Lazuardi Cinta

Lazuardi Cinta
LAZUARDI CINTA # 65


__ADS_3

"Ah sayang.... ini hari minggu." ujar Kenzie dengan kesal.


"Memang kenapa, Hubby..." tanya Chiyome dengan heran. Kenzie menatapinya dengan gemas.


"Wiffy nggak mau tahu, usia kandungannya sekarang berapa minggu?" pancing Kenzie.


"Oooo iyaa ya..." jawab Chiyome langsung memperlihatkan gurat kecewa diwajahnya. Kenzie kembali menengok ke dalam komplek pekuburan. kelihatannya Trias masih betah lama-lama dengan mertuanya.


"Jangan beri tahu berita ini sama Trias. dia masih berduka. biarkan dia menerima dulu kenyataan yang menimpanya. tapi, aku yakin, dia bisa menjalaninya." kata Kenzie.


"Semoga saja. sampai saat ini pun, aku sangat merindukan Iyun. dia kawan ngobrol paling asyik, paling mengerti aku. dan... kami senasib... menikah diusia sekolah..." ungkap Chiyome dengan sendu.


Kenzie merengkuh pelan tubuh gadis itu. "Semoga kita berdua bisa menjalani semua ini dengan baik. jika ada persoalan yang mengganjal diantara kita. mari kita mendiskusikannya dengan hati yang dingin." kata Kenzie. "Hubby akan terus mengupayakan rumah tangga kita agar tak ada konflik yang tersisa."


keduanya berpelukan lama hingga terdengar deheman dibelakang. Kwnzie melepaskan pelukannya dan menoleh melihat Trias yang bercakak pinggang menatapi keduanya.


"Nggak bosan kalian berdua pamer kemesraan? bikin aku macam penjaga nyamuk saja." sembur Trias dengan jengkel.


"Sori. ya namanya suami istri pastilah wajar beginian. yang nggak wajar itu, sudah bukan suami istri tapi lagaknya itu kayak begitu. itu yang patut bahkan wajib kau tegur." kata Kenzie.


"Paling bisa kamu berkilah ya?" balas Trias. wajahnya sudah tenang kembali. "Makasih bro, sudah nemani saya. sekarang silahkan lanjutkan indehoy kalian. aku mau pulang."


dengan tanpa beban, pemuda itu melangkah menuju sepeda motornya dan menyalakan mesinnya. Trias menatapi pasangan muda itu. "Sebaiknya kalian pulang. aku nggak mau ada sesuatu yang mo terjadi sama kalian." ujarnya melambai sejenak kearah keduanya lalu melajukan motornya meninggalkan kawasan malam.


...*****************...




"Apa yang Trias bilang benar, Wiffy. kita pulang yuk. tapi kita belanja dulu kebutuhan-kebutuhan Wiffy. Okey?" kata Kenzie.


"Oke deh." jawab Chiyome dengan manja.


Kwnzie menaiki sepeda motor disusul Chiyome yang langsung naik di boncengan. Kenzie menyalakan mesin motornya kemudian mereka melaju dijalanan.


mereka singgah di pusat perbelanjaan Mall. kedua pasangan muda itu menyusuri bagian dalam Mall, menuju ke hyper mart. sebelumnya Chiyome sudah menerka-nerka, asupan apa saja yang harus ia konsumsi dalam misa trisemester pertama ini. gadis itu harus banyak mengonsumsi asam folat (B9), B6, dan dzat besi.


mereka menyusuri rak makanan dan minuman. Kenzie mengambil beberapa dus susu yang direkomendasikan Chiyome.


"Halo, Ken." sapa seseorang.


refleks Kenzie dan Chiyome menoleh. nampak Susan mendekat setengah berlari menuju kearah mereka. gadis chubby itu menenteng belanjaan berisi makanan olahan tepung seperti roti.


"Ngapain kalian disini?" tanya Susan kemudian menatapi keranjang belanja yang ditenteng Chiyome.


"Siapa yang hamil, Ken?" tanya Susan.


"Mama aku." jawab Kenzie dengan cepat.


Susan tertawa. "Wah, Mama kamu masih tokcer juga ya?"


Kenzie menatapi Susan dengan tatapan keruh. gadis chubby itu tertawa.


"Kukira Chiyome yang hamil." kata Susan menggoda pemuda tersebut.


memang Chiyome yang hamil. tapi nggak perlu juga kamu tau, woy...


"Ya sudah. kalau begitu aku cabut dulu." kata Susan sambil berbalik dan meninggalkan mereka.


Kenzie mendesah lega bersama-sama Chiyome. untung saja mereka tidak kelepasan bicara. kalau tidak, bisa jadi kegemparan sedunia karena status mereka yang diketahui.


setelah membeli berbagai penganan dan makanan asupan untuk Chiyome, kedua laki-bini itu bergegas keluar dari bangunan itu dan menatap dengan waspada kesegala arah. dan yang paling nampak adalah Kenzie, membuat Chiyome menahan tawa.


mereka tiba diparkiran. Kenzie langsung membayar ongkos parkir dan memboncengi Chiyome. bergegas ia menarik setang gas dan meluncurlah kwndaraan tersebut meninggalkan Mall City Gorontalo.


dalam perjalanan Chiyome nyeletuk, "Hubby... kayaknya ada yang lain dengan Tirta."


"Tirta? Tirta Mahipe?" tebak Kenzie. "Kenapa dengan perempuan itu?"

__ADS_1


"Kayaknya dia suka dengan Trias." jawab Chiyome. "Waktu mau pamitan dia sentuhin telapaknya ke dada Trias, agak sedikit lama. Wiffy perhatikan wajahnya, begitu teduh tatapannya."


"Terus?" pancing Kenzie.


"Kita jodohin saja keduanya." kata Chiyome.


Kenzie sejenak tertawa, tapi suaranya tertelan oleh riuh angin yang menabrak wajahnya.


"Nggak usah...." jawab Kenzie.


wajah Chiyome langsung cemberut. "Hubby nggak mau, sahabat Hubby bahagia? dia harus melanjutkan hidupnya. Trias boleh saja sedih dengan kepergian Iyun. tapi, bagaimanapun Iyun sudah tidak bisa mendampinginya. Trias harus sadar bahwa jalan hidupnya masih panjang."


Kenzie tersenyum mendengar kalimat aksioma yang keluar dari mulut istrinya.


"Sekarang begini.... misalnya Hubby meninggal..."


"Ih, kok Hubby kata-katanya begitu? Wiffy nggak mau dengar!" selesai berkata begitu, Chiyome membenamkan wajahnya dipunggung Kenzie. tak lama tubuhnya bergetar dan isakannya terdengar. Kenzie terkejut.


"Wiffy? kenapa sih? Wiffy kok nangis?... ada yang salah dengan kata-kata Hubby?" tanya Kenzie dengan rasa sesal.


"Kenapa Hubby ngucapinnya begitu. pake kata-kata meninggal.... Hubby nggak cinta lagi sama Wiffy?" selesai berkata begitu Chiyome kembali membenamkan wajahnya dipunggung Kenzie dan meneruskan tangisannya. pemuda itu blingsatan.


"Waduuuu.... bukan begitu. Wiffy jangan salah paham... Hubby beneran cinta nih.. kok jadi gini sih?" ujar Kenzie merutuk.


"Jangan lagi mengatakan hal semacam itu!" tandas Chiyome dengan agak marah lalu kembali membenamkan wajahnya, kembali meneruskan tangisnya.


"Gomen, Wiffy... oke deh, Hubby nggak akan bicara begitu lagi." kata Kenzie. mendengar kalimat itu, wajah Chiyome berangsur cerah lagi. perempuan itu menyeka sisa air matanya.


perempuan hamil memang aneh tingkahnya... dan unik...


"Beneran sumpah?!" todong Chiyome.


"Iya, Demi Allah... nggak akan Hubby ulangi. Hubby cinta sama Wiffy..." jawab Kenzie.


Chiyome kembali memamerkan senyum lebar seringai gingsulnya itu. "Hubby sudah janji lho...."


"Sekarang perumpamaannya seperti ini.... relakah Wiffy ketika menyadari sesuatu barang milik Wiffy dirusak dan dihilangkan orang? bagaimana tindakan Wiffy?" pancjng Kenzie.


"Naaa... bagitu juga dengan Trias... nggak segampang itu melupakan Iyun.... dia nggak segampang itu bisa move on. Iyun adalah pacar sekaligus istri pertamanya..." jawab Kenzie.


Chiyome kini paham maksud perkataan suaminya. ia pun membayangkan jika ia dalam posisi seperti Trias.


Nggak! aku nggak mau! AKU NGGAK MAU KEHILANGAN HUBBY....hiks...hiks


Chiyome kembali membenamkan wajahnya dan menumpahkan emosinya dipunggung suaminya. Kenzie membiarkan saja. kendaraan mereka terus melaju hingga akhirnya tiba di rumah.


Chiyome turun dari boncengan. Kenzie kemudian menyeka sisa airmata istrinya sambil tersenyum geli.


"Tuh air mata jangan buang-buang dijalan. rugi tau." olok Kenzie menangkupkan wajah Chiyome dengan telapak tangannya.


keduanya berjalan menyusuri halaman dan menaiki beranda. ketika memasuki rumah, nampak Mariana, Adnan dan Aisyah sedang asyik bercengkrama diruang keluarga dan berdiskusi. entah apa yang mereka diskusikan.


melihat kemunculan pengantin dini itu, Adnan menyapa.


"Darimana kalian. ini sudah malam lho." tegur Adnan.


"Dari belanja." jawab Kenzie kalem.


"Belanja?" tanya Mariana sambil bangkit dan memeriksa tas belanjaan anaknya. mukanya wanita itu terkejut melihat beberapa dus susu pro kehamilan berjubel disana. perlahan wanita itu sumringah.


"Ken, ini nggak bohongan kan?" tanya Mariana membuat Aisyah dan Adnan penasaran.


"Kenapa Ma, jangan bikin Papa penasaran dong!" tegur Adnan lagi.


Mariana menatapi suaminya dengan pandangan berkaca-kaca. ia bahagia dan melangkah kearah Chiyome. dengan lembut dipeluknya mantu perempuannya itu.


"Mama bangga sama kamu,nak." kata Mariana mencium pipi Chiyome yang semakin bersemu merah.


"Ma..." tegur Adnan.

__ADS_1


"Chiyome.... hamil...pak!" ungkap Mariana dengan keharuan penuh.


"HAAAAH ??? ...." seru Adnan dan Aisyah dengan kaget.


Kenzie hanya tertawa lalu mengeluarkan testpack dan menyerahkan ke tangan Adnan. lelaki itu menerima testpack itu dan mengamati 2 garis merah disana. lelaki itu tersenyum dan menatapi Aisyah.


"Nak.. kamu calon bibi.... Papa sekarang calon Bapu.." ujarnya dengan lirih. tanpa sadar Adnan mengalirkan dua tetes air mata yang mengalir dipipinya.


"Besok kamu nggak usah sekolah. ikut Mama ke RSIA Siti Khadijah. check up kehamilan kamu, ya nak?" pinta Mariana sambil menyeka air matanya dan tersenyum lebar.


dengan tersipu, Chiyome mengangguk. Mariana kemudian menatapi Kenzie. "Sudah, bawa istrimu kedalam. layani dia. Mama nggak mau calon cucu Mama kenapa-kenapa. ayo..." perintah Mariana.


"Kalau begitu, kami ke dalam ya ma." kata Kenzie kembali membawa Chiyome memasuki kamar mereka.


setelah kedua pengantin itu masuk. Mariana menatapi Adnan. "Pa.... kita sekarang sudah tua!" kata wanita itu dengan senyum bahagia.


"Aku bingung Ma... pasalnya mereka masih usia sekolah.." gumam Adnan dengan lirih.


"Ah. itu nanti saja... urusan Papa tuh... gimana pokoknya.." tandas Mariana.


...******...


Kenzie mengganti pakaiannya dengan kaos oblong dan celana boxer besar. sedangkan Chiyome hanya mengenakan lingerie yang menerawang. Chiyome sudah naik ke ranjang sementara Kenzie membawa tas kresek berisi beberapa susu pro kehamilan. pemuda itu melangkah keluar kamar membawa tas itu di dapur. ia membuka kulkas dan menaruh beberapa dus susu itu ke rak kulkas. setelah itu ia kembali ke kamar dan menutup pintunya.


Kenzie menatapi Chiyome yang tidur separuh berbaring. gadis itu menatapi suaminya yang mendekat dan naik ke ranjang. keduanya tidur berhadapan.


"Wiffy...." panggil Kenzie.


Chiyome mengangkat alisnya sambil tersenyum. gadis itu menyangga kepalanya dengan lengan yang ditekuknya.


"Apa Wiffy sanggup?... hamil di usia sekolah...." tanya Kenzie dengan pelan.


"Kenapa? Hubby ragu?" todong Chiyome.


"Bukan mikirnya ke Hubby... lebih ke arah Wiffy... Hubby cemaskan Wiffy... " gumam Kenzie.


"Jangan kuatir, Hubby... Wiffy sudah siap dengan resiko apapun... Wiffy hanya ingin bersama Hubby. Wiffy hanya tidak mau ditinggalin Hubby..." jawab Chiyome dengan serak.


Kenzie membelai rambut istrinya. "Hubby benar-benar keracunan nih... nggak ada penawarnya..."


Chiyome kembali tersenyum lebar memamerkan seringai gingsulnya. Kenzie mendekat dan mengecup dengan dalam bibir wanita itu. Chiyome membalasnya. keduanya kini makin intens merapatkan kedua daging bibirnya. saling *******, saling mengulum, saling melesakkan lidah ke rongga mulut dan menyatukan liur hingga Kenzie terpaksa menarik kepalanya.


"Wiffy makin menggairahkan." kata Kenzie.


"Asalkan hubby suka... Wiffy akan melakukan apapun." kata Chiyome balas menyentuh dagu suaminya.


"Nggak perlu ngelakuin apapun. keberadaan Wiffy disisi Hubby lebih dari cukup menawarkan rasa racun yang menyusup kebelahan jantung ini." desah Kenzie.


"Hubby..." panggil Chiyome.


Kenzie menatapi istrinya dengan mesra. Chiyome kembali mengulurkan tangan dan menyelusup kedalam celana bokser suaminya. Kenzie langsung tertawa.


"Ehm... oke deh... tapi nggak apa-apa? kan Wiffy masih hamil muda." jawab Kenzie setengah berbisik. "Hubby takut menyakiti si junior, dan Wiffy...."


Chiyome menggeleng pelan sambil menyeringai lagi. "Jangan terlalu penetrasi juga, Hubby. nggak apa-apa kok." kata Chiyome penuh hasrat. memang wanita hamil itu libidonya begitu melambung tinggi.


Kenzie menuruti kemauan Chiyome. pemuda itu menghujani pengantinnya dengan ciuman lembut menjelajahi permukaan kulit yang dibalut lingerie tipis dan menerawang itu. menuju puncaknya, Kenzie melesakkan tonggak kejantanannya kedalam liang peranakan Chiyome meski tak sepenuhnya melakukan penetrasi agar istrinya tidak kesakitan. hujaman yang pelan tapi rutin berhasil menegangkan dinding-dinding liang garba Chiyome yang berkontraksi akibat gesekan kulit tongkat Ruyi Jingu Bang yang telumuri penuh oleh cairan pelumas. bunyi kecipak terdengar halus ditengah genjotan pinggul Kenzie yang membenamkan alat kejantanannya kedalam sumur kewanitaan Chiyome.


bersenggama dimasa hamil muda sebenarnya dapat menghilangkan stress, karena memicu hormon endorfin yang menyebabkan rasa bahagia pada wanita. apalagi dalam tatapan Kenzie, wajah dan penampilan Chiyome justru terlihat lebih menggairahkan.


keduanya memacu dan memicu adrenalin yang menyelusup kedalam jantung, membuat Kenzie sangat semangat melayani libido istrinya tersebut keduanya mulai memasuki puncak kenikmatan. tiba-tiba Kenzie mencabut batangnya dan tangannya memencet ******** istrinya. Chiyome mendesah dan dari liang vaginanya memancar cairan bening keputihan yang membasahi seprai. Kenzie memijat batang penisnya dengan cepat hingga menyemprotlah cairan putih susu yang membasahi perut Chiyome.


Chiyome menatapi Kenzie dengan tatapan protes. Kenzie tersenyum. "Jangan Wiffy, nanti juniornya sakit kalau kena pejuhnya. makanya Hubby buang diluar. jangan marah ya?"


memahami maksud Kenzie yang hanya ingin melindungi calon bayinya, Chiyome langsung tersenyum lebar memamerkan seringai gingsulnya dan mengangguk.


"Duh, bibirnya seksi banget. bikin Hubby ***** nih. boleh ya di hisapin." rengek Kenzie langsung mengulum bibir Chiyome dan mendesakkan lidahnya melumuri lidah Chiyome dengan liurnya. wanita itu memejamkan mata menikmati fase ektase menuju relaksasi tersebut.


tak lama kemudian kedua pasangan Kamajaya dan Kamaratih itu tidur saling memeluk dan membenamkan tubuh mereka seakan menyatu dalam sebuah kesatuan harmoni alam menuju larutnya malam...

__ADS_1


hidupku tanpa cintamu, bagai awan tanpa hujan...


hidupmu tanpa cintaku, bagai malam tanpa bintang... []


__ADS_2