
sebulan sudah Chiyome melahirkan bayinya. 7 hari setelah kelahiran Saburo, Bapu Ridhwan menyambangi keluarga Lasantu. ia begitu gembira melihat bayi Saburo dan memintanya untuk memondongnya. Chiyome memberikannya. satu hal yang tak dilupakan Chiyome dari kalimat buyutnya.
Nak, besar nanti jadilah kau raja. auramu adalah seorang raja. buyutmu ini selalu mendoakan kau bisa memenuhi ambisimu. kekuatanku, dan kekuatan Mamoru akan memenuhi tubuhmu...
sesuai kesepakatan, Adnan berniat mengadakan resepsi pernikahan untuk Kenzie dan Chiyome. tak ada lagi yang disembunyikan. Adnan tidak tahu bahwa Endrawan telah mendeteksi pelaku fitnah itu. Trias meminta ayahnya untuk menahan informasi itu kepada Adnan. sebaliknya, ia memberi tahu Kenzie lewat kode seperti yang mereka lakukan bersama sebelumnya.
Kenzie geram bukan main. ia menatapi sahabatnya itu. "Tega benar dia ya? nggak tobat dia, gusinya sudah lompong begitu masih mau berbuat kefasikan?"
"Undang dia secara baik-baik ke resepsi pernikahanmu. kita akan lihat reaksinya ketika kamu memintanya untuk memohon maaf kepadamu disaksikan oleh hadirin undangan. jika dia lari atau tak mengakuinya. kita akan lakukan hal yang sudah-sudah sebagaimana sebelumnya. Deal???" pancing Trias sambil mengedipkan mata.
Kenzie terkekeh. "Deaaaalll..."
...********...
hari itu adalah uji coba bagi sekolah kembali membuka tatap muka, karena 8 bulan sebelumnya telah menutup sekolah dan mengalihkan pembelajaran ke sistim daring. dikelas itu Kenzie menyerahkan sebuah undangan untuk Fendi Modanggu, mantan ketua kelasnya yang kini menjadi ketua kelas 12 IPS 2.
"Apa ini?" tanya Fendi yang bingung.
"Resepsi pernikahan aku dengan Chiyome..." jawab Kenzie dengan tenang. "Itu undangan resmi untuk kelas kita. semua warga kelas 12 IPS 2 diundang ke acara itu. sekalian aku akan menjelaskan semuanya tanpa tertutup. termasuk pernikahan Trias dengan Inayah."
sementara Trias hanya tersenyum sambil mengangguk-angguk. Fendi ikut menatapi Trias lalu mengangguk. setelah menyerahkan kertas undangan tersebut. Kenzie melirik kearah Trias.
pemuda itu paham lalu bangkit melangkah meninggalkan kelas diikuti oleh Kenzie. keduanya melangkah santai menyusuri koridor sekolah.
"Ken... yang punya kantin sudah dikasih undangannya?" tegur Trias. Kenzie tertawa. "Mereka nggak perlu undangan tertulis. kata Papa, mereka cukup diberikan undangan lisan saja. kau saja yang ngundang ya? kau kan menguasai retorika bahasa."
"Terserah lo aja." jawab Trias.
Mereka tiba dikoridor kelas 12 Bahasa 1. Trias meminta undangan kosong. Kenzie memberikannya. Trias kemudian menuliskan sebuah nama pada undangan itu.
"Syarifah Hamid. siapa tuh?" tanya Kenzie dengan penasaran.
Trias tersenyum datar. "Ada aja."
Kenzie terkekeh. "Ya sudah. antar sana. Aku bersyukur saja kau bisa move on setelah 9 bulan ini."
Trias melangkah masuk ke kelas 12 Bahasa 1 tanpa mengetok. ia menatapi kerumunan siswa-siswi kelas 12 Bahasa 1 yang menatap pemuda tersebut.
Trias menemukan keberadaan Syarifah diantara para siswi. ia melambai memanggil gadis itu. Syarifah bangkit mendekati Trias. gadis itu keseharian di sekolah memang tak memakai jilbab, membuat Trias sedikit merasa cemburu.
"Ada apa?" tanya Syarifah dengan lembut.
"Ini.... datanglah... aku harap kau bisa datang." jawab Trias sambil menyerahkan undangan.
Syarifah menerima undangan itu dan membukanya. kemudian ia mengangguk dan menatapi Trias.
"Kau akan menjemputku?" tanya Syarifah spontan membuat wajah Trias perlahan memerah mendengar keberanian gadis itu. ia memang bukan Iyun yang nampak dengan segala sifat pemalunya. tapi ada aura aneh yang membuat Trias mulai merasa dekat dengan gadis itu.
"Iya. aku akan menjemputmu. jadi persiapkan dirimu dan berdandanlah secantik mungkin." kata Trias.
Syarifah justru menggeleng. "Aku nggak mau berdandan cantik. aku tak suka menjadi pusat perhatian orang."
"Terserah kamu saja. yang penting pakaian itu pantas ke pesta." kata Trias.
"Aku nggak punya pakaian yang layak ke pesta. aku baru sekali ini ke resepsi pernikahan dan itu kamu yang ngundang." jawab Syarifah dengan jujur.
__ADS_1
Trias menarik napas lalu mengangguk. "Okey, sebentar siang ikut denganku. kita belanja bajumu."
Trias langsung balik meninggalkan kelas. semakin lama bwrada dikelas itu, berada dihadapan Syarifah bisa membuat jantungnya berdebar tidak karuan. Trias menemui Kenzie yang berdiri dikoridor.
"Lama sekali kamu. lagi ngapain saja dengan perempuan itu? lagi pedekate atau negosiasi lo?" tanya Kenzie sambil terkekeh.
"Lagi negosiasi. orangnya rada unik." jawab Trias. "Itu kelasnya orang itu." ujar Trias menunjuk kelas 12 IPA 1
"Kau saja yang berikan. aku nggak sanggup liat mukanya. aku takut keterusan. bukan undangan yang kuberi, malah polungku yang kuhadiahkan ke mulutnya yang penuh gigi palsu itu." kata Kenzie dengan kesal.
"Ya sudah. kesinikan undangannya." pinta Trias menjulurkan tangannya. Kenzie menyerahkan kertas undangan itu. Trias meraihnya lalu melangkah santai menuju kelas 12 IPA 1.
kebetulan dikelas itu, Ibu Kartin sedang masuk mengajarkan mata pelajaran yang diampuhnya. kemunculan Trias membuat guru bertubuh gendut itu menghentikan kegiatannya.
"Ada apa Trias?" tanya Ibu Kartin.
hm... sikap angkuhnya nggak berubah juga... penderita post power syndrom kayaknya ibu ini... dia pikir kelas binaannya masih menjadi kelas favorit?
Trias mendehem lalu masuk kemudian menyerahkan kertas undangan. Ibu Kartin meraihnya dengan wajah berkerut. ia penasaran.
"Resepsi pernikahan Kenzie?" Ibu Kartin terkekeh, "Jadi dia mau nikahi anak jepang itu karena sudah terlanjur..."
"Sebaiknya, ibu dan anak-anak ini menahan kalimat itu dan tak melontarkannya. jika tidak, ibu akan menyesal sejadi-jadinya dan akan malu mengangkat wajah ibu dihadapan kami." kata Trias dengan nada mengancam. pemuda itu kemudian menatapi semua siswa kelas 12 IPA 1 yang hadir. ia menemukan orang tersebut.
"Kau dan Ibu Kartin yang paling wajib hadir untuk itu." kata Trias sambil menudingkan jarinya kearah ketua kelas 12 IPA 1, "Sudah cukup kau mempermalukan aku dan Inayah. sekarang kau berulah lagi dengan menfitnah Chiyome. kalau kau tak hadir. bisa kupastikan seluruh preman sekota Gorontalo akan kebagian jatah untuk menyumbangkan pukulannya ketubuhmu. ingat! kusarankan pada pesta itu kau meminta maaf dengan jantan. jika tidak, jangan salahkan kami jika sesuatu yang buruk akan terjadi padamu."
selesai menebar ancaman, Trias keluar dari kelas 12 IPA 1 dan melintasi koridor. Kenzie mendekatinya.
"Ayo. kita mengirim pesan terakhir." ajak Trias menarik Kenzie menuju ruang dewan guru dan kantor kepala sekolah.
...**********...
Trias mengajak Syarifah berjalan-jalan ke pusat perbelanjangan di wilayah kampung Cina. disana banyak terdapat toko yang menjual bahan sandang.
"Sekarang pilihlah... mana diantara pakaian ini yang kau suka?" tanya Trias dengan wajah sedikit keruh.
Syarifah hanya tersenyum. perlahan jemarinya terulur dan menyentuh dada Trias. "Aku pilih yang ini saja...."
Trias terdiam sambil mengembalikan baju itu ke gantungannya. tak lama, pemuda itu tertawa dan meraih Syarifah ke dalam pelukannya. gadis itu sendiri membenamkan wajahnya dengan malu didada Trias, ditatapi oleh pengunjung dan penjaga toko yang baper dengan kelakuan mereka berdua.
...*******...
perayaan resepsi pernikahan Kenzie dan Chiyome diselenggarakan di sebuah hotel paling besar dan terkenal dikota Gorontalo. para pejabat juga diundang, bahkan Sekretaris kantor wilayah dinas pendidikan, Dr. H. Husin Ali diundang.
malam itu Chiyome mengenakan baju adat Bili'u lengkap dengan mahkota buyao loude dan konde yang dipasangi sunthi. sedangkan Kenzie mengenakan pakaian adat walimono lengkap dengan mahkota payungga. mereka berdua sepakat menjadikan warna hijau sebagai warna pakaian pengantin mereka. kedua mempelai itu duduk di puade. disaksikan oleh para hadirin.
mereka mengakui bahwa Kenzie dan Chiyome memang pasangan yang serasi. beberapa pejabat menyalami Adnan kemudian duduk ditempat yang telah disediakan. sistim acaranya adalah tamu datang langsung disuguhi makanan. hal ini berguna apabila acara yang dilaksanakan paling banyak pertemuan. para hadirin dipersilahkan untuk mengisi perutnya dulu.
sementara bayi saburo yang berusia 1bulan 2 minggu sementara dipeluk oleh Mariana dan Aisyah bergantian. tanpa lupa, Aisyah juga mengundang Stefan pada acara itu. Adnan mengundang seluruh karyawan kantornya dan kolega bisnisnya. Kenzie dan Trias mengundang teman-teman sekolahnya beserta dewan guru dan kepala sekolahnya.
setelah hadirin puas dengan suguhan prasmanan dan cemilannya. kini Adnan maju ke panggung dan menyapa para hadirin. ia kemudian menjelaskan maksud dari terselenggaranya resepsi pernikahan tersebut.
"Hal ini semata-mata menepis anggapan bahwa putra kami berdua ini telah melakukan sesuatu yang melanggar hukum. silahkan diperhatikan tanggal rekaman video dibuat supaya anda percaya bahwa pernikahan ini sakral dan bukan main-main.
Adnan mengisyaratkan bagian EO untuk menayangkan video rekaman akad nikah dan resepsi pernikahan Trias dan Inayah yang dilaksanakan dengan syahdu di Pesantren Hubulo. Endrawan, Murad Jalaludin yang melihat video itu tanpa sadar melelehkan air mata. begitu juga dengan Adnan dan Mariana. Kenzie dan Chiyome sedapat mungkin menahan airmata mereka meskipun yang terlihat, kedua pengantin itu berkali-kali menempelkan sapu tangan kekedua mata mereka. bahkan kawan-kawan sekelas Inayah ikut menangis melihat prosesi itu. hanya Trias yang tidak menangis. ia hanya tersenyum menatap rekaman dimana Inayah mencium telapak tangannya sambil menangis haru.
Iyun... hari ini... terbebaslah kita dari fitnah itu... kau tenangkan dirimu sayang... aku akan selalu mengenangmu dihatiku... bukankah kau bilang kau akan menjemputku jika saatnya tiba, bukan? aku.... sangat menantikannya...
setelah itu disambung dengan video rekaman prosesi akad nikah Kenzie dan Chiyome yang diselenggarakan di Masjid Camii Tokyo dan upacara pernikahan gaya jepang yang mereka laksanakan dirumah, paska insiden Tohoku. video itu telah diberi subtitle sehingga para hadirin bisa memahami kata-kata bahasa jepang yang keluar dari mulut Kameie, ayahnya Chiyome saat membacakan Akta pernikahan mereka. hadirin bahkan tertawa mendengar ucapan Chiyome yang katanya akan mengancam Allah jika ia akan dipisahkan dengab Kenzie. hal itu membuat Chiyome tersipu. setelah kedua tayangan video itu selesai, Adnan kemudian menatap para hadirin.
"Dengan ditayangkannya video ini, saya harap prasangka buruk anda kepada ketiga anak saya ini tidak ada lagi. mereka anak-anak saya yang sangat mempertahankan kehormatan. mereka berani menyelenggarakan pernikahan dini, hanya demi menghindari fitnah yang namanya perzinahan. untuk lebih jelas, saya persilahkan anakda Trias Eliasha Ali untuk menjelaskannya." ujar Adnan kemudian turun dari panggung.
__ADS_1
Trias melangkah menaiki panggung landai itu. para musisi sementara beristirahat. pemuda itu menatapi hadirin dengan lama. ia kemudian mendekatkan batang pelantang ke mulutnya.
"Kepada kalian yang pernah berprasangka buruk kepada kami, saya ucapkan terima kasih karena telah rela menyerahkan pahala anda sekalian kepada kami bertiga." ujarnya dan disambut dengan suara tawa dari hadirin. sebagian besar tertawa karena merasa bersalah.
"Jadi kalian sudah paham, kenapa saya berani memukul Budi waktu itu, kan? eh, Ibu Kartin dan Budi mana? mereka hadir, Kan?" tanya Trias langsung membuat yang dicari langsung menunduk malu. "Saya mengundang beliau karena waktu itu beliau yang paling frontal terhadap saya. jadi disini saya harapkan, bersihkan isi hati ibu kepada saya dan Kenzie, apalagi istrinya. kami nggak sejelek itu bu. kami sadar, makanya kami berani mendobrak. karena KAMI...BENAR!!"
ucapan Trias langsung disambut aplaus oleh para hadirin. Trias menyambung. "Sekalian disini saya menuntut permintaan pelaku fitnah terhadap sahabat saya, Chiyome. saya sudah mengundangnya dan dia ada disini sekarang. saya harap ia maju ke depan untuk meminta maaf secara resmi. nggak masalah malu. kan kita melakukan sebuah tindak kejahatan? jadi mengakuinya dan memohon maaf akan lebih baik. semoga pelaku itu memahami."
Trias menatapi Budi dengan tajam. pemuda itu dengan gusar berdiri dan berbalik meninggalkan ruangan tersebut. Trias menghela napas lalu mengangguk.
"Rupanya pelaku memilih opsi kedua. tak apa." Trias menatapi Kenzie. "Ken, dia pilih opsi kedua , Ken. lo udah tahu apa yang harus kita buat sama dia, kan?"
Kenzie hanya mengangguk tak kentara. Trias kembali menatapi para hadirin yang gaduh. "Okey. saya rasa cukup sampai disini. mari kita bergembira sekarang."
Trias mengambil sebuah gitar akustik, kemudian duduk dibangku putar. ia dekatkan tiang pelantang ke mulutnya kemudian ia menatapi hadirin.
"Malam ini, ku persembahkan lagu untuk Almarhummah Inayah Azura Gobel. Istriku... Mimi... Pipi nyanyikan lagu ini untukmu..."
kembali aura sentimental menyelimuti ruangan tersebut ketika Trias menyenandungkan lagu 'Tinggal Kenangan' yang dinyanyikan oleh Gaby.
πΌπΆπ΅
π"Pernah ada.... rasa cinta... antara kita...
"Kini tinggal kenangan......"
"Ingin kulupakan... semua tentang dirimu...
"Namun Tak lagi kan seperti dirimu oh kekasih....
π΅πΆ "Jauh kau pergi meninggalkan diriku....
disini aku..merindukan dirimu....
Ingin kucoba mencari penggantimu....
Namun tak lagi 'kan seperti dirimu ooh bintangku...
Kenzie dan Chiyome sekali lagi sibuk menempelkansapu tangan ke kedua mata mereka untuk membendung airmata yang sudah terlanjur keluar. para tamu, terkhusus teman sekelas Inayah langsung mencucurkan airmata mereka. suasana haru menyelimuti aula itu. Ibu Kartin terlihat paling mewek. sedang Murad dan Endi hanya bisa berpelukan saling menguatkan. Adnan dan Mariana berkali-kali menyusutkan airmata mereka.
suara dawai-dawai gitar akustik yang dimainkan Trias terus berdenting memainkan melodi. para gitaris yang terharu akhirnya ikut bergabung memainkan melodi akustik mereka. Trias kembali bernyanyi.
πΌπΆ "Pernah ada rasa cinta... antara kita kini tinggal kenangan....
Ingin ku lupakan semua tentang dirimu....
Namun tak lagi kan seperti dirimu oh, kekasih
π΅πΆ "Jauh kau pergi meninggalkan diriku...
disini aku merindukan dirimu....
ingin kucoba mencari penggantimu,
namun tak lagi kan seperti dirimu oh, kekasih..
π΅πΆ "Jauh kau pergi meninggalkan diriku...
disini aku merindukan dirimu....
ingin kucoba mencari penggantimu,
__ADS_1
namun tak lagi, kan seperti dirimu oh...kekasih...
Trias menghentikan lagunya dan membuka kedua matanya yang basah. seketika aplaus bergema bersama berdirinya para tamu undangan. malam itu, Trias memperoleh kemenangan cintanya... []