Lazuardi Cinta

Lazuardi Cinta
LAZUARDI CINTA # 50


__ADS_3

setelah melaksanakan ijab qabul yang sederhana, iringan pengantin meninggalkan Masjid Cammi Tokyo menggunakan 5 mobil. mobil pertama dikendarai Heitaro Koreyuki dan para pengawalnya, mobil kedua dikendarai oleh Keitaro Yasuyori dan pengawalnya, mobil ketiga dikendarai Kameie, Fitri, Chiyome, Aisyah dan Kenzie, mobil keempat dikendarai Keitaro Yasunori, Endrawan, Trias dan Iyun dan mobil terakhir dikendarai oleh para pengawal.


mereka menuju hotel yang sudah dipersiapkan untuk resepsi pernikahan. iring-iringan mobil itu melaju membelah jalanan untuk segera tiba ditujuan. namun ternyata rintangan sekali lagi menghadang mereka.


dijalanan yang agak lengang tiba-riba kelima iringan mobil berhenti. dihadapan mereka berjejer menghalangi jalan 3 buah mobil berderet. didepan mobil itu rombongan lelaki bersenjata pedang berdiri dipimpin Nobuo yang berdiri dengan pakaian yang setengah terbuka. ditangan kiri tergamit sebuah sebotol sake sedang tangan kanannya menggenggam pedang.


Kameie menajamkan penglihatannya dan sedetik kemudian dia menggeram.


"Nobuo!" seru Kameie.


tepat disaat itu Nobuo mengangkat tangannya dan seketika orang-orang tersebut langsung mengarahkan moncong pistol mitraliur micro-UZI yang seketika menyalak memuntahkan ratusan peluru kearah lima mobil yang dikendarai pengantin dan para pengawalnya.


kontan Kameie langsung menyeret kepala istrinya menunduk dan sedikit meringkuk kedalam mobil diikuti Chiyome yang langsung mendorong kepala Aisyah dan Kenzie ke bawah, sedang dia sendiri mengintip dari sisi jok mobil.


paling parah adalah mobil yabg dikendarai oleh Heitaro Koreyuki dan para pengawalnya. dengan mengumpat-umpat, Koreyuki nekat membuka pintu sambil menyandang senapan Heckler & Koch UMP yang telah terkokang penuh.


"Kalian pikir kami tidak bisa membalas?!" seru Heitaro Koreyuki langsung mengarahkan moncong senapan itu kearah kelompok yang dipimpin Nobuo dan seketika ia menembakkan peluru tersebut tanpa takut dihambur peluru lawan.


keberanian Heitaro menyulut keberanian para pengawalnya. mereka ikut keluar dan menembaki orang-orangnya Nobuo dengan senapan yang sama dimiliki oleh pimpinan mereka.


Nobuo yang tak menyangka mendapatkan serangan balik langsung berlindung dibalik mobil-mobilnya yang berjejer menghalangi jalan, sementara Heitaro Koreyuki terus menghujani deretan mobil tersebut dengan pelurunya. sesekali ia memerintahkan yang lainnya untuk menggantikan posisinya sementara Koreyuki mengisi kembali senapannya dengan magazine yang baru.


Keitaro Yasunori bertindak cepat. ia keluar lalu masuk kedalam mobil yang dikendarai rombongan pengawal. mobil itu memutar mencari jalan lain untuk meminta bantuan. Keitaro Yasuyori keluar lalu masuk kedalam mobil yang semula dikendarai oleh adiknya, Yasunori.


"Kalian akan kami selamatkan dulu." teriak Yasuyori sambil menghidupkan mobil dan menginjak pedal gas. mobil yang dikendarai Yasuyori yang membawa Trias, Iyun dan Endi memutar mengikuti jalan yang dilalui oleh Yasunori.


Trias tak sempat lagi bertanya karena Yasuyori bagitu cepat dan tangkas mengendalikan laju mobil membelah jalan raya. sementara Yasunori memutar mobilnya untuk mengepung Nobuo dan orang-orangnya.


Heitaro Koreyuki berlari ke mobil yang dikendarai pengantin dan keluarganya. pria itu melongok ke jendela.


"Keluar! kita berlindung disana!" teriak Heitaro Koreyuki sambil menggedor-gedor kaca jendela. Kameie mendorong engsel pintu mobil hingga membuka lalu menarik Fitri bersama-sama berlari menuju bangunan yang ditunjuk Heitaro.


keduanya berlindung disisi dinding gedung. sementara Heitaro membuka bemper mobil dan mengeluarkan sepucuk Kalashnikov-19 buatan rusia dan dua pucuk pistol VAG-79.


pria itu berlari menuju bangunan tempat Chiyome dan keluarganya berlindung. Heitaro menyerahkan senapan kepada Kameie dan kepada Fitri serta Chiyome masing-masing sepucuk pistol.


"Jangan beranjak sebelum bantuan tiba!" seru Heitaro Koreyuki menatapi Chiyome dengan tatapan penuh tekanan. setelah iru Heitaro kembali bergabung dengan para pengawalnya.


sepertinya kelompok Tohoku benar-benar ingin melenyapkan musuhnya. tak berapa lama bantuan dari pihak cabang Tohoku muncul lagi. kali ini mereka membawa bis.


Nobuo yang melihat bantuan langsung menuju bis. seorang bertubuh gembul muncul dari pintu bis menyandang senapan M-20.


"Lama benar kau tiba! mereka sedikit lagi bisa kita hancurkan!" teriak Nobuo dengan kesal.


pria bertubuh gembul itu hanya tertawa lalu dengan angkuhnya sambil menyandang senapa mirip gatling itu, lelaki tambun itu mengarahkan moncong senapannya kearah mobil yang dijadikan tempat berlindung para pengawal milik Koreyuki.


dan pria itu menekan pelatuk senapannya, maka berhamburan beratus-ratus proyektil kearah sasarannya. terdengar teriakan kematian yang bersahut-sahutan dari para pengawal yang tertembus peluru yang ditembakkan dengan buta iru.


Chiyome melihat Kenzie yang bersandar didinding bangunan dengan wajah pucat. Aisyah dipeluk dengan erat oleh Fitri sedang Kameie berdiri setengah merunduk sambil mengarahkan senapannya kearah musuh, namun ia tidak menembak agar letak persembunyiannya tidak diketahui oleh gerombolan cabang Tohoku itu.

__ADS_1


"Hubby, Hubby nggak apa-apa, kan?!" panggil Chiyome setengah berteriak karrna bisingnya suara tembakan. Kenzie menatapinya lalu berusaha tersenyum, meskipun yang nampak adalah cengiran kuda.


semwntara Nobuo terus memprovokasi si tambun untuk menghabiskan peluru kearah mobil yang ditumpangi pengantin. lelaki itu mengira Chiyome dan keluarganya masih berada dalam mobil tersebut.


terdengar ledakan demi ledakan dari mobil yang diberondong peluru lancip yang dihamburkan si tambun.


"Chiyome! ****** kau!! didapati jasadmu, biar ku senggamai kau meskipun tinggal mayat!!" umpat Nobuo sambil tertawa. lelaki itu memang sudah gila. mendengar ayahnya yang tewas diujung pedang perempuan itu, menimbulkan dendam tersendiri dihatinya. dendam yang dilandasi hasrat birahi.


Heitaro Koreyuki menggeram. melihat banyak anak buahnya yang menjadi korban. pria itu tersenyum lalu menggeleng-geleng. nggak ada cara lain. harus ada yang menjadi tumbal agar pertempuran ini selesai.... Hinata... maafkan aku.... dititipkan Momotaro padamu... jaga dia baik-baik...


dengan nekat, Heitaro Koreyuki keluar dari persembunyiannya dan mengarahkan moncong senapannya kearah pria gembul itu. ia menembak berkali-kali berjudi dengan nasibnya diantara terjangan peluru musuh.


3 buah proyektil menembus leher dan dada pria gembul itu membuatnya tersentak dan rubuh kebelakang. bertepatan dengan itu 10 buah proyektil menembusi tubuh Heitaro Koreyuki. pria tambun iru tewas sambil menggenggam senapan yang telah habis isinya. dengan senyum puas, Heitaro Koreyuki rubuh ke jalan.


"Heitaro!!!" teriak Kameie dengan histeris.


Chiyome terkejut dengan teriakan ayahnya. tatapannya kemudian nanar ke arah jalanan dimana Heitaro Koreyuki terbaring sekarat. tanpa sadar air mata gadis itu meluncur melihat lelaki yang sudah dianggapnya kakak itu menatap ke arahnya sambil tersenyum. tangannya gemetar dan memperlihatkan simbol jari 👌👌👌kepada Chiyome dan setelah itu terkulai.


gadis itu perlahan berdiri, dengan perlahan kepalanya memutar menatapi Nobuo yang sementara bersembunyi dan celingak-celinguk memastikan tidak ada suara tembakan.


"NOBUO !!!! KU TAGIH NYAWA SELEMBARMU !!!!" teriak Chiyome tiba-tiba dan keluar dari persembunyiannya tanpa sempat ditahan oleh Kenzie.


gadis itu terus menembak ke arah gerombolan yakuza cabang Tohoku yang langsung melarikan diri bersembunyi dibalik kendaraan yang berfungsi bagai benteng. namun siapapun mereka yang melongokkan sedikit saja kepalanya mengintip, pasti langsung tewas tertembus peluru yang ditembakkan Chiyome.


Chiyome kehabisan peluru dan dia mengambil senapan para pengawal yang berserakan lalu kembali menembak. sedangkan Kameie tetap melindungi istri dan putri sambungnya itu. ia percaya penuh pada kemampuan Chiyome.


Chiyome tak henti-hentinya menembak. ketika pelurunya habis, ia mengambil lagi senapan yang berserakan dijalanan, bagitu seterusnya hingga akhirnya bantuan tiba.


Helikopter yang dikendarai Ienaga, mengandalkan M 134 minigun, memberondongkan peluru tanpa ampun ke deretan mobil yang digunakan sebagai basis perlindungan oleh yakuza cabang Tohoku. terdengar ledakan demi ledakan yang melemparkan sebagian jasad-jasad yang hangus bersama hamburan sisa daging yang sangit terbakar.


Chiyome berdiri tegak menyaksikan kelompok Tohoku dipecundangi oleh Ienaga. sementara Iechika yang muncul bersama Yasunori langsung bergegas mengamankan jasad Koreyuki. Chiyome sendiri melihat Nobuo yang menyelinap lari meninggalkan kelompoknya. gadis itu langsung mengejarnya


Kenzie langsung mendekati Fitri. "Ma, saya pinjam pistolnya. saya mau menyusul Chiyo!" pinta Kenzie.


Fitri mengangguk lalu menyerahkan pistolnya ketangan Kenzie. pemuda itu menyelipkan senjata itu dibalik punggung celananya lalu berlari menyusul Chiyome yang sudah menghilang karena mengejar Nobuo.


...********...


Nobuo sudah sesak napasnya karena berlari tanpa henti hanya untuk menyelamatkan diri dari kekejaman yang dipamerkan Chiyome. lelaki itu bergidik dan baru menyadari siapa sebenarnya gadis yang hendak dipermalukannya. tidak, dia tak bisa mempermalukannya. justru dirinya saat ini berada dalam posisi yang memalukan.


lelaki itu menemukan sebuah lorong dan berlari memasukinya. ia menemukan sebuah boks besi besar tempat menyimpan sampah atau barang bekas pakai langsung buang. lelaki itu bersembunyi disana.


tak lama kemudian Chiyome tiba. dengan langkah pelan, gadis itu menjelajahi lorong tersebut.


"Nobuoooo.... Nobuoooo? .... dimana kau? .... keluarlah... keluarlah... dimanapun kau sembunyi.... aku akan menemukanmu...." seru Chiyome.


gadis itu tiba di boks besi besar tempat persembunyian Nobuo. lelaki itu makin meringkuk dalam gunungan sampah yang memenuhi boks besi tersebut.


"Aaaaa.... kenapa laki-laki itu begitu pengecut.... apa dia tak malu, kepala ayahnya ku permalukan diruang sidang... kemarin siang... aaa... andai dia liat." setelah berkata, gadis itu tertawa panjang.

__ADS_1


Chiyome sengaja bicara untuk memprovokasi Nobuo yang meringkuk dalam boks tersebut. mendengar kalimat kepala ayahnya yang permalukan. kemarahan lelaki itu tersulut. dengan marah ia menendang engsel boks itu hingga membuka.


Chiyome menoleh dan melihat musuhnya dengan tatapan hendak menerkam. "Muncul juga anak kucing ini..." gumamnya.


"Kau akan membayar setiap tetes darah ayahku dengan tubuhmu!" umpat Nobuo yang telah kembali kesadaran dirinya.


Chiyome tersenyum dengan sinis. "Silahkan.... jika kau bisa." ujar gadis itu merobek bagian atas pakaiannya memamerkan belahan payudara untuk memancing birahi lelaki itu. Chiyome tahu kelemahan musuhnya.


Nobuo berteriak maju hendak menerkam. tiba-tiba tubuh lelaki itu tersentak ketika gadis itu menyarangkan tendangan Mawashi jodan yang menghujam rusuknya. tubuh lelaki itu terjejer ke belakang.


"Ayo, Nobuo... kamu mau tubuhku, kan? kemarilah!" ejek Chiyome kembali maju perlahan-lahan mendekati Nobuo.


lelaki itu kembali maju menerkam Chiyome. gadis itu dengan tangkas menghindar lalu menangkap kepala dan mencengkeram rambut Nobuo. dengan ritme teratur, kepala lelaki itu dibenturkannya berkali-kali ke dinding besi dari boks tersebut. kemudian dicampakkannya ke tanah.


susah payah lelaki itu bangun dengan sempoyongan. jengkel hati gadis itu melihat lawannya sudah lemah. dengan gahar, Nobuo didorongnya hingga membentur dinding bangunan. dan Chiyome dengan leluasa melayangkan tinjunya berkali-kali ke beberapa titik vital lelaki itu. dia tidak berniat membuat lawannya mati cepat. ia ingin menyiksanya sebelum merampas selembar nyawa lelaki itu.


berbagai teknik tinju ia gunakan untuk merontokkan organ dalam Nobuo dan terakhir ia menggunakan nukite tsuki, mematahkan tulang iga bagian kanan lelaki itu. Nobuo meraung kesakitan namun tak punya daya membalas. tenaganya sudah habis. ia berharap gadis itu segera membunuhnya agar penderitaannya berakhir. namun harapan lelaki itu belum terwujud. ditengah hentakan tubuhnya yang dipermak Chiyome dengan berbagai teknik serangan, sebentuk penyesalan terbit dihatinya. namun semua terlambat.


Chiyome melayangkan tamparan dengan punggung tangan meretakkan tulang rahang lelaki itu lalu menyabetkan kelima ujung jarinya menyayat kornea mata Nobuo membuat lelaki itu meraung kesakitan lagi. kedua matanya mengucurkan darah akibat sayatan ujung jari gadis itu.


lelaki itu hendak membungkuk namun Chiyome tidak membiarkannya. sebuah teknik teisho menghantam dagu lelaki itu membuat tubuh Nobuo menegak kembali. dengan ayunan tinju tetsui uchi yang diarahkan dari atas membentur ubun-ubun Nobuo kembali membuat lelaki itu tersentak. tengkorak kepalanya retak. tubuh Nobuo perlahan menggeloyor kebawah. dan kembali Chiyome mendaratkan hiraken tsuki menghantam tenggorokan menyebabkan pita suaranya hancur mendesak kedalam lubang tenggorok. Nobuo tersentak tak mampu menarik maupun membuang napas. ia tercekik dan dengan penderitaan yang menyiksa, lelaki itu melepaskan selembar nyawanya.


Chiyome menatapi tubuh Nobuo yang menggeloyor duduk terkulai bersandar di dinding tanpa nyawa. dan sekali lagi Chiyome mendaratkan tendangan jodan mae menghantam wajah lelaki itu, mendorong tengkoraknya menabrak dinding. tengkorak belakang jasad Nobuo pecah menyebabkan darah memuncrat membentuk pola bunga yang menempel di dinding bangunan tersebut.


bertepatan dengan itu, Kenzie tiba ditempat dan hanya menyaksikan Chiyome yang baru saja menendang wajah musuhnya.


pemuda itu terdiam melihat istrinya yang berdiri dan menatapi mayat lelaki itu.


"Wiffy...." panggil Kenzie sambil melangkah mendekat dengan hati-hati.


perlahan wajah Chiyome yang penuh dengan darah cipratan musuhnya menoleh menatapi Kenzie. pemuda itu menelan ludah sejenak.


"Wiffy, Wiffy nggak apa-apa?" tanya Kenzie dengan lembut.


perlahan kesadaran gadis itu terkumpul kembali. melihat Kenzie yang berdiri menatapinya, meruntuhkan keangkeran yang menyelimuti dirinya. tanpa disadarinya, air mata kembali membanjiri pipinya dan gadis iru mulai terisak-isak.


Kenzie segera tanggap maju dan memeluk istrinya. pelukan sang suami mengenbalikan kewarasannya sebagai wanita. gadis itu menangis makin lama makin keras dan membenamkan wajahnya didada pemuda itu.


"Hubby senang Wiffy nggak apa-apa... usah menangis..." hibur Kenzie lalu mengangkat wajah istrinya kemudian menciumi bibir Chiyome untuk memberi penguatan moril pada istrinya.


"Hubby.... Hubby..." sedu gadis itu memeluk Kenzie dengan erat, seakan takut kehilangan.


Kenzie mendesis-desis untuk menenangkan istrinya sambil menyeka wajah Chiyome yang belepotan darah musuhnya. penampilannya mengingatkan Kenzie akan keberanian onna bugeisha (samurai perempuan) jaman Sengoku.


ditengah sedu-sedannya gadis itu bicara, "Hubby... Hubby nggak akan ninggalin Wiffy, kan?... Wiffy... Wify monster, kan? Hubby... takut, kan?.... Hubby... nggak akan ninggalin Wiffy?"


Kenzie tersenyum. "Mana mungkin Hubby ninggalin Wiffy? Wiffy ngasih racun cinta nggak ada penawarnya.... biarpun Wiffy, ratu neraka sekalipun... Hubby tetap cinta sama Wiffy... kita akan bersama, menua bersama, hingga Allah memanggil dan mempertemukan kita kembali bersama... I Love You, My Wife..." bisik pemuda iru.


kembali Chiyome makin memeluk dan mencurahkan tangisnya. Kenzie memeluk istrinya dan membawanya pergi dari tempat terlaknat itu. []

__ADS_1


__ADS_2