Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 82 Tertawa Terbahak - Bahak


__ADS_3

Kini mereka berdua mulai belangkahkan kaki bersamaan menuju tempat yang di tunjuk oleh Rindi.


Sementara pak Reza dan pak Agus yang telah menerima pesanan mereka. Kini mereka berdua pun bergegas kembali ke kantor.


"Udah pak, yuk kembali ke kantor lagi." Kata pak Reza pada pak Agus.


"Gak makan dulu pak, lapar nih perut saya. Kalau nunggu sampai kantor baru bisa makan. Rasanya tak tahan pak. Boleh kan saya makan dulu pak." Kata pak Agus membalas ucapan pak Reza.


"Tapi pak, kita keluar untuk beli makan dan minum sudah terlalu lama. Gak enak juga kalau ditambah lagi waktunya. Sekarang aja ya pak, kembali ke kantor nya atau gak saya duluan aja yang kembali ke kantor. Nanti bapak bisa kembali ke kantor sendiri. Gimana pak?" Kata pak Reza membalas ucapan pak Agus.


"Em... kalau gitu saya tahan aja pak. Kalau saya datang terakhir yang ada pak Gani banyak bertanya ke sana. Ini malah makin ribet pak. Lebih baik saya tahan rasa lapar nya dari pada setelah kenyang malah makin kenyang dengan banyak nya pertanyaan dari pak Gani. Gak deh pak kalau harus kaya gitu lebih baik gak jadi." Kata pak Agus membalas ucapan pak Reza dengan cukup panjang.


"Hem... baiklah pak, mari kita pulang." Kata pak Reza membalas ucapan pak Agus.


"Masih lama pak kita pulangnya. Lagi pula lemburnya juga baru di mulai. Bapak udah mau pulang aja. Hehehehe.... gimana coba pak?" Kata pak Agus membalas ucapan pak Reza dengan tersenyum.


"Maksud saya bukan pulang ke rumah pak. Tapi pulang ke kantor." Kata pak Reza menjelaskan ucapannya yang tadi pada pak Agus. Karena sepertinya pak Agus salah mengartikan ucapannya itu.


Padahal yang sebenarnya adalah pak Agus hanya bercanda berkata seperti itu pada pak Reza.


"Saya tau ko pak barusan hanya bercanda aja. Biar tak terlalu tegang. Yuk langsung pulang ke kantor. Sekarang saya yang bawa motornya ya pak Reza, bolehkan." Kata pak Agus membalas ucapan pak Reza.


"Kenapa nggak pak, bahkan sangat boleh. Karena tangan saya juga pegel pak kalau terus berkendara. Jadi, sama bapak aja. Ini pak kunci nya." Kata pak Reza menyetujui keinginan pak Agus sambil memberikan kunci motor miliknya pada pak Agus.


"Siap pak. Les go kita ke kantor." Kata pak Agus membalas ucapan pak Reza sambil mengambil kunci yang di berikan pak Reza pada dirinya.


"Oke pak." Kata pak Reza membalas ucapan pak Agus.

__ADS_1


Setelah itu, mereka berdua pun kini telah berada di parkiran. Pak Agus kemudian mulai mengambil motor pak Reza terlebih dahulu. Setelah motor sudah siap, barulah pak Reza mulai menaiki motor miliknya di bagian penumpang atau lebih tepatnya di belakang tubuh pak Agus.


Tak lupa dengan makanan dan minuman yang ia pesan berada di kedua tangan nya.


Ketika pak Reza telah duduk di belakang tubuh pak Agus. Pak Agus pun mulai berucap.


"Sudah pak, boleh kita pergi." Kata pak Agus pada pak Reza.


"Iya pak, boleh." Kata pak Reza membalas ucapan pak Agus.


Saat mendengar ucapan pak reza, kini pak Agus mulai melajukan motor untuk pergi meninggalkan kafe menuju kantor.


Sedangkan Rindi dan Haikal kini telah sampai di tempat yang di tunjuk oleh Rindi. Bahkan saat ini mereka sedang duduk tenang di sana.


Sekitar sepuluh menit tak ada percakapan sama sekali diantara mereka berdua. Namun, setelah sepuluh menit baru lah Haikal mulai berbicara.


"Rindi, kamu gak gerah apa gunain baju kaya gini. Ganti gih, liat kamu pake baju kaya gini seperti apa gitu?" Kata Haikal pada Rindi.


"Lah ko setelah kakak foto. Memangnya kamu mau di foto, terus fotonya buat apa?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil bertanya juga pada Rindi.


"Memangnya tante Ratna gak bilang ke kakak. Ko kakak malah tanya ke Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan sebuah pertanyaan.


"Kalau kakak tau, kakak gak akan tanya kali Rindi. Kamu ini gimana coba?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan sedikit kesal. Karena yang jelas - jelas Rindi tahu. Tapi, ia malah sengaja mempertanyakan ucapan yang sama.


"Hehehehe... sensian banget sih kak. Lagi PMS ya kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan tersenyum tanpa rasa bersalah bahkan sepertinya ia menambah masalah lagi.


"Kamu kira kakak cowo apaan bisa PMS, jangan ngaco deh." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


"Bercanda kali kak, sensian banget dari tadi. Jangan serius - serius amat kak. Kalau belum bisa seriusin cewe." Kata Rindi membalas asal ucapan Haikal.


"Maksud kamu apaan sampai bawa - bawa cewe segala lagi." Kata Haikal yang mulai terbawa emosi dengan ucapan Rindi.


"Santai kak, Rindi hanya bercanda lagi. Gak asyik nih, bicara sama kakak. Kakak sebenarnya kenapa?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


Haikal ynag sudah tak tahan dengna ke pura - puraan ia bersikap seperti barusan pada Rindi. Kini mulai tertawa terbahak - bahak di hadapan Rindi.


"Hahaha... Hahaha... aduh kakak udah gak tahan dari tadi pengen ketawa. Hahaha... hahaha..." Kata Haikal yang tertawa terbahak - bahak.


Sementara Rindi yang melihta Haikal tertawa terbahak - bahak seperti ini semakin di buat aneh oleh Haikal.


"Ini kakak ko malah ketawa, kakak gak lagi sakit kan, apa kakak kerasukan kali yah. Tapi, kalau kerasukan ko di jam segini. Hem... aneh." Kata Rindi berbicara pada dirinya sendiri dengan suara kecil.


Sehingga terdengar di telinga Haikal walau sedikit putus - putus karena kecilnya suara yang Rindi keluarkan itu.


"Jangan aneh Rindi, kakak barusan bohongi kamu kalau kakak lagi emosi terus sensi dan lain sebangaiknya. Jadi, gak usah aneh ya. Hahaha... hahaha... hahaha... kakak jadi pengen terus ketawa." Kata Haikal pada Rindi.


Sontak Rindi yang mendengar ucapan Haikal, kini mulai menutup bibir nya dengan tangan kanannya. Lalu Rindi pun berucap.


"Ya ampun kak, ko tega banget sama Rindi. Ih... nyebelin tau gak sih. Aku kira kakak beneran kaya gitu ke aku. Eh... malah kena Frank dari kakak. Kezel aku jadi nya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Hahaha... gak perlu kesel Rindi. Lagi pula kamu juga yang awalnya buat kakak kesel, sekarang kakak bales juga kamu biar kesel sama kakak. jadi satu sama deh kita." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Jahat dan tega nya kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Kamu juga kaya gitu sama kakak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


"Hem... tapi aku gak sampai ketawain kakak sampai terbahak - bahak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


Bersambung...


__ADS_2