Lazuardi Cinta

Lazuardi Cinta
LAZUARDI CINTA # 81


__ADS_3

Trias menyusut air matanya lalu tersenyum dan mengangkat kedua tangannya. "Maaf, disituasi gembira seperti ini, saya malah membuat anda sekalian baper. maafkan saya. maafkan saya..." kata Trias sambil membungkuk membuat hadirin kembali tertawa.


tak lama kemudian tiba-tiba Syarifah maju naik ke panggung landai itu dan meraih pelantang. "Saya pikir acara kenang-mengenang sahabat kita sudah selesai. Inayah telah beristirahat dengan tenang disana. saya harap suaminya mengikhlaskannya dan menempuh kembali lembaran baru." sindir gadis itu.


"Kamu kenapa sih mengganggu aku?" tanya Trias.


"Kau duduk saja dan nikmati lagu berikutnya. aku persembahkan lagu ini untuk kamu!" kata Syarifah membuat para hadirin gaduh dan bertepuk tangan.


Trias hanya diam dan duduk. sementara Kenzie dan Chiyome tersenyum geli. sahabat mereka berhasil mengalihkan perhatian para tamu.


"Hubby, kok resepsi kita dijadikan ajang curhat sih?" kata Chiyome sambil tertawa, menutup mulutnya dengan kipas yang mengembang.


"Biar saja. para hadirin terfokus dengan mereka. kita bisa bebas meninggalkan aula ini. yang penting misi kita sudah tercapai." jawab Kenzie.


sepasang mempelai kemudian meninggalkan puade dan menuju ke sebuah pintu. mereka meninggalkan ruangan diikuti oleh Adnan dan Mariana.


"Mama.. Papa... biarkan Trias yang mengalihkan perhatian mereka. kami akan istirahat dulu Ma. kalau Saburo haus, bawa ke kamar kami ya?" pesan Kenzie.


"Sudah, jangab kuatir. beristirahatlah. ingat, jangan dulu bersetubuh. Chiyome masih nifas." pesan Adnan.


"Iya Pa, Kenzie tahu... nggak usah diingatkan." gerutu pemuda itu membuat Adnan dan Mariana tertawa.


"Cucuku Sandiaga, ayo kita kembali ke ruang pesta." kata Adnan sambil mencium cucu lelakinya. sedang Mariana sumringah mendengar Adnan menyebut bayi itu dengan nama pemberiannya.


...********...


sementara diruang pesta, Syarifah kemudian berdiri memegang pelantang dan mengisyaratkan para pemusik untuk tampil. gadis itu membawakan tembang 'Purnama' yang disenandungkan Siti Nurhaliza, untuk menyindir Trias.


🎶 "Bermaknakah tipa baris kata-kata ataukah hanya dibibir saja.... bersungguhkah rindu yang engkau pamerkan ataukah sekedar lakonan..."


🎶 "Rindu....telah melekat dalam hatiku, walau awan lalu rinduku tak berubah .... sayang..."


🎶 "Purnama mengambang cuma berteman bintang berkelipan dan juga awan.... siapa tahu rindu yang mencengkeram dihatiku...."


🎶 "Aku meminta pada yang ada... aku merindu pada yang kasih... aku merayu padamu yang sudi merinduku... oooooo.... "


alunan lagu terus mengalun dan para hadirin terhanyut dalam simfoni kegalauan lagu tersebut. Trias sendiri terpaku dengan wajah merah karena merasa tersindir oleh untaian kata dalam kalimat lirik yang dilantunkan Syarifah. apalagi gadis itu beberapa kali menatapnya meski sekilas saja, membuat dadanya dijalari debaran aneh.


Mimi... apakah Pipi boleh menerima cintanya? nyatakah pernyataan Mimi bahwa dia yang pantas bersanding dengan Pipi nanti? Mimi.... jawab dong Mimi...


Syarifah kembali melantunkan lagunya.


🎶 "ooooo Rinduuuu... telah melekat dalam hatiku.. walau awan lalu... rinduku... tak berubah... sayang...


🎶 "Purnama mengambang cuma berteman bintang berkelipan dan juga awan... siapa tahu rindu yang mencengkeram... dihatiku..."


🎶 "Aku meminta pada yang adaaaaaa..aku merindu pada yang kasiiiiih.. aku merayu padamu yang sudi merinduku... oooo..."


🎶 "Tinggallah mengapa damai memandang... bila embun purnama... tinggal puranama.... sendirian bertemankan malam sepi..."


🎶 "Aku meminta pada yang adaaaa aku merindu yang kasih... aku merayu padamu yang sudi memujuk...."


🎶 "Aku memintaaaaaa..... aku merindu...ooooo... aaaku merayuuuuuu.... merinduku..."


🎶" Hiaskanlah cinta dijari manisku.. sinarnya bagai gemerlap kencana... tandakanlah kasih di mercu kalbuku... serikanlah purnama yang merindu....."


Syarifah menyelesaikan tembangnya. Trias kembali berdiri dan menyampari Syarifah yang baru saja meletakkan pelantang pada tiangnya.


"Kalau mau bilang cinta, nggak usah menyindir." tegur Trias membuat para hadirin tertawa dan Syarifah memerah wajahnya. Trias meraih lagi pelantang yang diletakkan Syarifah.


"Duduklah kau dengan manis disana." seru Trias menunjuk bangku yang semula diduduki Syarifah.


dengan wajah jengah gadis itu melangkah ke kursinya diiringi suara gaduh siswa-siswi yang membicarakannya. sementara Trias kemudian menujuk kearahnya.

__ADS_1


"Lagu ini ku sindirkan untukmu." ujar Trias yang mengisyaratkan para pemusik memainkan lagu milik peterpan berjudul topeng.


alunan musik gembira kembali mengalun sementara Trias menatap Syarifah membuat gadis itu semakin jengah dengan aksi alay pemuda itu.


🎵 "Ku dapat melintas bumi, 'ku dapat merajai hari, 'ku dapat melukis langit, aku dapat buatmu berseri... tapi 'ku dapat melangkah pergi. jika kau tipu aku disini. ku dapat melangkah pergi.. kudapat kamu..."


🎶"Tapi buka dulu topengmu... buka dulu topengmu.... biar kulihat warnamu... kan ku lihat warnamu..."


suara musik gembira kembali mengalun diiringi Trias yang bergoyang sedikit diiringi musik itu. merasa tersindir, Syarifah kembali bangkit dan melangkah menuju panggung landai. ia kemudian mengambil lagi sebuah pelantang dan mulai bernyanyi.


🎶 "Kau dapat cerahkan aku... kau dapat buatku berseri... kau dapat buatku mati... kau dapat hitamkan pelangi... tapi ku dapat melangkah pergi... jika kau tipu aku disini... kudapat melangkah pergi... kudapat itu..." Iyun bernyanyi seakan berbicara kepada Trias.


🎶 "Tapi buka dulu topengmu... buka dulu topengmu... biar kulihat warnamu... kan kulihat warnamu..."


akhirnya Trias dan Syarifah berduet sambil saling menunjuki dada lawan nyanyinya.


🎶 "Tapi buka dulu topengmu... buka dulu topengmu... biar kulihat warnamu... kan kuliat warnamu...." lalu keduanya bersenandung bersama hingga lagu itu selesai.


keduanya disambut lagi dengan aplaus berdiri para hadirin. Trias menatap bangga dan lega. sementara Syarifah hanya tersenyum tersipu saja.


ditengah hingar bingar aplaus yang tercipta itu, Trias membuka hatinya.


"Maukah kau menjadi pendampingku? bersediakah kau?" tanya pemuda itu.


Syarifah langsung tersenyum dan mengangguk. "Aku bersedia..."


...*********...


Kenzie senang Trias telah merelakan Inayah dan kini membuka hatinya untuk Syarifah. ketika ia mendengar dari ayahnya, Trias meminta gadis itu menjadi pacarnya, Kenzie merasa sangat bersyukur.


sudah cukup penderitaan menyelimuti hatimu kawan... bukalah lembaran baru... semoga kalian berdua bahagia.


Kenzie mengenakan kaus oblong putih dan celana bokser sedang Chiyome mengenakan kaus tanpa lengan dan celana tenis. rambut ibu muda itu sudah dipotong pendek untuk menghindari kusut ketika ia sibuk menyusui Saburo.




"Bagaimana perasaan Wiffy sekarang?" tanya Kenzie.


Chiyome tersenyum memamerkan seringai ginsulnya. "Wiffy senang segala persoalan kita tertuntaskan pada malam ini. Hubby... Wiffy makin cinta sama Hubby nih..."


"Hubby juga sayang." jawab Kenzie sambil mengecup pipi istrinya kemudian mengisyaratkan Chiyome duduk dipangkuannya.


"Hubby ingin ke jepang, ketemu Otoo-San sama Okaa-San. kita berikan mereka kesempatan bermain dengan Saburo." kata Kenzie.


"Ohya? kapan?" tanya Chiyome dengan antusias.


"Kapan perayaan hari anak disana?" tanya Kenzie.


"Lambat Hubby, perayaan Kodomo no Hi udah lewat." olok Chiyome. pemuda itu mengangkat alisnya.


"Oh ya? wah sayang dong." ujar Kenzie dengan kecewa.


"Tapi perayaan Shichi Go San bulan depan kok. tanggal 5 Nopember." kata Chiyome sambil senyum jail.


"Kita pergi akhir Oktober ini supaya bisa merayakan hari itu disana." kata Kenzie bersemangat.


"Tapi itu hanya untuk anak-anak umur 3 sampai 7 tahun, Hubby...." jawab Chiyome sambil tertawa.


"Yaaa... gimana dong? kasihan Saburo kalau nggak menengok tanah ibunya." keluh Kenzie sambil melengos kecewa lagi.


Chiyome menggamit bahu Kenzie. "Hubby... Wiffy nggak perduli tentang tanah kelahiran. bagi Wiffy... kemanapun Hubby, pasti Wiffy ikutin..." jawabnya dengan manja.

__ADS_1


"Aaa... Wiffy bikin Hubby baper nih." ujar Kenzie sambil mengangkat kaos Chiyome. ternyata wanita itu tak mengenakan bra sehingga jelas kedua payudaranya yang montok itu terpampang.


Kenzie langsung mengemut salah satu payudara milik Chiyome dan menghisap putingnya. tak lama Kenzie kemudian menarik kembali wajahnya dan berdecap-decap membuat Chiyome tertawa geli.


"Ini apaan? ASI?" tanya Kenzie.


"Iyalah... masa susu Bear Brand?" goda Chiyome.


"Kok sama ya?" ujar Kenzie mengemut lagi ****** payudara istrinya membuat Chiyome mendesah halus dan sedikit menekan kepala Kenzie kebongkahan buah dadanya itu.


"Hubby... jangan intens dong. nanti Wiffy naik, kan kita belum boleh bersenggama. 3 hari lagi...jangan bikin Wiffy konak dong..." pinta Chiyome sambil memejam menahan sensasi aneh yang mulai menjalari tubuhnya.


Kenzie menarik wajahnya sambil tersenyum nakal. "Maaf... tadi kelepasan... hampir saja..." ujar pemuda itu menurunkan kaos istrinya.


dengan cemberut Chiyome kembali duduk disisi ranjang. "Hubby berdiri, cepat!" perintahnya.


Kenzie sudah tahu arah permintaan Chiyome. dengan senyum dikulum. pemuda itu bangkit dan berdiri menghadap kearah istrinya.


dengan gemas Chiyome memelorotkan sedikit celana bokser suaminya hingga mencuatlah lingga kejantanan yang memang sudah mengacung keras menuntut pelampiasan. Chiyome tak perlu mengurutnya lagi. ia hanya mengelusnya dengan pola keatas dan kebawah lalu mengemut ujung batangan yang mirip kepala jamur itu. sesekali Chiyome memaju mundurkan kepalanya agar rongga mulutnya dipenuhi oleh batang kelelakian suaminya.


Kenzie mendongak dan mendesah sambil membelai rambut istrinya yang sudah dipotong pendek. kedua mata pemuda itu memejam, menikmati setiap senti batangannya yang dilumuri liur, diemut, dijilat dan dihisap dengan nikmat oleh Chiyome seakan ia sedang menikmati permen lolypop. hingga akhirnya Kenzie gemetar dan mengejang. rasa ngilu menjalar dari pangkal paha dan buah pelirnya lalu menjalar menuju batangnya dan memancarlah mata air susu sukla memenuhi rongga mulut Chiyome. dengan semangat sang istri menghisap, menyesap dan menyerap keseluruhan air sari pati itu dan menelannya dengan lega.


Kenzie tersenyum dan membelai kepala sang istri yang masih sibuk membersihkan batang lingga suaminya dengan menjilati setiap milimeter batangan kejantanan itu hingga ....


ASTAGHFIRULLAH.....


Kenzie dan Chiyome serentak menatap ke pintu. disana berdiri Aisyah yang sementara memondong bayi Saburo. wajahnya memerah menangkap basah kegiatan intim kedua suami istri itu. Kenzie dengan tenang menarik celana boksernya keatas menyembunyikan perangkat kejantanan miliknya sedang Chiyome menyeka bibirnya yang basah oleh campuran liur dan air sukla.


Kenzie dengan tenang melangkah mendekati Aisyah yang mematung karena syok melihat kegiatan pribadi tersebut. wajahnya masih merah bagai tomat rebus karena sempat melihat Chiyome yang begitu rakusnya membasahi alat kelamin suaminya.


"Berikan Saburo kepadaku." pinta Kenzie mengulurkan tangan dan mengambil bayinya dari pondongan Aisyah.


"Kenapa kamu nggak kunci pintunya? kan Kakak sempat memergoki kalian lagi begituan. Kakak kan malu, Ken." ujar Aisyah dengan lirih.


"Ya Kakak yang salah. sudah tahu kamar pengantin, didekati juga. kan sudah tahu orang didalamnya lagi ngapain. kok di sosor juga?" jawab Kenzie sambil memondong bayi Saburo. pemuda itu tersenyum nakal.


"Sudah nggak sabar ya?" goda Kenzie. "Sudah, suruh lamar sama pacarnya kakak. enak lho..."


PLAK!!! ADUH!


Aisyah sontak menampar pipi Kenzie dengan gemas. untung saja Kenzie memondong Saburo dengan kuat. jadi sang bayi tetap aman meskipun pipi Kenzie terasa panas.


dengan malu, Aisyah berbalik dan membuka pintu dan menutupnya. terdengar langkah berlari yang makin menjauh. Kenzie tertawa.


"Hubby, kenapa juga pintunya nggak dikunci? kan Wiffy jadi malu kepergok Kak Ais." ujar Chiyome dengan cemberut.


"Yeee... kitanya nggak salah, dianya yang salah. macam belum pernah tahu apa yang dilakukan pengantin dikamar. alasannya saja tuh bawa-bawa Saburo. padahal..."


"Hubby...." tegur Chiyome dengan datar.


"Okey, okey... Hubby nggak bicara lagi." jawab Kenzie sambil terkekeh lalu mendekati Chiyome.


"Susui Saburo sayang. kasian, mungkin sudah haus." kata Kenzie sambil menyerahkan Saburo.


Chiyome mengulurkan tangan menyambut Saburo kemudian meletakkan didepan dadanya. Ibu muda itu mengangkat bajunya dan menyodorkan payudara kanannya ke mulut bayinya. Saburo dengan nikmat menyusui dan menyerap ASI sang Ibu.


Kenzie duduk disisi Chiyome kemudian membelai rambut pendek istrinya.


"Aku makin cinta padamu... Wiffy." ungkap Kenzie dengan lembut.


Chiyome tersenyum menatap bayinya menyusu dengan lahapnya. ia kemudian menatapi suaminya.


"Aku juga mencintai Hubby... makin cinta..." desah Chiyome dengan mesra. []

__ADS_1


__ADS_2