
Rindi dengan berani langsung mengigit tangan Aldiono di bagian atas lengannya.
Dengan cepat tanpa Aldiano sadari sama sekali. Bahkan Aldiano baru tersadar saat merasakan sakit di bagian lengan atasnya.
"Argh... sakit, kenapa kamu gigit tangan ku." Kata Aldiono yang langsung melepas pelukannya lalu mengusap lengan atas miliknya yang di gigit Rindi.
Kesempatan ini pun tak di sia - sia kan Rindi. Karena setelah Aldiano melepas pelukannya. Ia pun bergegas bangkit dari tempat tidur.
"Itu karena kesalahan mu sendiri. Aku sudah meminta mu dengan cara baik - baik bukan agar kamu melepas pelukan mu itu. Tapi, apa yang aku dapat kamu seolah - olah tak peduli dan bahkan sampai berani kengancam. Sekarang rasakan buah dari kesalahanmu itu." Kata Rindi dengan penuh emosi.
"Hey... tapi tak harus dengan cara ini bukan. Aku jadi curiga jangan - jangan kamu kanibal." Kata Aldiano sengaja memancing emosi Rindi kembali.
"Apa kamu bilang? Aku kanibal, itu artinya kamu juga kanibal. Karena telah menikahi cewek kanibal. Dasar bodoh." Kata Rindi yang langsung menunjukkan emosinya.
Di dalam hati Aldiano malah tersenyum. Bahkan senyum nya itu terlihat oleh Rindi.
"Hehehe... kenapa seneng gini ya rasanya. Padahal dia marah, tapi kenapa aku merasa senang. Bener - bener aneh nih." Kata Aldiano di dalam hatinya.
"Hey... kamu kenapa senyum - senyum gitu. Udah di minum kah obatnya. Atau kamu lupa." Kata Rindi pada Aldiano yang terlihat tersenyum itu.
"Maksud mu apa?" Kata Aldiano yang bingung dengan ucapan Rindi, sehingga ia pun bertanya pada Rindi.
"Ya obat kamu, belum di minum." Kata Rindi membalas ucapan Aldiono.
Dengan mengerutkan alis pertanda bahwa Aldiano tidak paham dengan ucapan Rindi pun. Kini mulai bertanya kembali pada Rindi.
"Kenapa kamu bertanya lagi. Aku kan tanya sama kamu dan tentunya butuh jawaban. Bukan malah di beri pertanyaan." Kata Aldiano membalas ucapan Rindi.
"Memangnya salah kalau aku jawab dengan pertanyaan." Kata Rindi membalas ucapan Aldiono.
"Tidak, tapi saat ini aku butuh jawaban bukan pertanyaan." Kata Aldiano membalas ucapan Rindi.
"Ya sudah lah, kamu juga tak masalah bukan. Jadi, jangan di perpanjang." Kata Rindi yang seolah - olah tak ingin membahas hal ini lagi dengan Aldiano.
__ADS_1
"Kamu nih ya, kenapa suka sekali buat aku emosi." Kata Aldiano membalas ucapan Rindi.
"Hey... yang mulai duluan siapa? aku pun tak akan membuat orang emosi jika orang itu tak membuat masalah duluan dengan ku." Kata Rindi yang tak terima di salah kan oleh Aldiano.
"Lagian aku tak membuat mu emosi." Kata Aldiano membalas santai ucapan Rindi.
"Apa kata ku, tak membuat emosi. Jelas - jelas sedari tadi ucapan mu itu sudah membuat ku emosi. Sudah lah, aku orang waras ngalah aja." Kata Rindi membalas ucapan Aldiano kemudian bergegas pergi meninggalkan Aldiano.
"Hey... maksud mu apa, aku tidak waras gitu." Kata Aldiano membalas ucapan Rindi.
"Hem... mungkin kaya gitu. Yang jelas itu kamu yang bilang." Kata Rindi membalas ucapan Aldiano tanpa melihat ke arah Aldiano.
"Lah, ko jadi gini. Kamu..." Kata Aldiano yang malah langsung di potong oleh Rindi.
"Sudahlah, kamu berisik sekali kaya cewek." Kata Rindi membalas ucapan Aldiano.
"Apa kamu bilang, aku kaya cewek, mana mungkin. Kalau kamu nggak percaya. Sini biar aku buktikan." Kata Aldiano yang tak terima Rindi mengatai dirinya cewek.
"Hey... lagian aku tak salah bukan. Kamu itu memang mirip cewek. Bahkan lebih kaya cewek. Apalagi kamu yang bawel kaya gitu. Udah persis banget kaya cewek." Kata Rindi membalas ucapan Aldiano.
Sehingga saat ini ia telah berada di belakang tubuh Rindi.
"Coba kamu ulangi lagi ucapan mu itu. Kalau aku kaya cewek." Kata Aldiano yang malah meminta Rindi untuk mengatakan dirinya cewek kembali.
Rindi yang tak menyadari keberadaan Aldiano di belakang tubuhnya pun dengan cepat mengulangi ucapannya itu.
"Kamu persis kaya cewek. Dasar cewek..." Kata Rindi menbalas ucapan Aldiano. Namun, saat ucapannya belum selesai. Tiba - tiba Rindi di buat terkejut oleh pelukkan seseorang di belakang tubuhnya.
"Argh... lo kenapa peluk gue lagi sih. Lepas nggak, gue risih di peluk terus kaya gini." Kata Rindi yang terkejut bahkan sampai berteriak.
"Aku nggak akan lepas pelukan ini. Sebelum kamu ubah kembali ucapan mu itu." Kata Aldiano tepat berbicara di dekat telinga Rindi.
Sehingga membuat Rindi ketakutan, karena tiba - tiba di bisikan dengan suara yang begitu dekat dengan telinganya.
__ADS_1
"Gila, kenapa takut gini ya. Padahal dia kan cuman peluk nggak ngapa - ngapain. Tapi kenapa gue takut." Kata Rindi di dalam hatinya.
"Em... bentar deh, apa dia bilang. Gue harus ubah kembali ucapan gue. Ucapan yang mana coba. Dasar cowok aneh." Kata Rindi melanjutkan kembali ucapannya.
"Kamu kenapa diam, suka di peluk kaya gini. Em... kalau kamu..." Kata Aldiano kembali mengeluarkan suaranya karena Rindi tak kunjung menjawab ucapannya itu.
"Hey... siapa yang bilang suka. Yang ada aku risih terus di peluk kaya gini sama kamu. Lepas nggak atau mau aku gigit lagi." Kata Rindi membalas ucapan Aldiano dengan cepat sambil tak lupa mengancam Aldiano.
"Sudah lah tak perlu pura - pura. Kalau kamu suka bilang aja." Kata Aldiano sengaja membalas ucapan Rindi dengan seperti barusan.
"Aku bilang tak suka, kamu bisa dengar nggak sih. Atau jangan - jangan telinga kamu tak berfungsi dengan baik." Kata Rindi membalas ucapan Aldiano.
"Em... aku rasa telinga ku masih berfungsi dengan baik ko. Bukti nya saat ini aku masih bisa menjawab ucapan mu bukan. Jadi, kamu bisa simpul kan sendiri bagaimana pendengaran ku." Kata Aldiano membalas ucapan Rindi.
"Argh... lama - lama aku bisa gila. Jika terus bicara dengan kamu. Sudah lah, aku minta kamu lepas pelukkan mu itu. Bodoh." Kata Rindi membalas ucapan Aldiono.
Karena Aldiano mendengar lagi ucapan Rindi yang mengatai diri nya bodoh. Seketika ia pun langsung membalikan tubuh Rindi.
Sehingga saat ini ia dan Rindi saling berhadapan.
"Coba kamu ulangi lagi ucapan mu yang terakhir." Kata Aldiano meminta Rindi untuk kembali mengucap kan kata bodoh.
"Bodoh maksud mu." Kata Rindi membalas ucapan Aldiono.
"Ya ucapan itu, siapa yang kamu bilang bodoh." Kata Aldiano membalas ucapan Rindi.
"Aku kan lagi bicara sama kamu. Itu artinya kamu yang aku bilang bodoh. Dasar bodoh masa nggak bisa bedain." Kaya Rindi membalas ucapan Aldiano.
Rindi yang tak menyadari bahwa kata - kata nya itu akan membuat ia menyesal. Kini hanya bersikap santai setelah mengucap kan kata tersebut.
Sampai akhirnya ia di buat terkejut dengan Aldiano yang tiba - tiba memandang diri nya dengan tatapan aneh. Karena tatapan itu seolah - olah ingin memakan Rindi hidup - hidup.
Membuat Rindi pun ketakutan sampai bergetar tubuh nya.
__ADS_1
Bersambung...