
hari ini Adnan memperkenalkan Kenzie kepada seluruh karyawan perusahaanya. para karyawati tak menyangka bahwa putra sang presdir begitu tampannya. namun Kenzie sengaja memasang tampang dingin membuat karyawannya merasa segan terhadapnya.
Kenzie menduduki kursinya diruangan itu. dia sekarang pimpinan divisi Human Resources Department, biasa disingkat menjadi HRD. biasanya divisi ini berhubungan dengan pemasokan tenaga kerja dan rekomendasinya serta penetapan sanksi yang diberlakukan kepada karyawan.
hari itu juga Kenzie mengadakan rapat dengan karyawannya. Bakri kemudian memperkenalkan pegawai yang bekerja dibawah kepemimpinan Kenzie.
"Bagus. makasih Kak." jawab Kenzie sambil tersenyum. kemudian kembali menatapi karyawannya satu persatu. mereka merasa tatapan pemuda itu seakan menelanjangi mereka.
"Saya paham perasaan anda sekalian. kalian berpikir saya memanfaatkan kedudukan ayah saya untuk bisa mencapai kursi ini. tapi percayalah saya tak menginginkannya. bahkan pernah meminta jadi OB. tapi presdir kalian yang nggak mau." pemuda itu kemudian berdiri. "Saya harap hal ini tak usah lagi dibesar-besarkan. saya juga nggak akan bekerja dengan sesuatu yang bukan menjadi tanggung jawab saya."
setelah itu Kenzie menyuruh karyawannya bekerja sementara ia sibuk memeriksa data karyawan dan melakukan check ulang database semua karyawan yang bekerja di PT. Buana Asparaga. Tbk. sesekali ia menghubungi bagian personalia untuk menyiapkan file terbaru untuk reenginering agar lebih gampang diawasinya.
ia mengelompokkan kembali database ijazah dan kecakapan dasar karyawan ke dalam pusat data baru yang hanya bisa dibuka olehnya. yang bisa mengakses data itu hanya dia, dan ayahnya saja.
menjelang Ashar, ia mendapat kejutan baru. Chiyome memarkir mobilnya dan ia keluar dari mobil membawa kotak makan siang untuk suaminya, karena ini hari pertama Kenzie masuk kerja. Chiyome mengenakan kaus lengan panjang dan celana jeans dipadu sepatu sport.
langkahnya bergema masuk ke ruang lobby. ia menemui resepsionis diruang itu.
"Selamat siang. saya mau ketemu pimpinan HRD, mau menyerahkan ini." kata Chiyome sambil meletakkan kotak makanan di meja resepsionis.
"Maaf mba. apa mba dari Nazwa Catering? kenapa hanya bawa sekotak saja. kan kami sudah pesan 10 kotak makan untuk bagian resepsionis?" tegur petugas resepsionis itu.
Chiyome terdiam sesaat, lalu tersenyum. " Gomen.... saya bukan kurir Nazwa Catering, saya..."
"Ah, sudahlah mba. nanti kami hubungi tempat kerja mba. nggak profesional banget sih. masa bawa kotak makanan cuma satu?" potong karyawan itu.
tak berapa lama muncul seorang sekuriti. ia menatap karyawan itu. "Ada apa Miss Lola?" tanya sekuriti itu dengan suara berat.
"Ini! mba ini dari Nazwa Cattering nggak profesional sekali. tolong usir pak.." ujar karyawan wanita bernama Miss Lola itu.
"Hei saya bukan karyawan Nazwa Catering. saya ini..." Chiyome berupaya menjelaskan, namun sekuriti itu langsung menangkap lengannya dan menyeretnya.
"Sebaiknya anda keluar saja... jangan membuat keributan disini." kata sekuriti itu.
dengan kasar Chiyome menghentakkan lengannya hingga terlepas dari cengkraman sekuriti itu.
"Kamu jangan macam-macam dengan saya. saya ini..." bentak Chiyome.
"Saya bilang jangan buat keributan disini! silahkan anda keluar atau saya bisa berbuat lebih kasar dari ini!" ancam sekuriti itu. kotak makanan yang dibawa oleh Chiyome direnggut dengan kasar dan dilemparkan ke sudut ruangan.
Chiyome menatapi sekuriti itu lalu kotak makanan yang tercampak disudut ruangan dan kemudian menatapi Miss Lola. "Kalian mengancamku? kalian tak tahu berhadapan dengan siapa?"
"Tentu kami tak perlu tau siapa kamu. pergilah dari sini, atau saya panggilkan sekuriti lebih banyak lagi!" ancam Lola sambil bercakak pinggang.
"Panggil semua sekuriti disini biar kuberi pelajaran untuk tahu siapa yang mereka hadapi!" bentak Chiyome. kali ini ia sudah marah.
Sekuriti tersinggung, merasa diremehkan. ia mengangkat tangannya menampar Chiyome. namun dengan sigap wanita itu menangkap tangan sekuriti itu...
PLAKKK... BUGH... OUCH...
sekuriti itu terjejer ke belakang memegang rahangnya. dengan gemas ia mencabut tongkat tonfa dan maju menyerang. Chiyome mendengus dan dengan sekali langkah ia mengayunkan tendangan kikomi menghantam dada lawan dengan cepat membuat sekuriti itu jatuh dan menggeletak dilantai....... pingsan.
sementara sekuriti itu berkelahi dengan Chiyome, Lola telah menghubungi bagian sekuriti. tak berapa lama kemudian muncul 10 orang sekuriti bersenjata baton stick. Chiyome hanya berdiri dengan sikap shizentai menyongsong siapapun sekuriti yang maju menyerangnya.
Bakri yang mendengar hiruk pikuk diruangan lobby langsung mendekat. betapa terkejutnya dia melihat Chiyome yang sementara mengamuk mempecundangi kesepuluh sekuriti yang mengepungnya.
Segera Bakri langsung melesat. beruntung salah satu sekuriti berhasil diselamatkan Bakri dan pemuda itu yang menangkis segala serangan yang diarahkan Chiyome.
Bakri terjajar beberapa langkah menerima tendangan Chiyome. ibu muda itu terkejut ketika mengetahui orang lain yang menerima serangannya. Ibu muda itu menjadi tidak enak perasaannya.
__ADS_1
Chiyome sejenak menatapi 11 orang sekuriti yang menggeletak dilantai, kemudian menatapi Lola yang ketakutan dan mengintip dari balik meja resepsionis. Bakri membersihkan lengan kemejanya yang kotor akibat jejak sepatu Chiyome.
"Maaf Pak. saya kelepasan... anda tidak apa-apa, kan?" tanya Chiyome dengan cemas. ibu muda itu takut mendapat marah suami dan papa mertuanya karena melakukan kekacauan di kantor.
"Nggak apa-apa Nyonya Kenzie. saya paham." jawab Bakri sambil tersenyum.
Lola kaget bukan main. Nyonya Kenzie? berarti perempuan ini.... adduuuuhhhh bodohnya aku.... pegawai resepsionis itu merutuk dalam hati. wanita itu bersembunyi dan meringkuk takut dalam celah bagian dalam meja resepsionis.
"Boleh panggilkan suami saya? dan tolong.... bereskan kekacauan ini..." pinta Chiyome dengan gugup.
"Baiklah Nyonya. sebentar saya panggilkan Pak Kenzie." kata Bakri. pemuda itu kemudian memerintahkan beberapa karyawan untuk menggotong ke 11 orang sekuriti yang apes itu ke bagian darurat yang mengurusi kecelakaan kerja.
sepeninggal Bakri, Chiyome melangkah ke meja resepsionis dan mengetuk meja itu.
"Aku tahu anda sembunyi disana. keluarlah." kata Chiyome sambil mengatur napasnya.
dengan perasaan takut, karyawati itu perlahan berdiri dan menundukkan wajah dengan cemas. Chiyome sejenak menatapi langit ruangan lalu kemudian menghujamkan tatapan tajamnya yang penuh aura mengintimidasi khas seorang petarung ke arah Lola.
"Apa yang mendasari ibu, mengira saya pegawai katering? apa karena saya membawa kotak makanan?" todong Chiyome.
Lola masih menunduk dan tubuhnya gemetar. Chiyome menatapinya terus. "Hallo? ibu? jawab dong. anda sudah menuduh saya dengan sesuatu yang nggak benar!"
"Ma-maafkan sa-saya... Nyo-nyonya... " jawab Lola dengan lirih. Chiyome menarik napas panjang.
"Sekarang bagaimana cara anda mengembalikan kotak makanan itu? itu makanan kesukaan. suami saya lho. dia paling nggak bisa terima jika makanannya dirusak orang tanpa alasan seperti itu." kata Chiyome.
tak lama kemudian Adnan muncul diruang lobby. ia sebenarnya sudah menonton kejadian tadi lewat CCTV. tapi Adnan pura-pura tidak tahu.
"Lho? adek? baru tiba? lagi ngapain?" tanya Adnan mendekati mantunya.
"Papa? ah lagi tunggu Hubby Papa... sementara saya lagi bincang-bincang dengan karyawati ini." jawab Chiyome sambil tersenyum.
"Oooo... magang ini? bagaimana penilaian Adek? apa dia pantas dipertahankan?" tanya Adnan.
Lola menatap takut-takut kapada Adnan dan Chiyome. matanya sudah berkaca-kaca. Chiyome menggeleng.
Kenzie bersama Bakri kemudian muncul. Chiyome yang melihatnya langsung berjingkrak gembira.
"Hubbyyyy...." serunya sambil berlari memeluk suaminya. Kenzie balas memeluk sambil tersenyum lalu menatapi Lpla dengan tatapan tajam. Karyawati itu semakin tersudut.
"Kok disini? Hubby tunggu lama sekali diruangan, kok Wiffy masih disini?" tanya Kenzie lalu menatapi kotak makanan yang tercampak disudut lantai lobby dan isinya sudah berhamburan. "Itu makanan yang Hubby pesan sama Wiffy, kan? kenapa bisa tergeletak disana?" tegur Kenzie.
Chiyome menunduk. "Wiffy minta maaf Hubby. tadi Wiffy dikagetin 11 ekor kucing tiba-tiba melompati Wiffy. karena kaget, Wiffy tak sengaja melempar kotak itu.... Wiffy minta maaf..."
"Oke deh, Hubby maafin. tapi dibuat ulang dong. Hubby paling nggak tahan kalau belum nikmati masakan Wiffy. boleh ya? ya?" rengek Kenzie.
Chiyome mengangkat wajahnya dan tersenyum lebar memamerkan seringai gingsulnya. "Oke deh Hubby, sampai dirumah Wiffy masak lagi untuk Hubby."
Adnan tertawa." Ya sudah. kalian berdua pulang saja dulu. nanti Papa menyusul." lelaki itu menatap Bakri. "Kamu tolong selesaikan semua urusan ini ya? Saya masih punya meeting dengan klien di Pondok Ikan Batu."
"Siap pak." jawab Bakri dengan tanggap.
Adnan mengangguk lalu melangkah meninggalkan ruang lobby. Kenzie kemudian menggandeng tangan Chiyome.
"Ayo ah Wiffy. kita pulang yuk. Hubby udah rindu, seharian nggak liat Wiffy dan Saburo bikin Hubby jadi senewen. apalagi.... dengan kejadian barusan..." kata Kenzie sejenak menatap Lola kemudian memandang istrinya.
"Ayo ah..." ajak pemuda itu menggandeng tangan Chiyome. sepasang kekasih itu melangkah meninggalkan ruang lobby.
sepeninggal mereka tinggallah Bakri dan Lola disana. Bakri berbalik menatap Lola yang terpekur.
"Kamu gimana sih? masa kamu nggak kenal nyonya itu padahal kamu sendiri hadir diresepsi mereka. kamu jangan bikin malu aku dong Lola." tegur Bakri.
"Maaf Bang. Lola nggak tahu." jawab Lola mulai terisak.
__ADS_1
"Eh, bersyukur kamu. tuh Nyonya Chiyome nggak pernah simpan dendam ke kamu. kamu sudah lihat kemampuannya kan? dia itu penyandang sabuk hitam tingkat 9 tahu, nggak kamu? memindahkan dua bongkahan dadamu ke punggung paling gampang buat dia. tapi dia nggak begitu. kamu lihat sendiri dia minta maaf ke suaminya, bukan menyalahkan dan menyudutkan kamu kan?" sembur Bakri.
"Kamu tahu? kejadian tadi sudah dilihat Pak Kenzie diruangannya. dia tadinya mau menghamburi kamu, tapi saya tahan dan saya jamin kamu nggak tahu apa-apa dan tak mengenal istrinya. untung saja Pak Kenzie mau mengerti." tambah Bakri.
"Iya Bang.. Lola salah. Lola akan resign sebagai bentuk tanggung jawab." kata Lola dengan pasrah.
"Memang Pak Kenzie mau mecat kamu?" todong Bakri.
Lola mengangkat wajahnya menatapi Bakri. pemuda itu menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Kalau ada tamu, ya ditanya baik-baik Lola. siapa nama, keperluan apa... jangan langsung grasa-grusu begitu. kalau Pak Kenzie mau pecat kamu, sudah dari tadi dia lakukan. tahu kamu?" kata Bakri.
"Kau panggil OB untuk membersihkan itu. ingat, jangan berkelakuan seperti itu. ini yang pertama dan yang terakhir, ya?" tandas Bakri.
setelah itu Bakri meninggalkan Lola sendirian disana. gadis itu menghembuskan napas sambil mengeluarkan emosinya. karyawati itu menangis sesenggukan menyesali nasib sialnya sore itu.
...********...
Budi yang sudah berganti kelamin karena di operasi disebuah gudang, kemudian dilemparkan ke bahu jalan dalam keadaan tak sadar. ketika siuman, ia sempat syok dan menjerit-jerit histeris mengumpat-umpat Kenzie yang membuat keadaannya menjadi transgender.
"Kenzie! kau akan membayar semuanya! kau akan membayar semuanya!" jeritnya sambil berlari-lari dan menjambak rambutnya lalu menghilang dikegelapan malam
sejak saat itu Budi tak diketahui lagi rimbanya. orang itu benar-benar menghilang dari peredaran, baik disekolah maupun dikehidupan keluarganya. bahkan nama Budi sudah diberitakan oleh RRI Gorontalo sebagai orang hilang.
...******...
Kenzie memangku Saburo dengan lembut duduk ditepian ranjang sementara Chiyome sedang bersalin pakaian. ia mengenakan lingerie kemudian duduk disisi Kenzie.
ibu muda itu mengambil putranya dari pangkuan ayahnya dan memondongnya untuk memberinya ASI. seperti paham dengan tindakan sang Ibu yang menyodorkan payudaranya, Saburo langsung menyusu dan menikmati kegiatannya.
"Hubby liat semuanya lewat CCTV." jawab Kenzie dengan jujur sambil duduk bersila menatapi Chiyome yang sibuk menyusui Saburo. "Tapi... Hubby kagum sama Wiffy. padahal bisa saja Wiffy menjatuhkan kesalahan dan memecatnya, Hubby nggak keberatan."
"Hubby... insiden tadi sore itu cuma salah paham saja. Wiffy paham tugas mereka, makanya Wiffy nggak mau memperpanjang. jangan pecat mereka Hubby. tapi berikan mereka santunan. kasian mereka kesakitan kena tendangannya Wiffy." kata Chiyome dengan sendu.
Kenzie terkekeh lalu maju mengecup bibir Chiyome yang ranum. "Tentu sayangku. yang penting mereka sudah tahu, siapa yang mereka hadapi."
tak lama kemudian terdengar suara nada panggilan dari ponsel milik Kenzie. pemuda itu melihat layar sentuhnya dan mengerutkan dahinya. ia menekan nada sambung.
📲 "Halo, Kenapa Yas?" tanya Kenzie.
📲 "Ken, kau tahu Budi?" pancing Trias.
📲 "Kenapa dengan si lompong itu?" tanya Kenzie.
📲 "Dia menghilang, entah kemana. keluarganya juga nggak tahu dimana anak itu sekarang. sebaiknya kau berhati-hati, Ken." kata Trias.
📲 "Aku akan membunuhnya kali ini jika ia berani macam-macam dengan keluargaku!" tandas Kenzie. pemuda itu kemudian menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan lembut. "Tapi makasih, Yas. aku akan waspada. Kau juga! ingatkan juga Syarifah. aku nggak mau apa yang terjadi pada Iyun, akan kembali menimpa... "
📲 "Dia akan mengenalku sepenuhnya jika dia mendekati Ipah seinci pun!" balas Trias.
📲 "Kita waspada sama-sama bro. oke. aku tutup dulu. selamat istirahat Ken. "
Kenzie meletakkan gawai tersebut dimeja kecil disisi ranjang kemudian menatapi istrinya.
"Apakah kita memerlukan pengawal, Wiffy?" tanya Kenzie.
"Apakah Hubby ragu dengan kemampuan Wiffy?" sindir Chiyome.
Kenzie tersenyum. "Tentu tidak sayang. lebih kearah memperkuat pengamanan saja."
"Jangan. terlalu menyolok. Wiffy akan sebisanya waspada. Hubby jangan dikuatirkan hal itu." kata Chiyome.
Kenzie menatapi Saburo yang sudah tertidur. ia mengangguk dan tersenyum. Chiyome melangkah menuju boks bayi dan menidurkan bayinya disana. setelah itu oa kembali ke ranjang dan langsung mendorong tubuh suaminya hingga Kenzie setengah berbaring menelentang. Chiyome menaiki selangkang suaminya yang masih terbalut celana bokser.
__ADS_1
"Sekarang Wiffy mau dipuasin. Hubby mau kan, muasin Wiffy?" rengek Chiyome sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Kenzie.
"Tentu... mengapa tidak?!" tanggap pemuda itu langsung menerkam istrinya. dan pergulatan birahi iru terselenggara dengan sukses malam itu. []