Lazuardi Cinta

Lazuardi Cinta
LAZUARDI CINTA # 52


__ADS_3

prosesi pemakaman Heitaro Koreyuki berlangsung khidmat dan syahdu. sekali lagi seorang pendeta buddha mulai menyenandungkan bait-bait sutra berbahasa sanskerta. didepan barisan yang mengikuti adalah Ienaga dan kedua putranya serta Hinata yang sedang memeluk Momotaro. adapun Kameie dan keluarganya berada disisi kanan keluarga Chigaji. Endi, Trias dan Iyun memilih berada dibarisan belakang. sejak tadi, penampilan Iyun yang tertutup sempat menarik perhatian para pelayat sehingga Endi memutuskan ia akan duduk dibarisan paling belakang saja.


disisi kiri keluarga Chigaji, duduk Shinobu Tsukasa yang dikawal Hidesato Fujiwara, sedang Tasuku sengaja duduk dibarisan keluarga Mochizuki sambil sesekali mengintip kegiatan cucunya yang sekarang berstatus seorang istri dari seorang lelaki bernama Kenzie.


proses pemberian kaimyo (dalam ajaran islam, disebut dengan gelar almarhum.) yang ditulis atau dilukis dengan menggunakan huruf kuno yang sudah sangat langka digunakan. setelah itu beberapa pelayat kemudian meletakkan setangkai bunga Krisan putih keatas peti, hingga tiba bagi Kumicho dan beberapa orang pejabat wilayah dan ranting kota meletakkan masing-masing setangkai krisan putih.


setelah seluruh anggota keluarga Chigaji dan Mochizuki meletakkan setangkai bunga krisan putih, panitia pemakaman kemudian membawa peti Koreyuki yang sudah dilapisi kain warna merah dan biru menuju ruang krematorium.


Ienaga memimpin anggota keluarganya mengikuti para panitia yang sedang mendorong peti. sementara Kameie menyambuti tamu yang masih ingin berlama-lama.


diruangan kamar ini, Ienaga dan kedua putranya, menatapi panitia yang mulai memindahkan jenazah kedalam sebuah penampang agar bisa didorong dengan mudah kedalam celah kremasi.


prosesi kremasi dimulai. Ienaga dan kedua anaknya menunggui proses kremasi jenazah didalam krematorium. prosesi peleburan tubuh manusia kembali menjadi unsur-unsur alam itu memakan waktu selama 2 jam.


setelah proses kremasi selesai, pegawai krematorium kemudian mengeluarkan hasil kremasi yang kemudian diserahkan kembali kepada pihak keluarga.


Keitaro Yasuyori dan Keitaro Yasunori dengan telaten memisahkan bagian-bagian tulang dan abu mendiang Heitaro Koreyuki dengan menggunakan sumpit. benda-benda itu dimasukkan kedalam kotsutsubo (kendi untuk menyimpan tulang belulang orang yang sudah dikremasi). secara berurut, mulai tulang kaki hingga tengkorak. sedangkan abu jenazah lalu disemayamkan dalam kendi yang lain.


Yasunori kemudian membawa kotsutsubo ke rumah kediaman keluarga Chigaji yang nantinya diletakkan pada altar khusus selama 35 hari dengan dupa yang terus menyala selama 24 jam penuh.


sementara upacara penguburan mendiang Heitaro Koreyuki telah selesai. para pelayat yang terdiri dari sebagian besar anggota Yamaguchi ranting kota Tokyo kemudian diberikan sekotak daun teh hijau bersama sebuah kartu ucapan terima kasih.


...*********...


Ienaga sekeluarga sekarang sedang sibuk dalam kesyahduan mendoakan arwah mendiang Heitaro Koreyuki selama 35 hari berturut-turut dengan memasang dupa selama 24 jam penuh. setelah 35 hari berlalu, maka kendi ketsutsubo akan kembali disemayamkan di rumah persemayaman abu jenazah. setelah itu mereka akan mengenang Heitaro pada hari ketujuh, lalu pada hari ke 49, kemudian pada tahun pertama, lalu tahun kelima, tahun ketujuh, tahun ke 13, dan terakhir ditahun ke 50.


Kameie meminta ijin kepada sahabatnya untuk menggelar resepsi pernikahan putrinya dengan cara yang sangat sederhana, hanya dihadiri olehnya, Fitri, Aisyah beserta Trias dan istrinya serta Endi sebagai perwakilan Adnan.


bagaimanapun Ienaga paham bàhwa sebenarnya tak ada yang patut dijadikan alasan untuk bersedih. ia mengutus Yasunori sebagai perwakilannya. resepsi sederhana itu dilaksanakan ditaman samping rumah kediaman keluarga Mochizuki.


Kenzie mengenakan stelan jas putih-putih dengan hiasan bunga mawar merah muda pada saku jasnya. lehernya diselimuti oleh syal tebal untuk melindunginya dari sengatan udara dingin karena cuaca yang bersalju. sedangkan Chiyome mengenakan kimono homongi hitam tebal dengan hiasan bunga. bagian dalaman pakaian itu berwarna merah. fukuro-obi berwarna putih dan diikat dengan tali berwarna lembayung. pada sabuk itu disisipkan sebilah kaiken (pisau) bersama hakoseko (kantung kecil berisi cermin hias). wajah gadis itu dibedaki tipis dan rambutnya disanggul, kemudian disembunyikan dalam mahkota tsuni kakushi yang dihiasi dengan ornamen indah. jemari kanannya yang lentik menggenggam sebuah kipas yang dikatupkan.


para hadirin mengenakan pakaian formal stelan jas hitam-hitam. Fitri dan Aisyah mengenakan busana terbaik yang dipesan secara pribadi oleh Kameie di butik. mereka duduk dengan tertib di genkan dan menonton kedua mempelai melaksanakan segala protokoler resepsi pernikahan adat itu.


tahap pertama yaitu penyucian kedua mempelai tidak dilaksanakan karena digantikan ijab kabul. Kenzie mengambil gayung bambu dan menciduk sekedup air dari batang bambu yang dilubangi, lalu membasuhi kedua tangan Chiyome, kemudian dirinya sendiri.


acara kedua adalah pembacaan Surat Pengakuan Pernikahan dari Lembaga Pencatatan Sipil Negara dari Kedutaan Besar Indonesia di Jepang oleh Kameie sendiri, supaya para hadirin menjadi saksi bahwa keduanya telah menikah secara resmi dan disahkan oleh negara.


acara ketiga adalah prosesi san san kudo. kedua mempelai duduk dalam posisi seiza ditengah tatami tebal yang di hampar dihalaman tersebut. dihadapan mereka terdapat sebuah meja pendek. disana tergeletak tiga buah cawan yang telah di isi penuh dengan sake. tiga cawan itu terdiri atas cawan kecil (masa lalu), cawan sedang (masa kini) dan cawan besar (masa depan). karena Kenzie tidak mampu menahan pengaruh alkohol, maka Kameie menggantinya dengan sake manis yang biasa disebut Amazake.


atas perintah Kameie, kedua mempelai itu secara bergiliran menyesap amazake sebanyak 3 kali ditiap cawan, hingga 3 cawan berisi sake manis itu tandas tak bersisa. dengan begitu tercapailah kesepakatan bahwa benar keduanya saling mencintai dan siap mengarungi bahtera rumah tangga dengan hati yang mantap.


acara keempat adalah pembacaan sumpah setia yang diganti dengan pembacaan sighat taklik. Kenzie dengan wajah yang berbinar, sambil menatapi Chiyome dengan tatapan kasih, ia dengan lantang menyuarakan sumpahnya.


"Dengan akad yang terlaksana di Masjid Camii Tokyo, bersama acara adat shinzenshiki ini, saya, Kenzie Ardiansyah bin Adnan Lasantu berjanji dengan sesungguh hati, bahwa saya akan menepati kewajiban saya sebagai seorang suami, dan akan saya pergauli istri saya, Chiyome binti Kameie Saburo Mochizuki dengan baik menurut ajaran syari'at islam. apabila saya meninggalkannya selama 2 tahun berturut-turut tanpa kabar, atau tidak memberi nafkah wajib kepadanya selama 3 bulan, atau menyakiti tubuh dan hatinya, atau menelantarkannya selama 6 bulan lamanya, dan kemudian dia tidak ridha lalu mengadukannya kepada negara lalu pengaduannya diterima, kemudian dia membayar uang pengganti sebanyak yang ditentukan oleh negara, maka demikian jatuhlah talak satu saya padanya."


Chiyome yang mendengar sighat taklik itu secara tak sadar bergumam, "Wiffy nggak mau bercerai darimu, Hubby... dan jangan berani Hubby melepaskan Wiffy." rengekan yang lebih mirip ancaman itu terdengar oleh para hadirin, membuat mereka seketika tertawa geli.


Kenzie menatapi Chiyome, "Siapa juga yang mau melepas Wiffy? hanya Allah yang bisa melepaskan Wiffy dari Hubby."

__ADS_1


"Nggak mau! bahkan Tuhan pun akan kuancam agar tidak berani memisahkan kita!" tandas Chiyome semakin menambah rasa geli dihati para hadirin, khususnya Kameie yang telah benar-benar yakin bahwa Chiyome hanya bisa bahagia bersama Kenzie.


Aisyah berdiri lalu menuruni genkan menuju kepada kedua mempelai tersebut dan menyerahkan masing-masing sebuah kotak kecil ditangan mereka. Kenzie dan Chiyome membuka kotak itu, mengambil cincin dan menyematkan pada jari pasangannya.


setelah itu Kameie dan Fitri memutar duduknya menghadap Endi sebagai perwakilan Adnan. pria botak itu memutar duduknya menghadap kearah dua laki-bini itu. Trias menuangkan sake murni kedalam cawan milik Kameie, sedangkan Iyun menuangkan sake untuk ayah mertuanya.


"Dengan ini, ikatan keluarga kita sudah terjalin dengan kuat!" seru Kameie sambil menegak sake dengan sekali tegukan. Endi membalas mengangkat cawan berisi sake itu.


"Atas nama Adrian Lasantu, ayah dari Kenzie, Aku menyanggupi ikatan kuat keluarga ini. gangbai!!!" seru Endi juga meneguk sake tersebut dengan sekali tegukan.


pada dasarnya kedua lelaki ini memang penikmat minuman keras, jadi Endi sudah biasa dengan rasa khamr, meskipun rasa itu mulai perlahan ditinggalkannya.


acara selanjutnya adalah sesi foto bersama. Yasunori menjadi bagian dokumentasi, dan mengabadikan momen pernikahan tersebut. setelah itu Kameie beserta Fitri dan Aisyah, meninggalkan kediaman tersebut. begitu juga dengan Endi bersama putra dan menantunya.


sebelum pergi Trias memesan, "Jangan lupa pake ******! kalian berdua masih sekolah!"


Iyun yang risih langsung menjewer telinga suaminya hingga Trias mendengking-dengking kesakitan dan terpaksa mengikuti langkah istrinya meninggalkan rumah itu. masih terdengar omelan Iyun, "Kamu kenapa urusi mereka?! mau channelmu nggak berfungsi lagi?!"


"Ya Beb, ampun... ampun..." lolong Trias yang suaranya makin menjauh.


...**********...


masih dengan pakaian pengantin, keduanya melepas sepatu dan sandal kayu, kemudian menaiki genkan dan menggeser pintu shoji yang dihiasi kaca tersebut. diruang utama itu terhampar sebuah futon tebal yang lembut. keduanya merebahkan pantatnya di futon tersebut. Kenzie duduk bersila menatapi Chiyome.


Chiyome sendiri duduk bersimpuh dan menatapi pemuda dihadapannya yang kini telah sah menjadi pendamping hidupnya. kedua tatapan itu bertemu, membuat Chiyome langsung menunduk dan tersipu.


"Hmmm... masih bisa juga Wiffy tersipu... apa Hubby seganteng ini?" kata Kenzie sambil mengangkat alisnya berkali-kali.


"Nah, karena sekarang sudah sah, kita main yuk?" ajak Kenzie dengan senyum nakal.


Chiyome tertawa, "Hubby sudah nggak nahan ya?"


"Tentu..." jawab Kenzie sambil tersenyum. "Hubby sudah nahan begitu lama. sekarang saatnya janji Hubby. dijamin Wiffy nggak mau bangun semalaman, bahkan seharian." ujarnya kembali dengan senyum nakal.


Chiyome sejenak merinding, "Ih... Hubby mau nerkam Wiffy? memangnya Wiffy, mangsa?"


Kenzie tertawa sambil melepas jas dan melonggarkan dasinya. ia melepas dua kenop kemejanya, menampakkan dada bidang dibalik kemeja yang terbuka. Chiyome mendekat hingga keduanya berhimpitan. wajah mereka akhirnya bertemu dan bibir keduanya menyatu. mereka memainkan teknik lidah untuk mencapai kepuasan hingga akhirnya keduanya melepaskan diri karena nyaris kehabisan napas.


"Wiffy mau pake pengaman?" tanya Kenzie ketika istrinya mulai menguak lebar kemeja suaminya dan melonggarkan ikat pinggang agar gampang memelorotkan celana Kenzie.


"Nggak! saat ini Wiffy sudah siap dibuahi. Wiffy ingin langsung punya anak!" jawab Chiyome tegas membuat Kenzie kaget.


"Yang benar?" pancing Kenzie sambil menciumi leher jenjang istrinya sementara Chiyome melepaskan mahkota dan melepaskan ikatan sanggul hingga rambut hitamnya yang mengkilap itu terurai sepanjang punggung.


Chiyome mendesah menerima cumbuan demi cumbuan yang diberikan Kenzie. gadis itu mengambil remote dan menekan tombol mengaktifkan sound speaker mengalunkan lagu yang paling mereka kenal.


haruskah ku ulangi lagi... kata cintaku padamu...


yakinkan hatimu....

__ADS_1


haruskah terlintas didada...keraguanmu itu... susahkan hatimu...


Kenzie dengan gencar menggerayangi leher dan dagu Chiyome sambil melepaskan tali pengikat fukuro obi dan melepaskan ikatan sabuk besar itu membuat homongi hitam Chiyome menguak memperlihatkan dua bongkahan payudara yang membulat kencang bersembunyi dengan malu dibalik kimono.


tak akan ada cinta yang lain.... pastikan cintaku hanya untukmu...


pernahkah terbesit olehmu... akupun takut kehilangan dirimu....


Kenzie membiarkan kimono itu menguak begitu saja. ketika Chiyome hendak melepasnya, lelaki itu menahannya. "Biarkan seperti itu, kau lebih terlihat seksi dan menggairahkan dalam balutan pakaian itu." jawab Kenzie membuat Chiyome kembali tersipu.


keduanya kembali saling memagut. kali ini lebih intens dan semakin liar. beberapa kali Chiyome mendesah dan merintih menerima stimulasi demi stimulasi birahi yang disuntikkan Kenzie melalui pagutan dan hisapan leher dan kedua payudaranya secara bergantian. beberapa tanda kissmark mulai nampak dibeberapa organ birahi milik Chiyome.


ingatlah satu bait kenangan.... cerita cinta kita... yang tak pernah berubah...


buang semua anganmu itu...


percaya takdir kita... aku cinta padamu...


Chiyome menarik retsleting celana Kenzie kebawah dan tangannya menelusup menggapai bagian menonjol dibalik cawat lelaki itu. perlahan Chiyome mengeluarkan tombak milik Kenzie yang sudah mengacung tegak. tubuh keduanya kemudian mulai membaring dilantai. Chiyome mulai melebarkan kedua tungkai kakinya dan menuntun tongkat sakti Ruyi Jingu Bang milik suaminya kedalam periuk senggama miliknya yang sedari tadi basah oleh pelumas alamiah tubuhnya.


tak akan ada cinta yang lain.... pastikan cintaku hanya untukmu...


pernahkan terbersit olehmu... aku pun takut kehilangan dirimu....


dengan lancar sesenti demi sesenti lingga kejantanan Kenzie mulai menguak liang garba istrinya yang masih sempit. keduanya meringis menikmati rasa aneh yang ditimbulkan oleh syaraf-syaraf dipermukaan kulit keduanya. akhirnya ujung tombak Kenzie tertahan oleh semacam sekat tebal yang membuatnya terpaksa menyentakkan sedikit. Chiyome memekik kecil sambil menjambak rambut Kenzie karena merasa dekat itu terkoyak dan rasa sakit langsung menyengat bagian paling pribadinya.


Chiyome tak mau menjerit. ia hanya menggigit bibirnya sendiri dan memejamkan mata meski tak sadar setitik dua titik air bening jatuh membanjir dari kelopak matanya yang memejam. tubuhnya menegang beberapa saat menerima rasa sakit itu meskipun Kenzie berupaya melakukannya dengan perlahan dan lembut.


"Sakit, Wiffy?" tanya Kenzie dengan gemetar dan penuh rasa tak tega. namun Chiyome menggeleng cepat agar suaminya tidak merasa bersalah. ia wanita kuat yang sudah siap menerima hujaman demi hujaman cinta yang memang ia nantikan dari suaminya. sekilas rasa sakit tak akan membuatnya menyerah demi membahagiakan suaminya dengan persembahan yang terindah.


"Teruskan..." pintanya.


akankah nanti.... terulang lagi.... jalinan cinta semu...


dekatlah padaku... bukalah mata hatimu....


karena permintaan istrinya, Kenzie mulai menghentakkan senjatanya dengan lembut, ritme yang pelan agar keduanya terbiasa menerima sentuhan psikologis dari gesekan kulit yang dilumuri cairan pelicin itu. makin lama ritmenya mulai sesuai dan teratur bersahutan bersama lenguhan dan serangan kedua pasangan itu silih berganti.


keduanya menikmati peleburan dua zat melalui penghancuran sekat pemisah yang menyebabkan keduanya menyatu dalam ritme hentakan lingga yang menghujam secara teratur kedalam dasar yoni. tanpa mereka sadari, 1 jam berlalu dan mereka belum merasakan lelah sedikitpun. akhirnya untuk menggapai kepuasan tertinggi dalam olah birahi itu, mereka mencoba berbagai gaya setubuh.


hingga akhirnya Kenzie merasakan sensasi kram dibagian pelirnya lalu menjalar ke pinggul dan mulai menuju kebagian batangnya. begitu juga dengan Chiyome yang merasakan bagian-bagian dindingnya berkedut-kedut.


keduanya menjerit dan saling menegang hingga akhirnya menumpahkan hasrat tertinggi dalam penyatuan maha indah. susu amerta sang Kamajaya yang tertuang penuh dalam periuk cinta sang kamaratih, menyatu membentuk pusaran kehidupan baru.


Kenzie menatapi wajah Chiyome yang terlihat bahagia ditengah pasrahnya ia menerima anugerah terindah dari suaminya. dan pemuda itu tersenyum karena berhasil mendapatkan mahkota kehormatannya sebagai seorang suami. masih dalam posisi itu, perlahan Kenzie merebahkan wajahnya di belahan payudara istrinya. membiarkan telinganya mendengar degup jantung sang istri yang masih memacu menikmati sisa-sisa ektase kenikmatan tersebut. sementara lagu masih terus mengalun....


Tak akan ada cinta yang lain....


pastikan cintaku hanya untukmu....

__ADS_1


pernahkah terbesit olehmu....


akupun takut kehilangan dirimu.... []


__ADS_2