Lazuardi Cinta

Lazuardi Cinta
LAZUARDI CINTA # 88


__ADS_3

Kali ini Ipah bertekad mengalahkan, dengan kata lainnya menundukkan Chiyome. dengan langkah tegap sambil menjinjing te-gi yang diikat dengan obi hitamnya, tanpa pengawalan Trias, gadis itu mendatangi kediaman Lasantu.


Adnan dan Mariana seperti biasa duduk di beranda depan menikmati penganan yang dibuat Mariana. kedatangan gadis itu membuat Adnan menghentikan aktifitasnya mencomot kue balapisi dan menatap Ipah yang selesai menghaturkan salam.


"Wa alaikum salam.... temannya Kenzie?" tanya Adnan. "Masuk nak. duduk disini." ajak lelaki itu.


Ipah menaiki tangga dan duduk di sofa berseberangan dengan kedua suami-istri itu. Adnan menawarkan kue balapisi. "Makanlah nak."


Mariana bangkit lalu masuk kedalam. sementara Adnan disana menantikan sang istri. tak lama kemudian Kenzie muncul sambil menggendong Saburo.


"Oooo Ipah? sudah ke belakang saja. Chiyo-Hime sudah tau kok." kata Kenzie sambil tersenyum.


"Makasih, kalau begitu, saya permisi." kata Ipah bangkit dan membungkuk datar kearah Adnan lalu mengangguk kearah Kenzie.


pemuda itu balas mengangguk. Ipah menuruni tangga dan langsung melangkah memutar kesamping rumah menuju dojo pribadi.


Adnan mengekori punggung gadis itu hingga menghilang di balik tembok rumah kemudian menatap Kenzie. "Itu temanmu? benar-benar temanmu atau...."


"Pacarnya Trias...." jawab Kenzie sambil duduk disofa yahg diduduki Ipah tadi. ia mencomot sebuah kue balapisi yang memang sudah tinggal satu dipiring itu. tak lama kemudian Mariana muncul lagi membawa sepiring kue balapisi yang sudah didinginkan dikulkas. ia menaruhnya di meja.


"Mama liat Adek make seragam karate lagi. memang mau melatih perempuan itu?" tanya Mariana.


"Tepatnya hanya share ilmu pengetahuan saja." tambah Kenzie sambil mempermainkan Saburo dalam pelukannya. bayi itu kembali berjingkrak gembira.


"Kenapa Adek nggak ngajar beladiri saja? mubazir lho ilmunya." pancing Adnan.


"Wiffy nggak suka ngajar. pertama, dia bersedia melatih Ipah karena permintaanku, sebab aku pribadi nggak mau apa yang terjadi sama Trias akan terulang kembali. Kedua, aliran yang dikuasai Wiffy nggak sama dengan perguruan yang sudah berdiri di Indonesia. nanti nasibnya kayak Bruce Lee lagi, dikucilkan dan diteror sama master-master beladiri. aku nggak mau istriku capek meladeni hal-hal gituan." tutur Kenzie sambil memperbaiki letak duduk Saburo dalam pangkuannya.


"Tunggu... tadi kau bilang Ipah diajari Adek untuk mengantisipasi apa yang pernah terjadi pada Trias akan terulang lagi. maksudmu sampai sekarang Trias masih di incar?" pancing Adnan.


"Hanya sebuah firasat saja Pa..." ujar Kenzie.


"Waaahh... kalau begini nggak bisa dibiarkan nih. berarti Yanto cari-cari masalah nih." ujar Adnan dengan wajah keruh.


"Bukan Pa... jangan langsung menuduh. ini juga cuma prediksi. siapa bilang Om Yanto masih mengincar Trias?" pancing Kenzie.


"Papa yang langsung ngesyok dia supaya berhenti mengincar Trias dengan ancaman membawa masalah Iyun ke keluarga Gobel. tapi kalau orang itu memang masih nggak puas. Papa bisa ladeni dia." ujar Adnan dengan nada tinggi.


"Papa kok sensi sekali sih? kan aku bilang ini hanya prediksi. ih Papa... sudah, Papa tenang saja. itu sekarang urusan Kenzie. " tandas Kenzie sambil mencomot kue balapisi lalu bangkit.


"Lagian Papa tuh siap-siap saja pensiun. tahun depan Kenzie duduk dikursinya Papa." olok Kenzie sambil tersenyum nakal.


"Enak saja Papa mau dikudeta! Papa pecat kamu baru tau rasa." ancam Adnan.


"Mana berani Papa pecat Ken?" tantang Kenzie membuat Adnan terdiam. memecat karyawan bukan hal yang gampang. ada prosedurnya, meskipun itu anak sendiri. lagipula Adnan tak bisa memecatnya bukan karena Kenzie putra kandungnya, melainkan Kenzie selalu memperlihatkan prestasi kerja yang baik. nalarnya melihat kompetensi karyawan begitu tajam. keliatannya bakat psiķolog ada dalam dirinya sehingga mampu menerawang sisi kelebihan dan kelemahan setiap karyawan yang bekerja dibawah bendera PT. Buana Asparaga.Tbk itu. apalagi Bakri selalu memberikan penjabaran-penjabaran yang bisa menguatkan opsi yang dibuat Kenzie. mereka berdua adalah aset penting perusahan. merekalah dinamyc duo dibidang pengelolaan sumber daya perusahaan.


"Kalau Papa pecat Ken, gampang. Ken bisa buat perusahaan sendiri. dan Ken yakin. Papa nggak akan bisa mengalahkan perusahaan Ken. Mau?" tantang Kenzie lagi sambil terkekeh.


"Iya iya... kamu menang kali ini. Papa nggak bisa pecat kamu. " gerutu Adnan membuat Mariana tertawa sambil mengelus punggung suaminya.


"Ini anak sama Papa berantem soal perusahaan. gimana jadinya kedepan?" olok Mariana.


"Tuh Papa yang mulai." kata Kenzie sambil tertawa.

__ADS_1


"Apaan? kamu tuh yang mulai.... membuat makar menyingkirkan Papa." balas Adnan dengan sengit.


"Pa.... mana ada juga Ken berani duduk diposisi itu saat ini? masih mentah Pa... sensi banget... sih." oloknya sambil tertawa. "Tapi Ken mau promosikan Kak Bakri jadi sekretaris pribadi Papa."


"Lho? kenapa?" tanya Adnan.


"Nanti Kenzie paparkan di kantor saja. supaya resmi." kata Kenzie. Mariana meminta Saburo dalam pelukan Kenzie. pemuda itu memberikan sang bayi pada neneknya.


"Sudah.... tak ada rahasia-rahasiaan segala. sebut saja kenapa?" pancing Adnan.


Kenzie kembali melangkah dan duduk disofa yang tadi didudukinya. ia menatap ayahnya.


"Kak Bakri orang nya teliti dan tajam analisanya. ia bahkan tahu ***** bengek semua orang di perusahaan kita. Ken mau naikkan jabatannya menjadi sekretaris Papa supaya dia bisa mengatur segala keperluan Papa." jawab Kenzie.


"Lalu Nyonya Deni mau kamu taruh dimana?" pancing Adnan.


"Ya... dipindah tugaskan ke cabang perusahaan kita di Sumatra Barat sana. ngurusi perusahaan kita yang sekarang sedang melakukan memperbaharui kerja sama dengan MTL. Group dibidang penambangan Batu Bara. nanti disana Nyonya Deni kan jadi wakil dirut. dia kan asli sana. jadi gampang bisa mengatur apa-apa yang berhubungan dengan itu." tutur Kenzie.


"Jadi menurutmu, Nyonya Deni akan jadi perwakilan kita disana?" tanya Adnan.


"Encer juga otak kamu ya?" puji Adnan setengah menyindir. Kenzie hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat keusilan ayahnya.


...********...


dojo pribadi keluarga Lasantu.


Chiyome duduk dalam posisi zazen, menghadap kearah Ipah yang juga duduk dengan gaya yang sama. itu gaya duduk resmi dalam perguruan manapun, meskipun sebenarnya ada gaya duduk yang juga digunakan, yaitu gaya duduk teratai (setengah bersila). namun gaya itu dianggap tak beretika dalam dojo. semua jalan beladiri selalu diawali dan diakhiri dengan kesopanan. itu petuah dari guru besar Karate-Do aliran kyokushin, Masutatsu Oyama. selaras yang diucapkan oleh guru besar aliran Shotokan, Gichin Funakoshi, "Tanpa Kesopanan, kau tak akan bisa mempelajari seni beladiri."


Ipah kemudian melakukan upacara reishiki, membungkuk kepada Chiyome dengan takjim. wanita itu membalas penghormatan tersebut.


Ipah sekali lagi mulai gamang. tatapan Chiyome begitu tajam dan mengintimidasi. seakan tatapan itu mampu menembusi inti jiwa dan melumpuhkan syaraf motoriknya. gadis itu bertahan di tingkat akhir pertahanannya. jika ini jebol juga, gadis itu benar-benar menyerah dan takluk.


tapi sebenarnya, tanpa setahu Ipah, Chiyome mengurangi frekuensi Ki yang ia pusatkan dimatanya. namun bagi Ipah masih merupakan gempuran yang dahsyat. mungkin inilah perbedaan antara praktisi karate indonesia dengan praktisi seni beladiri asli jepang.


Chiyome mengendurkan wajahnya dan tersenyum jenaka. "Jangan terlalu serius Ipah-Chan. nanti matamu membola keluar. dan nggak bisa dimasukin lagi." olok wanita itu.


"Aaaaa... kamu curang!" pekik Ipah mendesah kesal lalu menundukkan wajahnya. Chiyome tertawa.


"Tapi kamu sudah meningkat lho." kata Chiyome.


"Tapi tetap saja kalah." ujar Ipah merajuk.


"Ya... itu kan nggak akan jadi dalam satu malam, Ipah-Chan. semua itu dilatih. termasuk meruntuhkan semangat lawan melalui pandangan." kata Chiyome.


"Apa tatapanmu itu merupakan salah satu teknik?" tanya Ipah. Chiyome mengangkat alisnya dan menatapi langit-langit ruangan.


"Bisa dikatakan begitu." ujar Chiyome. "Teknik itu disebut Karasu Tengu no Gurea... atau Tatapan Siluman Gagak. Teknik itu sering digunakan oleh praktisi beladiri dari kalangan Yamabushi ketika mereka berhadapan dengan lawan. teknik itu juga digunakan di perguruan-perguruan ninjutsu, terutama yang beraliran Koga. pencipta pertama teknik itu adalah leluhurku dari keluarga Mochizuki. namanya Koga Oni no Kami Ieyoshi."


"Berarti, kau seorang ninja juga dong." tebak Ipah.


Chiyome tertawa lagi. "Ipah... kalau kau mau merenung, tak ada yang namanya karate, judo, jujitsu, dan lainnya. seni beladiri jepang itu sebenarnya satu. yaitu Nihon Budojutsu. seni ini kemudian terbagi menjadi dua jenis, yaitu Koryu Bujutsu (aliran lama) dan Gendai Budo (aliran baru). seni yang kau pelajari termasuk dalam Gendai Budo karena lebih menitik beratkan pada seni dan olahraga. sedangkan yang dipelajari adalah Koryu Bujutsu yang digunakan dalam pertarungan hidup-mati dan perang skala besar." tutur wanita itu.


Ipah terpana dengan penjelasan ibu muda itu. gadis itu mengangguk-angguk. "Berarti sebenarnya ilmu beladiri itu satu dan tak ada pemilahan?"

__ADS_1


"Benar... bahkan dalam dunia beladiri, dikenal konsep seni murni dan konsep seni asli. konsep seni murni adalah seni beladiri yang diikat oleh tatakrama dan aturan-aturan tertentu. biasanya konsep ini lekat dengan gaya Gendai Budo. adapun seni asli adalah seni yang tidak diikat oleh aturan. dan tujuannya adalah kemenangan mutlak. menang atau mati. biasanya konsep ini lekat dengan aliran Koryu bujutsu." jawab Chiyome panjang lebar.


Chiyome bangkit lalu menyuruh Ipah untuk bangkit. "Biar kulihat teknik pukulanmu." ujar wanita itu.


"Maksudmu?" tanya Ipah yang gagal paham dengan ucapan Chiyome.


"Seranglah aku dengan teknik terbaikmu. jangan sungkan. sekali lagi kubilang, jangan sungkan." tantang Chiyome.


Ipah menggunakan kuda-kuda zenkutsu dan membawa kedua tinjunya ke dada. tatapannya tajam terarah kepada Chiyome.


Ibu muda iti hanya berdiri shuzentai menanti serangan dari Ipah. dengan sebuah pekikan ki-ai Ipah maju melancarkan serangan. tinjunya menggunakan pola ipponken terarah lurus ke wajah Chiyome.


ibu muda itu membiarkan serangan itu terarah. ia hanya menyerang tatapan gadis itu. sekali lagi akibat tatapan karasu tengu no gurrea yang diarahkan Chiyome menembus inti jiwa Ipah membuat kekuatan serangan itu berkurang setengahnya. 2 inci lagi tinju itu mengenai Chiyome, dengan sigap ibu muda itu menepisnya dengan naiwan ude uke menampar tinju itu dan maju menyarangkan nukite mengancam mata Ipah.


buru-buru gadis itu mengelak dan mundur selangkah dan kembali mengambil kuda-kuda zenkutsu. dihadapannya, Chiyome hanya berdiri dengan sikap shizentai. dengan napas memburu, Ipah menatapi ibu muda dihadapannya.


apakah memang seperti ini sikap seorang grandmaster? ataukah memang Chiyome memiliki gaya tersendiri menghadapi lawannya? apakah itu yang disebut gaya tanpa gaya?


"Kenapa diam Ipah? ayo, seranglah. jangan biarkan aku yang maju menyerangmu." tantang Chiyome.


"Jangan salahkan aku jika seranganku dapat melukaimu." ujar Ipah kemudian merendahkan pinggulnya. bagian lengan yang terjulur kedepan membentuk pola kumade sedang tangan yang terpentang membentuk pola washide.


Chiyome tersenyum dan mengembangkan tangannya kedua sisi. jemarinya terpentang lalu mulai membentuk pola kumade. tatapan wanita itu makin tajam.


melihat Ipah yang masih terpaku pada gayanya membuat Chiyome berinisiatif menyerang. Ipah begitu terkejut bahkan tak sempat menarik napas ketika tiba-tiba saja Chiyome telah berdiri dihadapannya.


Chiyome telah mengangkat tangan kanannya dan mengayunkan teknik age shuto uchi mengancam batok kepala Ipah. gelagapan Ipah mengerahkan tangkisan age uke. bagian sisi tangan Chiyome menghantam pergelangan tangan gadis itu. Ipah memekik lirih merasakan kekuatan yang menekan. gadis itu jatuh. beruntung Ipah menyangga tubuhnya dengan berlutut.


Chiyome tak membiarkan serangannya mental. dengan kuda-kuda kibadachi, gadia itu melayangkan tinju kirinya dengan pola nakadaka mengancam wajah Ipah. beruntung Ipah sigap menangkis dan memajukan kepalannya. Chiyome dengan mudah membaca serangan Ipah. ibu muda itu menangkis dengan pola naiwan uchi uke. sekali lagi Ipah melayangkan tinju, dan Chiyome menangkisnya lagi dengan naiwan gedan uchi uke.


kedua serangan gadis itu mentah. membuat Chiyome memajukan lututnya mengancam wajah Ipah. tak ada yang bisa dilakukan gadis itu kecuali menyilangkan kedua tangannya menghalangi wajahnya.


BUGH.... AUGH...


beruntung lutut Chiyome mendarat diantara persilangan lengan itu meskipun tetap saja memiliki daya dorong yang kuat membuat lengan Ipah justru menghantam wajahnya sendiri. gadis itu memekik sakit.


sekali lagi Chiyome maju melayangkan kaki kirinya dengan teknik gedan ura mae keri. Ipah kembali menurunkan silangan tangannya kebawah memblokade serangan itu.


TRAKK... IHHHH...


bagian ujung (koshi) kaki Chiyome menghantam persilangan lengan itu. Ipah merasakan lagi daya dorong keatas akibat ayunan tendangan itu. tubuh gadis itu terangkat dan terdorong kebelakang.


dalam posisi melayang diudara. Ipah tak memiliki pertahanan lagi. Chiyome maju melompat dan menyarangkan tendangan mae tobi geri yang bersarang dengan keras di perut Ipah.


tubuh gadis itu terlempar sejauh 5 meter dan jatuh berguling-guling hingga kemudian menelungkup. Ipah meringis kesakitan memeluk perutnya yang dihantam tendangan. perlahan gadis itu bangkit dan duduk meringkuk sambil mengaduh kesakitan. ia tak berani mengeluarkan suara.


Chiyome berdiri tegak lalu melangkah mendekati Ipah. gadis itu langsung mengulurkan tangannya dan melambaikan telapaknya.


"Aku menyerah... bolehkah aku istirahat?" keluh Ipah.


Chiyome kemudian duduk disamping Ipah yang masih memeluk perutnya yang melilit akibat daya tendangan itu.


"Kau tahu, kenapa kau tak mampu menahan seranganku?" pancing Chiyome.

__ADS_1


"Kau terlalu kuat." kata Ipah.


Chiyome menggeleng. "Bukan. masalahnya ke dirimu sendiri. kau kehilangan Zanshin...." []


__ADS_2