
25 Maret 2020 - 01 Saka 1942
dampak virus 2019nCoV mulai merajalela. berawal dari Wuhan di Cina, virus jenis pneumonia itu melakukan ekspansi bagai sebuah pasukan besar ke seluruh wilayah dibagian Asia Timur lalu menjalar ke Asia Tengah dan Asia Tenggara. bahkan Eropa dan benua Amerika tak luput dari serangan pasukan tak berujud itu.
mulanya warga dunia tak menyangka. itu hanya virus, seperti yang sudah-sudah. virus Flu Spanyol, virus Flu Burung, virus Ebola, virus AIDS, bahkan yang terakhir adalah virus Flu ****, merajalela menimbulkan pandemi yang mengguncangkan dunia, baik dari segi ekonomi dan faktor-faktor lainnya.
namun kali ini, virus menyerang subyek penggeraknya, yaitu manusia. makhluk yang menjadi tulang punggung penggerak segala sektor. negara-negara yang dikangkangi virus itu benar-benar futuh dan langsung mengalih statuskan wilayah mereka dengan lockdown. benar-benar menutup akses segala arah.
dampak yang terjadi sudah jelas berada dibawah rimbunan pohon simalakama, bukan lagi buahnya.
indonesia apa lagi, sejak pemerintahan Djokowi mengkonfirmasi kasus 2019-nCoV pada tanggal 2 Maret 2020 kemarin, dari insiden lantai dansa di Jakarta tanggal 14 Februari kemarin benar-benar menjatuhkan nama Indonesia yang dikatakan kebal corona hilang sudah. bahkan kementerian kesehatan sudah mencurigai virus itu sudah menyusup ke Indonesia sejak minggu ketiga dibulan Januari.
Indonesia kecolongan. Bulan Maret, seluruh aktifitas diluaran di cancel dan seluruh negeri memaklumatkan lockdown, termasuk Gorontalo. semuanya termasuk kegiatan pembelajaran. semua gaya pembelajaran dialihkan ke sistim belajar dalam jaringan yang mengutamakan akses internet.
hal ini tentunya sangat mempengaruhi para siswa dan guru yang kelabakan dengan gaya belajar yang baru ini. kementerian pendidikan berjibaku bersama kementerian telekomunikasi berupaya mencari jalan terbaik ditengah pandemi yang melanda seluruh negeri.
kedua pasangan itu menghela napas berat dan saling menatap untuk menguatkan. seluruh aktifitas keluarga Lasantu terpaksa dialihkan dalam sistim work from home, atau belajar dan bekerja dari rumah. mau tak mau, Adnan langsung mengontak pihak telkomsel untuk memasangkan fasilitas Wi-fi sebagai sarana mempermudah akses kesetiap orang yang diinginkannya.
Adnan mengendalikan perusahaannya dari rumah berbekal aplikasi yang disediakan seperti Zoom Conferense atau Google meet dan beberapa aplikasi konferensi jarak jauh yang disajikan oleh kementrian telekomunikasi.
Apalagi Kenzie dan Chiyome, benar-benar terkurung. keduanya terpaksa melaksanakan pembelajaran melalui Zoom Conference, melihat-lihat materi pembelajaran lewat youtube, atau aplikasi e-book yang mengupload buku panduan belajar untuk SMU.
ramailah grup belajar sekolah dibuat. wali kelas mereka, Pak Risno Arsyad, S.Pd membuat sebuah akun sosial khusus untuk anak-anak kelas 11F, selain akun WA group yang memang sudah aktif sejak beliau menjadi perwalian kelas tersebut.
...**********...
Aisyah melihat nada sambung video call dari Stefan. jilbaber itu tersenyum. ia menyambungkannya dan meletakkan ponsel itu beberapa jarak dihadapannya. tak lama muncul wajah Stefan yang begitu rapi, kelihatannya baru saja habis mandi.
🖥 "Assalamualaikum, bidadariku tersayang, apa kabarnya hari ini?" sapa pemuda itu dengan senyum menawannya.
🖥 Aisyah tersenyum, "Wa alaikum salam, pangeran tampanku. Ais baik, alhamdulillah. kalau kamu?" balas Aisyah sambil menangkupkan telapak tangannya didagunya.
🖥 "Sama... Alhamdulilah... sudah makan? nih aku baru makan..." kata Stefan sambil memperlihatkan semangkuk mie goreng kemudian mengunyahnya dihadapan layar ponsel itu.
Aisyah tertawa sejenak lalu menggeleng-gelengkan kepala.
🖥 "Kamu itu ya, mau mancing selera makan orang atau apa sih?" olok Aisyah kembali terkekeh pelan.
🖥 "Aku pengennya datang kerumah kamu, tapi sekarang statusnya lockdown. Gugus Tugas Covid juga sudah memasangkan pamlet dimana yang isinya perintah untuk tidak bepergian. banyak polisi berjaga dijalan raya. kita jadi kayak narapidana saja, dikurung dan dilarang bersosialisasi." keluh Stefan.
🖥 "Ngapain kamu datang? nanti malah nambah daftar penyakitan Covid." kata Aisyah sambil menjulurkan lidah. "Tuh, wilayah kota timur sudah diberi status bendera hitam. Kamu memang mau, tempat tinggal kamu ditancapi bendera hitam oleh Gugus Tugas?"
🖥 "Aku sangat rindu. sehari nggak liat kamu seperti nggak punya semangat hidup..." rengek Stefan sambil menjambak rambutnya menampakkan wajah kuyu bagai tak memiliki gairah lagi.
__ADS_1
🖥 "Gombaaal.... nggak usah merayu.. nih wajah aku. sudah terobati kan rindunya?" kata Aisyah mendekatkan wajahnya ke layar ponsel dan mengerjap-ngerjapkan matanya berkali-kali.
🖥 "Nggak.... nggak seperti yang aslinya... itu kan cuma pancaran digital yang ditangkap melalui gelombang elektromagnetik. bukan yang aslinya. ini hanya bisa diliat 3 dimensi. nah kalau aslinya, kan bisa dinikmati secara 4 dimensi." balas Stefan.
🖥 "Ah, kamu bisa saja." kata gadis itu tersipu.
Stefan memperhatikan penampilan gadis itu, sejenak ia mengerutkan kening, kemudian tersenyum lagi lebih lebar.
🖥 "Kamu nggak pake jilbab ya? baru nyadar aku. rambutmu indah sekali." puji Stefan.
Aisyah tertawa lagi lalu menatapi Stefan dengan mata melotot tapi bibirnya penuh senyum.
🖥 "Awas kalau kausebarkan. ini cuma untuk kamu lho." kata Aisyah. Stefan tertawa sambil mengangguk-angguk.
🖥 " Oke, oke... aku anggap ini hadiahku. aku jamin nggak akan memperlihatkan shotscreen kamu ini ke semua orang. kamu milikku, jadi apa yang ada dalam diri kamu adalah milikku." kata Stefan.
🖥 "Enak saja! belum halal woy..." ujar Aisyah sambil tersenyum. "Siapa juga yang mau sama kamu? ihsyyy... kege-eran banget jadi orang."
🖥 "Biarin, yang penting nyata. kamu memang milikku." tandas pemuda itu dengan enteng.
🖥 "Sudah,gih. kerjain semua tugas yang dosen kasih tuh. nanti kita video call lagi, ya?" kata Aisyah.
layat ponsel itu menghitam. Aisyah tersenyum lalu membelai rambutnya dan menyisiri mahkotanya dengan sisir kecil. setelah itu ia mulai mengetik paper yang akan dipresentasikan lewat zoom kepada dosennya.
...********...
Kenzie sudah banyak surfing ke jaringan-jaringan dunia maya. paling banyak artikel yang di hunting nya berkisar tantang informasi seputar masa kandungan ibu hamil. Chiyome sekarang berada dalam jelang akhir trimester pertama. perutnya mulai menonjol menandakan si jabang bayi sudah berada disana mulai mengisi hari dan kalbu sang ibu.
gadis itu begitu gembira menyadari kehamilannya. ia tidak lagi memusingkan apapun, bahkan pendidikannya. baginya sekarang ini memiliki misi baru yang tak kalah beresiko, yaitu merawat kandungannya hingga melahirkan buah cinta dirinya dan Kenzie dengan selamat. semoga saja.....
sedapat mungkin Kenzie melalukan apapun untuk mengintisipasi segala hal terburuk yang dapat menyebabkan early misscarriage atau keguguran dini, atau hiperemesis gravidarum yang dapat menyebabkan seorang ibu hamil dapat kehilangan cairan akibat drama morning sicks. tapi pemuda itu kembali merenung bahwa sebenarnya dialah yang sering mengalami morning sick akibat sindrom Couvade, jadi keadaan kurang gizi gara-gara muntah terus menyebabkan dirinya dehidrasi.
untunglah Mariana terus memeriksakan kehamilan anak mantu kesayangannya itu dengan intens dam semakin berbahagia ia mengetahui bahwa kandungan sang menantu sangat sehat.
Mariana benar-benar melayani Chiyome dengan baik. segala asupan gizi anak itu sangat diperhatikannya. selain mengonsumsi multivitamin yang dikirimkan ayahnya dari jepang, Chiyome juga selalu ditekankan Mariana untuk mengonsumsi asupan yang sesuai untuk ibu hamil.
Chiyome mulai mengonsumsi sayuran brokoli dan pokcoy, jus jeruk, ikan, kacang-kacangan, tempe, dan tahu. selama hal itu menyenangkan dan mengenyangkan perutnya, gadis itu pasti akan melahapnya.
__ADS_1
hari ini, Kenzie dan Chiyome duduk santai diberanda depan. Chiyome justru menyuapi Kenzie dengan racikan buah-buahan pepaya dan jeruk nipis yang dibuat menjadi asinan gohu yang kuahnya ditambahi cuka. pemuda itu makan sambil mengetik beberapa kalimat dalam keyboard laptopnya. pemuda itu sedang mengerjakan beberapa tugas yang akan disuplai ke e-mail gurunya, begitu pula dengan tugasnya Chiyome.
"Uh, Wiffy bosan. nggak ngapa-ngapain. dasar brengsenk nih virus! bikin orang-orang pada nggak bisa gerak bebas!" sembur Chiyome tiba-tiba.
"Wiffy, hati-hati... tuh emosi jangan diledakin dong. tau nggak kalau ledakan emosi itu bisa mempengaruhi kondisi si boy, lho. Wiffy mau si boy kenapa-kenapa?" tegur Kenzie.
Chiyome terdiam lagi dan kemudian mengelus perutnya sendiri yang mulai membulat. "Aduh, gomen ya nak. Mama nggak sengaja ledakin emosi. habisnya nih covid bikin gara-gara. kan Mama sama Papa nggak bisa pesiar bawa kamu kemana-mana." ujar Chiyome yang tiba-tiba dilanda perasaan sentimental langsung terisak-isak.
Kenzie langsung mendekat dan menenangkan istrinya. "Sudah, sudah... memang cuma Wiffy yang begitu, Hubby juga nih harus puasa... "
"Puasa? memang kenapa Hubby harus puasa? kan bulan Ramadhan sebulan lagi. ini baru Sya'ban, Hubby sweety..." kata Chiyome sambil menjulurkan lidah mengolok suaminya.
"Ya iyalah.... puasa.. demi boy, Hubby belum mau *****'in Wiffy, nanti takut si boy sakit lagi." kata Kenzie, namun nadanya sedikit mengomel.
Chiyome tersenyum sambil menahan bibirnya dengan tangan. gadis itu paham gejolak libido suaminya sudah terpenjara selama dua bulan penuh. tentu saja si pemilik tongkat Ruyi Jingu Bang itu kelimpungan mengarahkan birahinya ke arah lain. selama ini Kenzie mampu menormalkan detakan aneh di sekitaran buah pelirnya ketika melihat penampilan istrinya yang terlihat justru begitu cantik dan menggairahkan dimasa kehamilan muda itu. beberapa kali Chiyome menangkap basah senjata suaminya mengacung keras tiap subuh seakan meminta pijatan-pikiran untuk menuntaskan birahinya yang terpenjara. namun kelihatannya kini pemuda itu kelimpungan sendiri. meminta, ia merasa sayang kepada sang istri, menahannya, dia bisa gila jika tak mampu menanggulangi pemberontakan monster dalam dirinya itu.
"Ya sudah. duduk disana saja." kata Chiyome menunjuk sebuah sudut dari sofa yang terlindungi oleh gerumbulan tumbuhan yang membuat posisi siapapun yang duduk disitu terbentengi secara alamiah.
"Wiffy mau ngapain? jangan buat yang aneh-aneh.." kata Kenzie dengan wajah cemberut.
"Sudaaaah.... Hubby mau dipuaskan nggak?!" pancing Chiyome dengan senyum lebar memamerkan seringai gingsulnya. Kenzie sudah tahu arah kemana selanjutnya jika istrinya sudah memamerkan jenis senyuman semacam itu.
Kenzie jengah, namun disisi lain ia ingin dipuaskan. dengan perasaan berkecamuk, pemuda itu pindah posisi dan duduk disudut sofa itu. sementara Chiyome langsung duduk dilantai dihadapan Kenzie. gadis itu memelorotkan sedikit celana pemuda itu mengeluarkan benda panjang itu dari sarangnya.
tanpa risih, Chiyome langsung mengemut tonggak tumpul itu membuat Kenzie langsung mendongak dan mendesah. gadis itu terus dengan semangat mengemut, menjilat dan menyedot batang marshmallow milik Kenzie. pemuda itu mendesah dan tanpa sadar pemuda itu membelai rambut Chiyome dan meremasnya dengan pelan. sentuhan itu makin membuat Chiyome bersemangat menuntaskan birahi suaminya. jemari lentik Chiyome memijat keatas-kebawah merangsang bersama basahnya liur yang menyelimuti lingga kejantanan dan akhirnya Kenzie mengerang dan tubuhnya mengejang.
pemuda itu menyemburkan susu sukla yang tanpa risih disedot oleh Chiyome dengan rakusnya. wanita itu benar-benar membuat Kenzie melayang-layang menuju kulminasi pelepasan hasrat purbanya. setelah logika menguasai kesadarannya, wajah pemuda itu memerah karena malu.
"Ihhhh... Wiffy... " gumam Kenzie dengan jengah melihat istrinya sibuk menjilati batang kejantanannya, membersihkannya dengan lidahnya. setelah itu Chiyome dengan tenang menyeka bibirnya yang basah oleh campuran liur dan pejuh yang melumuri permukaan bibirnya.
"Hubby puas nggak?" tanya Chiyome dengan pameran senyum lebar seringai gingsulnya. wanita itu kelihatannya begitu menikmati kegiatan tersebut. Chiyome kembali menaikkan celana suaminya lalu bersandar dipaha pemuda tersebut.
Kenzie menggeleng-geleng takjub menyadari betapa agresif sang istri yang hamil muda tersebut. dibelainya rambut istrinya dengan mesra.
"Makasih ya, Wiffy... Hubby puas." kata Kenzie sambil tersenyum dan mengecup jemari telunjuknya seperti gaya para chef. "Sangat puas...."
Chiyome kemudian kembali tersenyum lebar. "Apapun yang Hubby minta, Wiffy akan lakuin kok."
Kenzie tertawa dan mengisyaratkan pada istrinya untuk mengambilkan mangkuk besar berisi asinan gohu yang setengahnya. Chiyome mengambil benda itu dan menyerahkannya kepada Kenzie. dengan lahap, pemuda itu kembali menikmati asinan tersebut.
"Habis ini Hubby mandi lho." tegur Chiyome sambil membelai-belai benda panjang yang tersembunyi dibalik celana itu.
"Wiffy.... emang gimana rasanya sih... susu pejuhnya Hubby?" tanya Kenzie dengan penasaran sambil terus menikmati asinan itu.
Chiyome mendecap-decap sejenak mencari sisa rasa dari cairan putih susu yang mungkin menyelip disudut-sudut rongga mulutnya. tak lama ibu muda itu tersenyum lebar memamerkan seringai gingsulnya lagi.
__ADS_1
"Rasanya..... kayak.... gohu." jawab Chiyome.
sontak Kenzie langsung tersedak dan terbatuk-batuk membuat Chiyome tertawa melihat kelakuan suaminya yang kemalu-maluan. []