Lazuardi Cinta

Lazuardi Cinta
LAZUARDI CINTA # 36


__ADS_3

"Bagus sekali, pantai apa ini?" tanya Chiyome dengan takjub. Kenzie menunjuk sebuah plang nama yang dipaku diantara dua batang kayu.



"Oooo... Pantai Minanga?" ujar Chiyome untuk lebih memastikan pengucapannya benar atau tidak. Kenzie mengangguk.


"Bagaimana menurutmu?" tanya Kenzie.


"Apanya?" tanya Chiyome.


Kenzie mengedarkan tatapannya. saat itu mentari telah doyong ke barat. "Bagaimana menurutmu dengan pantai ini? apakah ada seperti ini di Jepang?"



Chiyome tertawa pelan. "Nggak... nggak ada!" tandas gadis itu. Kenzie menggandeng tangan gadis itu.


"Mari kita jejaki kaki kita dihamparan pasir." ajak Kenzie.


dengan antusias, Chiyome langsung mengangguk. keduanya melepas sepatu dan membiarkan telapak kaki mereka merasakan bulir-bulir pasir. Chiyome menatapi hamparan belantara samudra yang biru dan mengantarkan hamburan ombak yang membawa buih dan garam ke tepian pantai.


angin pantai menghembus. Chiyome memandang beberapa orang yang berseliweran menikmati pasir dan ombak yang menderu menghantam pasir.


"Hubby.... " panggil Chiyome.


Kenzie menoleh menatapi gadis yang berjalan disisinya. pakaian seragam mereka bergerak bagai bendera yang dihembus angin.


"Kenapa?" tanya Kenzie.


"Apa Hubby akan membenci Wiffy jika ketahuan berbohong?" tanya gadis itu dengan pelan.


"Kebohongan seperti apa?" tanya Kenzie memandang hulu pantai dikejauhan. mentari mulai makin rebah ke batas lautan.


"Bukankah apa yang Hubby lihat dihadapan ini hanya sebuah cangkang? apa Hubby tidak menyadari isi dalam cangkang itu?" pancing Chiyome.


"Hubby nggak tau harus jawab apa. kata-kata Wiffy itu kayak pujangga. banyak satir dan sarkatisme dalam setiap kalimat yang terungkap. " kata Kenzie sambil tertawa.


Chiyome tertawa mendengar alasan yang dikemukakan Kenzie. "Benarkah Wiffy terlihat bagai seorang pujangga?"


Kenzie mengangguk.


"Maksud Wiffy, jika ternyata dalam diri Wiffy ada yang tidak sesuai dengan kenyataan dan pandangan Hubby, apakah Hubby akan meninggalkan Wiffy?" tanya Chiyome.


Kenzie berhenti melangkah lalu berbalik menghadapkan tubuhnya kearah Chiyome.


"Wiffy, nggak lupa kan dengan ikrar cinta yang aku ungkap setelah menyanyikan lagu 'Mistikus Cinta ' Wiffy sudah lupa, nggak?" pancing Kenzie.


Chiyome mengangguk, "Wiffy ingat. tapi apakah cinta akan bisa bertahan diantara kebohongan-kebohongan yang menyelimutinya?"


"Jika kebohongan itu makin mengukuhkan rasa cinta diantara kedua manusia yang saling mengasihi, maka semua akan baik-baik saja." kata Kenzie.


"Meskipun dusta itu bagaikan bencana yang dahsyat?" pancing Chiyome.


"Badai... pasti berlalu ... meskipun dapat memporak- porandakan kehidupan seseorang." jawab Kenzie kemudian menunjuk sebuah Gazebo. "Kesana yuk." panggilnya.


Chiyome mengangguk. keduanya mendekati gazebo beratap yang ditunjuk oleh pemuda tersebut. Chiyome duduk disisi bangunan tersebut.


"Tunggu sebentar." kata Kenzie kemudian melangkah menuju sebuah warung dan menemui pemilik warung. pemuda itu berbicara kepada pemilik warung menggunakan bahasa gorontalo. entah apa yang mereka berdua katakan. setelah itu, Kenzie bergegas berkumpul lagi bersama kekasihnya di gazebo tersebut.


"Maaf sudah membuat Wiffy menunggu." kata Kenzie kembali duduk disisi Chiyome.


"Hubby lagi bicara apa sih dengan Om disana?" tanya Chiyome.


"Ada saja..." jawab Kenzie dengan senyum menggoda.


"Isssyyy... Hubby bikin Wiffy penasaran." rajuk Chiyome.

__ADS_1


"Memang.... supaya nanti berkesan." jawab Kenzie.


Chiyome memanyunkan bibirnya membuat Kenzie tertawa.


"Jangan dimanyunkan begitu. jelek keliatannya." olok Kenzie sambil ikut memanyunkan bibirnya membuat Chiyome tertawa.




"Habisnya Hubby bikin penasaran. Wiffy kan nggak tahu bahasa daerah." rajuk Chiyome.


tak berapa lama muncul pemilik warung membawa sepiring pisang goreng yang diiris tipis dengan sepiring kecil sambal ikan roa sebagai pelengkap. pemilik warung itu meletakkan piring berisi pisang goreng dan sambal dimeja. setelah membungkuk kepada Chiyome, pemilik warung itu pergi.



Chiyome menatapi penganan ringan dihadapannya. oa menatapi Kenzie.


"Ini gorengan pisang, bukan?" tebak Chiyome.


"Tapi bukan gorengan biasa. ini gorengan pisang goroho." kata Kenzie, "Tambah sambel ikan sagela."


"Tapi tetap saja gorengan pisang, Hubby." kata Chiyome.


"Rasai dulu..." kata Kenzie mempersilahkan.


dengan sangsi, Chiyome mengambil sebatang gorengan pisang goroho sambil menatapi Kenzie. pemuda itu mengisyaratkan Chiyome untuk mencocol gorengan itu ke sambel. Chiyome melakukannya dan mendekatkan penganan itu kemulutnya.


kress....hmmmm.... hmmmm


kedua mata Chiyome merem melek merasai bumbu merica yang menyatu dengan bawang merah, tomat, garam, micin dan halusnya daging ikan Hemiramphus Brasiliensis atau biasa disebut sagela.


"Wuiiih... gurihnya....hmmmm...." komentar Chiyome ditengah aktivitasnya menikmati penganan tersebut.


"Pisang ini hanya khusus tumbuh diwilayah Sulawesi Utara lho, temasuk Gorontalo. nama ilmiahnya, Musa Acuminafen,Sp. merupakan persilangan dari dua jenis pisang yang berbeda. kandungan dalam pisang ini dipercaya mampu mengatasi penyakit hipertensi, kolesterol dan diabetes." papar Kenzie.


tanpa sadar Chiyome menikmati dan menghabiskan peganan itu tanpa menyisakan apapun. dan bagi Kenzie itu sangat menyenangkan baginya. karena menyenangkan orang lain adalah kepuasan batin tersendiri.


"Yah habis, sori Hubby, nggak tersisa. Habisnya enak sih." kata Chiyome memelas takut Kenzie merajuk. tapi pemuda itu justru tertawa.


"Yang penting Wiffy senang, Hubby juga senang." kata Kenzie. pemuda itu menatapi pemandangan. "Mulai malam, kita pulang yuk?" ajak pemuda itu.


"Belikan lagi." rengek Chiyome dengan manja.


Kenzie tertawa. "Okey. tapi tunggu ya? Hubby pesan lalu kita bawa pulang untuk Wiffy nikmati dirumah. okey?" kata Kenzie.


Chiyome mengangguk. Kenzie pergi lagi ke warung untuk memesan gorengan pisang goroho lengkap dengan sambal ikan sagelanya. kali ini ia memesannya cukup banyak.


sementara Chiyome yang menikmati waktu menjelang maghrib, tanpa sadar menengok ke jalanan dan melihat beberapa motor berjejer parkir yang dipenuhi oleh beberapa pemuda berjaket kulit. sesekali gerombolan itu menatapi Kenzie dan Chiyome dengan sekilas.


sebagai praktisi beladiri, Chiyome dibekali kewaskitaan diri yang tinggi. dia langsung curiga dan menatapi gerombolan itu dengan tajam. tak lama kemudian Kenzie datang lalu duduk disamping Chiyome.


"Kali ini Hubby pesan banyak supaya nanti Wiffy senang dan bisa cerita begini-begitu sama keluarga diJepang." kata Kenzie.


"Makasih Hubby..." kata Chiyome langsung mendekatkan wajahnya kemudian mencium bibir Kenzie.


pemuda itu kaget dan sempat menarik wajahnya, namun tengkuknya langsung ditarik oleh lengan Chiyome yang melingkar dileher. keduanya saling memagut dan ******* bibir mereka. setelah puas mengerjai bibir Kenzie, gadis itu menjauhkan wajahnya. pemuda itu merasakan wajahnya panas.


"Wiffy, kok cipokannya disini? Hubby kan malu." kata Kenzie dengan lirih sambil memperhatikan suasana disekitar dengan tatapan bola matanya.


"Gomen, Hubby... udah nggak nahan dari tadi. gemas liat bibir Hubby pengen dilumatin." jawab Chiyome dengan manja.


"Kamu itu ya... mulai berani-berani. tadi aja diancam eh malah balik nantang. Wiffy, jangan begitu dong." pinta Kenzie dengan senyum risih.


"Tapi Wiffy serius. kalau memang Hubby mau mainin payudara Wiffy tadi, udah direlain kok." jawab Chiyome.

__ADS_1


"Hus! hus! kok bicara mesum sih? sudah! Hubby nggak mau lagi bahas itu! paham?!" kata Kenzie dengan wajah yang dibuat galak.


Chiyome kembali tertawa lalu melingkarkan lengannya ke pinggang Kenzie dan merebahkan kepalanya dibahu pemuda itu.


"Iya. tapi Wiffy senang dan bangga, Hubby nggak pernah melanggar batas. Wiffy merasa Tuhan benar-benar memberi Wiffy, berkah terindah dalam hidup ini..." kata Chiyome sambil mengangkat wajah menatapi Kenzie yang menunduk menatapinya pula. "Kaulah berkat Tuhan yang sempurna untukku. makasih sudah menjadi bagian dari hidupku, Hubby."


"Aku juga sayang." balas Kenzie sambil tersenyum. pemuda itu kembali menatapi warung.


"Lama banget gorengannya." omel Kenzie kemudian menatapi arloji dipergelangan tangannya. pemuda itu hendak beranjak, namun langsung ditahan Chiyome.


"Hubby, hati-hati. kita sekarang lagi di intai." kata Chiyome. Kenzie terkejut hendak melihat siapa pengintai yang dimaksud Chiyome, namun kali ini, gadis itu menahannya.


"Jangan diliat. nanti mereka tambah curiga. Hubby bersikaplah biasa ke warung, ambil gorengannya, lalu kita pulang. kita tunggu saja, mereka ditempat yang agak sepi. nanti Hubby bisa leluasa nanya maksud mereka ngintai kita." kata Chiyome dengan pelan.


Kenzie mengangguk tak kentara lalu beranjak meninggalkan gazebo yang diduduki Chiyome, menuju warung. tepat ketika tiba dipintu, pemilik warung itu juga keluar membawa sebungkus besar gorengan pisang goroho lengkap dengan bumbu ikan sagelanya.


Kenzie membayar pesanan itu lalu kembali ke tempat Chiyome. "Nih, ayo... Hubby sudah nggak sabar mau nanyai mereka."


Chiyome langsung menyambar bungkusan penganan itu dan menyimpannya diranselnya. keduanya kemudian meninggalkan pantai tepat setelah maghrib berakhir. sesuai perintah Chiyome, Kenzie melajukan sepeda motornya agak tinggi untuk memancing kawanan itu mengejar.


sepeda motor itu kembali melaju menyusuri jalanan Gentuma, Tomilito, Molu'o hingga akhirnya mereka tiba di Kwandang. beberapa blok sebelum area blok plan perkantoran pemerintahan daerah, Kenzie membelok memasuki jalan kecil yang membawa mereka ke wilayah belakang blok plan. kawanan itu terus mengejar.


begitu mendapati tempat yang strategis, Kenzie menghentikan motornya dan menepikannya ke dinding pembatas jembatan.


sepasang kekasih itu turun dari kendaraannya menanti kawanan yang sudah mendekat. beberapa jarak kemudian kawanan itu berhenti dan turun dari kendaraannya. mereka melangkah mendekati sepasang kekasih itu.


Kenzie menatapi jenis senjata yang mereka genggam. paling banyak menggunakan golok sumala. lainnya menggunakan gada panthungo.


"Siapa kalian?! mengapa mengejar kami?!" seru Kenzie dengan sikap waspada. kawanan itu membentuk lingkaran mengepung keduanya.


Kenzie sangat mengkhawatirkan Chiyome. ia berupaya mendekatkan dirinya kepada gadis itu. keduanya saling menempelkan punggung.


"Kamu yang namanya Kenzie?!" tanya salah satunya yang rupanya adalah pimpinan kawanan tersebut.


"Ya... ada apa?!" tantang Kenzie.


"Dapat salam dari neraka!!!" seru lelaki itu.


tiba-tiba kawanan itu menghambur hendak mengeroyok. tanpa diketahui Kenzie, Chiyome telah lebih dulu melesatkan beberapa batang jarum yang mengenai titik syaraf penyerangnya. beberapa orang yang terkena jarum itu langsung rubuh tak bergerak lagi.


sementara Kenzie maju menyarangkan tinjunya berkali-kali kewajah para penyerangnya. meskipun bersenjata, ternyata mereka tak mampu melawan Kenzie dan menaklukan pemuda itu. tapi tanpa disadari Kenzie, ia mendapat perlindungan dari Chiyome yang terus melesatkan jarum ke lengan para penyerangnya hingga sebelum mengayunkan senjata ke arah Kenzie, mereka merasakan sakit luar biasa pada lengannya yang memaksa mereka melepas senjatanya dan terpaksa mengeroyok Kenzie berbekal bogem saja.


satu persatu Kenzie merobohkannya. semuanya tepar tergeletak dijalanan, meskipun Kenzie juga sempat goyah karena wajah sekali kena dan bibirnya mengalirkan darah.


dengan langkah tegak, Kenzie mendekati lelaki yang tadi menanyakan namanya. dicengkeram kerah jaket lelaki itu dan ia mendekatkan wajahnya.


"Katakan! siapa yang memerintahmu, mengintai kami, mengeroyok kami. Katakan! atau kuhamburkan gigimu!" ancam Kenzie.


lelaki itu hanya menggeleng lemah, dan pingsan setelah Kenzie menggasak wajahnya dengan bogem. dengan jengkel pemuda itu mencampakkan tubuh lelaki itu lalu melangkah kearah Chiyome.


"Wiffy nggak apa-apa?" tanya Kenzie


Chiyome menggelengkan kepala sambil senyum. sebagian penyerang itu terkapar sekarat karena hasil karyanya. Kenzie merogoh saku mengeluarkan ponselnya. ia menekan nomor panggilan Trias. sejenak kemudian panggilan itu terhubung.


📲 "Halo?" sapa Trias.


📲 "Kenzie, Yas.... Hati-hati sekarang, aku baru diserang tadi!" jawab Kenzie.


📲 "Apa kamu bilang?! okey, dimana posisi kamu sekarang? aku kesana!" kata Trias.


📲 "Semuanya aman! aku sekarang di belakang blokplan kantoran pemda Gorontalo Utara. sekarang aku mau pulang ke Kota. nanti besok saja aku ke rumahmu." kata Kenzie sambil menutup panggilan.


"Ayo, kita pergi dari sini." ajak Kenzie.


pemuda itu menaiki sepeda motornya dan Chiyome langsung membonceng dibelakang pemuda itu. tak lama kemudian terdengar bunyi derum kendaraan dan akhirnya mereka meninggalkan lokasi tersebut. []

__ADS_1


__ADS_2