Lazuardi Cinta

Lazuardi Cinta
LAZUARDI CINTA # 91


__ADS_3

" Ojichaaaan....!!!" jerit Chiyome membuat Bapu Ridhwan tersadar. Saburo sendiri sudah menangis dalam pelukan kakek itu.


"Aduhh... bolo ma'apu juuu... ati'olo wala'o ti buayi... ja po hiyongo... ja pohiyongo waaa...." bujuk Bapu Ridhwan sambil menyapu-nyapu punggung cicitnya. untungnya Saburo langsung berhenti menangis dan melonjak-lonjak gembira dalam pelukan kakek itu.


(maafkan aku yaa... kasihan anak ini... jangan menangis, jangan menangis ya?)


"Kalian lihat? anak ini kuat fisiknya. ah, aku akan menurunkan semua kemampuanku padanya!" ujar Bapu Ridhwan dengan semangat.


sementara itu Kenzie dan kedua sahabatnya langsung mengatur aliran prana dalam tubuh mereka yang sempat kacau akibat suara tawa sang kakek yang mengandung gelombang khikang.


"Kalian istirahatlah sejenak. Mali Juno sedang mempersiapkan kamar kalian. kamu berdua dikamar kedua sedang pasangan pendekar ini tidur dikamar depan." kata Bapu Ridhwan.


"Maaf Bapu.... pasangan pendekar ini belum menikah. jadi kalau bisa dipisahkan. jangan sampai terjadi hal yang tak diinginkan." sela Kenzie.


Trias memberenggut wajahnya mendengar kalimat yang keluar dari mulut sahabatnya sedangkan Ipah hanya menahan senyum dan memalingkan wajahnya ketempat lain. Bapu Ridhwan melongo.


"Ooo ya?" gumam Bapu Ridhwan. "Ya sudah.... ta la'i po tuluhupo to kamari to dimuka waw ta bua motuluhupo to kamari lo balaka..." saran Bapu Ridhwan.


(yang lelaki tidur dikamar depan dan yang perempuan tidur dikamar belakang)


"Itu baru ide bagus..." puji Kenzie sekaligus mengolok Trias yang terus memberenggut.


"Ya sudah... Bapu pinjam Saburo ya?" kata Bapu Ridhwan yang memeluk Saburo langsung pergi keluar dari rumah.


Trias memastikan kakek itu menghilang dari pagar rumahnya. setelah itu ditatapinya Kenzie dengan sorot mata gahar.


"Brengsek lo, Ken. kenapa pakein syarat begitu sih? aku kan takut tidur sendirian." kata Trias dengan jujur.




"Sejak kapan kamu takut tidur sendirian?" pancing Kenzie.


"Sejak kematian Iyun lah.... aku nggak biasa tidur sendiri lagi sejak itu." jawab Trias. "Kamu nggak ngerasai gimana rasanya ditinggalkan. la kalau dengan Ipah, aku kan bisa tidur nyenyak."


"Yang ada bukan tidur nyenyak, tapi tidur blunjak. pikiran kotor kamu jangan dibawa disini, Yas!" balas Kenzie dengan sengit.


"Siapa yang punya pikiran kotor?" kilah Trias. "Aku cuma nggak bisa tidur kalo sendirian. kalau Ipah kan bisa keloni aku supaya tidur. ah, sialan lo Ken." umpat pemuda itu.


Kenzie menatap Syarifah. "Kamu bisa bentengi diri kamu dari cancorang ini, kan?"


"Insya Allah.... saya bisa membentengi diri." jawab Ipah dengan yakin.


"Tuh kan? Ipah sendiri bisa jaga diri, masa aku nggak sih?!" sembur Trias dengan kesal. "Lagian kenapa bawa-bawa cancorang segala untuk tamsilkan aku?"


"Ipah itu ibarat kupu-kupu... serangga cantik, la kamu pasti cancorang, serangga karnivora..." balas Kenzie.


Chiyome langsung menengahi. "Hubby... kurasa kita harus lebih memperhatikan kebutuhan kita kali ini." tegur wanita itu dengan senyum datar dan menyapu pundak Kenzie.


"Tuh... Hah! Chiyo cemburu. rasain kamu!" olok Trias.


Kenzie yang merasakan perubahan gaya.bicara istrinya langsung menyadarinya. wajah pemuda itu mengendur.


"Okelah Wiffy.... kita kekamar yuk." ajak Kenzie langsung menjauhi pasangan pendekar itu.


Kenzie lebih baik cari selamat. ia tau istrinya mulai disengat rasa cemburu karena melihatnya mendebat Trias seakan Kenzie membela pribadi gadis itu. pemuda itu untungnya tahu cara meredakan kecemburuan itu. ia langsung menggamit lengan istrinya.


sementara itu Trias kemudian menatap Ipah. "Nah gimana menurutmu? apa kita pisah kamar saja, atau kita sekamar tapi aku tidur dibawah, kamu diranjang. nanti aku pakai tikar."

__ADS_1


keduanya masuk ke kamar depan. didalam ruangan itu terdapat sebuah ranjang dan sebuah kursi panjang disisi ruangan. Trias menunjuk kursi panjang itu.


"Aku tidur disana." ujarnya kemudian menunjuk ranjang berkelambu. "Kau tidur disana. aman tuh pakai kelambu."


"Oke deh." jawab Ipah dengan singkat.


keduanya kemudian membawa tas ransel mereka masing-masing kedalam kamar tersebut.


...********...


Chiyome duduk diranjang sementara Kenzie menutup pintu kamar, lalu membalik menatap Chiyome yang masih duduk diranjang itu.


"Bagaimana menurut Wiffy kamar ini?" tanya Kenzie sambil menatapi beberapa figura kuno di dinding kamar.


"Bagus, orisinal sekali. seakan kita kembali ke jaman-jaman sebelum perang kemerdekaan." jawab Chiyome.


Kenzie melangkah lalu duduk ditepian ranjang berkelambu itu. "Apa yang Wiffy pikirkan?"


"Nggak ada." jawab Chiyome. "Aku hanya ingin menatapmu agak lama."


Kenzie tersenyum lalu naik ketengah ranjang dan duduk dihadapan Chiyome.


"Kenapa Wiffy? apakah Hubby punya salah? jika iya... Hubby minta maaf ya?" pinta Kenzie sambil mengulurkan jemarinya menyentuh pipi sang istri.


Chiyome terus menatapi kedua mata Kenzie seakan mencari setitik kejujuran didalamnya. tak lama kemudian ia kembali tersenyum, lalu mengangguk dan memamerkan senyum lebar seringai gingsulnya.


"Oke deh.... Wiffy maafin Hubby..." jawab Chiyome.


Kenzie menggelengkan kepala berkali-kali. "Wiffy itu, entah kenapa Hubby nggak bisa sedetik pun melepas Wiffy... Hubby kayaknya sudah diperbudak oleh cinta nih."


"Wiffy nggak akan pernah ngasih penawarnya." kata Chiyome sambil menjulurkan lidah lalu berbaring membelakangi Kenzie.


"Hubby akan mengambilnya lewat ini." ujar Kenzie sambil menyelusupkan tangannya ke dada Chiyome. wanita itu langsung berbalik.


"Hubby.... masih siang ini." tegur Chiyome dengan lirih.


"Ah... disini kan hanya kita berdua saja, Wiffy. apa yang dicemaskan?" goda Kenzie sambil mengangkat sedikit kaos milik Chiyome agar tangannya bisa masuk dan meraba kedua payudara yang masih terbalut Breasthand itu.


"Aaaa.... Hubby.... bikin Wiffy konak nih..." gumam Chiyome langsung mencium bibir Kenzie.


dan pergulatan dimulai ketika Chiyome yang tanpa melepaskan ciumannya kemudian menaiki tubuh Kenzie dan langsung mengeluarkan kaosnya mempertontonkan sepasang payudara indah yang masih terbalut bra hitam tersebut.


Kenzie pun ikutan melepaskan kaosnya, juga celana jelajahnya yang berwarna coklat khaki. kini pemuda itu hanya mengenakan celana boxer saja. Chiyome berturut-turut melepaskan celana panjangnya. kini wanita itu hanya mengenakan dua buah penghalang ditubuhnya.


keduanya kembali mengangguk dan tersenyum. Kenzie kemudian menguakkan bagian bra yang menutupi kedua payudara terekspos sudah. Kenzie langsung menyusu dikedua bongkahan dada yang membusung itu sedang Chiyome selalu menengadahkan kepalanya dan mendesah panjang. dengan penuh birahi wanita itu menguakkan sedikit celana boxer sehingga mengacungkan terong panjang milik Kenzie yang saat itu juga diraih dan dipijat pelan sehingga makin mengacung.




"Masukin ya?" pinta Kenzie.


tentu saja Chiyome mengangguk. ia hanya menggeser bagian spot dari celana dalam itu hingga menampaklah liang peranakan yang memekar karena birahi yang memuncak. Chiyome mengarahkan batangan suaminya ke depan liang persenggamaannya dan mulai memasukkannya sesenti demi sesenti sambil terus mendesah merasai kontraksi dipermukaan kulit dinding-dinding vaginanya yang disentuh kulit batangan suaminya.


akhirnya pasak kejantanan itu amblas seluruhnya dalam jepitan liang senggama dan perlahan pinggul Chiyome mulai naik-turun, pelan dan makin lama makin cepat ketika bagian organ intim keduanya telah basah oleh cairan pelumas. sesekali Chiyome memekik lirih dan Kenzie melenguh pelan merasai kenikmatan penyatuan dua alat kelamin mereka.


keberuntungan menggelayuti mereka, selama satu jam kegiatan itu tak ada satupun gangguan sehingga sepasang suami istri itu benar-benar bebas mengekspresikan kenikmatan hubungan intim mereka. berkali-kali ejakulasi yang terjadi diantara keduanya semakin menambah benih cinta yang bersemayam dikedua hati sepasang kekasih itu.


hingga akhirnya dipersenggamaan ke lima, keduanya ambruk kelelahan, dipenuhi keringat penuh yang membanjir. dengan mata sayu yang hampir terkatup, Chiyome masih sempat bertanya, "Hubby.... puasssss???"

__ADS_1


"Sangat puas....sayangku." jawab Kenzie ditengah napas yang memburu.


Chiyome sendiri langsung tertidur diatas tubuh kekar suaminya. Kenzie hanya tersenyum sambil mengusap punggung Chiyome yang licin oleh peluh membanjir akibat persenggamaan tanpa jeda hingga lima kali. dengan berbagai jenis gaya yang dipraktekkan hingga kembali ke gaya woman on top. wanita itu benar-benar menguras Ki miliknya.


dengan lembut, Kenzie memutar dan membaringkan sang istri yang ketiduran diranjang. Ciuman mesra sang suami dikeningnya bahkan tak direspon Chiyome saking lelahnya dia. selama ini, Kenzie tak seaktif itu dalam aktifitas intim. entah memang birahinya sedang tinggi atau sensasi menemukan tempat baru untuk bercinta membuat pemuda itu terus melayani dan menundukkan istrinya yang akhirnya takluk, tertidur nikmat akibat selesai melepaskan tenaga terakhirnya dalam kulminasi ejakulasi dua pancaran air amerta. sukla dan swanita yang menyatu dalam periuk garba. Kenzie mengalungkan pelukannya ketubuh istri yang polos, hanya ditutupi bra dan celana *-****.


"Terima kasih, Wiffy...." gumam Kenzie dan ia menyandarkan kepalanya dikepala sang istri. perlahan matanya pun mengatup dan tidurlah ia menyusul sang istri yang sudah terlelap sebelumnya.


...*********...


sambil mendesah lega, Trias langsung menyandarkan tubuhnya dikursi panjang mirip sofa itu. dua jam mereka bekerja membersihkan dan memastikan kamar itu layak pakai. Ipah sendiri juga membaringkan tubuhnya sejenak karena lelahnya. namun ia tak sedikitpun mengantuk.


Ipah bangun kembali dan mendapati Trias yang sudah tertidur nyenyak. tangan kirinya terpalang diwajah menutupi matanya sedang tangan kanan terjuntai dilantai. kedua kakinya terselonjor tersangga pada sandaran lengan kursi panjang itu. Ipah tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala.


benar-benar mahakarya Tuhan yang tercipta....


gadis itu bangkit lalu mendekati kursi panjang itu. ia mengamati Trias yang tidur tanpa beban. Ipah akhirnya duduk bersimpuh menikmati pemandangan itu. ingin rasanya ia ikut hanyut dalam mimpi sang pemuda. akhirnya gadis itu mendekat lalu menyandarkan kepalanya menjadikan perut pemuda itu sebagai bantalannya. entah kenapa perasaan damai menyelimutinya. tanpa sadar rasa kantuk merayu kelopak matanya dan mulai mengatup hingga akhirnya Ipah tertidur disisi Trias yang juga sudah tenggelam dalam mimpi.


Bapu Ridhwan yang masuk melihat pintu kamar depan terbuka. ia melongok dan mendapati kedua pasangan itu. kakek itu tersenyum.


"Ah.... pasangan yang romantis." komentarnya sambil tersenyum lalu menatap Saburo. "Nak, kita tak boleh mengganggu mereka. mungkin juga orang tuamu sementara melaksanakan tugas sucinya. kita tidak boleh mengganggu mereka. kalau begitu, bagaimana kalau kita jalan-jalan lagi?"


seakan paham ucapan sang kakek, bayi Saburo mengangguk-angguk lalu tertawa. Bapu Ridhwan terkekeh.


"Ayo kita jalan-jalan lagi." ajaknya sambil kembali meninggalkan rumah membiarkan dua pasang sejoli itu beristirahat dalam damainya.


...*********...


26 Desember 2020, pukul 09.00 WITA


Bapu Ridhwan mengajak keempatnya menuju ke gubuknya, beberapa meter ditepi hutan. mereka mendapati sebuah rumah kecil.


"Bapu tinggal disini. rumah itu adalah peninggalan Rahim Mantulangi, anaknya Bapu, Kakekmu." ujar Bapu Ridhwan kepada Kenzie. "Nanti Mamamu dan Papamu yang akan tinggal disana. sementara ini, rumah itu dijaga oleh Juno, istrinya Rahim.


"Ooo... jadi yang mencubit hidungku itu, nenek ya?" tanya Chiyome dengan lirih pada Kenzie. pemuda itu mengangguk sambil tersenyum.


"Budaya cubit hidung itu memang dari nenek, menurun ke Mama... mungkin kamu pun akan ketularan budaya itu." goda Kenzie sambil terkekeh.


Bapu Ridhwan menyuruh Chiyome yang sementara memeluk Saburo bersama Ipah, duduk di bangku panjang dekat gubuk itu. kini dihalaman tersebut berdiri 3 orang pendekar.


"Sebelum Bapu mengajarkan teknik-teknik langga pada kalian berdua, Bapu ingin melihat.... sejauh mana kemampuan kalian bisa menaklukkan Bapu. jangan kuatirkan Bapu. pokoknya kalian kerahkan semua kompetensi yang ada." tekan Bapu Ridhwan.


setelah itu ketiga menjauh sedikit. Bapu Ridhwan langsung memberikan aba-aba. seketika Kenzie langsung melakukan kembangan dan akhirnya tiba pada postur akhirnya. tangan kanannya terangkat kedepan membentuk kepalan sedang tangan kirinya terangkat searah wajah membentuk cakar. sedang kaki kanannya terjulur kedepan sedang kaki belakangnya tertekuk.



Trias tidak mau main-main. ia langsung memperagakan silat harimau. Bapu Ridhwan tersenyum.


"Silat andalas.... asal jangan jadi kucing garong saja." sindir Bapu Ridhwan kemudian menepuk pahanya dua kali lalu melakukan kembangan.


"Majulah!!" seru Bapu Ridhwan.


diiringi pekikan, Kenzie dan Trias maju serentak. seperti latihan sebelumnya yang mereka pelajari bersama Bakri dipadepokan, Kenzie menyerang titik-titik lemah bagian atas dari Bapu Ridhwan, sedangkan Trias menyerang bagian bawahnya.


Bapu Ridhwan dibalik upayanya menangkis berbagai serangan kedua pemuda tersebut, memuji kekompakan serangan mereka. namun tetap saja kedua pemuda itu belum mampu menjatuhkan Bapu Ridhwan.


akhirnya Bapu Ridhwan menemukan ritme serangan kedua.pemuda tersebut hingga akhirnya sang kakek bisa mengantisipasi berbagai serangan dengan tepat. Kenzie dan Trias sendiri bingung, bagaimana formasi serangan mereka bisa diketahui oleh Bapu Ridhwan yang notabene tidak belajat silat.


hingga akhirnya kakek itu mampu membalikkan alur pertarungan yang akhirnya memojokkan kedua pemuda tersebut. sebuah tendangan akhirnya membuat Trias menghentikan serangannya dan terlempar bergulingan dihalaman itu.lalu bangkit dengan terbungkuk-bungkuk kesakitan sementara sebuah bantingan membuat Kenzie merasa seluruh udara dalam paru-parunya keluar semuanya.

__ADS_1


Bapu Ridhwan terkekeh. "bagus.... aku sengaja memeras segala kompetensi kalian. kalian berdua hebat. namun satu kendala kalian berdua..... terlalu nafsu menyelesaikan pertempuran....." ujar kakek tersebut dengan wajah datar. []


__ADS_2