
"Soalnya ada kamu, mata kakak udah ngantuk juga jadi melek lagi nggak bisa tidur." Kata Haikal membalas ucapan Yeni begitu mulusnya.
Sampai membuat pipi dan wajah Yeni sedikit memerah.
"Apa sih kak, ko bicaranya kaya gitu." Kata Yeni membalas ucapan Haikal dengan bersikap biasa saja. Walau kenyataannya di dalam hati ia sangat suka mendengar ucapan itu.
"Argh... demi apa pun, kak Haikal ko malah bicara kaya gitu sih. Ah... sekarang hati aku kan jadi detak detuk tak menentu. Yeah... bisa aja nih hati bicara kaya gini." Kata Yeni yang sedang bicara di dalam hatinya ketika ia telah mengatakan kata untuk membalas ucapan Haikal.
"Memangnya ucapan kakak ada yang salah ya." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Iya dong kak salah. Mana bisa hanya karena Yeni di sisi atau di dekat kakak. Kakak malah bilang kaya gitu. Yeni kan jadi nggak enak kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Kalau nggak enak mudah ko, kamu tinggal buat jadi enak yank. Udah jangan terlalu di pikirkan lebih baik kamu pikirin kakak aja." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Apaan sih kak ko kalimat terakhir malah meleset ke yang lain." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Meleset kemana?" Kata Haikal membalas ucapan Yeni dengan sebuah pertanyaan.
"Sudah lah kak lupain aja." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Kalau kakak nggak mau lupain gimana yank." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Ya di coba aja kak sedikit demi sedikit ntar lama - lama..." Kata Yeni yang belum sempat menyelesaikan ucapannya harus terpotong oleh Haikal.
"Makin sayang sama kamu dan nggak mau jauh. Hehehe..." Kata Haikal saat ia memotong ucapan Yeni.
Sontak kata tersebut pun membuat wajah dan pipi Yeni tambah merona.
"Argh... kenapa gue harus di buat baper sih kak. Gue kan jadi... jadi... seneng, hehehe." Kata Yeni berteriak di dalam hatinya.
__ADS_1
"Loh yank wajah kamu ko berubah jadi agak merah gitu. Kamu nggak kenapa - kenapa kan yank." Kata Haikal yang melihat perubahan di wajah Yeni sebelumnya tak begitu merah kini menjadi agak merah.
"Masa sih kak, Yeni rasa nggak ko." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Beneran ko yank wajah kamu merona gitu." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Kakak salah liat kali." Kata Yeni yang terus menerus tak mengindahkan ucapan Haikal.
"Nggak salah liat yank ini memang beneran wajah kamu berubah. Tapi walau kamu wajahnya berubah merah juga gak papa yank. Kakak tetap sayang ko." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Argh... manis banget. Untung nggak ada semut kalau ada kan gawat bisa - bisa ucapan manis nya habis karena di ambil dan dimakan sama semut. Ya ampun, Yeni ucapan kamu malah ngaco kaya gini. Argh... perasaan cinta itu bisa buat orang makin aneh saat bicara. Sampai - sampai gue juga ngalami hal itu. Ckckck... Yeni, Yeni." Kata Yeni berbicara di dalam hatinya.
"Yank ko diam sih, jawab dong." Kata Haikal melanjutkan lagi ucapannya karena Yeni tak kunjung menjawab ucapan Haikal.
"Em... lupain aja deh kak. Ayo sekarang kakak istirahat biar cepat sembuh " kata Yeni lalu mengambil selimut yang Haikal gunakan untuk ia tarik sampai ke dada Haikal karena barusan selimut itu masih berada di perut nya Haikal.
Dengan sangat tenang dan begitu lembut membuat Haikal menjadi senang apalagi dapat perlakuan manis kaya gini dari Yeni.
Setelah selesai menyelimuti Haikal, Yeni kemudian berbicara pada Haikal.
"Sudah, sekarang ayo pejamkan matanya kak. Setelah itu istrirahat lah." Kata Yeni pada Haikal.
"Kakak masih ingin bicara sama kamu yank. Boleh kan." Kata Haikal yang masih tak ingin segera tidur.
"Besok lagi aja kak. Ayo sekarang kakak tidur." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Iya deh yank, kakak tidur dulu. Kamu gimana ikut tidur juga?" Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Yeni nanti nyusul kak, kakak aja dulu yang tidur." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
__ADS_1
"Ko nyusul sih, ayo kamu tidur di sini saja. Biar kakak yang tidur di sofa." Kata Haikal kemudian mulai menggerakkan tubuhnya untuk bangun.
"Eh... jangan kak, kakak aja yang di sini. Biar Yeni nanti yang tidur di sofa." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Nanti badan kamu pada sakit yank. Lebih baik kamu yang di sini kakak yang di sana." Kata Haikal membalas ucapan Yeni sambil menunjuk tempat tidur yang ia gunakan dan sofa secara bergantian.
"Nggak akan sakit lah kak. Udah kakak tidur di sini aja atau kakak mau Yeni pulang sekarang biar sama kaya kakak tidur di tempat tidur juga." Kata Yeni membalas ucapan Haikal sambil memberikan solusi lain pada Haikal.
"Eh... jangan yank, ini udah malem kalau kamu pulang sendiri kakak khawatir apalagi kamu cewek nya kakak. Nggak, nggak akan kakak biarkan kamu pulang malam ini." Kata Haikal membalas ucapan Yeni dan kemudian menolak keras solusi yang Yeni berikan itu.
"Ya sudah kalau kaya gitu. Kakak tidur lah sekarang. Yeni juga akan tidur setelah kakak tidur. Tapi kalau kakak belum tidur juga Yeni nggak akan tidur juga." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Baiklah kakak sekarang tidur. Kamu juga harus tidur yank." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Iya kak, Yeni tidur setelah kakak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Good night yank, mimpi yang indah yah." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Good night too, mimpi yang indah juga kak." Kata Yeni kemudian diiringi dengan tersenyum sangat manis pada Haikal.
Membuat Haikal pun membalas senyuman Yeni dengan tersenyum juga.
Setelah itu barulah Haikal mulai perlahan demi perlahan menutup matanya. Sehingga tak lama kemudian Haikal pun larut dalam tidur dan sudah masuk ke alam mimpi nya.
Yeni yang melihat itu langsung pergi meninggalkan Haikal untuk membaringkan tubuh ke sofa yang tersedia di ruangan Haikal.
Yang sebelumnya Haikal berada di UGD namun sudah di pindahkan ketika Yeni menemuinya beberapa menit lalu. Ke sebuah ruangan yang memfasilitasi sofa di dalam ruang tersebut bahkan tak hanya itu di ruang itu juga terdapat televisi.
Seperti hal nya sebuah kamar yang ada di rumah. Sehingga keluarga yang menjaga pun bisa menikmati fasilitas tersebut tanpa takut merasa bosan dan jenuh sekali pun.
__ADS_1
Di Pejamkan lah mata Yeni sedikit demi sedikit sampai pada akhir nya mata tersebut telah tertutup sempurna. Ia kemudian mulai tertidur dengan pulasnya.
Bersambung...