Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 204 Mengerem Secara Tiba - Tiba


__ADS_3

Ketika tak ada pembicaraan lagi. Kini Haikal pun fokus melajukan mobilnya. Tiba - tiba di depan ada sebuah mobil yang berhenti.


Membuat ia yang sedang melaju sedikit kencang harus mengerem secara tiba - tiba. Bahkan menyebabkan ia hampir membentur ke depan. Jika saja ia lupa memakai sabuk pengaman mungkin saat ini tubuhnya akan terkena luka.


Dengan cepat Haikal pun langsung mengalihkan pandangannya ke depan. Lalu ia beralih pada Yeni.


"Yank, kamu nggak kenapa - kenapa kan. Maaf kak barusan ngerem ngedadadak." Kata Haikal yang khawatir dengan Yeni sambil tak lupa ia pun meminta maaf pada Yeni.


"Yeni baik - baik aja ko kak. Hanya sedikit shock karena ngerem ngedadak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Lega nya kakak, maafin kakak ya udah buat kamu shock." Kata Haikal yang merasa lega saat mendengar jawaban Yeni dan tak lupa ia meminta maaf kembali pada Yeni.


"Iya kak gak papa, lagian kalau kakak nggak langsung ngerem mobil. Yeni nggak tau deh akan seperti apa nanti." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Makasih." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Iya kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


Lalu Haikal pun mulai melihat ke kursi belakang mobil. Dilihatlah di sana, Rindi yang masih tertidur tak terbangun sedikit pun saat ia berhenti mendadak.


"Ya ampun anak itu, nggak bangun sama sekali yank. Kalau kita semua beneran kecelakaan. Gimana nasib anak itu yank." Kata Haikal yang tak habis pikir dengan tingkah Rindi.


"Kakak nih bicaranya suka yang ekstrim. Jadi takut Yeni." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Itu misalnya yank, maaf deh kakak salah bicara." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Iya kak, lain kali jangan bicara sembarangan. Yeni jadi takut." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Iya yank, kakak nggak akan ulangi lagi." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Oke deh kalau gitu." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.

__ADS_1


Setelah itu, Haikal dan Yeni teralihkan dengan suara ketukan di kaca mobil di dekat Haikal.


Sehingga percakapan yang ingin di lanjutkan harus terhenti begitu saja.


Di lihatlah secara bersamaan seseorang yang mengetuk kaca mobil. Di lihat dari dalam mobil, penampilan seseorang itu cukup menyeramkan. Bahkan sepertinya sangat menyeramkan jika Haikal langsung keluar untuk menemuinya.


"Yank, mereka siapa ya?" Kaya Haikal bertanya pada Yeni setelah melihat ada satu orang lagi yang berada di depan mobilnya.


"Nggak tau kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal sambil menggelengkan kepalanya.


"Kakak kira kamu tau, mereka berpakaian serba hitam, tinggi besar, badan kekar, rambut gondrong, brewokan. Sungguh definisi seram itu semua ada di mereka. Hanya saja kakak belum liat mata mereka secara jelas." Kata Haikal memberitahukan Yeni ciri - ciri kedua orang tersebut.


"Apa jangan - jangan mereka berdua itu bodyguard nya ayah Rindu ya kak. Ini gawat kak, kita ketangkap. Aduh... gimana dong?" Kata Yeni membalas ucapan Haikal dengan panik.


"Tenang yank, kamu jangan panik dulu." Kata Haikal mencoba menenangkan Yeni.


Walau kenyataannya hati ia bahkan menujukkan rasa cemas luar biasa. Namun, sengaja ia tutupi rasa cemas itu agar Yeni tak menganggapnya lemah.


"Yeni takut kak, apalagi kalau sampai Yeni di hukum. Ah... rasanya Yeni tak sanggup kak, walau hanya membayangkan sesaat." Kata Yeni yang semakin melantur bicaranya.


Dengan cepat Yeni pun langsung mencegah Haikal.


"Tunggu, tunggu kak, jangan di buka dulu. Ntar kalau mereka bawa benda tajam atau pistol gimana? apalagi kalau sampai kakak terluka. Yeni takut kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


Saat mendengar ucapan Yeni tersebut membuat hati Haikal berbunga - bunga. Apalagi rasa khawatir yang di tunjukan Yeni mengenai keadaannya nanti. Sangat membuat ia bahagia.


"Kamu tenang saja yank, kakak nggak akan kenapa - kenapa ko. Kakak keluar dulu ya." Kata Haikal membalas ucapan Yeni. Lalu ia pun menyentuh kepala Yeni lembut dan mengusapnya dengan lembut juga.


"Kak, jangan buka pintunya ya. Yeni beneran takut kakak kenapa - kenapa." Kata Yeni lalu menyentuh tangan Haikal.


"Kakak nggak akan kenapa - kenapa ko yank. Kamu diam di dalam aja ya, jangan keluar sampai kakak kembali atau menyuruh kamu sama Yeni untuk keluar dan pergi. Oke." Kata Haikal membalas ucapan Yeni. Kemudian tanpa menunggu Yeni menjawab ucapannya ia telah membuka pintu mobil.

__ADS_1


Saat pintu mobil itu terbuka dan ia keluar dari mobil. Lalu menutup mobil tersebut.


Salah satu bodyguard itu langsung menyeret Haikal dengan cara paksa. Membuat Yeni semakin merasa kan ke khawatirannya pada Haikal.


"Kak... semoga kamu baik - baik aja kak. Hiks... hiks..." Kata Yeni yang melihat Haikal di seret seperti itu oleh mereka. Bahkan karena rasa khawatir itu terus ia rasakan, tanpa sadar ia pun langsung menangis.


Hal ini menyebabkan Rindi yang sedang tertidur mulai membuka matanya.


Di lihatlah sekeliling, lalu pandangan Rindi langsung tertuju pada Yeni yang sedang menangis. Dengan cepat ia pun mulai duduk.


"Yen, lo kenapa nangis?" Kata Rindi pada Yeni.


"Hiks... hiks... Kak Haikal Rin, kak Haikal... hiks... hiks..." Kata Yeni yang masih menangis saat membalas ucapan Rindi.


"Kak Haikal kenapa?" Kata Rindi yang mulai panik juga. Karena Yeni malah menghentikan bicaranya.


"Liat, kak Haikal. Rin, kak Haikal hiks... hiks..." Lidah Yeni seakan kelu saat ingin memberitahu Rindi yang sebenarnya. Sengaja ia pun hanya menujuk Haikal dengan telunjuk agar Yeni bisa melihatnya sendiri.


"Ada apa sih sama kak Haikal." Kata Rindi yang penasaran sehingg tanpa menunggu lama, ia pun langsung melihat ke arah telunjuk Yeni.


Begitu terkejutnya ia saat melihat Haikal sedang berantem saling pukul memukul.


Dengan cepat ia pun langsung mengalihkan pandangannya kembali melihat ke arah Yeni.


"Kak Haikal lagi berantem sama siapa Yen?" Kata Rindi bertanya pada Yeni.


"Gue nggak tau Rin, orang itu tiba - tiba datang. Pakaiannya serba hitam, badan kekar, berotot dan brewokan. Intinya mereka itu seram. Hiks... hiks... aku takut kak Haikal kenapa - kenapa." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Apa jangan - jangan itu bodyguard ayah ya. Ini nggak bisa di biarkan. Kak Haikal hanya satu orang, sementara mereka dua orang dan lagi badan mereka semuanya berotot. Gue harus keluar." Kata Rindi membalas ucapan Yeni. Kemudian bersiap untuk membuka pintu mobil.


Sebelum itu terjadi Yeni lebih dulu mengeluarkan suaranya. Sehingga pintu itu tak jadi terbuka.

__ADS_1


"Jangan Rindi, kata kak Haikal kita berdua harus tetap di dalam mobil sampai kak Haikal bilang kita bisa keluar. Ntah nanti kita keluar saja atau kabur setelah keluar. Hiks... hiks..." Kata Yeni membalas ucapan Rindi dengan mencegah Rindi untuk tak keluar dari mobil sesuai dengan permintaan Haikal sebelum Haikal keluar tadi.


Bersambung...


__ADS_2