
Puspita Kusmaratih berdiri disalah satu lorong yang berada dikompleks UNG. dia menantikan seseorang disana. wanita itu agak sedikit panik, mengingat kemungkinan Kenzie sempat mendengar pembicaraannya dengan Harmoko. semakin cemas ia ketika mendapatkan berita bahwa Harmoko wafat dalam pengawasan RSJ Malalayang Manado dikarenakan mengalami sakit mental.
Puspita tahu, Harmoko bukan orang yang mengalami hal semacam itu. dia sangat normal dan dia pasti dijebak. ia menduga ini pastilah pekerjaan Kenzie. lelaki itu memiliki lebih dari sekedar koneksi dan kekuasaan untuk menjebloskan Harmoko ke tempat neraka itu hanya karena kasus sepele.
tak lama kemudian, muncul seseorang yang dinantikan oleg wanita itu. lelaki berkulit putih kemerahan tabo mirip kulit babi ternak yang dibiakkan. lelaki itu menghampiri Puspita.
"Kenapa kamu memanggilku?" tanya lelaki tersebut.
"Gawat Stefan. kita harus segera memikirkan tindakan selanjutnya. Kenzie sudah mulai mencurigaiku. sedikit lagi tindakan kita dalam mengguncang saham Buana Asparaga akan segera ketahuan dan pasti kita akan ditangkap polisi." ujar Puspita dengan cemas menarik lengan kaos Stefan.
"Tenanglah Puspita! kalau kau begini, aku jadi nggak bisa mikir!" hardik Stefan. "Sebaiknya kita jangan bicara disini. ikutlah denganku ke tempat kita."
...******...
Kenzie duduk menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi yang tinggi. ia memicingkan mata melihat layar laptop yang menampilkan tayangan CCTV yang memperlihatkan Puspita sedang menghubungi seseorang.
itu pasti Harmoko...
Kenzie menghela napas panjang. tak lama kemudian pintu kaca membuka dan masuklah Chiyome. wanita itu melangkah mendekati meja kerja lalu duduk disisi meja itu, menyilangkan kaki dan menyandarkan kedua tangannya disisi meja.
"Wiffy sadis juga ya?" sindir Kenzie tertawa.
"Nggak boleh ada saksi hidup!" tandas Chiyome kemudian menatap layar CCTV lalu tersenyum lagi.
"Hubby sadis juga ya?" balas Chiyome.
"Eit, jangan salah paham dulu..." kata Kenzie, "Hubby beneran nggak ngapa-ngapain. banci kaleng itu yang mulai duluan... lihat, kan? Hubby dorong dia ke lantai."
"Ya, tapi kan sempat megang payudaranya... diremas juga tuh." goda Chiyome setengah mengolok.
Kenzie tertawa, "Daripada aku meremas implan, mendingan aku remas tetekmu. kenyal, seksi dan.... asli." jawab lelaki itu enteng.
Chiyome ikut tertawa, "Jika sekiranya dia wanita sejati?" pancing wanita itu.
"Nggak bakalan. Wiffy lebih seksi dan cantik ketimbang siapapun didunia ini." jawab Kenzie dengan senyum.
"Benarkah?" goda Chiyome.
"Bahkan bidadari syurga, juga nggak bisa menandingi Wiffy." ujar Kenzie lagi.
"Wah, Wiffy tersanjung nih..." goda Chiyome lagi.
"Terserah pikirannya Wiffy. Tapi Hubby memang nggak ngegombal.... ini benar dan dijamin seratus persen.... Wiffy adalah ratunya para bidadari syurga itu." ujar Kenzie.
"Uhm.... ada maunya nih." tebak Chiyome.
Kenzie bangkit dan meraih lengan Chiyome. "Memang..."
lelaki itu menarik istrinya ke suite pribadi yang bersebelahan dengan kantor direksi. Chiyome senyum-senyum saja. sesampainya didalam, Kenzie berdiri dan berbalik.
"Kita bugil barengan yuk." ajak lelaki itu.
Chiyome tersenyum dan melangkah mendekati suaminya lalu mendorong Kenzie dengan pelan hingga lelaki itu terduduk disisi ranjang. Chiyome mengangkat roknya lalu duduk mengangkangi paha Kenzie. ia membuka retsleting celana suaminya dan mengeluarkan sesuatu yang panjang dari sana.
"Nggak usah harus bugil jika cuma inginkan kehangatan batin Hubby..." ujar Chiyome menyingkirkan sedikit bagian cawatnya dan melesakkan milik Kenzie ke dalam miliknya. Kenzie mendesah.
"Hmmm... jadi kita mainnya begini?" goda Kenzie.
Chiyome mengangguk dan mulai menggenjot pinggulnya agar penetrasi milik suaminya berjalan baik dalam upaya menuntaskan hasratnya. perlahan ia mulai mendesah.
Kenzie tersenyum, "Harmoko, dikasih apa sampe nggeletak begitu?" ujar lelaki itu disela desahannya menikmati pijatan dinding-dinding liang milik istrinya yang menjepit ketat tonggak miliknya.
"Sesuatu yang membuatnya merasa ingin cepat mengakhiri hidup." jawab Chiyome dengan napas yang memburu.
"Dan sekarang pusat tujuan kita adalah membongkar kedok... banci kalengan itu..." ujar Kenzie kemudian melenguh pelan.
Chiyome mendongak melepaskan orgasmenya. masih dengan tonggak yang tertanam diliang ladang cinta, Kenzie berganti posisi menindih kemudian menggenjoti wilayah selangkang istrinya dengan cepat membuat Chiyome tanpa sadar merintih keenakan.
"Hubby ingin memastikan siapapun tak akan berani mengganggu..." ujar Kenzie menekan ujung tiangnya menyentuh dasar liang sang istri membuat Chiyome terhentak dan kembali ia merasakan sensasi orgasme lagi.
Kenzie merasakan bagian itu terasa licin dan makin membuatnya semangat untuk terus menghujami milik istrinya dengan penuh kelembutan bercampur gairah yang memaksa penetrasi lebih dalam.
pergumulan itu berlangsung lima kali dan lima kali juga Chiyome merasakan orgasme bersama dengan Kenzie pada pertandingan ronde kelima. pakaian mereka basah oleh keringat. untung di suite itu ada cadangan pakaian sehingga Kenzie dan istrinya bisa langsung memesan jasa laundry perusahaan.
Kenzie mempreteli pakaiannya, begitu juga dengan istrinya. keduanya meletakkan pakaian basah itu ke keranjang. melihat tubuh telanjang istrinya, gairah lelaki itu muncul lagi. dipeluknya Chiyome.
__ADS_1
"Wiffy... sekali lagi dong." pinta Kenzie.
Chiyome tertawa. "Belum puas juga?" goda wanita itu.
"Ketelanjangan Wiffy, menggugah selera nih." ujar Kenzie.
"Lakukan semau Hubby..." ujar Chiuome.
Kenzie langsung membalikkan tubuh istrinya dan menyenggamainya dengan gaya ***** *****. Chiyome hanya tersenyum ditengah tubuhnya yang tersentak-sentak diayun oleh permainan itu. bagaimanapun ia memegang teguh nasihat sang ibu yang menekankan pelayanan full kepada suami agar suami tidak akan mencari jajanan diluar.
tidak puas, Kenzie kembali mendorong pelan Chiyome hingga ia menelungkup diranjang dan Kenzie kembali menggarapnya dengan penuh gairah. lelaki itu memang tidak pernah bosan dengan tubuh istrinya.
Chiyome pasrah dan selalu berupaya membahagiakan suaminya baik secara lahir maupun batin. pergumulan itu berlangsung selama tiga kali hingga Kenzie benar-benar menumpahkan segala hasratnya ditubuh istrinya.
ditengah kelelahannya ia memeluk Chiyome dari belakang. wanita itu kembali tersenyum dan memalingkan wajah menatap suaminya.
waduh... tertidur keenakan dia... hmmm.... Hubby...
Chiyome kembali tersenyum dan membalikkan tubuhnya. dengan tatapan dalam dipandangnya wajah Kenzie yang pulas.
sangat seksi....
jemari lentik wanita itu terulur membelai rambut Kenzie. "Makasih Hubby... sudah menemani Wiffy selama ini... nggak bosan dan nggak mengeluh... arigato yo...Hubby..." bisik Chiyome kemudian memajukan wajahnya mengecup bibir lelaki tersebut.
Chiyome hendak bangkit ketika lengan kekar Kenzie terulur menahan tubuhnya. wanita itu menatapi suaminya.
"Jangan.... tinggalkan aku.... Wiffyyyy..." gigau Kenzie.
Chiyome tersenyum, "Tentu Hubby... Wiffy akan selalu menemani Hubby hingga takdir memisahkan kita."
wanita itu memeluk tubuh telanjang suaminya. kedua insan yang polos tubuhnya itu saling menyatu kembali.
...******...
Stefan melangkah mondar-mandir. sesekali dilihatnya Puspita lalu kembali melangkah mondar-mandir lagi.
"Bagaimana Evan. kau sudah mendapatkan solusinya?" tanya Puspita dengan cemas.
"Tenang.... aku masih memikirkan caranya." ujar Stefan.
"Lakukan cepat Evan. mereka sudah tahu kartu permainan kita! Kenzie bukan orang bodoh. buang dulu obsesimu kepada kakak perempuannya. fokuslah pada masalah kita sekarang!" tegur Puspita dengan menekan.
"Kamu jangan marah-marah sebegitu juga, Evan." hardik Puspita, "Ingat, kau punya bagian juga dalam rencana ini. jika kita tidak membongkar sistem keamanan finansial Buana Asparaga.Tbk, maka tak akan ada kerumitan semacam ini."
PLAK!!!! ADUUHHH...
tiba-tiba tangan kekar Stefan melayang menampar Puspita membuat wanita itu terbanting diranjang. Puspita mengaduh kesakitan memegang pipinya yang merah ditampar lelaki itu.
"Evan!" hardik Puspita.
"Jangan banyak bicara! jika bicara sehuruf pun, ku usir kau dari sini!" ancam Stefan dengan garang.
Puspita mengencangkan rahangnya. itu adalah penghinaan dan lelaki tersebut hendak mungkir dari perbuatannya. wanita itu berdiri dan menatap Stefan.
"Jika kau tak bisa memberi solusi, nggak usah sok mondar-mandir dihadapanku. biar kucari sendiri penyelesaiannya. teruskan obsesi gilamu itu... aku lepas mulai sekarang!" kata Puspita kemudian melangkah menuju pintu.
"Mau kemana kamu?!" tanya Stefan.
"Sudah kubilang, aku akan mencari solusinya sendiri. kau tak perlu lagi membantuku. kita jalan sendiri-sendiri." jawab Puspita kemudian membuka pintu dan melangkah keluar.
didalam ruangan, Stefan hanya bisa meremas rambutnya dan kembali memaki-maki dengan ucapan beraksen Minahasa.
...*******...
Bakri mengendarai mobil sambil sesekali bersenandung kecil. disisinya Aisyah menatap pemandangan dengan sesungging senyum kecil diwajahnya. kebahagiaan kini terpancar jelas diwajahnya.
wanita itu sudah mendapatkan apa yang dikejarnya selama ini. kesenangan lahir dan kesenangan batin ia dapatkan sepenuhnya dari lelaki mantan teman kecilnya yang sekarang kini berstatus suaminya.
Bakri sekilas memandang Aisyah lalu menatap jalanan lagi. "Sedang melamun apa? enak sekali kelihatannya. kayak orang memimpikan makan hidangan ayam lalapan saja." sindir Bakri.
Aisyah memaling wajah menatap suaminya, "Kepo sekali kamu? nggak boleh aku melamun sedikit?"
"Nggak boleh!" tandas Bakri. "Nanti kemasukan ponggo lo huta, baru tahu rasa."
Aisyah mencubit lengan Bakri. "Issyyy.... kok ngedoain yang nggak baik sih?"
__ADS_1
"Bukan ngedoain yang nggak baik. tapi aku nggak mau kamu melamun, sayangku." ujar Bakri, "Ingatlah, sekarang kau memiliki aku. jika ada yang kau inginkan, atau hendak disampaikan, yang sampaikan padaku, jangan dipendam dalam lamunan."
"Aku hanya ingin bersyukur dengan nasib baikku." ujar Aisyah.
"Oooo.... nasib baik karena sudah merasakan nikmatnya kejantananku?" goda Bakri tanpa menoleh.
"Uhm... dasar suami berpikiran kotor... mesum... monduhu..." olok Aisyah, "Mengapa sih pikiranmu selalu lari nggak jauh dari situ?"
"Ya, karena itu juga yang dicari oleh istri sepertimu." jawab Bakri dengan enteng, "Nggak usah sok berkilah nggak mau."
Aisyah menggigit bibir merasa disindir Bakri. ia mendengus. Bakri tertawa.
"Kenapa tertawa?" tanya Aisyah dengan ketus.
"Kalau marah, makin dilihat kamu makin cantik saja." goda Bakri, "Kalau begitu, aku akan terus membuatmu marah agar aku bisa terus menikmati kecantikanmu itu."
"Yang ada, kamu nggak akan sempat menikmati kecantikanku. tapi menikmati cubitanku. mau?!" ancam Aisyah.
"Kalau begitu aku juga akan segera menembusi dirimu saat ini juga dijalan ini." ujar Bakri tiba-tiba meminggirkan mobil ke sisi jalanan. setelah itu ia menatap Aisyah dengan pandangan mesum.
"Ampuuuunnnn bang jago..." ujar Aisyah menangkup wajah Bakri. "Nanti dirumah saja deh, kamu tembusi aku."
"Naaahhhh.... kamu sudah berjanji." ujar Bakri.
"Iya... aku janji. masukilah aku dari mana saja yang kau suka. asal jangan masuki ditempat yang nggak semestinya." jawab Aisyah dengan lembut.
"Ayo, kalau begitu." ujar Bakri langsung memperjalankan lagi kendaraannya. "Aku sudah nggak sabar. masalahnya si langgango sudah berdiri terus, nyesek benar dicelana. pengen segera beristirahat di gua kecintaannya."
kendaraan kembali melaju menuju utara. menuju Wongkaditi... Kediaman Lasantu.
...*******...
Kediaman Lasantu, pukul 20.08 WITA.
mereka bercengkerama dimeja makan. suasana akrab terjalin disana. diam-diam Adnan dan Mariana memperhatikan perilaku Chiyome dan Aisyah yang berlomba menyenangkan suaminya. mereka melayani dengan penuh perhatian membuat Kenzie dan Bakri saling bertatapan dan menatap dengan isyarat tanda tanya.
kenapa istri kita berdua? apakah mereka saling bertanding???
Adnan tersenyum dan menatap Mariana. disela makannya ia mengucap, "Papa senang dan bahagia. keluarga ini sekarang sudah lengkap. apalagi, kulihat tadi ada sedikit pertandingan menyenangkan hati suami." sindir lelaki itu.
Aisyah dan Chiyome tersipu diolok secara halus oleh Adnan sedang Mariana tersenyum.
"Semoga kita terus berkumpul seperti ini ya?" kata Mariana.
Adnan menatap Bakri. "Untuk sementara ini, kalian tinggal disini. jangan dulu membantah." kata Adnan ketika melihat reaksi Bakri hendak menyela.
"Bagaimanapun ancaman Stefan nggak boleh dibikin main-main." ujar Adnan dengan tegas menatap Bakri dan Aisyah. "Maaf jika Papa mungkin agak keras kali ini. namun Papa hanya ingin kalian bahagia dan tak terganggu oleh manusia brengsek itu."
Kenzie mengangguk. "Itu benar Kak. mohon maaf jika saya mendukung ide Papa."
Adnan langsung mengangkat telapak tangannya dan disambut Kenzie dengan melakukan high five terhadap Adnan membuat Mariana dan Chiyome tertawa.
"Mantap!" puji Adnan mengangkat jempol kepada Kenzie.
Kenzie menatap Aisyah, "Bukan kami nggak rela Kakak membangun rumah tangga sendiri. tapi, sejak Kakak tinggal bersama Stefan waktu itu. istriku tidak pernah nyenyak tidurnya. selalu bermimpi buruk dan akhirnya apa yang ia takutkan terjadi. sekarang Kakak disini. aku yakin istriku tak akan lagi bermimpi buruk. Ken hanya minta, Kakak pertimbangkan perasaan Wiffy."
Aisyah menatap Chiyome yang juga menatapnya dengan wajah sendu. akhirnya Aisyah tersenyum dan mengangguk. "Oke deh. Kami berdua tinggal disini dulu sementara."
Bakri hanya bisa memahami trauma yang pernah dirasakan istrinya tersebut dan akhirnya ia pun mengangguk.
"Baiklah....kami akan tinggal disini. setidaknya sampai orang itu lenyap dari muka bumi." jawab Bakri.
"Tentu kita akan melenyapkannya Kakak Ipar. beberapa penghalang sudah dibereskan." kata Chiyome.
"Penghalang apa?" tanya Bakri.
"Penghalang jalan yang akan membuat mobil tak bisa melaju dengan cepat menuju tujuan." jawab Chiyome lagi dengan penuh kata sandi.
"Aku akan pastikan, tidak akan ada yang berani macam-macam dengan keluarga Lasantu." timpal Kenzie.
Adnan menatap Bakri. "Esok, kau masuk kantor. ada beberapa permasalahan yang menuntut tindakan kalian berdua."
"Kita harus menstabilkan kembali neraca yang sempat dibuat nggak stabil oleh para pengkhianat dalam perusahaan." ujar Kenzie.
"Siapa yang melakukan hal itu?" tanya Bakri.
__ADS_1
"Nanti kakak tahu semuanya di kantor." jawab Kenzie.
"Sekalian aku akan hadir esok." timpal Adnan. "Aku akan mengumumkan pengunduran diriku kepada dewan direksi dan melantik Kenzie sebagai CEO dan kau wakilnya." []