
"Yakin gak mau di anter." Kata Haikal pada Yeni.
"Iya kak, gak usah." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Tapi..." Kata Haikal yang baru saja mengatakan satu kata, tetapi harus di potong oleh Yeni.
"Udah ya kak, saya mau ganti bajunya dulu. Lagi pula deket ko, saya gak akan kesasar." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Ya udah, silahkan kalau kamu mau ganti baju." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Baik kak, saya ke sana dulu ya." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Iya." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
Tante Ratna yang mendengar dan melihat tingkah Haikal yang seperti memaksa untuk mengantar Yeni. Kini mulai curiga.
Saat Yeni sudah tak terlihat lagi. Barulah tante Ratna mulai bertanya pada Haikal.
"Haikal kamu ko maksa mau anter Yeni. Jangan bilang kamu sama Yeni ada apa - apanya." Kata tante Ratna pada Haikal.
Haikal yang mendapatkan pertanyaan seperti ini dari tante Ratna seketika mulai panik. Namun, kemudian ia pun mulai mengatasi rasa paniknya tersebut agar tak terlihat panik.
"Em... anu, itu mah. Haikal lagi pengen anter aja. Lagi pula gak masalahkan kalau anter kaya gitu." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.
Baru saja tante Ratna akan menjawab ucapan Haikal. Tiba - tiba terdengar suara dari Rindi.
"Bohong tante, kak Haikal lagi coba deketin Yeni. Tadi aja bilang kalau Yeni itu cantik. Kalau kaya gitu kira - kira menurut tante apa ya?" Kata Yeni yang ikut dalam pembicaraan mereka berdua.
"Apa iya Rindi, Haikal bilang seperti itu pada Yeni." Kata tante Ratna yang tak percaya dengan apa yang ia dengar dari Rindi barusan. Sehingg ia pun mulai bertanya pada Rindi untuk memastikan ucapan yang dia dengar tersebut tidak salah.
"Beneran tante, aku bersedia jadi saksi." Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna.
"Apa bener yang di ucapin Rindi itu Haikal." Kata tante Ratna kemudian bertanya pada Haikal setelah ia mendapat jawaban dari Rindi.
"Em... iya mamah, hehehe..." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna dengan tersenyum di ujung kalimat yang ia ucapkan.
"Jangan bilang kamu suka sama Yeni." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal dengan sebuah pertanyaan.
"Sebenernya ucapan mamah gak salah ko. Haikal memang mulai suka sama Yeni. Anaknya baik, cantik, terus lucu juga. Gimana menurut mamah kalau Yeni jadi calon mantu?" Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.
"Hem... boleh, boleh, jadi Yeni yang akan jadi calon mantu mamah nih. Nunggu 1,5 tahun lagi dong ya. Biar resmi jadi menantu." Kata tante Ratna sengaja berkata seperti itu pada Haikal.
"Nggak perlu nunggu sampai situ juga bisa mah, kalau Yeni udah siap." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.
"Wah... Yeni mendadak mau nikah nih, sok pasti dia kak." Kata Rindi ikut dalam pembicaraan.
"Iya kalau dia nya mau Rindi. Lagi pula kalau gak mau juga bisa nunggu sampai lulus baru nikah." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hem... tapi kalau aku jadi Yeni sih udah pasti kaget tiba - tiba langsung di ajak nikah. Bisa aja sih, langsung pingsan di tempat." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
__ADS_1
"Gitu ya, tapi untung nya Yeni bukan kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan menyebalkan.
"Ih... nyesel Rindi bilang kaya barusan. Awas aja ntar Rindi pengaruhi Yeni biar gak..." Kata Rindi yang mulai merencanakan sesuatu untuk membuat Yeni berada dalam pengaruhnya. Namun, rencana tersebut tak sempat tersampaikan karena Haikal tiba - tiba memotong ucapan Rindi.
"Berani kamu pengaruhi Yeni. Kakak gak akan bantu kamu dalam hal apapun." Kata Haikal yang memotong ucapan Rindi.
"Ko kakak jahat sih, iya deh iya Rindi gak akan pengaruhi Yeni. Gini amat sih, kalau udah ketemu orang bucin. Sampai di lupain." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Udah, udah jangan pada berantem kaya gini. Tapi, jangan lama - lama Haikal kamu deket sama Yeni nya. Karena Yeni kan masih muda. Apalagi teman sekolah cowo nya juga banyak. Jangan sampai terlambat." Kata tante Ratna menghentikan ucapan Rindi dan Haikal.
"Oke mah siap, satu bulan atau dua bulan lagi. Haikal bawa Yeni ke rumah untuk temuin mamah." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.
"Sampai yakin kaya gitu kak, awas ntar kalau sampai gak berhasil malah nangis lagi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Kamu gak yakin dengan ucapan kakak. Oke, kalau itu menurut kamu, kakak akan buktikan." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Oke, Rindi tunggu pembuktiannya kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Asal kakak tau ya, Yeni itu udah di deketin sama Rojak, Tomi, Bram. Terus masih banyak lagi deh kak, jadi Rindi rasa kakak banyak saingan deh." Kata Rindi melanjutkan lagi ucapannya.
"Tak apa, walau pun banyak saingan kakak yakin kakak yang akan dapat kan Yeni." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Lagi pula tadi siapa, Rujak, Tomat, Brom gak ada apa - apa nya." Kata Haikal melanjutkan lagi ucapannya.
"Apalah kak, nama orang aja sampai di salahin kaya gitu. Namanya Rojak, Tomi, sama Bram. Bukan yang kakak sebutin tadi. Kakak nih, mereka ntar harus bikin bubur putih dan bubur merah dong karena namanya tiba - tiba di ganti. Hadeh... capek deh." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil menepuk jidat nya di ujung kalimat yang ia ucapkan.
"Gak papa suka - suka kakak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Gak lah, kakak gak akan terima. Jadi, jangan di samian sama mereka. Udah kamu jangan bicara lagi. Pusing lama - lama bicara sama kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dan meminta Rindi untuk tidak berbicara lagi.
"Ya udah, kalau itu mau nya kakak. Padahal ya, Rindi tuh mau kasih tau kakak. Kalau Yeni udah keluar dari ruang gantinya. Tapi, tak apa lah kakak nya juga suruh Rindi untuk tak bicara lagi." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Jangan bohongin kakak kamu. Lagi pula Yeni pasti masih di ruang ganti." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Ya udah kalau gak percaya. Tunggu aja sebentar lagi Yeni pasti ada di hadapan kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Masa iya sih ucapan Rindi itu. Yeni kan baru aja masuk ke ruang ganti. Ko bisa udah keluar lagi. Liat jangan ya, ntar kalau aku liat. Terus ternyata aku di bohongin sama Rindi gimana dong. Hem... jadi bingung nih." Kata Haikal di dalam hatinya.
"Tapi, kalau gak di liat sekarang, aku makin penasaran nih. Apa diliat aja ya." Kata Haikal melanjutkan lagi bicaranya.
"Em... sepertinya aku liat aja deh." Kata Haikal akhirnya memutuskan untuk melihat ke arah ruang ganti yang Yeni masuki tadi.
Di putarlah tubuh Haikal untuk menghadap ke arah ruang ganti yang Yeni masuki tadi.
Saat ia telah menghadap ke arah sana. Ia pun mulai mematung karena ucapan Rindi memang benar adanya. Yeni telah keluar dari ruang ganti dengan mengenakan baju pengantin yang sangat indah dan cocok di gunakan olehnya.
Rambut yang tergerai itu pun membut Yeni semakin cantik.
Membuat Haikal tak berkedip untuk sekian detik lama nya.
__ADS_1
"Percaya kan sekarang kalau Rindi tuh gak salah." Kata Rindi pada Haikal.
Sehingga tatapan Haikal yang tak berkedip itu pun mulai berkedip lagi karena mendengar ucapan Rindi.
"Hem... iya kakak sekarang percaya. Yeni cantik ya, bahkan cantik banget." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hem... gak jauh beda lah sama Rindi cantik nya. Iya gak kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Beda dong kalau sama kamu. Lebih cantik Yeni ketimbang kamu. Apaan kamu mah, malah keliatan jelek." Kata Haikal membalas ucapan Yeni dengan keterlaluan.
"Hem... teganya kakak, gini nih kalau udah bucin pasti deh, semua orang di bilang jelek. Kayanya tante Ratna juga di bilang jelek sama kakak. Karenakan Yeni yang paling cantik di mata kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dan sengaja ingin menjebak Haikal dengan ucapannya.
Namun sayangnya Haikal tak sebodoh itu yang dengan mudah bisa terjebak ucapan Rindi.
"Apaan coba kamu Rindi. Kalau mamah udah pasti nomor satu kecantiannya. Beda halnya sama kamu. Kamu kan jelek." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hem... terserah kakak aja deh. Capek lama - lama bicara sama kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Ya udah jangan bicara aja sama kakak. Beres kan ntar capek nya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hem." Kata Rindi hanya menjawab ucapan Haikal dengan deheman saja.
Kemudian Yeni pun kini telah sampai di hadapan Haikal. Membuat Haikal kembali mematung.
"Gimana kak penampilan nya Yeni?" Kata Yeni pada Haikal.
Namun, bukannya menjawab Haikal malah diam terpaku. Membuat Yeni kembali bertanya pada Haikal.
"Kak Haikal ko gak di jawab. Apa Yeni terlihat jelek ya sama pakaian ini. Hem... Yeni rasa memang seperti..." Kata Yeni yang belum sempat menyelesaikan ucapannya. Namun, harus di potong oleh Haikal.
"Nggak ko, malah kamu terlihat cantik. Bahkan lebih cantik. Langsung ke KUA yuk." Kata Haikal yang spontan saat membalas ucapan Yeni.
"Apa kak KUA mau ngapain ke sana." Kata Yeni yang kaget ketika mendengar kata KUA dari Haikal. Sehingga ia pun bertanya pada Haikal.
"Em... Lupin deh, sepertinya saya salah bicara." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Salah bicara atau kebelet nikah kak. Kamu juga Yeni masa gak tau ke KUA mau ngapain. Hadeh... Yeni, Yeni." Kata Rindi yang lagi dan lagi ikut dalam pembicaraan.
"Kamu bisa diem gak sih. Dari tadi terus aja ikut - ikutan bicara." Kata Haikal yang mulai geram karena Rindi terus - terusan ikut bicara.
"Lagi pula ini kan bibirnya Rindi kak. Suka - suka Rindi dong mau bicara atau pun nggak. Kakak nggak bisa larang Rindi seperti itu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Iya itu memang bibir kamu. Tapi, setidaknya bisa dong gak usah ikut - ikutan bicara. Kesel lama - lama denger kamu yang bicara terus." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hem... iya deh iya Rindi salah. Ya udah kakak lanjutin bicara aja sama Yeni. Aku gak akan bicara lagi ko." Kata Rindi akhirnya meminta maaf pada Haikal.
"Terlambat, lagi pula kamu udah gagalkan semuanya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Ko bisa terlambat sih kak. Kan gak berpengaruh besar. Kakak bohongin Rindi ya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
__ADS_1
Bersambung...