
"Kakak kan bisa abaikan ucapan Rindi. Gampan dan simpel bukan. Kenapa harus di buat ribet sampai bilang Rindi kaya gitu lagi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
Kemudian ucapan Rindi tersebut pun tak ada jawaban lagi dari Haikal membuat Rindi kembali mengeluarkan suaranya.
"Kak ko diem. Nggak mau jawab ucapan Rindi." Kata Rindi yang kembali mengeluarkan suaranya.
Haikal pun masih terdiam dan sepertinya enggan untuk menjawab ucapan Rindi. Karena bisa di lihat saat ini ia acuh tak acuh dengan setiap ucapan yang Rindi keluarkan.
"Ih... nyebelin deh di tanya malah diem kaya patung. Ntar, Rindi simpan di musium sekalian biar kakak di pajang di sana." Kata Rindi pada Haikal.
"Kamu sadar gak sih bukannya kamu yang bilang kalau kakak bisa abaikan ucapan kamu. Lah sekarang setelah kakak abaikan, kamu bahkan terus bicara, apa gak pusing lama - lama kakak terus si tanya kaya gitu sama kamu. Ya, udah pasti pusing kan." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hehehe... kapan Rindi bilang kaya gitu." Kata Rindi yang malah tersenyum tanpa rasa bersalah karena ia kemudian bertanya pada Haikal.
"Tahun kuno bahkan sebelum kamu ada. Masa lupa sama ucapan sendiri yang baru aja di ucapkan. Lama - lama harus kakak bawa kamu ke rumah sakit. Sepertinya kejiwaan kamu sedikit terganggu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Lah, lah kak ko bilang kaya gitu ke Rindi. Tega banget sih, kejiwaan Rindi itu gak terganggu. Hem... sedih nya di bilang gitu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Lagian kamu juga sih pura - pura lupa." Kata Haikal yang menyalahkan Rindi.
"Rindi gak pura - pura lupa kak. Tapi, memang beneran lupa. Hehehe..." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil tersenyum di ujung kalimat yang ia ucapkan.
"Hem... gak heran sih karena kamu kan udah tua. Bukan kah begitu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
__ADS_1
"Rindi masih muda kak, rambut nya aja masih hitam belum berwarna putih atau beruban mana ada di bilang udah tua." Kata Rindi yang tak terima dengan ucapan Haikal sehingga ia pun protes pada Haikal.
"Banyak ko yang udah tua rambut nya masih hitam. Tapi malah sebaliknya yang muda yang banyak uban. Kalau kamu gak percaya kamu masih ingat kan Hadi Rudyatmo temen sekolah kamu waktu SMP." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil bertanya pada Rindi.
"Em... bentar, Hadi ya kak, Hadi, Hadi. Oh iya, Rindi ingat yang tinggal di komplek sebelah kan. Maksudnya di komplek dekat sekolah SMP." Kata Rindi yang mengingat - ingat teman sekolah yang di maksud Haikal saat Haikal bertanya pada dirinya.
"Benar sekali, Hadi yang itu. Kamu tau gak sekarang dia bagaimana kabar nya?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil bertanya pada Rindi.
"Kurang tau kak, soalnya udah lama gak ketemu tuh orang. Maksudnya ketemu Hadi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan apa adanya.
"Ketinggalan info berati kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Info apa kak? info tentang Hadi maksudnya?" Kaya Rindi membalas ucapan Haikal.
"Iya juga ya, kalau boleh Rindi tau. Hadi sekarang kenapa gitu kak?" Kata Rindi yang mulai penasaran dengan Hadi.
"Katanya sih dia udah tua sekarang." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Lah ko bisa kak. Hadi kan seumuran sama Rindi." Kata Rindi yang heran dengan ucapan Haikal.
"Iya itu dia yang kakak anehin. Tadi kan kata kamu kalau rambut nya berwarna putih tandanya dia udah tua. Kebetulan banget kakak masih ingat waktu 2 minggu yang lalu ketemu sama Hadi. Terus rambutnya dia itu berwarna putih. Kakak tanya dong ya, Hadi itu rambut kenapa putih semua. Dia bilang gini, oh ini kak, Hadi baru selesai mewarnai rambut, bagus gak kak rambut Hadi sekarang. Nah, kaya gitu ceritanya. Jadi, kalau seperti itu menurut kamu Hadi udah tua atau gimana?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan cukup panjang karena menceritakan kejadian saat ia ketemu dengan Hadi dua minggu yang lalu.
"Hadeh, buang - bunga waktu banget. Rindi kira beneran kalau Hadi udah tua. Ternyata karena di cat rambut nya. Tepuk jidat deh Rindi." Kata Rindi yang menyesali karena telah penasaran dengan Hadi.
__ADS_1
"Lah kenapa jadi kaya gitu. Bukannya kamu sendiri yang bilang kalau rambut nya warna putih, itu artinya udah tua. Itu artinya Hadi juga termasuk orang yang udah tua dong karena rambutnya putih." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Putih sih putih kak, tapi itu kan bukan putih alami tapi putih yang sengaja di buat. Itu bukan termasuk tua. Kakak nih masa gak bisa bedain." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Kakak bicara sesuai yang kamu bilang loh. Bukannya kamu juga gak kasih tau kakak kejelasan nya memangnya kakak bisa di bilang salah gitu. Kan ini juga awalnya kesalahan kamu karena gak kasih keterangan yang lebih jelas. Bener kan ucapan kakak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Gak bisa gitu dong kak, seharusnya kakak udah bisa bedain bukan Rindi yang harus jelasin panjang lebar baru kakak paham." Kata Rindi yang masih tak ingin mengakui kesalahan nya.
"Udah lah kamu gak mungkin ngaku kalah. Jadi, lebih baik sekarang kamu diam, jangan banyak bicara. Kakak mau fokus foto Yeni. Sedari tadi di tunda terus karena dengerin ucapan kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan mengalihkan pembicaraan agar Rindi tak berbicara terus kepada dirinya.
"Gini nih kalau bicara sama kakak. Nggak di tuntasin." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Lagian kalau di tuntasin juga. Ntah kapan bisa tuntas kalau kamu terus bicara." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Ya pasti bisa lah kak, masa iya aku mau terus aja bicara gak ada berhentinya. Memangnya aku gak ada kerjaan lain apa selain bicara." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Iya deh ucapan kamu ada benernya. Sekarang kakak mau lanjut foto Yeni, bisa kan kamu gak perlu bicara." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hem... iya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan terpaksa menyetujui ucapan Haikal.
"Oke." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
Kemudian diantara mereka berdua pun tak ada lagi yang bicara. Kini Haikal mulai fokus untuk memfoto Yeni. Sementara Yeni yang di foto oleh Haikal mulai mendengarkan instruksi demi instruksi yang diberikan oleh Haikal pada dirinya. Sampai tak terasa sudah hampir satu jam mereka melakukan foto memfotonya. Rindi yang di minta diam kini malah tertidur di kursi. Bahkan sangat terlihat jelas bahwa ia sedang tertidur pulas.
__ADS_1
Bersambung...