
Kenzie mengerjap-ngerjapkan mata mengusir silau dari cahaya Sang Amaterasu yang menerobos celah gorden yang membuka dan menyengat matanya yang masih malas membuka. pemuda itu perlahan membuka matanya menatapi langit-langit ruangan lalu pandangannya beralih mengamati ruangan utama, tempat ia bergumul cinta dengan istrinya tadi malam.
Kenzie kemudian menatapi tubuhnya yang telanjang dan hanya terbalut selimut sebatas wilayah kelelakiannya. pemuda itu melihat meja pendek didepan pintu kaca beranda yang masih ditutupi gorden. ada sepiring hidangan disana bersama sebotol sake manis.
kelihatannya Chiyome sudah bangun duluan dan membiarkan Kenzie asyik tenggelam dalam pelayaran mimpi. istrinya telah menyiapkan hidangan pagi dan telah menggantung kurotomesode miliknya pada rak kimono. tapi kemana perempuan itu.
tak berapa lama, pintu shoji bergeser dan Chiyome muncul mengenakan komon, yaitu kimono kasual berwarna merah pastel dengan fukuro obi warna kelabu. tali coklat mengikat sabuk besar itu. rambutnya yang masih basah dan berkilau disanggul seadanya. melihat Kenzie yang sudah duduk bersila membiarkan selimut menutupi bagian kelelakiannya, Chiyome kemudian menutup lagi pintunya lalu duduk bersimpuh dihadapan suaminya lalu membungkuk dengan dalam. Kenzie sendiri sempat kaget dengan perlakuan itu.
apa begini gaya kehidupan seorang istri dijepang? harus selalu membungkuk kepada suami jika hendak melakukan sesuatu?
"Pagi, Hubby... sudah sarapan? itu Wiffy sudah siapkan disana." kata Chiyome dengab manja tapi tetap duduk dengan gaya formal.
"Wiffy kok nggak bangunin Hubby sih, kan Hubby juga mau bantu-bantu bersihin rumah." omel Kenzie kemudian menguap.
"Sudah, hubby nggak usah banyak protes. hari ini, pertama kita hidup sebagai suami-istri, Wiffy mau melayani Hubby seperti perintah agama dan budaya kita." kata Chiyome sambil tersenyum lebar memamerkan lagi deretan gigi ginsulnya.
Kenzie tertawa, "Dasar ratu cinta. sini kamu. Hubby mau peluk." pinta Kenzie lagi.
Chiyome dengan antusias mendekat lalu memeluk Kenzie. wanita itu mengalungkan kedua lengannya dileher suaminya.
"Hubby puas semalam?" tanya Chiyome dengan anteng.
Kenzie memerah wajahnya membuat istrinya menahan tawa. pemuda itu memang benar-benar dipecundangi. "Wiffy hebat ya, masih menjaga keperawanan ditengah pergaulan bebas anak-anak jepang." puji Kenzie.
"Tentu dong." jawab Chiyome, "Sesuai ajaran agama kita, Wiffy hanya akan mempersembahkan hadiah itu sama orang yang akan jadi suami Wiffy. makanya Wiffy bela-belain belajar beladiri sampe segitunya supaya nggak ada yang berani mendekati Wiffy, kecuali atas keinginan Wiffy sendiri... hingga akhirnya..."
"Akhirnya Wiffy ketemu Hubby dan jatuh cinta sama Hubby... begitu?" goda Kenzie membuat Chiyome menunduk tersipu lalu mengangguk dengan jujur.
"Waktu pertama Hubby nembak Wiffy, itu Wiffy sudah cinta nggak sama Hubby?" tanya Kenzie.
Chiyome menggeleng lalu kembali menunduk malu. Kenzie mengerutkan keningnya.
"Memang sejak kapan Wiffy jatuh cinta sama Hubby?" tanya Kenzie penasaran.
"Sejak pertama masuk kelas dan kenalan sama Hubby." jawab Chiyome kemudian menutup wajahnya dengan kedua tangannya. "Aaaa...Wiffy malu.. hitomishiri.."
Kenzie langsung tertawa mengenang kembali masa itu, ketika ia menyebut Chiyome dengan sebutan nona Kim Yoo Jung hanya gara-gara wajah mereka yang mirip, membuat Chiyome sempat ilfeel. pasalnya ternyata ada sentimen anti korea dalam mindset masyarakat jepang, begitu juga sebaliknya. untung saja Trias berinisiatif mencairkan suasana sehingga hubungan keduanya berlanjut hingga ke arah yang serius.
makasih bro, sudah membantu aku mendapatkan cinta Chiyome... kamu memang sahabat yang terbaik...
"Wiffy juga nggak pernah bilang kalau Wiffy seorang muslim." tambah Kenzie mulai memeluk pinggang istrinya.
"Agama nggak perlu ditampilkan, Hubby. itu adalah hak pribadi." jawab Chiyome dengan pelan.
"Vaginanya... masih sakit?" tanya Kenzie dengan lirih.
Chiyome tersenyum lalu sedikit memicingkan matanya. "Sedikit..." jawabnya dengan nada manja.
__ADS_1
"Sory ya Wiffy, Hubby kebangetan banget nembusinya." kata Kenzie.
"Hubby, ini bukan perkara sakit dan tidaknya, robek dan tidaknya hymen milik Wiffy yang ditembusi miliknya Hubby. ya namanya belum pernah penetrasi, ya sakitlah Hubby... tapi Wiffy bahagia bisa memahkotai Hubby sebagai suami yang sempurna..." jawab Chiyome yang sedetik kemudian bibirnya dimanyunkan lagi, "Ih, kok ngomongnya kok yang itu sih, kayak nggak ada topik lain saja."
Kenzie tertawa. Chiyome kembali tersenyum. "Kalau Hubby belum puas, sekarang Wiffy panasin lagi miliknya, mau?" tantang Chiyome dengan senyum nakal.
"Berani?" goda Kenzie.
"Siapa bilang nggak berani? itu miliknya Wiffy sekarang. Wiffy juga punya hak." tandas Chiyome melepaskan pelukan Kenzie dan langsung menyibak selimut tersebut.
daerah kelelakian pemuda itu langsung terpampang dan dengan tangkas Chiyome menggenggam benda panjang disana, mempermainkannya sedikit hingga benda itu kembali bangun. Kenzie sempat kagok ketika Chiyome tanpa malu menundukkan kepalanya mendekati benda panjang dalam genggamannya lalu dengan santainya mulai menjilati dan mengulum bagian kepala batang yang menjamur itu.
Kenzie mendesis menerima perlakuan tak biasa istrinya. Chiyome menunjukkan keliarannya dalam memulai permainan ranjang. wanita itu benar-benar piawai. beberapa saat kemudian Chiyome melepaskan pagutannya pada benda panjang itu lalu ia menaiki tubuh Kenzie. disibakkannya sedikit kimono untuk meleluasakan kedua tungkai kakinya agar bisa melebar dan membiarkan bagian selangkangannya mendekati milik suaminya.
kembali Kenzie merasakan lagi sensasi iru ketika miliknya yang telah tegak menghujam mulai memasuki liang milik istrinya sesenti demi sesenti hingga akhirnya tertanam seluruhnya dalam garbaloka milik Chiyome.
tanpa membuka kimono, Chiyome melakukan tugasnya sebagai istri yang melayani kebutuhan birahi suaminya. tubuhnya naik turun melaksanakan tonggak sakti Ruyi milik Kenzie mengobok-obok liang peranakannya. wajah Chiyome terangkat keatas dan ia memejam merasakan desir-desir birahi mulai menjalari dirinya.
tak tahan, Kenzie menangkap tubuh istrinya dan membaringkannya dilantai tanpa mencabut sesenti pun batang senggama miliknya dalam liang peranakan Chiyome. kini pemuda itu yang mengambil alih peran istrinya. bertalu-talu hujaman tongkat saktinya membobol dan menghujam dasar sumur garba milik Chiyome.
"Hubby.... Wiffy kayaknya..... mau keluar..." desah Chiyome.
"Sama-sama yuk?" jawab Kenzie makin mempercepat sodokannya. tubuh Chiyome terhentak-hentak keras sementara wanita itu menggigit bibir bawahnya merasakan luapan ejakulasi dari dalam rahimnya. dan akhirnya keduanya mengerang bersama, menegang dan mengejan bersama hingga akhirnya melemas bersama memasuki fase relaksasi setelah melepaskan hasrat tersebut. sebagian cairan susu yang bercampur keluar menerobos liang milik Chiyome dan mengalir keluar hingga membasahi futon yang mereka tiduri.
Kenzie masih ingin membiarkan miliknya dijepit oleh liang peranakan Chiyome. pemuda itu membelai rambut istrinya yang tersanggul seadanya. kedua tungkai kaki Chiyome juga masih terus memeluk pinggul suaminya yang telanjang.
"Hubby... puas?" tanya Chiyome.
Kenzie hanya senyum lalu mencubit hidung Chiyome. wanita itu membalasnya dengan senyum. perlahan senjata milik Kenzie mengecil dan pemuda itu menarik pinggulnya melepaskan lingga senggama itu dari liang yoni istrinya.
Chiyome mengangguk. pemuda itu bangkit disusul Chiyome yang ikut bangun lalu menuju sebuah lemari dan mengambilkan handuk lalu memberikan kepada Kenzie.
pemuda itu melilitnya sedang Chiyome meloloskan kimononya dan menggantinya dengan piyama mandi. keduanya keluar dari kamar utama menuju kamar mandi.
ketika asyik memanjakan diro dengan air yang memancar melalui shower, saat saling menyabuni, mendadak libido Kenzie naik lagi melihat tubuh telanjang istrinya. pemuda itu kembali meminta ijin Chiyome untuk menyetubuhinya saat itu juga.
sebagai seorang istri, tentu Chiyome tak menolak. meskipun wanita itu belum memahami sepenuhnya ajaran islam. namun ibunya selalu menekankan padanya untuk memberikan pelayanan sepenuh hati tanpa mengidahkan perasaan lelah agar nantinya suami tidak akan mencari pelampiasan hasrat diluaran.
ditengah guyuran air shower, Chiyome menyandarkan tangannya pada dinding sementara tubuhnya sedikir menungging dan tungkai kaki kanannya sedang diangkat oleh Kenzie agar pemuda itu leluasa menyodokkan batang lanangnya kedalam liang peranakan Chiyome. tangan kiri Kenzie meremasi dan memuntir pelan ujung payudara wanita itu dengan pelan. desahan dan lenguhan terdengar silih berganti. hingga akhirnya Kenzie dan Chiyome kembali merasakan kenikmatan tertinggi saat melepaskan dan mempersatukan air amerta mereka berdua.
masih didalam kamar mandi, keduanya melakukan aktifitas ringan untuk meredakan birahi dan memasuki fase relaksasi setelah pertempuran yang bertubi-tubi. Chiyome bahagia, Kenzie pun puas.
...*********...
dikamar hotel, setelah selesai memadu kasih, Adnan dan Mariana kemudian menonton video yang dikirimkan oleh Yasunori mengenai prosesi akad hingga upacara pernikahan adat.
Adnan sedikit kecewa melihat para hadirin yang menyaksikan resepsi itu hanya terdiri dari keluarga besar Chiyome dan keluarga Endi saja. dengan rasa tak puas, lelaki itu mengambil gagang telpon disamping ranjang lalu menekan tombol-tombol panggilan.
dirumah kediaman keluarga Mochizuki, Kenzie yang sementara menikmati sarapan pagi bersama Chiyome di genkan, mendengar suara nada panggilan.
Kenzie merogoh sakunya mengeluarkan ponsel lalu memeriksa layarnya. pemuda itu menatapi istrinya.
__ADS_1
"Dari Papa... sebentar aku terima." kata Kenzie lalu menekan cursor penerima panggilan.
📲 "Assalamualaikum, Pa... kenapa?" tanya Kenzie sambil terus mengunyah makanannya.
📞 "Ken, kok acaranya begini saja?" tanya Adnan dengan perasaan puas. Kenzie melirik istrinya yang memasang tampang tak perduli terus menggerakkan sumpit dijemarinya mengangkut butiran nasi yang kemudian dilahapnya.
📲 "Pa, memang segitu upacara pernikahan disini. nggak mewah, tapi syahdu dan sakral. Kenzie lebih suka daripada meriah-meriah lalu jadi bahan karlota orang-orang, Papa mau?" todong Kenzie.
📞 "Ya... nggak juga sih, tapi...."
📲 "Pa! " potong Kenzie, "Ken lebih senang acara yang sederhana. dan Ken senang dengan sahnya ijab qabul. bukankah itu inti dari semua prosesi pernikahan? terserah Papa deh kalau di Gorontalo mo meriahkan resepsi pernikahan ngundang satu kota cuma buat ngabisi hidangan dan sering karlota dengan tamu lain jika apa yang diinginkannya tak didapatkannya. Kenzie cuma ingatkan Papa.... Kenzie sedang dalam eforia pernikahan. jadi jangan rusak suasana hati Kenzie. Okey?"
📞 "Okey, terserah Ken-ken saja. yang penting kalian sudah halal." jawab Adnan pada akhirnya.
📲 "Naaaaa.... tuh Papa ngerti juga pada akhirnya. sudah ah, Pa. Ken lagi sarapan nih. Papa urus urusannya Papa. ingat, persiapkan 1 buah kursi kosong bagi Kenzie dikantor... sehabis dari liburan, Ken mau kerja si kantornya Papa."
📞 "Lho kok kesitu urusannya?"
📲 "Ya iyalah Pa. masa kami dua laki-bini mau terus berada dalam jepitan ketiak Papa dan Mama? kami harus mandiri Pa, supaya anak-anak kami bangga, Papanya adalah lelaki bertanggung jawab." kata Kenzie.
📞 "Sseeeeee'ah... masih lama kali, Uyong. masih satu setengah tahun." ledek Adnan sementara Mariana tertawa-tertawa disisinya.
📲 "Pokoknya terserah Papa deh. yang jelas, begitu lulus, Ken mau kerja dikantor Papa." kata Kenzie. "Mau jabatan paling rendah juga nggak apa-apa. Ken akan berupaya belajar meningkatkan prestasi kerja yang bikin Papa bangga. udah ya? asalam alaikum...." jawab Kenzie sambil memutus hubungan seluler.
Chiyome menatapi suaminya. "Apa yang Papa katakan sama Hubby?"
"Percakapan nggak penting, nggak usah Wiffy pedulikan." jawab Kenzie sambil mengibaskan garpunya kesana kemari.
"Papa kurang puas?" tanya Chiyome.
"Hal yang manusiawi." jawab Kenzie, "Papa kan belum tau kultur budaya disini. tadi Hubby sudah jelaskan meski pake cara drama segala. setidaknya Papa sudah paham. Wiffy nggak usah pedulikan."
"Hubby..." kata Chiyome.
"Wiffy...... bukan mereka yang akan menjalaninya, tapi kita sendiri berdua, bersama. kita yang membangun sendiri. orang tua cukup dari jauh saja melihat dan memantau dan boleh memberi nasihat, jika kita berdua memerlukannya. paham Wiffy?" kata Kenzie sambil tersenyum.
"Wiffy mengerti..." jawab Chiyome dengan pelan.
keduanya kembali meneruskan acara sarapannya yang tertunda. tak lama kemudian, Kenzie meletakkan sendok lalu meneguk sake manis dan menatapi istrinya.
"Wiffy, temani Hubby yuk, jalan-jalan sekitar sini." pinta Kenzie.
Chiyome tersenyum, "Boleh, tapi turunin dulu makanan Hubby sampai ke lambung. supaya nanti kalau jalan-jalan akan terasa enak karena kamu karena perut ridak kembung."
selang setengah jam, keduanya sudah keluar jalan-jalan menikmati udara pagi. Kenzie mengenakan kemeja hitam yang kerahnya dibuka bersama kancing satu menampilkan permukaan dada yang bidang dari balik balutan kemejanya. bawahannya adalah celana kain dan mengenakan sepatu fantoupfel. sedangkan Chiyome mengenakan kimono jenis iromunji warna lembayung. sabuknya hitam bercorak lukisan samar warna emas san tali pengikat warna jingga. Chiyome mengenakan sandal kayu. ia menyanggul rambutnya
pasangan itu sempat menjadi pusat perhatian karena ketampanan dan kecantikan laki-istri tersebut. Kenzie memandang kekasihnya.
"Wiffy cantik sekali dengan balutan pakaian itu." puji Kenzie. "Pokoknya kalau kita berdua ke acara dimanapun. Wiffy, wajib make kimono. nggak boleh pakaian lain."
Chiyome menggelayut manja dilengan kekar suaminya. "Iya, apa yang Hubby inginkan, akan Wiffy turuti."
__ADS_1
Kenzie tersenyum mendengar jawaban istrinya. monster betina itu memang benar-benar bertekuk lutut dibawah perintahnya. segitu cintanya Chiyome kepada suaminya. apapun perintah Kenzie, selama tidak melanggar tata norma dan agamanya. Chiyome akan senantiasa mematuhinya.
keduanya melangkah dengan mesra menysuri jalanan yang saljunya mulai menipis karena sebentar lagi, musim semi akan datang. []