Lazuardi Cinta

Lazuardi Cinta
LAZUARDI CINTA # 49


__ADS_3

Trias dan istrinya benar-benar dimanja oleh fasilitas yang diberikan Ienaga kepada mereka. memang jauh hari Kameie sudah meminta sahabatnya itu untuk menyiapkan semuanya. Ienaga sendiri meminta Heitaro Koreyuki, putra tertuanya untuk menyuplai makanan kepada laki-istri dan ayah botaknya itu, sedangkan Keitaro Yasuyori dan Keitaro Yasunori diminta menjadi pengawal pribadi tamu-tamu keluarga Mochizuki tersebut.


Endi lebih-lebih tidak biasa dengan fasilitas seperti itu. ia tak merasa bebas lagi berkeliaran sebagaimana biasanya. ia tahu, ia bukan berada di Indonesia. namun apakah pengamanannya harus seketat ini? tinggal 2 ruangan saja yang tidak dimasuki oleh pengawal-pengawal milik Keitaro Yasunori, yaitu kamar mandi dan kamar tidur.


Yasunori memberi fasilitas ponsel khusus yang bisa digunakan untuk menghubungi orang diluar Jepang dengab menggunakan fasilitas SLJJ dari pemerintah Jepang. Endi menghubungi Adnan yang sementara itu baru saja mengikuti pertemuan dengan beberapa taipan Indonesia yang berpengaruh.


📞 "Halo, assalamualaikum..." sapa Endi.


📞 " Ya, Wa alaikum salam... ini siapa ya?" tanya Adnan.


📞 "Huamge'emu... sudah lupa suara teman sendiri?!" ujar Endi dengan kesal. terdengar suara tawa disana.


📞 "Sori Bang. mungkin pengaruh kesibukan masih melanda otakku yang mumet ini... aku baru dapat kabar dari beberapa informan terpercaya.... Indonesia akan dilanda krisis... entah krisis apa, aku nggak tau..."


📞 "Hati-hati, upayakan saham-saham perusahaan kita nggak anjlok." pesan Endi.


📞 "Ini yang bosnya siapa?" sembur Adnan. kembali Endi tertawa.


📞 "Sori, Bro... kepikiran cemas... aku masih ingat kasus flu burung, banyak unggas yang dimusnahkan membuat omset penjualanku menurun. banyak masyarakat terhasut untuk tidak mengkonsumsi daging ayam."


📞 "Iya... aku akan berhati-hati. bagaimana keadaanmu disana?" tanya Adnan.


📞 "Sumpah, bosan sekali. bayangkan mau kemana-mana saja aku dikawal. aku jadi kayak tersangka kasus pembunuhan. dikanan-kiri banyak diapit penjaga." omel Endi setengah mengeluh.


📞 "Sudah, dijalani saja... nggak dua kali kamu injak tanah jepang, kan? bisa kamu bual ke teman-temanmu sesama penjual daging kalau kau sudah pernah ke jepang walaupun seharian dalam hotel saja." habis begitu Adnan tertawa. Endi hanya tersenyum masam saja.


📞 "Oke deh, kalau begitu semoga sukses pertemuannya Bro. aku cabut dulu." kata Endi sambil mematikan saluran telponnya.


lelaki botak itu mendesah kesal. tak lama kemudian terdengar ketukan di pintu. Endi melangkah dan membuka pintu tersebut. berdiri seorang wanita yang kemudian membungkuk hormat.


"Ya, ada apa?" tanya Endi.


"O ryori wa goyoi shite orimasunode, o tanoshimi kudasai..." kata wanita itu. Endi mengernyitkan kening.


"Apa? aku nggak ngerti." jawab Endi dengan bingung.


wanita itu kembali mengulangi ucapannya. Endi menggelengkan kepala dengan isyarat kedua tangannya, ia berkata, "Maaf Nona, saya nggak ngerti bahasamu."


wanita itu terdiam sejenak, lalu paham bahwa lelaki ganteng yang botak dihadapannya itu tidak memahami bahasa jepang. wanita itu kemudian menggunakan isyarat sambil berkata bahwa hidangan Endi sudah disiapkan dan dipersilahkan menikmatinya.


Endi menampar dahinya. "Astaghfirullah... kelihatannya aku harus masuk sekolah lagi supaya tidak canggung berbincang dengan orang asing." gumamnya, kemudian menatapi wanita itu kemudian membuat isyarat bahwa dia berterima kasih dan akan menikmati hidangan yang dipersiapkannya.


wanita itu tersenyum lalu membungkuk dan pergi meninggalkan Endi. lelaki itu mengusap kepala plontosnya. hadeeeh.... kayaknya aku harus ngambil kursus bahasa asing nih... kalau tidak, nanti bisa dipelonco orang asing jika bertandan ke negara mereka.


Endi menatapi arah perginya wanita asisten rumah tangga tersebut. lalu berbalik dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


...**********...


Trias dan Iyun justru asyik bercengkrama di atap bangunan ditemani oleh beberapa pengawal suruhan Yasuyori. keduanya diberitahu untuk tidak melakukan perjalanan karena ada hal mendadak yang dapat mengancam keselamatan mereka. Trias paham apa yang dimaksud oleh mereka sedangkan Iyun yang tidak paham selalu meminta Trias untuk membawanya pesiar.

__ADS_1


Heitaro Koreyuki mengunjungi hotel dimana Trias dan Endi menginap. ia membawa Istrinya, Hinata bersama putra mereka yang masih bayi, Momotaro Chigaji. ketiganya disambut oleh kepala pengawal.


"Dimana mereka?" tanya Koreyuki.


Kepala pengawal menunjuk dengan telunjuknya keatas. Heitaro mengangguk lalu memerintahkan salah satu pengawal untuk membawa 3 buah boks medium kedalam ruangan sementara ia dan istrinya kemudian menaiki lift yang membawa mereka ke lantai puncak.


Heitaro tiba diatap dan sempat menyaksikan Trias baru saja mempraktekkan beberapa jurus silat. napasnya memburu bagai mesin yang tak henti mengeluarkan uap dari moncongnya.


Heitaro mendekatinya sambil bertepuk tangan. "Hebat, hebat... jurus yang anda mainkan itu sangat gesit." puji Heitaro. Trias menatap lelaki itu lalu berdiri tegak.


Iyun duduk dan menatapi kedua lelaki itu bercengkrama sedang Hinata kemudian mendekati Iyun dan mengajaknya kenalan dengan menggunakan bahasa inggris.


"Halo, selamat siang, saya Hinata, istri dari Heitaro Koreyuki. senang bertemu dengan anda.." ucapnya dalam bahasa inggris sambil mengulurkan tangannya.


Iyun mengangguk lalu menjabat tangan wanita itu sambil tersenyum, "Selamat siang juga, Saya Inayah Azura Gobel, istri dari Trias Eliasha Ali, salam kenal. saya sangat senang bertemu anda." balas Iyun dalam bahasa inggris pula.


Trias menjawab pujian Heitaro dengan kalimat bahasa inggris yang patah-patah.


"Terima kasih... untuk.... pujian.... anda." jawab Trias. hadeeeh... kenapa susah sekali mengucapkan kalimat asing ya? kemampuan bahasa inggris aku dibawah standar sih... kalau Iyun, pasti nggak kesulitan, wooo dia siswa terpintar disekolah...


Heitaro paham bahwa lelaki dihadapannya tidak mahir berbahasa asing. dengan sedikit isyarat, lelaki itu berbincang dengan Trias.


hadeeeeh.... jangan malu-maluin Yas... masa kalah sama Iyun lo. bikin hancur harga diri nih....


"Anda seorang praktisi silat aliran apa?" tanya Koreyuki sambil melakukan isyarat menggunakan tangan.


"Saya praktisi silat Tapak Suci Muhammadiyah...." jawab Trias dengan bahasa inggris rendahan sambil melakukan pula isyarat.


"Kenapa anda tertawa?" tanya Hinata.


"Suamiku berusaha mengimbangi pembicaraan suami anda dengan segala keterbatasan yang dimilikinya. hal yang wajar, dia hanya anak kelas XI yang tak pandai berbahasa." jawab Iyun kembali tertawa.


"Kelihatannya anda benar-benar terhibur melihat keterbatasan suami anda.?" tanya Hinata pula.


"Anda salah memahami pandangan saya, Nyonya. maksud saya, melihat suami berupaya mengimbangi percakapan dengan orang lain sebisa dia adalah hal yang membanggakan bagi saya sekaligus sebagai hiburan. peristiwa ini nggak akan terjadi dua kali. jadi dinikmati saja." jawab Iyun dengan wajah yang cerah. uap napasnya terus berkepul ketika ia bicara.


"Apakah di Indonesia, remaja-remajanya menikah muda?" tanya Hinata.


"Tidak juga. hanya dalam kasus kami, memang sengaja menikah muda untuk menghindari fitnah. kami hanya berupaya agar apa yang kami lakukan direstui oleh Tuhan." Iyun berupaya menjawab menggunakan kata-kata sederhana agar Hinata yang bukan beragama islam dapat memahami jawabannya dengan baik.


"Di Indonesia, suami anda bekerja apa?" tanya Hinata dengan hati-hati. biasanya bicara tentang penghasilan akan sedikit menimbulkan konflik dengan orang lain.


"Kami berdua belum bekerja. kami masih belajar di SMA." jawab Iyun tanpa beban.


mata Hinata membulat ketika mengetahui pasangan muda itu ternyata masih berstatus sebagai siswa sekolah menengah. Iyun menatapi wanita itu.


"Saya paham apa yang ada dalam benak anda Nyonya. kami menikah secara siri, supaya kami masih bisa menyelesaikan pendidikan kami, minimal selesai SMU. setelah itu, saya akan kuliah dan mungkin suami saya akan mengikuti jejak ayahnya menjadi penjual daging di pasar." jawab Iyun sambil tersenyum


"Apakah itu tidak akan mengganggu aktifitas anda, membagi ruang sebagai siswa dan sebagai istri?" tanya Hinata.

__ADS_1


"Selama ini kami biasa-biasa saja menjalani peran ganda semacam itu. entah kedepannya bagaimana lagi. tapi kami akan berupaya menjalaninya sepenuh hati kami." jawab Iyun.


Hinata menatapi Heitaro Koreyuki dan Trias yang mulai memasang sikap siaga. ia menatapi Iyun.


"Kelihatannya suami saya ingin menimba ilmu dari suami anda." kata Hinata.


"Silahkan... suami saya paling suka menimba ilmu kalau bicara tentang pertarungan." jawab Iyun.


sementara Trias sudah mulai memasang sikap waspada. Heitaro tiba-tiba berteriak dan maju menyerang Trias. pemuda itu tak ingin melecehkan lelaki yang telah banyak membantunya. Trias sedapat mungkin menangkis segala serangan dan beberapa kali terkesan menyerang balik untuk memaksa Koreyuki mengeluarkan kecakapannya yang tersembunyi.


...**********...


ini adalah hari kelima mereka berada di negeri matahari terbit. hari ini adalah hari pernikahan Kenzie dengan Chiyome.


sebelumnya Koreyuki telah mewanti-wanti Trias dan istrinya untuk mengenakan rompi anti peluru, begitu juga dengan Endi. hal ini merupakan amanah dari Kameie karena lelaki itu dapat memperkirakan akan gangguan yang mengancam proses pernikahan putrinya.


sebelumnya untuk prosesi akad nikah, kedua calon mempelai dibawa dengan pengawalan penuh dari Ienaga dan pasukannya menuju Masjid Camii Tokyo yang berada di distrik Oyama-cho kawasan Shibuya.


begitu tiba, barisan pengawal Ienaga langsung membentuk barikade untuk memblokir jalan masuk. Kenzie bersama Chiyome hanya mengenakan pakaian biasa warna putih ditemani oleh Trias dan Iyun serta Endi mengekori kedua mempelai itu memasuki masjid Camii Tokyo.


Kameie sendiri telah berada didalam, satu jam sebelum keberangkatan mereka kesana. Kenzie menatapi masjid Camii Tokyo yahg dibangun dengan gaya arsitektur turki yang dirancang oleh Muharrem Hilmi Senalp.


kedua mempelai itu disuruh masuk. Chiyome disuruh masuk dulu dalam kamar yang ditemani oleh Iyun, Fitri dan beberapa ibu jamaah. sedang Kenzie diantar Kameie menghadap Taki Takazawa. ditengah ruangan masjid sudah terdapat meja pendek. seserahan Kenzie beserta mahar tergeletak di meja satunya dekat meja yang ditempati oleh Taki Takazawa.


mulailah prosesi akad itu. Kenzie mengenakan kemeja dan stelan formal kemudian duduk di depan meja pendek. Taki Takazawa kemudian membacakan isi dari Khutbah Hajja yang mengantar calon mempelai mengucapkan sumoah nikah. Taki Takazawa mengulurkan tangannya dan Kenzie menjabatnya dengan gemetar. ini adalah saat yang sangat penting baginya.


"Kenzie! Kenzie! Kenzie!.." panggil Taki Takazawa.


hening. tak ada jawaban disana.


"Melalui aku yang dikuasakan sebagai wali hakim. hari ini, aku nikahkan dan kawinkan engkau dengan Chiyome binti Kameie Mochizyluki, dengan mahar 2 kilogram emas sebagai maharnya. apakah engkau terima nikahnya?" ijab Taki Takazawa langsung menjabat dan meremas jemari Kenzie dengan kuat.


"Saya terima nikah dan kawinnya Chiyome binti Kameie Mochizuki dengan mahar tersebut diatas, TUNAI!" jawab qabul Kenzie.


Taki Takazawa menatapi para jamaah masjid yang hadir di masjid. "Bagaimana? sah?"


"SAAAAAAHHHHH...." seru koor jamaah masjid dengan penuh rasa senang.


Taki Takazawa kemudian mengangkat tangan dan berdoa untuk keselamatan dan berkah pernikahan bagi pasangan tersebut. Kameie yang larut dalam keharuan tak kuasa menahan air matanya jatuh. ia berkali-kali menyusut air mata yang membanjiri pipinya.


tak lama kemudian muncul Chiyome yang didampingi Fitri dan Iyun yang sedari tadi menangis bahagia mendengar ijab qabul yang terdengar menggema hingga ke kamar yang mereka tempati. gadis itu didudukkan disisi Kenzie.


"Baktikan dirimu kepada suamimu, nak." kata Taki Takazawa. Chiyome kemudian mencium punggung tangan pemuda itu dengan takzim. gadis itu begitu gembira sampai tak terasa wajahnya juga telah basah dengan air mata.


begini rasanya menjadi pengantin... nyaman rasanya menyentuh lelaki yang telah halal bagiku... Hubby... kau sudah jadi milikku sepenuhnya...


Chiyome tegak dan mengangkat wajah. Kenzie tersenyum lalu mengusap sisa air mata yang membekas. wajah itu mendekat dan mencium dahi sang gadis.


Wiffy... sekarang kau sudah jadi milikku...

__ADS_1


dengan tersipu, Chiyome menerima ciuman itu. Kenzie lama menciumnya sampai-sampai Taki Takazawa mendehem memperingatkannya. Kenzie segera menarik wajahnya dan memamerkan senyum lebarnya.


Alhamdulillah...... []


__ADS_2