menikmati penyerahan diri dibalik hentakan demi hentakan pinggul Kenzie yang membuat bagian selangkangannya serasa diganjal sebuah benda yang memenuhi dinding-dinding liang garbalokanya.
Chiyome, sang monster betina, pembantai 350 orang yakuza dalam insiden Tohoku dihari pernikahannya, penakluk semua jawara beladiri seluruh Jepang, sang kembang kematian yang menanam ketakutan para lawan-lawannya..... hanya bisa takluk dibawah pelukan lelaki yang dipilihnya untuk membanjiri cawan cintanya dengan anggur sukla pemuda itu..... hanya bisa mengerang dan merintih dibawah hujaman pasak bumi yang bertalu-talu menghantam pintu rahimnya.
__ADS_1
keduanya memasuki masa relaksasi dan saling merangkul ketika terdengar suara ayam jago berkokok memberitahu malam akan segera berakhir. []