
"Kenzie.... aku jatuh cinta padamu." desah Puspita.
Kenzie benar-benar terkejut dengan pernyataan tersebut. pemuda itu langsung melepaskan pelukan gadis tersebut. ia menarik napas panjang.
"Pus, kamu sadar dong. aku ini atasanmu. jaga sikap kamu!" tegur Kenzie kemudian menatapi tombol, bersiap menekannya. kembali tubuhnya ditarik oleh Puspita.
"Kamu kenapa sih?" tegur Kenzie lagi dengan ketus.
Puspita menatapi Kenzie dengan dalam. perlahan wajahnya mendekat dan bibirnya membuka. makin lama makin dekat dan...
"Enak saja, bibirmu mau nyonyor kemana?" tegur Kenzie lagi menampal bibir gadis itu dengan telapak tangannya kemudian mendorong wajah Puspita hingga gadis itu terjajar ke belakang.
"Kenzie! kenapa sih kamu nolak aku?! apa aku nggak cantik?! apa aku nggak seksi?! seberapa cantik sih istrimu?!" tantang Puspita sambil menghentak kakinya dengan kesal.
"Ini orang kalau mabuk, sembarangan saja bicaranya." gumam Kenzie dengan gemas sementara Puspita berdiri sempoyongan menatap Kenzie dengan tatapan sayu karena mabuk.
"Aku lebih cantik dari istrimu! aku bahkan bisa merebutmu darinya!" tandas Puspita kembali dengan senyum layu.
"Kau mabuk Pus. sebaiknya istirahatlah!" tegur Kenzie menekan tombol dan pintu membuka. pemuda itu meraih Puspita lalu membopongnya menyusuri koridor luas menuju kamar gadis itu.
mereka tiba dikamar Puspita. Kenzie mengambil kartu dalam tas pesta gadis itu dan menggesekkannya pada mesin. pintu kemudian membuka.
mereka masuk dan tiba-tiba Puspita meraih kartu itu dan mendorong Kenzie lalu menutup pintu.
"Pus! apa yang kau lakukan?!" tegur Kenzie lagi dengan nada keras.
Puspita berbalik menyandarkan punggungnya pada pintu. ia menatap Kenzie dengan penuh gairah. Kenzie sudah bisa memastikan apa yang akan berlaku berikutnya. apakah ada pemerkosaan yang dilakukan wanita terhadap pria?
dengan wajah yang terkesan nakal, Puspita perlahan melepaskan bajunya hingga gadis itu hanya mengenakan bra dan bagian segitiga kecil yang menutup bagian kewanitaannya. Kenzie meneguk ludahnya sekali.
"Pus, jangan buat begini!" tegur Kenzie. keringat dingin sudah mengucur dari keningnya mulai membasahi wajahnya.
Puspita melepaskan kaitan branya dan membuang benda itu ke lantai. ia pun melepaskan bagian itu juga hingga kini tubuhnya benar-benar bugil tanpa sehelai benang.
Kenzie menarik napas sejenak melihat Puspita yang mendekat dengan senyum yang penuh gairah. lenggak-lenggak langkah wanita itu sengaja dibuat untuk menarik perhatian dan birahi pemuda itu.
kau mau main-main denganku? baiklah akan kuikuti permainanmu....
kini keduanya saling berhadapan. perlahan tangan Puspita terulur menggenggam tangan Kenzie lalu membawa tangan itu untuk menjamah salah satu buah miliknya yang bertengger dengan ranumnya, siap untuk dijamah.
sesenti lagi telapak tangan itu menyentuh permukaan payudara gadis itu, tiba-tiba Kenzie dengan gerakan cepat langsung menekan dengan kuat bagian atas dada Puspita dengan telunjuknya, kemudian pundak dan leher bagian sisi kanan gadis itu.
Puspita sejenak memekik lalu jatuh terkulai. untung saja Kenzie langsung menangkapnya dan memondong gadis itu kemudian membaringkan tubuh yang pingsan itu ke ranjang. Kenzie menotok tiga syaraf pusat ditubuh Puspita hingga ia kehilangan keseimbangan dan kesadarannya.
tubuh telanjang gadis itu kemudian ditutupinya dengan selimut tebal. pemuda itu menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Pus, pus... rupanya firasatku tentang kamu memang benar. sorry Pus. kamu harus pindah tempat kerja." gumam Kenzie kemudian meninggalkan kamar itu.
...******...
Sebelum kembali ke pesta, Kenzie menghubungi manajer hotel Pangeran beach untuk mengunduh rekaman tadi dan menguploadnya ke ponsel Kenzie. setelah pekerjaan itu selesai, pemuda itu kembali ke tempat pesta yang masih berlangsung. waktu telah menunjukkan pukul 21.40 WIB.
pemuda itu kembali bergabung dengan orang-orang Mlt.group dan mengangkat gelas bersama, toast yang melambangkan kerjasama yang terjalin kembali hingga dua puluh lima tahun kedepan. pesta selesai pukul 23.30 WIB.
...********...
perjalanan pulang ke Gorontalo berlangsung canggung. keduanya tak saling bicara dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Kenzie sengaja diam agar Puspita tidak berani bicara. sedang Puspita diam bergelut dalam pikirannya. ia dilanda kecemasan jika Kenzie akan bertindak lebih jauh. paling berat dia akan dipecat.
Puspita merutuki dirinya sendiri. kenapa juga alam bawah sadarnya mengambil alih ketika mabuk itu menguasai dirinya? gadis itu menunduk dalam, sementara Kenzie disampingnya hanya diam menatap ke depan.
__ADS_1
Akhirnya dengan menimbang-nimbang, Puspita memberanikan bicara.
"Pak..." panggil Puspita.
Kenzie langsung menutup mata dan mengangkat telunjuknya dan menggoyangkannya, pertanda pemuda itu tak mau meladeni pembicaraan untuk saat ini. terlebih lagi dengan Puspita.
gadis itu dianggapnya telah melanggar garis etika lampu kuning yang digariskan perusahaan. gadis itu merayu dan menggoda atasannya, meskipun dalam pengaruh alkohol, tindakan itu tetap tak dibenarkan.
Puspita menunduk penuh penyesalan. kenapa juga bertindak diluar kendali. alkohol memang merusak kesadaran dan keseimbangan pikiran. barang haram itu disebut khamr yang menjadi salah satu sebab terselenggaranya dosa besar.
Kenzie dalam renungannya, teringat sebuah kisah hikmah. seorang padri yang sangat kuat dalam kebajikannya. ia bertemu wanita pelacur yang membawa sang padri kedalam rumahnya lalu menguncinya. dalam rumah itu ada segentong khamr dan seorang bayi. wanita itu menutup pintu dan berkata pada padri itu, aku tak akan membebaskanmu kecuali kau minum khamr, atau main cinta denganmu, atau kau bunuh bayi itu. jika tidak, maka aku alan menjerit memberitahukan warga tentang keberadaanmu dirumahku. sang padri menimbang-nimbang maka ia pun memilih minum khamr. akhirnya ia mabuk dan memperkosa pelacur itu lalu membunuh bayi.
Kenzie menarik napas panjang. "Jangan pernah membahas aibmu sendiri Puspita. untung saja bagimu, aku bukan seperti lelaki yang gampang naik birahi hanya dengan melihat payudara dan belahan celah diantara pahamu itu. aku hanya minta berperilakulah sepantasnya Puspita. jadi diamlah dan bertobatlah. sedikit lagi kita akan tiba di Jalaluddin." ujar pemuda itu.
Puspita hanya bisa menunduk lagi. Kenzie kembali meredakan emosinya yang sedikit naik ketika menegur sekretarisnya yang tak tahu diri itu.
pesawat jet perusahaan akhirnya tiba di bandara Jalaluddin Gorontalo. setelah pesawat terparkir di hanggar, keduanya turun dan Kenzie berjalan cepat mendahului Puspita. pemuda itu melangkah seakan tak perduli. si belakangnya, Puspita melangkah setengah berlari mengejar atasannya itu.
mereka tiba diluar dan telah dijemput oleh mobil perusahaan. Kenzie langsung masuk kemudian disusul oleh Puspita.
"Antarkan Puspita ke rumah perusahaan." kata Kenzie memerintahkan sopir tersebut. orang itu mengangguk dan mulai menjalankan mobilnya. kendaraan itu melaju meninggalkan Bandara Jalaluddin Gorontalo.
Kenzie menyuruh sopir mengarahkan kendaraan menyusuri jalanan Batu da'a dengan alasan menghindari kemacetan. pemuda itu memang benar. jalan trans sulawesi memang selalu dipenuhi oleh kendaraan yang lalu lalang. tubuh yang lelah akibat jetlag membutuhkan istirahat lebih cepat.
"Pak... aku mau minta maaf.." kata Puspita dengan suara serak. wajahnya sudah merah seperti hendak menangis.
"Maafmu ku terima. tapi jangan dekati aku lagi." kata Kenzie. "Aku akan membebaskanmu dari jabatan sekretaris. aku akan memindahkanmu ke bagian lain yang lebih baik."
"Maksud bapak, saya dipecat?" tanya Puspita.
"Siapa bilang kamu dipecat?! kalau punya duit, belilah korek kuping untuk membersihkan prasangka-prasangka jelek yang menerobos liang telingamu itu." tegur Kenzie. "Aku hanya memindahkanmu ke bagian lain. bukan mem-PHK kamu."
"Sudahlah. jangan jatuhkan air matamu. itu nggak sebanding dengan perlakuanmu padaku." sindir Kenzie. "Mulai sekarang, kuharamkan kau menyentuh minuman beralkohol lagi. aku nggak bisa membayangkan kau mabuk dan telanjang ditengah ruangan kerja kemudian dipermainkan oleh karyawan-karyawan disana."
"Pak, terima kasih atas perhatiannya selama ini. saya tidak tahu harus berkata apa lagi." sedu Puspita hendak memeluk Kenzie, namun pemuda itu langsung menahan tangan gadis itu.
"Jangan peluk aku! aku ngeri kau peluk." kata Kenzie. "Kau tak perlu memelukku. kau cukup bersyukur kepada Allah, karena Dia masih membukakan hatiku untuk tak memecatmu. aku masih menghargai kompetensimu. kau hanya dirasuki pengaruh alkohol pada saat itu, jadi aku memakluminya. tapi mulai sekarang, aku tak akan mentoleransi apapun kesalahanmu. paham? sekarang kau diamlah!" ujar Kenzie dengan tatapan tajam. "Hapus air matamu itu." perintahnya.
Puspita langsung menyeka bekas-bekas air matanya dengan tisu kemudian menunduk lagi.
mobil telah memasuki kota Gorontalo. kendaraan perusahaan Buana Asparaga melaju ke bagian tengah kota. disalah satu kecamatan terdapat komplek rumah dinas perusahaan yang diperuntukkan untuk karyawan yang berasal dari daerah lain.
mobil menyusuri jalanan memasuki komplek rumah dinas perusahaan dan berhenti disalah satu rumah. Kenzie mendehem.
"Nah, masuklah ke rumah Pus. dan beristirahatlah." perintah Kenzie.
Puspita mengangguk lemah lalu membuka pintu mobil. gadis itu keluar dan melangkah lesu menuju rumah dinasnya. sementara Kenzie menyuruh sopir kembali menjalankan mobilnya. kendaraan itu bergerak meninggalkan komplek rumah dinas perusahaan.
Kenzie merogoh ponselnya dan menghubungi ayahnya. tak lama kemudian terdengar suara ayahnya.
📲 "Assalamualaikum, halo nak. sudah sampai?" tanya Adnan.
📲 "Sudah Pa. Papa dimana sekarang?" tanya Kenzie.
📲 "Di gudang utara." jawab Adnan.
📲 "Saya kesana Pa." kata Kenzie dan memutuskan hubungan seluler. Kenzie menatap sopir.
"Ke gudang utara Pak. cepat!" perintah Kenzie.
__ADS_1
sopir mengangguk dan langsung tancap gas membuat kendaraan itu melaju menyusuri jalan raya.
...********...
Adnan duduk dengan santai sambil melipat tangannya didada memperhatikan Stefan yang diguyur air dari keran. pemuda itu dimandikan karena tubuhnya sudah dekil dan bau akibat disekap hampir tiga hari tanpa mandi.
Bakri sendiri memberikan isyarat kepada pria yang menyemprotkan air untuk memperderas pancaran airnya. pria itu mengangguk dan pancaran air makin deras menghantam tubuh Stefan yang kini meringkuk diujung sangkar.
setelah cukup membasahi tubuh pemuda itu, Bakri melangkah menjinjing sebuah tas pakaian lalu memasuki sangkar yang dibuka oleh salah satu pria. pemuda kekar itu mendekati Stefan yang sudah basah kuyup kedinginan.
"Singkirkan pakaianmu yang sudah dekil itu. pakailah ini." kata Bakri menyodorkan tas berisi pakaian dan meletakkan tas itu dihadapan Stefan. pemuda itu kemudian berbalik meninggalkan tempat itu dan berdiri kembali dibelakang Adnan.
"Nggak usah malu telanjang disitu. toh kamu juga nggak malu merenggut kegadisan anakku." sindir Adnan dengan senyum mengejek.
Stefan terpaksa melepas pakaiannya dengan perasaan risih. hingga akhirnya ia melepas bagian paling pribadi yang menutup bagian kelelakiannya. Adnan tertawa.
"Wah, panjang juga selang airmu ya? sudah berapa perempuan yang takluk disiram selangmu ini?" tanya Adnan setengah menyindir.
Stefan tak menjawab dan hanya memungut tas tersebut dan mengeluarkan satu persatu pakaian yang kemudian dikenakannya.
tak lama kemudian terdengar langkah kaki mendekat. Adnan dan Bakri menoleh, nampak Kenzie muncul dari keremangan suasana gudang. ia masih mengenakan stelan jas formalnya.
"Bagaimana Pa? apa cecunguk ini sudah mau mempertanggung jawabkan perbuatannya?" tanya Kenzie.
"Hari ini ia akan kita giring ke KUA." kata Adnan. "Aku sudah menghubungi Mamamu untuk membawa Kakak kesana juga. kita akan ketemu di KUA Kota Utara."
Kenzie mengangguk. "Bagus. aku tak mau Kakak terus menanggung malu. setelah itu kabarkan ke UNG bahwa mahasiswanya yang bernama Stefan Waworondouw telah menikah secara resmi dengan Aisyah Ardiannissa Lasantu."
Adnan menatap Kenzie. "Kenapa?"
"Papa tanya lagi kenapa? supaya laki-laki luwandi ini nggak gatal lagi kelaminnya cari-cari lubang tanah untuk berproduksi. dan ayam-ayam kampus itu tak akan lagi menjamahnya. jika tidak, mereka akan berurusan dengan keluarga Lasantu!" tandas Kenzie dengan geram.
Bakri tertawa, "Tajam juga bicaramu ya?"
Kenzie kemudian menatapi lagi Adnan. "Dan Papa, sekarang juga harus mempertanggung jawabkan keputusan Papa menjadikan Puspita sekretarisku!"
Adnan kembali menatapnya. "Lho? kenapa lagi dengan Puspita?"
"Dia bikin malu aku di pesta gelaran yang diadakan orang-orang MLT.Group." jawab Kenzie dengan suara meninggi.
"Lho? pagi tadi Pak Kevin hubungi Papa membicarakan kontrak yang sudah berjalan. artinya, kontrak berjalan sukses. nah apa yang dilakukan Puspita sehingga terlihat memalukan?" tanya Adnan.
Kenzie merogoh ponselnya dan menyerahkannya ke tangan Adnan. "Jawabannya ada disitu."
dengan wajah berkerut, Adnan menerima ponsel tersebut dan mengaktifkan layar sentuhnya dan membuka aplikasi atas petunjuk Kenzie. tak lama kemudian lelaki itu menonton sambil menutup mulutnya dengan tangannya. setelah berapa lama menonton tayangan tersebut, Adnan mengembalikan gawai itu ke tangan Kenzie.
"Segitukah dia? Papa nggak nyangka. bagaimana menurutmu? apakah ia harus dipecat?" tanya Adnan.
"Nggak. aku akan memindahkannya ke bagian pemasaran. ia akan membantu tugas Ibu Dewinta Basumbul disana." jawab Kenzie.
"Terserah kamulah. tapi kok kamu bisa menahan diri sekuat itu sih?" pancing Adnan setengah menggoda.
"Aku bisa melakukan apapun yang kumau Pa... jika aku belum berstatus suami. dan, Papa mau aku digebuki Wiffy lalu diceraikannya?" jawab Kenzie.
"Kau paling takut ditinggalkan Adek?" goda Adnan.
"Aku sangat mencintainya Pa... sedetikpun aku tak pernah mengalihkan perasaanku untuknya. hatiku telah teracuni oleh cintanya." jawab Kenzie.
"Puitis sekali kamu. untung benar Chiyome mendapatkan suami model bucin macam kamu ini." puji Bakri sambil tertawa.
__ADS_1
"Sudahlah. nanti kita bicara lagi." kata Adnan. "Saat ini kita harus fokus pada laki-laki ini. ia harus segera memenuhi tanggung jawabnya." ujar Adnan seraya menganggukkan kepalanya ke arah Stefan yang sementara berdiri memegang jaring jeruji menatapi mereka dengan tatapan datar. []