Lazuardi Cinta

Lazuardi Cinta
LAZUARDI CINTA # 106


__ADS_3

Pasangan Kevin dan Syafirah, duo enterpreneur pemilik dan pemegang saham tertinggi dalam MLT.Group itu memuji Kenzie yang menurut mereka cerdas dalam memilih tempat dan mampu bernegosiasi dengan baik perihal kerjasama antara dua perusahaan besar.


Kevin sendiri terkesan dengan gaya pemuda itu yang blak-blakan tanpa melanggar adab etika. kontrak kerja kembali berlanjut dan dua puluh lima tahun kedepan, dua perusahaan itu akan menjadi partner lagi dibidang ekstraksi sumber daya alam.


mereka bahkan kagum ketika menyadari negosiator dihadapan mereka masih berstatus seorang siswa yang sedikit lagi mengikuti ujian kelulusan.


"Anda terlalu memuji. sesama enterpreneur, kita sama-sama belajar berinteraksi. saya masih dalam tahap belajar. mungkin jika saya tidak mampu meyakinkan Bapak, atasan saya mungkin akan mengirimkan orang yang lebih piawai. itu adalah rumus lama dari setiap kesepakatan." jawab Kenzie merendah.


acara makan setelah penandatanganan kontrak kerja itu berjalan lancar dan sesuai keinginan masing-masing pihak.


"Insya Allah jika anda berkunjung ke Gorontalo, saya tak akan mengajak ke restoran, meskipun standar mereka tentu lebih layak untuk melayani anda." kata Kenzie sembari mengelap bibirnya yang basah karena minyak dengan tisu kertas yang tersedia di meja. "Saya pribadi yang akan melayani anda. dan insya Allah, anda tak akan kecewa."


"Oh ya? saya jadi penasaran, jenis layanan macam apa yang hendak anda tawarkan kepada kami?" pancing Syafirah dengan senyum dikulum.


"Dari segi kuliner tentunya." kata Kenzie.


"Anda juga seorang chef?" tanya Kevin.


"Nggak. tapi istri saya. dia juga bukan lulusan sekolah chef. tapi saya yakin anda berdua tak akan kecewa dengan kompetensinya. kemarin kami menjamu langsung orang-orang Armadja. Inc. dikediaman saya. mereka memuji masakan istri saya." kata Kenzie.


"Kelihatannya anda berpromosi." seloroh Kevin.


"Wah, kalau begitu saya minta maaf jika mungkin hal ini terkesan meremehkan kemampuan Arau Cafe & Resto. sebaiknya aku langsung menghadap manajernya untuk meminta maaf." balas Kenzie.


keduanya tertawa bersama dan mengakhiri pertemuan siang itu. Kevin bahkan berpesan kepada Kenzie untuk mengunjungi aula di hotel yang ditempatinya untuk merayakan perpanjangan kontrak kerja tersebut.


"Saya pasti datang. Insya Allah." jawab Kenzie menjabat tangan dengan erat tangan Kevin William dan menangkupkan tangan didada kepada Syafirah al-Katiri.


...*******...


Hotel Pangeran Beach, Padang. pukul 20.00 WIB.


sejak maghrib, hotel bintang 4 yang berlokasi di jalan Ir. H. Juanda itu telah ramai oleh para petinggi perusahaan MLT. Group. mereka memenuhi terrace restaurant yang memang dipersiapkan untuk itu oleh Rudi atas perintah Kevin.


sementara dikamarnya, Kenzie selesai mematut dirinya di cermin. dandanannya kali ini begitu formal. ia tahu ini bukan acara santai karena bisa jadi pejabat perusahaan maupun pemerintah diundang dihajatan ini. maka dia sebagai utusan Buana Asparaga, harus menampilkan kesan yang tak memalukan.


pemuda itu mengenakan stelan jas yang disewa langsung di butik hotel. setelah puas pemuda itu melangkah santai keluar kamar. begitu ia membuka pintu, nampak disana Puspita berdiri dengan dandanannya yang membuat Kenzie membelalak.


bagian dadanya agak rendah hingga belahan payudaranya begitu nampak mirip guratan ketapel. meskipun ia tahu bahwa ukuran gaun itu begitu serasi melekat ditubuh gadis itu.


"Kamu itu bisa nggak sih, pake pakaian yang beradab sedikit. pakaian belum jadi jangan kamu kenakan. kamu mau bikin malu aku ya?!" ujar Kenzie dengan kesal.


"Pak, ini juga saya kenakan untuk menjaga prestise bapak dihadapan orang-orang MLT. Group. apa bapak mau saya pakai baju-baju panjang kayak orang mau wisuda apa? jangan terlalu sensitif jadi laki-laki, Pak." balas Puspita dengan sengit.


"Eh, Pus. aku cuma ngingetin kamu. nggak mikir kamu itu perempuan? masa pakaian begini dipake?! sudah ganti saja dengan yang tertutup. lebih baik nampak kayak ibu-ibu pengajian ketimbang dewi fortuna kecemplung disumur kamu." olok Kenzie sambil bercakak pinggang.


"Eleee... enak di bapak, nggak enak disaya, dong. kenapa sih bapak usil sekali sama saya. tuh, pelototin payudara saya lagi. suka ya? megang saja pak. ibu nggak ada disini lho..." tantang Puspita dengan senyum nakal.


"Brengsek kamu! aku biarin kamu malam ini. tapi ingat di kantor. hati-hati kamu." ujar Kenzie dengan kesal dan menuding-nudingkan telunjuknya kepada Puspita, kemudian melangkah dengan cepat meninggalkannya.


Puspita sendiri hanya tersenyum lalu melangkah cepat menyusul atasannya itu. keduanya tiba di lift.


"Pak! tunggui dong, memang saya atlit marathon ya, seenaknya ditinggal?" sembur Puspita dengan kesal.


"Bodooo... siapa suruh kamu pakai gaun belum selesai dijahit." jawab Kenzie menekan tombol. tak lama lift membuka dan keduanya masuk kedalam.


"Kamu boleh saja senang ketika laki-laki lain memelototi bongkahan dadamu yang sebesar jeruk bali itu. tapi aku eneg liat pakaian kamu." kata Kenzie menekan lagi tombol dan lift itu bergerak turun.


"Pak. aku juga nggak ngeharap bapak pelototi tubuhku. aku cukup tahu diri. bapak sudah punya istri. tapi bapak jaga perasaan aku dong." balas Puspita.

__ADS_1


Kenzie mengangkat tangan. "Okey, aku nggak akan komentari pakaian kamu lagi. puas?!" ujar Kenzie dengan pandangan mencorong.


Puspita mendengus lalu membuang wajahnya kearah lain. sementara lift sudah tiba dilantai pertama. mereka berdua keluar dan melangkah menuju tempat yang dijanjikan.


Kenzie dan Puspita tiba di terrace restaurant tempat dimana acara dilaksanakan. keduanya disambut penerima tamu setelah memperlihatkan kartu hotel dan kartu acara. ketika memasuki kerumunan, tiba-tiba Puspita langsung menggandeng tangan Kenzie membuat pemuda itu sempat kaget, dan berupaya melepaskan. ternyata tenaga wanita itu cukup kuat juga karena Kenzie tak mampu melepaskannya.


pemuda itu mampu melepaskannya dengan kasar, namun itu dapat merusak prestisenya sebagai tamu. akhirnya Kenzie membiarkan meskipun berkali-kali dipelototinya Puspita, dan gadis itu memasang wajah tak perduli. ia balas menyapa ketika ada yang menyapa mereka.


tak lama muncul Kevin William dan sekretarisnya Rudi menyambut kedua insan itu.


"Wah, anda berdua ini intim sekali, layaknya suami istri." goda Kevin.


"Terima kasih..." jawab Puspita sambil tersenyum.


"Sebenarnya saya tidak suka digelayuti begini, kecuali oleh istri saya. namun sekretaris saya memaksa, katanya untuk menjaga prestise saya dihadapan anda. apalah dayaku?" jawab Kenzie.


ucapan itu menelanjangi Puspita dan tatapan sekretaris itu begitu menghujam kewajah Kenzie. pemuda itu tak mau kalah dan balas mencorongkan tatapannya ke Puspita. akhirnya gadis itu melengos dan mendengus membuang wajahnya ke arah lain.


Kevin tertawa bersama Rudi. "Anggaplah saya terkesan. tapi sudahlah. mari kita nikmati perayaan kita bersama."


"Terima kasih, anda sangat menghargai saya." jawab Kenzie sambil tersenyum dan sesekali mencoba melepaskan tangan Puspita dari lengannya, namun selalu saja tak berhasil, Kenzie makin jengkel menatap Puspita lalu menatap kembali Kevin dengan senyum.


diantar Kevin, keduanya kemudian duduk di meja paling depan. terlihat beberapa pelayan hilir mudik membawa nampan berisi hidangan dan sebagian lainnya ada yang menjamu tamu. didepan mereka nampak panggung pendek dan disana telah diramaikan oleh pemain musik lengkap menyanyikan lagu-lagu yang melarutkan suasana.


tak lama kemudian Kevin menaiki panggung pendek kemudian meraih pelantang.


"Halo, halo, tes... selamat malam, para tamu undangan." sapa Kevin seraya menatapi semua pengunjung pestanya. lelaki itu menyambung lagi. "Hari ini saya sangat senang menyadari betapa mudahnya Allah memberikan semua kepada saya. malam ini, saya mengundang anda untuk sama-sama mensyukuri suatu nikmat. yang mana siang tadi di Arau Cafe & Resto, saya... maksudnya kami dari MLT.Group telah kembali melanjutkan kontrak kerja yang kedua kalinya dengan PT. Buana Asparaga.Tbk dibidang ekstraksi sumber daya alam. semoga kerja sama kita akan selalu terjalin. salut untuk Kenzie dari Buana Asparaga."


Kevin melambai kearah Kenzie. pemuda itu membalas lambaian Kevin dengan mengangkat gelasnya seakan hendak melakukan toast. Kevin tersenyum lalu menatap para undangan.


"Ya, kita disemarakkan saja malam ini." kata Kevin kemudian disusul oleh alunan musik yang mendayu-dayu.


"Selamat menikmati jamuan." kata Kevin.


"Terima kasih." ucap Kenzie.


"Jangan sungkan. pesta ini untuk anda." kata Kevin lagi.


"Benarkah Pak?" tanya Puspita.


"Tentu saja. bukankah tadi sudah kusinggung bahwa acara ini terselenggara karena mensyukuri kerja sama kita, kan?" jawab Kevin.


"Saya sangat menghormatinya." balas Kenzie.


"Anda terlihat canggung." tegur Kevin tertawa setengah mengolok.


"Mungkin saya belum terbiasa. bagaimanapun, disini banyak orang yang lebih mumpuni dari saya. kami berdua, masih belajar. mohon dibimbing." jawab Kenzie.


Kevin menampar punggung Kenzie. "Nikmati saja acaranya." pria itu kemudian bangkit meninggalkan Kenzie dan berbaur dengan beberapa petinggi pemerintahan yang hadir memberikan selamat kepadanya.


Puspita mendekat. "Pak." panggilnya.


"Jangan terlalu mendekat. kita bukan muhrim." tegur Kenzie lagi dengan datar dan menekan.


Puspita menarik tubuhnya dengan wajah cemberut, lalu mendengus. Kenzie saja hanya menikmati makanan irisan daging, dan sebenarnya ia tak menikmatinya. seandainya didekat hotel ada kedai makanan, Kenzie lebih memilih kabur ke kedai dan menyantap nasi goreng saja. tapi dia tidak boleh memalukan ayahnya dalam pesta ini. Kenzie adalah perwujudan Adnan dalam acara ini.


sementara Puspita yang cemberut kemudian langsung menyambar botol anggur dan menuangkan semua isinya dalam gelas burgundy, dan langsung meneguknya tanpa jeda. gadis itu, entah tidak tahu atau pura-pura bodoh menyarap semua alkohol dalam minuman itu. ia mulai merasakan efek euforia. wajahnya yang putih mulai memerah.


Kenzie yang merasakan aura ganjil langsung menoleh dan membelalak. botol itu kosong melompong dan Puspita nampak duduk dengan oleng. dia menghabiskan seluruh anggur itu sendirian.

__ADS_1


"Pus, apa-apaan sih kamu?" tegur Kenzie dengan lirih. Puspita hanya terkekeh. tiba-tiba gadis itu berdiri dan melangkah sempoyongan ke panggung. Kenzie menatapnya dengan cemas.


"Pus! kemari kamu!" panggil Kenzie dengan lirih, takut membuat masalah.


Puspita meraih pelantang dan menatap Hadirin pengunjung pesta itu. ia mengetuk-ngetuk pelantang itu membuat para hadirin langsung menatap panggung.


Kenzie mengumpat-umpat Puspita melalui gerakan bibir, tanpa suara. Puspita melihatnya namun hanya melambaikan tangannya saja, membuat Kenzie kembali memaki-maki dalam gerutunya.


"Hai, hadirin yang saya hormati. terima kasih telah datang dan bersama-sama mensyukuri adanya kerja sama bilateral antara perusahaan. untuk menghormati anda semua, ijinkan saya melayani anda lewat lantunan irama melodi saja." ujar Pupita lalu melangkah menuju para pemusik dan membisikkan tembang apa yang hendak dinyanyikannya. para pemusik itu kemudian melantunkan sebuah lagu.


Puspita bergoyang sedikit meskipun sempoyongan. dan tak lama kemudian, mengalirlah dari bibirnya suara mendayu bagai buluh perindu.


๐ŸŽถ party girl don't get hurt, can't feel anything when i learn i push it down, push it down ๐ŸŽถ


Kevin dan Rudi langsung menyimak nyanyian gadis itu. semantara Puspita terus saja melantunkan tembangnya.


๐ŸŽถ i'am the one for a good time call phones blowin' up ringin' my doorbell i fell the love, feel the love oooo...๐ŸŽถ


sambil menggenggam pelantang, puspita turun.


๐ŸŽถ one, two, three-one, two, three drink. one two three, one two three, drink. one two three one two three drink, throw' in back 'till i lose count๐ŸŽถ


Puspita mendongak, mempertontonkan leher jenjangnya yang putih. semantara Kenzie menatapnya dengan nanar.


๐ŸŽถ i'am gonna swing from the chandeller... from chandeller... i'am gonna live like tomorrow doesn't exist... like it doesn't exist.... i'am gonna fly like a bird through the night, feel may tears as they dry.... i'am gonna swing.. from the chandeller.... from the chandeller...๐ŸŽถ


Puspita merayakan tangannya didada Kenzie membuat lelaki itu langsung merinding tanpa bangkit dari duduknya.


๐ŸŽถ but i holding on for dear life, wont look down, wont open my eyes. keep my glass full untill morning light. cause i'm just holding on for tonight... help me i'm holding on for dear life, wont look down wont open my eyes. keep my glass full untill morning light. cause i'm just holding on for toninght... on for tonight...๐ŸŽถ


Puspita kemudian melangkah mendekati Kevin, sementara Kenzie langsung berdiri menyusul Puspita.


๐ŸŽถ Sun in up, i'am mess gotta get out now, gotta run from this. here come the shame, here come the shame.๐ŸŽถ


Puspita berputar-putar bagai penari balet disaksikan para hadirin yang kagum.


๐ŸŽถ one two three one two three drink. one two three one two three drink. one two three one two three drink throw i'm back 'ill i lose count๐ŸŽถ


Puspita menumpahkan emosinya ditengah kumpulan hadirin yang melingkarinya sambil bertepuk tangan mengikuti irama. sementara Kenzie menatapinya saja dari kumpulan hadirin.


๐ŸŽถ i'am gonna swing from the chandeller... from the chandeller.... i gonna live like tomorrow doesn't exist... like it doesn't exist..... i'm gonna fly like a bird through the night feel my tears as they dry... i'm gonna swing from the chandeller... from the chandeller...๐ŸŽถ


Kenzie langsung menyerobot dan mendekati Puspita dan pada saat itu puspita langsung memeluknya membuat Kenzie kaget.


๐ŸŽถ but i'm holdingon for dear life. won't lokk down won't open my eyes. keep my glass up untill morning light cause i'm holding on for tonight help me i'm holding on for dear life, i won't look down won't open my eyes. keep my glass up untill morning light cause i'm holding on for tonight ๐ŸŽถ


tepukan meriah mengiringi lagu yang selesai ditembangkan oleh Puspita yang mengangkat tangannya sempoyongan menyambut applause para hadirin. Kenzie langsung membopongnya.


"Terima kasih. dan ijinkan saya membawa sekretaris saya untuk beristirahat sejenak. kelihatannya dia mabuk seperti apa yang ditembangkannya barusan." kata Kenzie, diiringi tawa para hadirin dan mereka mengijinkannya meninggalkan acara malam itu.


dengan tertatih-tatih Kenzie membopong Puspita yang mabuk berat memasuki hotel. keduanya terus memasuki lift setelah Kenzie menekan tombolnya.


"Memalukan. kenapa kamu nggak mabuk sekalian dikantor?" gerutu Kenzie. Puspita tertawa.


"Ketawa lagi. dikira aku bercanda ya?!" hardik Kenzie.


tiba-tiba Puspita langsung melingkari leher Kenzie dengan kedua lengannya. pemuda itu langsung menghirup bau anggur dari bibir Puspita yang merekah.


"Apa-apaan ini Pus?! lepaskan!" hardik.

__ADS_1


"Kenzie.... aku jatuh cinta padamu." ujar Puspita dengan polos sambil tersenyum menggairahkan.[]


__ADS_2