
"Em... udah Yeni lupain aja. Kita gak perlu bahas lagi." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Suka gini nih kalau bicara sama kamu pasti gak mau di tuntasin." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Hehehehe... gak papa lah Yeni. Daripada ujung - ujungnya kita berantem lebih baik menghindari semua itu kan." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Hem... terserah kamu lah." Kata Yeni yang akhirnya menyerah untuk terus berbicara pada Rindi yang tak mau kalah ini.
"Oke" kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan satu kata.
Kemudian diantara mereka berdua pun tak ada pembicaraan lagi.
Namun, sekitar tiga menit kemudian Rindi pun kembali mengeluarkan suaranya.
"Oh iya Yeni, kamu ko nggak puji aku sih." Kata Rindi pada Yeni.
Dengan mengerutkan alisnya, Yeni pun kemudian menjawab ucapan Rindi.
"Maksudnya kamu puji gimana?" Kata Yeni yang aneh dan heran dengan ucapan Rindi. Sehingga ia pun mulai bertanya pada Rindi.
"Ya udah lah lupain, lagi pula kamu juga gak tau kan puji aku nya tentang apa. Jadi di lupain aja." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Kamu nih gak jelas Rindi. Udah sekarang bilang aja aku harus puji kamu tentang apa?" Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Gak usah Yeni. Gak di puji juga gak papa." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
Tiba - tiba Haikal pun ikut dalam pembicaraan Rindi dan Yeni.
"Kakak tau, Rindi pengen di puji tentang baju yang ia kenakan. Ayo kamu puji dia, siapa tadi nama kamu Yen, Yen, Yen..." Kata kak Haikal yang ikut dalam pembicaraan mereka berdua.
"Yeni kak, oh jadi kamu ini ingin aku puji mengenai itu." Kata Yeni membalas ucapan Haikal yang lupa dengan namanya. Kemudian ia pun berbicara juga pada Rindi.
"Nah iya, nama kamu Yeni. Maaf barusan saya lupa." Kata kak Haikal membalas ucapan Yeni.
__ADS_1
"Iya kak gak papa." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Em... iya sih Yeni maksud aku tuh memang kaya yang di ucapin kak Haikal barusan. Tapi, udah lah lagi pula aku udah minta di lupain." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Hem... ya udah deh, aku puji kamu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi sambil tersenyum di ujung kalimat yang ia ucapkan.
Membuat Rindi pun sempat terkejut karena Rindi kira Yeni akan setuju ucapannya. Ternyata di luar dugaan dia.
"Loh ko mau puji aku." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Memangnya gak boleh, hem." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Bukannya gitu, tapi..." Kata Rindi membalas ucapan Yeni. Namun, harus di potong oleh Yeni secara tiba - tiba.
"Udah Rindi sayang, sekarang aku mau puji kamu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Hem... ya udah deh karena kamu memaksa." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Oke, aku mulai puji kamu ya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
Dengan menarik napas terlebih dahulu. Kini Yeni pun mulai memuji Rindi.
"Rindi ya ampun kamu cantik banget, terlihat anggun bener - bener beda sama Rindi yang aku kenal. Ini seperti bukan kamu loh. Malah seperti ratu yang sangat cantik." Kata Yeni yang memuji Rindi.
"Kamu terlalu berlebihan Yeni. Aku mah biasa aja ko." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Kamu beneran cantik tau, kalau gak percaya aku tanya juga nih ya ke kak Haikal dan aku jamin kak Haikal juga pasti bilang cantik." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Masa sih kaya gitu." Kata Rindi yang masih tak percaya dengan ucapan Yeni.
"Aku buktiin ya, em... kak Haikal Rindi cantik ya." Kata Yeni kemudian bertanya pada Haikal untuk membuktikan ucapannya pada Rindi.
Dengan cepat Haikal pun menjawab ucapan Yeni.
__ADS_1
"Nggak, malah Rindi terlihat jelek. Tapi, yang cantik itu kamu. Eh... maaf, maaf saya salah bicara." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
Demi apapun saat ini Yeni mulai kehilangan kesadarannya. Ia sudah melayang jauh saat mendengar ucapan Haikal yang mengatakan dirinya cantik dibandingkan Rindi.
Bahkan saat ini hatinya seperti di tumbuhi berbagai macam bunga.
"Ya ampun kak Haikal buat aku sampai kegirangan kaya gini nih. Ah... barusan dia bilang apa? aku cantik. Em... hati aku sampai deg - degan kaya gini loh kak. Kamu harus tanggung jawab." Kata Yeni pada dirinya sendiri.
Kemudian ia pun mulai menjawab ucapan Haikal. Namun, malah lebih dulu Rindi yang menjawab ucapan Haikal. Sehingga Yeni pun menunda ucapannya.
"Hem... aku memang selalu di bilang jelek sama kak Haikal. Jadi, percuma juga kamu tanya ke kak Haikal, Yeni. Dia gak akan pernah puji aku cantik. Eh, tapi kayanya malah buat kamu untung deh. Bener nggak ucapan aku Yeni." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dan bertanya juga pada Yeni.
Dengan refleks Yeni pun menyetujui ucapan Rindi kemudian kembali tersadar dan mengubah ucapannya.
"Iya Rindi kamu bener banget aku malah dapet untung karena kak Haikal bilang aku cantik. Kamu tau sekarang hati aku malah deg - degan kencang. Kalau kamu gak percaya kamu bisa merasakannya di sini." Kata Yeni membalas ucapan Rindi sambil menujuk hatinya di ujung kalimat yang ia ucapkan.
"Eh, bukan gitu maksud aku Rindi. Kak Haikal maaf ya, Yeni salah bicara." Kata Yeni yang kemudian melanjutkan ucapannya dengan panik.
"Hem... gak perlu berbohong kaya gitu juga Yeni. Aku percaya ko sama ucapan kamu yang tadi. Dan aku juga gak perlu sentuh hati kamu. Karena udah keliatan juga ko detak jantung nya berdetak sangat kencang. Liat tuh kak, kakak udah buat Yeni seperti itu. Kakak harus tanggung jawab loh." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dan berbicara juga pada Haikal.
"Yeni maaf ya saya udah buat kamu seperti ini." Kata Haikal kemudian meminta maaf pada Yeni.
"Kakak gak perlu minta maaf ko. Lagi pula gak masalah ko kalau kakak bilang aku cantik." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Beneran gak papa." Kata Haikal memastikan lagi ucapan Yeni. Sehingga ia pun bertanya lagi pada Yeni.
"Iya kak gak papa." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Udah lah jangan pada malu - malu kaya gitu. Saling minta maaf. Lebih baik langsung jadian aja. Iya nggak. Hehehehe..." Kata Rindi pada mereka berdua, bahkan ia pun sempat tersenyum sambil menaik turunkan alisnya di ujung kalimat yang ia ucapkan tersebut.
"Apaan sih kamu Rindi, jangan bicara kaya gitu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Iya kamu nih Rindi, ko bicaranya kaya gitu. Ntar kalau cowo nya Yeni marah gimana?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
__ADS_1
"Tenang kak gak akan ada yang marah ko. Lagi pula Yeni masih jomblo ko. Jadi kalau kakak mau jadian sama Yeni aku dukung deh." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
Bersambung...