
"Oke, tapi jangan lama - lama di pikirankannya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Udah selesai, aku maafin kamu ko." Kata Yeni secara tiba - tiba setelah Rindi menyelesaikan ucapannya.
"Semudah itu dan secepat itu." Kata Rindi yang mulai tak percaya.
"Hem... aku kan orangnya baik gak mungkin terlalu lama gak maafin orang. Jadi, jangan heran seperti itu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Baik ya, aku rasa kamu tuh kebalikannya deh." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
Yeni yang mendengar ucapan Rindi tersebut kini mulai mengerutkan kedua alisnya ke bawah.
Lalu setelah itu, ia pun mulai mengeluarkan suaranya.
"Kebalikan apa? jangan ngaco deh kamu. Aku tuh baik, gak mungkin lah sampai kebalikan dari baik. Aku tak sejahat itu juga." Kata Yeni pada Rindi.
"Bercanda kali Yen, jangan kaya gini lah. Aku minta maaf deh. Udah ya, kita lupain aja. Sekarang kita lomba aja gimana?" Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil mengalihkan pembicaraan.
Sebelum menjawab ucapan Rindi. Yeni pun sempat berbicara di dalam hatinya.
"Lomba apaan sih yang di maksud Rindi ini. Udah buat emosi sekarang malah di buat penasaran. Tanya jangan ya, tapi kalau aku gak tanya aku makin penasaran. Jadi gimana dong baik nya." Kata Yeni yang berbicara di dalam hatinya.
"Sepertinya aku tanya aja." Kata Yeni melanjutkan ucapannya untuk bertanya pada Rindi.
"Lomba apa yang kamu maksud?" Kata Yeni yang bertanya pada Rindi.
"Penasaran ya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Nggak, aku gak penasaran. Makannya sekarang aku tanya sama kamu. Itu artinya aku gak penasaran. Kalau aku penasaran aku gak mungkin tanya sama kamu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Bukannya ke balik ya, kalau kamu tanya, kan itu artinya kamu penasaran. Ko malah bilang kaya gitu." Kata Rindi yang mulai merasa aneh dengan jawaban Yeni. Sehingga ia pun mulai bertanya juga pada Yeni.
"Itu kamu tau jawabannya. Terus kenapa malah tanya kalau aku penasaran atau nggak." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Iya juga ya, ya udah deh lupain. Sekarang biar aku kasih tau aja jawabannya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
__ADS_1
"Ya udah cepat kasih taunya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Sabar dong, ini juga mau di kasih tau. Tapi, ya harus sabar." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Oke aku tunggu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
Rindi yang mendengar ucapan Yeni, kini malah sengaja membuat Yeni menunggu jawabannya dengan ia yang hanya terdiam tak mengeluarkan sepatah kata pun.
Hal ini akhirnya membuat Yeni kembali mengeluarkan suaranya.
"Mau kapan kasih taunya?" Kata Yeni setelah menunggu. Namun Rindi tak kunjung menjawab ucapannya itu.
"Sebentar lagi. Aku lagi berpikir dulu lomba apa yang cocok." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Aku kira udah tau lomba apa yang akan kamu adakan. Ternyata masih berpikir. Ckckck... Rindi... Rindi..." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Sekarang udah ketemu ko. Kamu mau tau gak lombanya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Hem... tentu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Oke, kalau gitu aku kasih tau kamu. Lombanya itu adalah lomba mengganti pakaian dengan cepat. Siapa yang lebih cepat itu pemenangnya. Gimana kamu setuju gak sama lomba itu?" Kata Rindi memberitahukan Yeni mengenai lomba yang ia maksud.
"Kalau aku atau kamu yang menang. Hadiahnya adalah yang kalah harus traktir yang menang makan sepuasnya selama seminggu dalam waktu 24 Jam penuh. Jadi dimana yang menang ingin makan baik itu pagi, siang atau pun malam. Orang yang kalah harus mentraktirnya juga. Gimana kamu setuju gak sama hadiahnya?" Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Menarik, boleh di coba. Oke, aku setuju. Tapi jangan ingkar janji ya, aku merasa kamu ada niatan seperti itu, apalagi terlihat di raut wajah mu ini." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Gak mungki lah kaya gitu. Aku kalau udah janji gak mungkin gak di tepati." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Ya udah kalau gitu deal kita mulai lombanya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Oke siapa takut. Aku hitung sampai tiga ya. Kamu masuk ke ruang ganti yang itu dan aku masuk ke ruang ganti yang ini. Oke, sekarang aku mulai hitung." Kata Rindi yang menunjuk ruang ganti untuk ia dan Yeni.
"Baiklah silahkan." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
Rindi pun kini mulai menghitung mundur.
__ADS_1
"Tiga..."
"Dua..."
"Satu..."
"Mulai."
Setelah itu, baik Yeni ataupun Rindi bergegas membuka pintu ruang ganti dan mulai masuk ke ruang ganti tersebut dengan terburu - buru.
Di dalam ruang ganti, mereka berdua kini sedang sibuk melepas resleting baju belakang yang mereka kenakan. Hal ini membuat kedua nya begitu kesusahan.
"Argh... ini malah macet lagi resleting nya. Bikin emosi aja." Kata Yeni pada dirinya sendiri.
"Sial... susah banget lagi buka resleting aja." Kata Rindi pada dirinya sendiri.
"Ayolah resleting jangan macet kaya gini." Kata Yeni.
"Kalau resleting ini gak bisa ke buka. Kebangetan banget. Ayo cepat, lo harus bisa ke buka." Kata Rindi yang malah marah - marah gak jelas pada resletingnya.
"Rindi udah ganti bajunya belum ya. Gawat nih kalau sampai udah uang jajan aku bisa habis karena traktir Rindi. Mana makannya aja bisa sampai double, kalau di kalikan tiga kali dalam sehari di tambah setiap sekali makan nambah satu porsi udah banyak banget. Pokoknya aku harus menang." Kata Yeni yang mulai merasa khawatir takut Rindi yang menjadi pemenangnya.
"Gimana dengan Yeni ya. Dia udah ganti belum ya bajunya. Kalau udah, itu artinya gue harus traktir dia. Argh... gak mau gue, kalau harus seperti itu. Pokonya gue harus menang." Kata Rindi yang ternyata tak jauh berbeda dengan Yeni.
"Rindi lo pasti bisa, tenangin diri Lo dulu. Terus sekarang lo tarik napas lalu buang, bagus. Sekali lagi tarik nafas buang, tarik lagi kemudian buang lagi. Oke, karena sekarang udah tenang. Coba tutup mata lo dan mulai membuka resleting nya." Kata Rindi melanjutkan ucapannya sambil menarik napas untuk menenangkan dirinya.
Yeni pun ternyata melakukan hal yang sama dengan yang Rindi lakukan yaitu dengan menarik napas dan menutup mata kemudian membuka resleting.
Sehingga resleting itu pun akhirnya bisa terbuka. Mereka berdua sama - sama merasa lega.
Bergegaslah mereka untuk melepas baju yang mereka kenakan dan mengganti baju tersebut dengan baju yang mereka kenakan sebelumnya.
Sekitar lima menit kemudian mereka berdua telah selesai berganti baju dan kini mulai membuka pintu dengan segera.
Ceklek...
__ADS_1
Keluarlah mereka berdua dari pintu ruang ganti lalu saling tunjuk menujuk hingga akhirnya mereka berdua tertawa bersama.
Bersambung...