
Kenzie menatap lesu layar ponselnya ketika membaca artikel terbaru go-post.co.id yang menerangkan bahwa sekolah belum di ijinkan beraktifitas pada hari-hari pertama awal pembelajaran tahun 2021. sebelumnya gubernur gorontalo juga sudah menerbitkan surat edaran untuk mencegah keramaian pada saat Tahun Baru.
beruntung sebelumnya Kenzie dan Trias tidak merayakan malam pergantian tahun dikota, karena mereka saat itu dalam posisi melaksanakan kegiatan moduhu wawu mo popasi sehingga tidak terlalu kecewa ketika penduduk kota tidak merayakan pergantian tahun secara massal melainkan melakukannya bersama keluarga di rumah.
yang dilakukan mereka pun hanya perayaan paling sederhana. Bapu Ridhwan menyediakan satu kotak kembang api yang mereka habiskan bersama. kemudian Bapu Ridhwan yang ternyata sudah membuat meriam bunggo (meriam yang terbuat dari batang bambu yang di isi minyak tanah dan diberi lubang. ketika lubang di sulut maka pertemuan api dan minyak tanah yang terakumulasi menimbulkan efek karbon dioksida yang menyebabkan ledakan keluar dari moncong pohon bambu yang lain.) kemudian menyulutnya berkali-kali dengan arah moncong meriam diarahkan ke hutan. terdengar bunyi dentuman berkali-kali.
Saburo terbangun dan menangis kemudian ditenangkan oleh Chiyome. sementara ketiga wanita itu membiarkan ketiga lelaki itu tenggelam dalam permainan mereka masing-masing. hingga akhirnya subuh menjelang dan mereka kembali ke rumah untuk beristirahat.
mereka sholat jum'at di masjid desa lalu istirahat sejenak. siang menjelang senja, Kenzie, istrinya beserta Trias dan Ipah kembali pulang ke kota.
...******...
kedatangan Chiyome membuat Kenzie meletakkan ponsel itu di meja dan duduk ditepi ranjang.
"Saburo?" tanya Kenzie.
"Hubby seperti nggak kenal Saburo kalau sudah dirumah. pastilah bermain dengan dua kakek-neneknya." jawab Chiyome sambil duduk disisi ranjang. "Tadi Wiffy lihat Hubby kayak nggak bersemangat melihat layar ponsel. ada apa Hubby?"
"Sekolah, daring lagi." jawab Kenzie dengan malas. "Dasar virus brengsek! nyusahin banyak orang saja! siapa sih yang bikin virus tak beradab ini?" gerutunya.
Chiyome tersenyum. "Setidaknya Hubby bersyukur. kan bisa dirumah sama-sama jagain Saburo."
"Hubby nggak pernah keberatan soal itu. yang bikin Hubby jadi malas begini, kalau pandemi ini belum berakhir, Hubby jadi nggak bisa ngajak Wiffy kemana-mana." jawab Kenzie dengan menggerutu.
"Ya sudah, kalau begitu kita tamasya saja berdua." kata Chiyome sambil tersenyum lebar memamerkan seringai ginsulnya.
"Kemana?" tanya Kenzie sumringah.
"Ke hatimu...." jawab Chiyome dengan lirih sambil tersenyum lebar lagi.
Kenzie tersenyum nakal dan langsung mendorong pelan istrinya menggeletak diranjang. keduanya kini terlibat dalam aktifitas pertemuan bibir yang saling memagut dan mengulum. serangan Kenzie kali ini sangat agresif. berkali-kali ia membuat tanda di bagian dada istrinya ditengah lenguhan dan rintihan Chiyome.
hingga akhirnya keduanya yang sudah tak mampu menahan gejolak birahi masing-masing langsung menuju pertandingan utama. tubuh keduanya penuh peluh bercucuran bersama dengan aktifitas Kenzie memberikan kepuasan batin bagi istrinya. keduanya mencapai puncak dan menyalurkan hasrat mereka melalui pelarutan samudra susu saripati dalam wadah garba swanita. Chiyome mengejang bersama dengan tubuh Kenzie yang juga mengejang ketika mengaduk lautan birahi itu. hingga akhirnya pembentukan tirta amerta dalam wadag garbaloka selesai dan keduanya ambruk bersama.
"Hubby.... puasssss ?????" tanya Chiyome disela napasnya yang memburu. Kenzie dengan napas tersengal hanya tersenyum lalu mengangkat tangannya memberikan kode jari πdan mengecupnya.
Chiyome tertawa pelan. "Sudah puas tamasyanya?"
__ADS_1
"Belum, nih masih ngacung sendoknya dalam periuk. ngaduk adonan lagi yuk?" ajak Kenzie.
" Sa! dare ga osorete imasuka?!" seru Chiyome dengan semangat. (Ayo, siapa takut?!)
dan mereka kembali melakukannya tanpa jeda hingga lima kali berturut-turut. permainan yang sangat fantastis untuk ukuran pasangan yang romantis.
setelah aktifitas iru masih dengan tubuh yang telanjang keduanya saling memeluk dibalik selimut. meredakan napas yang memburu menuju fase relaksasi setelah masa kontraksi otot melakukan penyemburan dan pelarutan dua tetes susu amerta.
"Hubby maunya anak berapa?" tanya Chiyome sambil membelai-belai dada bidang dan perut sixpack suaminya.
"Wiffy maunya berapa?" tanya Kenzie sambil mencium kening istrinya.
"Hubby nggak marah kalau Wiffy hanya pingin punya anak dua saja?" pancing Chiyome.
"Boleh. nggak usah banyak-banyak.... nanti saling gontok-gontokan kalau rebutan warisan." jawab Kenzie sambil terkekeh.
"Kenapa Hubby arahnya kesitu?" tanya Chiyome.
"Sayangku, my Wiffy lovely dovely...." ujar Kenzie membuat Chiyome tersenyum dengan kalimat bucin itu. "Bukan mau sombong. jelas posisi presdir akan aku jabat. perusahaan akan diwariskan padaku. kak Ais nggak punya minat ngurus perusahaan kecuali terima bersih sisa hasil usaha dari kredit poin saham yang Papa peruntukan baginya. kalau anak kita hanya dua, kita gampang mengatur mereka mau mengurusi apa. apakah Saburo yang menjadi presdir dan adiknya ngurus bisnis Wiffy yang di Tokyo dan Ichinoseki sana, atau sebaliknya. jadi kita nggak repot, kan?" tuturnya.
"Hubby benar juga. wah Wiffy benar-benar beruntung punya suami cerdas macam Hubby... kalau begitu Wiffy kasih hadiah deh... sendoknya Hubby masih mau ngaduk nggak?" pancing Chiyome dengan senyum nakal.
"Kalau dipanasin pasti tegak lagi." jawab Kenzie balas tersenyum nakal.
"Ayo.... masih pengen nih." rayu Chiyome.
" De ndali!!!! " seru Kenzie dengan semangat langsung melakukan persetubuhan gaya duduk. dan keduanya main kuda-kudaan menikmati permainan tersebut.
entah apa yang membuat keduanya seakan dirasuki semangat dewa. penyatuan dua alat reproduksi itu berlangsung terus membuat Kenzie berkali-kali melenguh dan meraung menumpahkan saripatinya, begitu juga dengan Chiyome. hingga akhirnya dipergumulan yang kelima, keduanya benar-benar ambruk dengan tubuh yang gemetar kelelahan.
Chiyome terkapar dan tertidur lelap dalam posisi menindih tubuh suaminya.
Kenzie?.....
pemuda itu hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala. akhir-akhir ini ritme birahi istrinya meninggi. untuk saja Kenzie bisa mengimbanginya. kalau tidak? dia bisa kalah gengsi dihadapan wanita itu.
...**********...
Trias duduk diberanda rumahnya. Endi sudah lebih dulu berangkat ke pasar Sentral mengurusi bisnis dagingnya. sebenarnya kalau mau, Endi bisa saja bekerja di PT. Buana Asparaga, Tbk. toh dia memiliki saham 25 persen, hadiah dari Adnan kepadanya. namun lelaki itu lebih menghargai persahabatan ketimbang mata uang. baginya yang telah mendapat pencerahan menyadari bahwa uang hanya akan memberikan dampak penderitaan jika tidak dikelola dengan baik. itulah sebabnya ia menyederhanakan diri dan lebih menenggelamkan diri kedalam bisnis daging yang bersimbah darah sembelihan hewan.
Trias akhirnya bisa membeli sebuah laptop jenis Asus X441BA yang ia beli lewat online di tokopedia, dari hasil tabungannya ditambah oleh Endi. di masa pandemi ini ia bisa mengerjakan tugas-tugas daring lewat aplikasi-aplikasi yang telah di instalnya.
Kenzie sendiri sudah mengganti laptop lamanya dengan Asus ROG Zephyrus G14. laptop lamanya dipakai Chiyome untuk kegiatan pribadinya mengupload kegiatannya bersama Saburo lewat instagram. followersnya sudah mencapai sejuta lebih viewer. Kenzie sendiri nggak menyangka istri dan putranya menjadi selebgram yang populer dikalangan warganet.
__ADS_1
Trias membuka laptop dan mengaktifkan aplikasi google meeting menghubungi perwalian kelasnya untuk memastikan jadwal pembelajaran yang akan diakses agar dapat mempermudah baginya dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran lewat jaringan internet. ia memanfaatkan hospot dari ponselnya.
π» "Assalamualaikum Bu..." sapa Trias.
π» "Wa alaikum salam, tumben pagi kau sudah hubungi ibu?" balas Ibu Novi Sumala, perwalian kelas Trias, 12 IPS 2.
π» "Nggak bu. cuma nanya jadwal apa saja supaya saya gampang merelokasi kegiatan ketika ada tugas-tugas yang diajukan guru mapel kepada saya." jawab Trias.
π» "Semantara ini Ibu belum dapat informasinya dari Admin sekolah nak. nanti kalau sudah ada, ibu hubungi kamu ya?" ujar perwalian kelasnya itu.
pembicaraan itu berakhir. Ibu Novi duluan memutuskan sambungan google meeting. Trias merebahkan punggungnya di sofa beranda. hari ini kembali membosankan. pemuda itu ingin sekali menghubungi Ipah, tapi segera di urungkannya.
gadis itu harus didiamkan barang sehari. kalau keterusan kuhubungi, 'ntar dia kege-eran dan pasang tampang nakalnya... brrr... kok aku jadi geli-geli sedap sih... heisssy...
Trias menutup laptopnya dan membawa barang itu kedalan rumah. lebih baik ia menyusul ayahnya di pasar Sentral dan berjualan disana, ketimbang diam dan tak tahu hendak berbuat apa yang nantinya malah mengundang pikiran negatif yang condong kepada pelampiasan diri sendiri.
...*********...
Aisyah hanya diam berbaring saja dalam kamarnya. bayangan kejadian di air terjun Saluopa itu kembali terngiang dalam benaknya. Aisyah tak menyangka sesuatu yang ia berupaya jaga akhirnya terserahkan juga. entah setan penghuni air terjun itu yang membisiki mereka berdua hingga sampai tega merusak sendiri kesepakatan diantara mereka berdua.
sepulang dari Poso, Aisyah memang tak lagi banyak bicara dan itu sempat mengherankan seisi rumah. nggak biasanya anak tertua di keluarga Lasantu itu menjadi pendiam bagai loudspeker korslet. kalimatnya jadi gampang dihitung dengan jari. Aisyah tak memperdulikan itu. sedapat mungkin ia mengirit bicara agar jangan kelepasan bahwa ia telah kehilangan keperawanannya di perbukitan landai air terjun Saluopa itu.
salahnya sendiri pula. mengapa ia membiarkan Stefan menggerayanginya ditempat itu. dampak pandemi memang membuat panorama wisata itu sepi pengunjung, dan itu dimanfaatkan benar oleh keduanya.
perisitiwa itu dipicu pertama kali lantaran Stefan tak tahan melihat Aisyah yang basah kuyup tercebur diantara bongkahan-bongkahan batu yang dialiri air tersebut. bajunya basah mencetak lekukan tubuhnya. dan jelas, birahi sang lelaki bangkit.
Aisyah mencoba menolak ajakan pacarnya, namun memang setan memiliki berbagai macam cara merayu hingga akhirnya keduanya melepas hasrat purba disaksikan panorama sunyi air terjun Saluopa. darah perawan yang mengalir dari liang senggamanya yang dimasuki lingga kejantanan milik Stefan yang begitu menegang kuat, mengalir bersama dan menyatu dengan derasnya air terjun yang membasahi tubuh mereka. keduanya tidak telanjang.
Aisyah hanya menurunkan celana jinsnya dan Stefan mengeluarkan senjatanya dari balik retsleting celana yang telah terbuka dan keduanya melakukannya dengan sadar. pinggul Stefan maju-mundur menampar bongkah pantai Aisyah yang putih. suara kecipak bunyi daging yang saling membentur menyatu bersama suara derasnya air terjun yang mengalir, begitu juga desahan dan erangan kenikmatan mereka. mereka melakukannya begitu lama karena ini yang pertama kali bagi Aisyah. entah bagi Stefan.
untung saja Stefan tidak menumpahkan saripatinya kedalam wadag uterus milik Aisyah. ia segera mencabut dan membiarkan larutan susu kental putihnya menyatu bersama air terjun. Aisyah tidak akan hamil, tapi jelas... dia telah kehilangan kehormatannya.
...*******...
Aisyah berdecak kesal bila mengingat kejadian itu. kekurang-ajaran Stefan yang merobek bagian hymennya dengan ujung batang senggamanya, malah dibiarkannya, malah dinikmatinya, dan memang dalam ritual persenggamaan di air terjun itu, tak sedikitpun rasa sesal muncul. yang ada hanya keinginan memuaskan birahi agar tersalur dengan baik dan sempurna. dan setelah itu, maka terbitlah penyesalan.
"Aku akan bertanggung jawab Aisyah. kamu nggak usah kuatir!" tandas Stefan ditengah pukulan yang diayunkan Aisyah berkali-kali ke dada dan lengannya.
tak ada lagi yang bisa diperbuat jilbaber itu. ia hanya menunggu pemuda itu menunjukkan tanggung jawabnya sebagai seorang laki-laki. gadis itu hanya bisa menunggu.
aaaaaahhhhh.... kenapa juga sih aku merelakannya? kan jadinya begini! isssssyyh... gimana nih? bagaimana kalau Evan nggak tanggung jawab?! kalau Papa tahu?! aduuuuhh... kok jadi gini siiiiiihhhh....
perlahan-lahan mata gadis itu mulai basah dan akhirnya jebol juga banjir bandang itu menerobos tembok kelopak mata dan membanjiri permukaan pipi terus menjadi air terjun yang membasahi kasur. gadis itu membenamkan wajahnya dibantal dan akhirnya menangis tanpa suara. []
__ADS_1