
Tanggal 20 April 2021.
ini adalah hari terakhir pelaksanaan ujian akhir sekolah, meskipun suasana kota Gorontalo masih dalam status merah akibat pandemi SARS CoV2, dan sistim pelaksanaan pendidikan menggunakan pembelajaran jarak jauh, Kenzie tidak patah semangat mengikuti ujian tersebut.
segala soal yang tercantum dalam aplikasi tersebut dapat dijawabnya dengan baik. sebelumnya, Kenzie sudah mengikuti program Assesmen bersama kelas 10 lainnya pada bulan Maret kemarin.
dengan senyum pemuda itu mencantumkan jawabannya melalui ketikan mouse pada komputer, setelah menulis berbagai rumusnya dalam kertas folio. pekerjaan itu selesai. Kenzie menyandarkan punggungnya dengan lega dan mengangkat kedua tangannya melipat ditengkuknya.
"Weh, selesai juga pada akhirnya." seru Kenzie dengan lega.
pemuda itu memang mengerjakan ujian diruangannya, sementara Chiyome muncul membawa secangkir kopi jahe untuk memulihkan stamina pemuda tersebut setelah seharian mengerjakan tiga ujian mata pelajaran jurusan. sang istri meletakkan gelas berisi kopi jahe tersebut di meja dekat lengan Kenzie.
"Diminum dulu kopinya, ntar dingin." tegur Chiyome.
Kenzie meraih gelas itu dan langsung meneguk isinya sampai habis tak bersisa. ketika ia meletakkan gelas itu, Chiyome tertawa.
"Kenapa tertawa Wiffy?" tanya Kenzie dengan heran.
"Hubby sudah piara kumis ya?" olok Chiyome sambil menunjuk daging diantara hidung dan bibir yang dipenuhi ampas kopi. wanita itu tertawa lagi.
Kenzie tertawa. "Hubby nggak akan klimis seterusnya. tentu harus membiasakan diri jika sudah berkumis atau bercambang pada nantinya, meskipun dengan kumis ampas."
Chiyome mengambil lenso dan menyeka ampas yang memenuhi bibir bagian atas suaminya. Kenzie menatapinya dengan teduh.
"Makasih Wiffy... kamu memang yang terbaik." puji Kenzie membuat Chiyome tertawa lagi.
"Lama-lama tubuhku bisa tambun memakan segala pujian Hubby terhadapku." olok Chiyome.
Kenzie bangkit dari kursi lalu menarik Chiyome ke pelukannya. mereka melangkah ke tengah ruangan. dengan remote, Kenzie mengaktifkan speaker dan mengaktifkan aplikasi pada komputer kerjanya. dan tak lama kemudian mengalunlah lagu dealova yang dinyanyikan Once.
keduanya berdansa pelan mengikuti alunan nada pada nyanyian tersebut. Kenzie menatap Chiyome yang juga menatapnya. tatapan keduanya bertemu dan bibir keduanya menyungging senyum. langkah itu terus terayun mengikuti irama melankolis dari lagu tersebut.
🎶 hanya dirimu yang bisa membuatku tenang... tanpa dirimu aku merasa hilaaaaangggg... dan sepiiiii... dan sepiiiiiii....🎶
keduanya kembali menyungging senyum.
"Masih ingatkah Hubby, saat Hubby mengirimi lagu ini ke Wiffy.... waktu itu kita lagi marahan... Wiffy pingsan dan langsung dibawa Kak Ais ke rumah sakit." ujar Chiyome dengan pelan. ia menunduk sejenak lalu menegakkan wajah menatap suaminya.
Kenzie tersenyum lagi. "Maafkan Hubby, telah menyiksa Wiffy sedemikian rupa.... tapi Wiffy pun harus tahu, betapa Hubby begitu tersiksa ketika mengasingkan diri di hutan Tapa waktu itu." pemuda itu membawa kepala istrinya menyandar dipundaknya. Kenzie melanjutkan lagi, "Saban waktu, Hubby menegakkan kelima sholat dan Qiyamul lail... hanya untuk mencari jawaban tentang cinta kita."
pemuda itu kemudian melepaskan dekapan istrinya. keduanya masih saling menjalin tangan dalam dansanya. Kenzie kembali melanjutkan, "Di hari ketiga, Allah memberikan jawaban-Nya. dengan penuh keyakinan Hubby turun dan hendak menuju rumah Wiffy untuk menyatakan kesanggupan mengarung lautan hidup bersama. namun ditengah jalan, Hubby ketemu Papa dan dibawa paksa ke rumah sakit. katanya Wiffy pingsan dan mengalami sakit. jadi, kami berdua kesana dan kita akhirnya bertemu kembali."
"Mengingat itu, Wiffy menjadi malu sendiri karena meragukan Hubby. dan Wiffy makin malu hati karena sampai saat ini Hubby tak sedikitpun menyelingkuhi Wiffy. maafkan Wiffy, ya? terlalu curiga kepada Hubby." kata Chiyome.
"Cemburu yang paling kurindukan adalah cemburumu. karena Hubby tahu, Wiffy cemburu karena cemburunya Tuhan kepada Hubby." jawab Kenzie.
"Gombal..." kata Chiyome dengan manja dan memukul dada Kenzie dengan pelan.
Kenzie tertawa lalu mendekatkan wajahnya dan mengemut bibir mungil istrinya dengan lembut. setelah itu ia melepas ciumannya dan mendesis sambil menutup mata.
__ADS_1
"Kenapa Hubby?" tanya Chiyome dengan heran.
"Bibirmu.... terasa manis bagai es krim... yummy.." jawab Kenzie kembali tersenyum. Chiyome tertawa lalu memajukan wajahnya dan mengemut bibir Kenzie dengan lembut, kemudian melepas ciumannya dan mendesis pula.
"Kenapa Wiffy?" tanya Kenzie dengan senyum nakal.
"Seperti rasa sashimi yang dicelup ke saus.... yummy.." jawab Chiyome sambil tersenyum nakal membalas senyuman nakal suaminya.
kini keduanya sama-sama memajukan wajah mereka dan mempertemukan bibir itu hingga tiba-tiba pintu terbuka dan Adnan menatap kedua putra-putrinya yang saling menyatukan tubuh itu. lelaki itu menampar keningnya, dan berbalik keluar menutup pintu.
dasar kegatalan! sudah kubilang jangan main dikantor.. ini kan tempat umum... dasar Kenzie, nggak bisa nahan apa? mereka harus kuhukum nih!!!
dengan kesal, Adnan melangkah kembali ke lift yang membawanya naik ke lantai puncak.
...********...
Aisyah merasakan neraka dunia selama tiga bulan pernikahannya. tak sedikitpun Stefan kasihan padanya. entah karena dendam atas perlakuan ayah dan saudara lelakinya, karena memaksakan pernikahan, atau memang lelaki itu tidak memiliki rasa cinta sedikitpun melainkan nafsu hewaniyah saja dalam otak bejatnya.
beberapa kali Stefan melakukan penyiksaan Aisyah merasa dirinya bukan sebagai wanita lagi, melainkan seonggok daging yang dipermainkan oleh hewan bernama Stefan.
kemana dulu kata-kata cinta bertabur mesra yang diucapkannya ketika merayunya dalam bentor yang melaju melintasi jalan Pangeran Hidayat? kemana kata-kata lembut yabg selalu menghiasi setiap percakapan mereka kala itu. semuanya menguap. bagai fatamorgana yang menghiasi hamparan pasir yang panas dibebatuan.
apa yang salah dengan cintanya? apakah cinta tak ada artinya lagi? haruskah dilaluinya segala penderitaan ini. ditengah gamang akan segala bentuk siksaan fisik yang diperbuat Stefan melalui akrifitas persetubuhannya?
Aisyah tak habis mengerti, apa kesalahannya? jika iya maka katakanlah. jangan memendam perasaan yang nantinya merubah sikap dan pendirian dari sifat penyayang menjadi kasar dan penuh kezaliman.
malam merayap jauh. seperti biasa, Stefan tidak pulang. lelaki itu lebih memilih tidur dalam dekapan Mirna, sahabatnya sendiri yang kini berperan menjadi pagar yang memakan tanaman. menjadi tiang yang merubuhkan jembatan persahabatan. lebih rela menjadi gundik daripada menjadi sahabat. musuh didalam selimut yang berhasil memalingkan cinta Stefan.
"Ya Allah... kepada Engkaulah ku adukan kelemahanku. kepada Engkaulah... aku adukan kurangnya daya upayaku... " suara itu tertahan dan air mata kembali jebol melompati bendungan kelopak mata dan membanjiri pipinya. Aisyah melanjutkan doanya.
"Engkaulah Yang Maha Rahim... Engkaulah Tuhanku... wahai Yang Menguasai hidup dan matiku... kepada siapakah Engkau serahkan aku?" Aisyah meniarap di sajadah dan menumpahkan tangisnya disana, "Kepada keluargaku yang berwajah muram, karena jijik kepadaku.... ataukah kepada suamiku yang berlaku kejam bagai iblis kepadaku?"
tubuh gadis itu terguncang dalam emosi yang memuncak sebab nyaris tak sanggup menahan segala macam siksa dan nista yang menghantam dirinya. setelah tenang menumpahkan isi hatinya, wanita itu kembali duduk dan menatap langit ruangan, menengadahkan tangannya. suaranya yang gemetar kini berangsur tenang.
"Asalkan Engkau tak murka kepadaku, maka aku tak akan perduli dengan semuanya. Aku tahu sungguh luas kepengasihan-Mu.... wahai Dzat Yang Maha Indah... aku berlindung kepada-Mu yang Maha Luas segala pengampunan... bimbinglah aku menuju cahaya indah-Mu... ampunilah aku... dan kuatkan aku... tiada daya dan upayaku... kecuali atas kekuasaan-Mu juga..."
kedua tangan itu menuju wajah dan mengusap. beserta dengan itu hilanglah rasa sakit.
Aisyah membuka mukena, melipat dan menyimpannya. setelah itu ia melangkah menuju jendela dan membuka tirainya. nampak sang rembulan yang melayang malu-malu dalam arakan awan yang menggumpal.
"Wahai rembulan.... jika berkenan, datanglah... aku akan lebih senang menyambut dan memelukmu."
lama wanita itu terdiam memandang angkasa malam. kini suasana merayap menuju subuh. posisi jarum pada jam dinding menunjuk ke angka 4 dan 2.
...*******...
Adnan menatap Kenzie yang duduk disofa, menunggu perintah darinya. lelaki iru lama memandang wajah putranya membuat Kenzie menjadi canggung.
"Pa... apa sih yang mau ditugaskan ke saya?" tanya Kenzie.
__ADS_1
Adnan tersentak dan mengatur wajahnya yang sempat tegang.
"Ah ya... kamu saya tugaskan ke Pohuwato. mendiskusikan program dengan pemerintah daerah.... ada beberapa pasal dalam kontrak kerja itu yang perlu di addidum." kata Adnan.
"Kapan?" tanya Kenzie.
"Apakah ujian sekolahmu sudah selesai?" tanya Adnan.
"Baru saja." jawab Kenzie.
"Itu soal beneran dijawab sih? atau jawabannya kambulula begitu?" olok Adnan.
"Papa pernah nggak dengar Kenzie asal-asalan mengerjakan tugas yang Papa embankan kepada Kenzie?" todong pemuda itu.
"Hingga saat ini, belum ada." jawab Adnan dengan polos.
"Nah.. kerja kantor saja Ken bisa selesaikan, apalagi pekerjaan sekolah..." balas Kenzie dengan senyum.
"Oke, oke... jadi siap berangkat nih?" tanya Adnan.
"Besok ya?" pinta Kenzie.
"Oke... bawa Adek?" tanya Adnan.
Kenzie menggeleng. "Aku mau tanya Trias, apa dia mau ikut apa nggak." jawab Kenzie.
"Sudah, hubungi saja sekarang." pinta Adnan.
Kenzie mengangguk lalu mengeluarkan ponselnya dan menekan nomor sahabatnya. terdengar kemudian nada sambung.
📲 "Halo, assalam alaikum..." sapa suara diseberang.
📲 "Yas, ada waktu besok nggak?" tanya Kenzie.
📲 "Ada... ada... asal jangan sampe minggu depan dong." kata Trias.
📲 "Aku mau ngajakin kamu." kata Kenzie.
📲 "Kemana? hanya sampai hari minggu ya? senin dan seterusnya aku sibuk, coy." jawab Trias.
📲 "Ke Marisa..... ada beberapa tugas perusahaan. temani aku dong." pinta Kenzie.
📲 "Oke deh.... apa aku boleh ngajak Ipah?" tanya Trias.
📲 "Boleh, tapi nanti dihari ke tiga... supaya kita bisa refreshing di Pantai Pohon Cinta." kata Kenzie.
📲 "Siplah kalau begitu..." tak lama kemudian hubungan seluler terputus.
Kenzie menatap ayahnya sambil mengacungkan jempol. Adnan tersenyum.
__ADS_1
"Bagus...." ujarnya dengan semangat. []