
Harmoko, Kepala Admin TU pada SMUN 3 Kota Gorontalo tidak merasakan firasat apapun dihari itu. ia bahkan terlalu gembira bercanda dengan guru-guru diruang kantin saat istirahat siang. siang itu ia menerima telpon dari seseorang.
📲 "Apakah tidak ada perkembangan apapun? apakah mereka tidak mencurigaimu?" tanya suara wanita diseberang. Harmoko menggeleng.
📞 "Kelihatannya mereka sudah tak berminat lagi. tak sekalipun mereka datang lagi menanyakan apapun. sekarang anda dalam keadaan aman." jawab Harmoko.
📲 "bagus, pastikan tidak ada kebocoran sepersenpun." timpal suara wanita disana.
Harmoko menyimpan gawainya dan melangkah santai keluar setelah menekan jempolnya pada alat fingerprint. langkah kaki lelaki itu terus terayun hingga ia tiba di mobilnya.
tanpa disadarinya seseorang muncul dan langsung menghantam tengkuknya.
BLETAKKK... UGH....
Harmoko tak sempat melakukan apapun. ia terjatuh pingsan. orang tersebut dengan cekatan memasukkannya ke mobil. setelah itu ia menghidupkan mesin mobil dan langsung melajukan kendaraan menuju tempat yang ditentukan.
📲 "Nyonya... semua berjalan sesuai rencana. saya segera menuju ketempat pertemuan." ujar orang itu kemudian memutuskan hubungan seluler dan kembali melajukan kendaraannya.
...*******...
Puspita baru saja menyimpan gawainya ketika menatap ke sisi kubikelnya dan terkejut melihat Kenzie berdiri menyandar pada dinding sambil melipat tangannya ke dada.
gawat!!! apakah ia sempat menguping pembicaraanku dengan Harmoko???
Puspita Kusmaratih memasang senyum paling manisnya menutupi kegugupannya. Kenzie pun memasang wajah yang paling menawan.
"Bapak? saya kira siapa..." ujar Puspita memperbaiki sikap. "Bapak kenapa kemari? ada yang bisa saya bantu?" tanya wanita itu dengan sunggingan senyum cantiknya.
aahhh.... budi... seandainya kau wanita sejati...
Kenzie mengangguk-angguk sambil tersenyum. "Aku sebenarnya mencari Dewinta. tapi tak kutemui. kamu tahu dimana dia?" pancing Kenzie.
"Wah, saya nggak tahu pak. sejak makan siang tadi, dia belum kembali." jawab Puspita.
Kenzie menggigit bibir. "Kok bisa ya? pasti ada yang nggak beres nih." ujarnya berlagak hendak pergi memasang wajah kusut.
"Pak... mau kemana?" tanya Puspita. lelaki itu berhenti dan menoleh menatap Puspita.
"Mau mencari Dewinta. dia harus bertanggung jawab atas sesuatu... ini nggak boleh dibiarkan terlalu lama." jawab Kenzie.
"Apanya yang nggak boleh dibiarkan? apakah dia melakukan kesalahan?" pancing Puspita.
"Iya.. ia menggelapkan sejumlah dana produksi." jawab Kenzie, "Dia harus menjelaskan kemana dana itu disembunyikannya."
Kenzie kembali berbalik hendak pergi, namun Puspita menahannya.
Kenzie menoleh, "Ada apa Pus?"
"Pus? memang saya kucing dipanggil pus?" gerutu Puspita membuat Kenzie tersenyum.
It's time....
"Kamu kalau menggerutu begitu, makin terlihat cantik." puji Kenzie merayu, "Segeralah mencari pasangan Pus. sayang, wanita secantik kamu masih menjomblo..."
Puspita tersenyum, Aku akan menjebakmu kepangkuanku...
Kenzie kembali berbalik hendak pergi namun kembali ditahan oleh Puspita. Kenzie menoleh lagi.
"Kenapa lagi sih Pus? aku ini mau kerja. kamu berani sekali menghentikan atasanmu ya?" ujar Kenzie berlagak marah.
"Bapak carikan aku jodoh dong... kayak Bapak." rengek Puspita.
Kenzie tertawa, "Nggak ada yang kayak aku, Puspita... aneh benar permintaanmu."
"Kalau begitu, aku dengan Bapak saja deh." rayu Puspita dengan berani.
"Kamunya yang mikir... memang aku mau sama kamu? dasar pengkhayal.." olok Kenzie berlagak lagi membalik tubuhnya.
kali ini Puspita nekad menahan tangan Kenzie dan mendorongnya hingga Kenzie terhempas pelan di dinding. lelaki itu terkejut.
"Kamu mau ngapain?" tegur Kenzie.
"Pokoknya Bapak harus jadi milik aku!" tandas Puspita.
"Enak saja bacotmu kalau ngomong." tegur Kenzie mentowel pelipis Puspita. "Kalau ngomong itu, ndoo ya dipikir dulu. dasar asbun."
Puspita tak hilang akal. dengan cekatan, tangannya langsung bergerak kebawah menyentuh ************ Kenzie. untung saja lelaki itu sigap dan menampar lengan wanita itu.
"Pus! hati-hati kamu! aku ini atasanmu!" tegur Kenzie dengan marah.
Puspita tetap saja ngeyel. ia berlari menuju pintu dan langsung menguncinya membuat Kenzie menepuk pelipisnya.
"Ya Allah, Pus?! kamu kemasukan setan apa? kok jadi begini?" tegur Kenzie.
dengan senyum nakal, Puspita menyandarkan dirinya ke pintu dan perlahan tangannya membuka kancing kemejanya hingga akhirnya terkuak semuanya. nampak bra hitam penyangga payudaranya terpampang jelas bersama perut ramping yang sangat menggiurkan untuk dipeluk.
__ADS_1
Kenzie menggeleng-gelengkan kepala. "Anggu yi'o ti ma biongo poli uamu. ja 'tawamu to kandori ti? de pomikirangi ngope'e.... " tegur Kenzie. (kamu mulai gila lagi rupanya. tahukah kamu, kita dikantor sekarang ini? berpikir sedikit dululah.)
Puspita tetap menyunggingkan senyum nakalnya. kembali tangannya bergerak meloloskan kemeja dan mencampakkan kain itu ke lantai. kemudian tangannya kembali menyentuh retsleting roknya dan menurunkannya hingga rok itu meluncur turun.
kini Puspita telanjang dan hanya mengenakan bra, celana g-string dan sepatu high heelsnya. Kenzie bercakak pinggang dan hanya mendesah.
"Kamu lakuin semua ini hanya supaya mendapatkan perhatianku?" tanya Kenzie.
"Menurut bapak?" pancing Puspita melepaskan pengait bra dan melemparkan benda itu ke lantai.
Kenzie kembali mengangguk-angguk. "Baik. kamu sudah mendapatkan perhatianku. sekarang kenakan kembali pakaianmu." pinta Kenzie.
"Aku nggak akan mengenakan pakaianku, sebelum bapak merasai setiap senti tubuhku." ujar Puspita.
dasar amfibi... seberapa gigih kamu merayuku? aku malah tambah muak...
"Aku sudah melihat semuanya. bagiku, pemandangan telanjangmu ini bukan hal pertama." ujar Kenzie menarik sebuah kursi dan duduk kemudian mengangkat sebelah tungkai kakinya dan menyilangkannya menumpu pada lutut.
"Oh ya?" tanya Puspita melangkah mendekat.
"Kamu lupa ya? sewaktu perhelatan di Padang bersama MLT.Group, kamu mabuk dan telanjang dihadapanku." ujar Kenzie, "Ayolah Pus. sadarlah! carilah orang yang pantas untuk menikmatimu."
menikmati kepalsuan tubuhmu... dasar bencong kaleng...
Puspita makin berani dan duduk dipaha Kenzie. napas lelaki itu tertahan.
gawat! gawat! gawat!
"Pak... sekali saja Pak. please..." pinta Puspita.
"Kamu kenapa duduk disini? memang kamu ya? kucing betina!" olok Kenzie tertawa hendak mendorong Puspita agar turun dari pahanya.
diluar dugaan Puspita menangkap kedua tangan Kenzie dan meletakkannya di kedua bongkah dadanya. Kenzie mendesah dan menggeleng lagi.
"Sudah?" tanya Kenzie.
"Sudah apanya?" tanya Puspita dengan suara manja.
"Sudah selesai berkelakuan seperti ini?" tanya Kenzie, "Sudah Pus ah... aku malas..."
"Pak... remasin dong..." pinta Puspita menekankan telapak tangan Kenzie ke payudaranya.
"Remas, remas, memangnya balon, mo di remas? lama-lama gemas ku pencet juga pentilmu, meledak! tahu nggak kau?!" bentak Kenzie menyingkirkan tangannya dan mendorong Puspita hingga gadis itu jatuh dilantai.
Puspita mengaduh dan menatap Kenzie dengan kesal. "Ih, Bapak nggak romantis!!!" ejeknya.
Puspita bangkit. "Bapak jangan sok suci deh. tadi saja megang payudara saya, terasa meremas juga." olok wanita itu dengan ketus.
"Dasar somplak! kamu lama-lama bikin eneg aku nih." umpat Kenzie, "Mau dipecat kamu?" ancamnya.
"Silahkan pecat! saya sebarkan video bapak sedang bermain dengan saya disini!" ancam Puspita.
Kenzie tertawa. "Kamu mulai berani mengancam ya? belajar sama siapa sih?"
"Bapak jangan sok keren deh. sekali saya sebarkan video itu. hidup bapak ancur!" ujar Puspita dengan yakin.
"Yakin benar kamu?!" pancing Kenzie.
Puspita hanya tersenyum dingin. Kenzie menunjuk pakaian yang teronggok dilantai.
"Sudah, kenakan lagi pakaianmu. nggak laku kamu dihadapanku. lebih seksi istriku ketimbang kamu." olok Kenzie.
jelas laaah... lha Chiyome kan perempuan sejati... nah kamu?
Puspita mendengus. "Jangan sebut saya Puspita Kusmaratih jika tidak mampu menundukkan bapak!"
"Silahkan.... kalau kamu mampu." tantang Kenzie dengan senyum.
Puspita memunguti pakaiannya dan berlari menuju toilet. sepeninggal wanita itu, Kenzie mengeluarkan sapu tangan dan melapisi tangannya lalu memungut pulpen milik Puspita kemudian mengeluarkan kantung plastik dan mengisinya disana. kemudian menyimpan kantung itu disaku celananya.
tak lama kemudian, Puspita muncul mengenakan pakaian lengkap. dengan terburu-buru ia melangkah melewati Kenzie tanpa memandangnya pula. wanita itu terus menuju pintu dan membukanya. sejenak ia menoleh menatap Kenzie.
"Semula saya berharap bapak bisa mencintai saya. tapi nyatanya...." kalimat wanita itu menggantung, Puspita berbalik dan melangkah meninggalkan ruangan itu.
setelah memastikan keberadaan Puspita, lelaki itu kemudian merogoh kantung mengeluarkan gawainya dan menghubungi Tangan Ketiga.
📲 "Aku ada tugas untukmu. periksa sidik jari pada pulpen ini. kau cari sidik jari lelaki bernama Budi Prasetya di daftar SKCK kepolisian. cocokkan." perintah Kenzie. "Aku akan mengirimkan benda ini kepadamu. waktumu hanya tiga hari."
📲 "Oke, sip." jawab Tangan Ketiga.
Kenzie memutuskan pembicaraan seluler lalu melangkah santai meninggalkan ruangan.
...******...
BYURRRR.... MUAAAHHHH...
__ADS_1
Harmoko terbangun ketika guyuran air itu membasahi wajahnya. ia megap-megap sejenak dan menggeleng mengusir aliran air yang meluncur dihidungnya. dan kini sadarlah ia bahwa tangan dan kakinya terikat pada sandaran dan kaki kursi tersebut.
Harmoko berontak dan meronta namun perlawanannya sia-sia. ikatan itu sangat kuat dan mencekik sehingga terasa lengannya kesemutan. darah pasti tersumbat.
Harmoko menatapi kegelapan dihadapannya. cahaya lampu sengaja dibuat sedemikian rupa sehingga hanya menyoroti tempatnya duduk.
tak lama terdengar langkah kaki. pelan namun pasti mendekat dan akhirnya berhenti dihadapannya. Harmoko memicingkan mata mengusir silau memastikan siapa yang berdiri dihadapannya namun kegelapan itu tak juga insyaf memberikan bentuk kepada mata Harmoko yang sedari tadi memicing.
"Harmoko...." panggil suara itu. suara wanita.
"Siapa kau?!" hardik Harmoko.
terdengar tawa kecil lalu helaan napas, "Har, Har... sudah terikat masih juga berlagak galak.... aku suka... aku suka lelaki galak. itu membangkitkan gairahku untuk menyiksanya."
"Siapa kamu? mengapa kau menculikku? dimana ini?" seru Harmoko.
"Usshhhhh.... satu-satu nanyanya, Harmoko. aku jadi bingung, jawabnya gimana?" ujar suara wanita dihadapannya.
tak lama kemudian sekumpulan asap menyeruak dari kegelapan mengepung Harmoko. lelaki itu terbatuk-batuk saat menyerap asap itu namun diakuinya ada sensasi enak didalamnya.
tanpa disadari Harmoko, ia menyerap komposisi LSD yang dibentuk menjadi uap dalam gumpalan asap itu. senyawa halusinogen yang dapat mendistorsi persepsi realita pemakainya. lelaki itu menggeleng-gelengkan kepalanya mengusir rasa pening yang bercampur rasa nikmat dan eforia.
apa yang kuhirup ini???
tak lama kemudian muncul sosok menyeruak dari kegelapan. Harmoko kaget bukan main. kaki itu memiliki cakar tajam nan mengkilat. perlahan lelaki itu menengadahkan wajah mencermati wajah sosok dihadapannya. kembali ia terkejut dan ternganga.
makhluk dihadapannya begitu menyeramkan hampir memualkan. wajah makhluk itu mendekat dan berhenti sesenti dihadapan Harmoko yang gemetaran.
"Harmoko... saat pengadilanmu telah tiba. sebelum ajal menjemput, sadar dan bertobatlah..." ujar makhluk itu.
"S-s-siapa k-k-kau???" tanya Harmoko dengan gagap dan melengking.
"Aku... malaikat azab... datang untuk menyiksamu..." jawab makhluk itu. "Perhatikan disekelilingmu... kau berada di Barzakh!!!" seru makhluk tersebut.
Harmoko memperhatikan sekelilingnya dan ia menjerit ketakutan. dalam pandangan halusinasinya, tempat disekelilingnya adalah kawasan kawah berapi dan banyak terdapat penyiksaan.
"Keluarkan aku dari sini! keluarkan aku dari sini!" teriak Harmoko ketakutan.
makhluk itu tertawa. "Tidak segampang itu Harmoko. kau sudah banyak melakukan dosa. mengakulah dan meminta ampun kepada Allah!"
"Ampuni aku ya Allah! ampuni aku!!!" teriak Harmoko dengan histeris.
"Mengakulah! bukankah kau menyembunyikan status seseorang untuk keuntungan pribadimu?!" tanya makhluk itu dengan menghardik.
"Ya, ya... aku melakukannya... aku melakukannya... dia memaksaku untuk itu..." jawab Harmoko dengan ketakutan dan menatapi sekelilingnya.
"Siapa orang itu?!" hardik makhluk itu lagi.
"Puspita! Puspita Kusmaratih!... dia memaksaku melakukannya... ampuni aku, ampuni aku!!!" teriak Harmoko lagi.
"Siapa sebenarnya Puspita?! mengapa dia mengenalmu?!" tanya makhluk itu lagi sambil mencengkeram leher Harmoko.
"Ampun! ampun... dia sebenarnya adalah Budi Prasetya! Budi melakukan operasi wajah karena seseorang mengubah gendernya menjadi wanita...." ujar Harmoko mengaku.
"Teruskan!!!" hardik makhluk itu.
"Dia bermaksud balas dendam terhadap orang itu. makanya dia memintaku merahasiakan identitas aslinya.." jawab Harmoko lagi.
"Siapa orang yang didendamnya?!!!" hardik makhluk itu.
"Kenzie! Kenzie Lasantu dan istrinya!... begitu juga dengan Trias Ali!!!" jawab Harmoko dengan lugas.
"Kau sudah terlalu banyak menyimpan dosa, Harmoko! terimalah siksamu!" seru makhluk itu mencekik leher Harmoko dan menekan titik tertentu dibagian leher itu.
Harmoko terkulai pingsan. Chiyome menghela napas lega. ternyata menyiksa lawan menggunakan metode halusinasi cukup berhasil. wanita itu menjentikkan jari.
seseorang muncul. dialah yang membawa Harmoko ke tempat ini. Chiyome menatap orang itu.
"Bawa orang ini ke RSJ Malalayang Manado! dan awasi dia. terus pastikan dia banyak menyerap dzat ini." kata Chiyome menyerahkan bungkusan.
orang itu mengamati bungkusan itu. bungkusan itu adalah bahan halusinogen berupa campuran dimethyltryptamine dan phenylcyclohexyl piperidine. merupakan campuran dzat halusinogen yang sangat kuat, bahkan mengancam nyawa.
Chiyome memang tidak tanggung-tanggung. jika rencananya berhasil, dalam jangka seminggu, penderita yang menkonsumsi dzat buatannya akan sekarat dan meninggal.
orang itu membuka bungkusan dan mengeluarkan pil-pil. Chiyome menjelaskan, "Pastikan ia mengonsumsinya dalam makanannya. kau sudah tahu caranya, kan?"
orang itu mengangguk. Chiyome mengangguk.
"Bagus! kirimkan segera calon mayat ini, dan bawakan aku berita bagus!" perintah Chiyome.
orang itu membungkuk lalu bergerak melepaskan ikatan yang melilit tubuh Harmoko kemudian memikulnya meninggalkan ruangan.
...*******...
seminggu kemudian kepala SMUN 3 Kota Gorontalo dihubungi via zoom conference oleh pihak RSJ Malalayang Manado tentang status pasien penyakit mental bernama Harmoko Pasisingi yang telah meninggal setelah menjalani perawatan selama seminggu.
__ADS_1
pihak sekolah gempar dan ribut. pasalnya ketidak hadiran Harmoko selama seminggu dikira mereka merupakan tindakan protes lelaki itu karena gajinya terlambat dibayarkan. ternyata ia mengalami sakit jiwa dan dilarikan ke Malalayang hingga akhirnya meninggal disana.
sementara Chiyome tersenyum mendengar kabar itu. "Bagus. aku apresiasi kinerja baikmu. siapkan rekening, aku akan mentransfer upahmu sekarang juga." []