
Nada dering di hanphone miliknya lah yang membuat Rindi secepat mungkin menghampus air matanya.
Lalu dengan cepat pula ia mengambil handphone miliknya.
Dilihatlah siapa orang yang menelpon dirinya tersebut. Tertera nama kakak jahat di hanphone miliknya tersebut.
Kakak jahat itu adalah nama Haikal yang Rindi ubah dengan nama tersebut.
"Kak Haikal kenapa telpon ya? bukannya nanti malem kak Haikal bilang mau telpon aku setelah mereka berdua di sekitar rumah. Ko malah sekarang telponnya." Kata Rindi berbicara pada dirinya, bahkan sampai mengerutkan kening.
"Em... ya sudah lah dari pada aku penasaran lebih baik langsung ku terima saja telponnya." Kata Rindi melanjutkan lagi ucapannya.
Lalu di terima lah telpon itu dan ia pun langsung menyimpan hanphone miliknya di dekat telinga.
Terdengar suara Haikal di sebrang sana yang langsung berbicara saat Rindi telah menerima telpon itu.
"Hallo Rindi, ini kamu kan." Kata Haikal terdengar khawatir dan panik.
"Iya ini Rindi, ada apa kak?" Kata Rindi menjawab ucapan Haikal.
"Kamu udah sampai rumah?" Kata Haikal menjawab ucapan Rindi dengan sebuah pertanyaan. Sehingga pertanyaan yang di lontarkan Rindi tak Haikal jawab sama sekali.
"Iya kak, ada apa sih kak?" Kata Rindi yang mulai kesal karena ucapannya tadi, tak di jawab sama sekali.
"Em... kakak kan hanya tanya aja. Kamu nada bicaranya jangan ketus kaya gitu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hem... iya deh maaf, abisnya kakak sendiri juga sih. Rindi yang tanya malah balik tanya. Rindi kan jadi kesal." Kata Rindi menjawab ucapan Haikal.
"Ya sudah lupain. Kakak sama Yeni mau bicara mengenai rencana nanti malam." Kata Haikal akhirnya memberitahukan Rindi tujuan ia menghubungi dirinya, sekaligus dapat menjawab ucapan yang Rindi pertanyakan pada dirinya.
Dan ya setelah tiga puluh menit Haikal dan Bagas mencari keberadaan Yeni, tante Ratna dan Ryan. Akhirnya mereka ketemu dengan mereka.
__ADS_1
Sehingga waktu itu, mereka langsung berbicara sebentar. Tak lama dari itu, sekitar lima belas kemudian Bagas pamit dan minta di antar Haikal.
Awalnya Haikal menolak mengantarkan Bagas karena ingin mengantar Yeni pulang. Tapi karena tante Ratna mendesak ia untuk mengantarkan Bagas. Selain itu, Yeni juga ternyata mendukung ucapan tante Ratna.
Membuat Haikal tak bisa menolak lagi ucapan mereka berdua. Dengan terpaksa ia akhirnya mengantarkan Bagas.
Setelah itu, barulah ia mengantar Yeni. Namun karena Yeni tak ingin pulang terlebih dulu sebelum ia tahu rencana nanti malam. Sehingga saat ini mereka berdua, Yeni dan Haikal sedang berada di sebuah kafe.
"Em... bentar kak, Rindi masuk kamar Rindi dulu. Takutnya ada yang dengar percakapan kita nanti. Ini bisa bahaya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil meminta Haikal untuk menunggu.
"Em... ya sudah nanti kamu kasih tau kakak kalau udah sampai." Kata Haikal setuju dengan ucapan Rindi.
"Iya kak." Kata Rindi menjawab ucapan Haikal dengan singkat.
Bergegaslah Rindi melangkahkan kaki dengan cepat. Sehingga dalam hitungan tiga menit ia kini telah berada di dalam kamar miliknya.
Dengan waspada sebelum ia menutup pintu kamar, ia pun tengok kiri dan kanan sekitar kamar nya itu.
Lalu setelah ia mengunci pintu tanpa berlama - lama lagi, ia langsung memberitahu Haikal.
"Hallo kak, ini Rindi udah ada di dalam kamar. Kakak mau lanjutin lagi ucapannya silahkan. Rindi di sini mendengarkan dengan baik ko setiap ucapan kakak." Kata Rindi yang langsung memberitahu Haikal.
"Yakin udah ada di kamar." Kata Haikal mematikan kembali ucapan Rindi.
"Iya kak yakin. Kakak perlu bukti memangnya kalau Rindi sekarang memang di dalam kamar." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Nggak perlu kakak barusan hanya memastikan aja, takutnya kamu pura - pura bilang kaya gitu. Karena udah nggak sabar pengen tau." Kata Haikal menjawab ucapan Rindi.
"Yey... curigaan amat sih kak. Rindi nggak mungkin kaya gitu apalagi mengenai rencana nanti malam. Bisa - bisa rencana nanti malam nih ya, sebelum di mulai udah di cegah duluan. Ah... membayangkannya saja sudah sedih apalagi beneran terjadi." Kata Rindi menjawab ucapan Haikal.
"Ya kan siapa tau, em... kamu jangan sedih Rindi. Ntar yang ada wajah kamu semakin jelek. Hehehe..." Kata Haikal menjawab ucapannya sambil tersenyum di ujung kalimat yang ia ucapkan.
__ADS_1
"Sebel deh Rindi, kakak kenapa suka banget sih buat mood Rindi jadi nggak baik. Yen, lo denger suara gue kan barusan. Gue minta lo cubit tangan kak Haikal dengan kencang. Biar gue puas meluapkan emosi gue." Kata Rindi menjawab ucapan Haikal sambil meminta Yeni untuk mencubit Haikal.
Karena Rindi yakini kalau yeni mendengarkan percakapan ia dan Haikal saat ini.
"Kamu Rindi minta tolong ke Yeni. Di sini nggak ada Yeni, dia barusan pergi." Kata Haikal menjawab ucapan Rindi.
"Jangan bohong kak, Yeni memangnya pergi kemana?" Kata Rindi yang tak percaya dengan ucapan Haikal tersebut. Sehingga ia menaruh rasa curiga pada Haikal.
"Ya sudah kalau kamu nggak percaya tak apa. Lagi pula Yeni beneran nggak ada di sini. Dia baru aja pergi ke toilet." Kata Haikal menjawab ucapan Rindi.
"Hem... Rindi kira ada di sekitar kakak. Padahal Rindi berharap banget Yeni bisa meluapkan emosi Rindi dengan mencubit kakak. Tapi ya sudahlah kalau Yeni nya tak ada, Rindi juga nggak bisa berbuat apa - apa lagi." Kata Rindi menjawab ucapan Haikal.
"Itu artinya kakak beruntung karena nggak akan terima cubitan. Hahahaha..." Kata Haikal menjawab ucapan Rindi dengan tertawa keras.
"Jahat banget sih kak, argh... kesal deh Rindi jadinya. Bahkan sekarang tambah kesal." Kata Rindi menjawab ucapan Haikal.
"Jangan kebanyakan kesal, ntar malah..." Kata
Haikal menggantung karena tiba - tiba terdengar suara Yeni.
"Rindi udah ada di kamarnya ya kak. Udah dari tadi Rindi bicara sama kakak." Kata Yeni di sebrang sana berkata pada Haikal sehingga Rindi pun bisa mendengar percakapan mereka karena Haikal tak menutup telpon nya itu.
"Yen... Yeni... gue nunggu lo." Kata Rindi yang langsung berteriak keras. Membuat Haikal merasa geram.
"Rindi sebenernya kamu punya toa atau apa sih. Sampai suara nya buat telinga kakak sakit." Kata Haikal menjawab ucapan Rindi.
"Terserah kakak lah mau bilang kaya gimana juga. Coba kasih hanphone kakak ke Yeni, Rindi mau bicara dulu sama Yeni." Kata Rindi menjawab ucapan Haikal.
"Kamu mau bicara apa sama Yeni?" Kata Haikal yang mulai curiga.
"Ini urusan mengenai cewek, kakak nggak boleh tau. Ayo kasih dulu kak, hanya sebentar ko. Nggak akan habisin waktu sampai lima menit." Kata Rindi menjawab ucapan Haikal sambil meminta Haikal untuk memberikan hanphone miliknya pada Yeni dulu.
__ADS_1
Bersambung...