Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 163 Gak Keliatan


__ADS_3

Kemudian Bagas pun mulai pergi untuk membayar pesanan mereka.


"Gini banget sih punya temen, gak percayaan amat. Lagian kalau beneran di tinggalin juga kan. Dia tinggal jalan aja ke butik. Deket juga ko jaraknya. Gas, Gas." Kata Haikal berbicara pada dirinya sendiri setelah Bagas pergi.


"Berhubung nih kunci ada di gue, em... apa gue aja ya yang tinggalin Haikal di sini. Sekali - kali kan kerjain dia. Biar lebih sehat juga kalau jalan kaki. Em... ide bagus nih." Kata Bagas yang mulai berpikiran untuk meninggalkan Haikal di tempat penjual es campur.


Lalu setelah itu, ia pun mulai membayar semua pesanannya. Setelah selesai, baru lah ia mulai pergi meninggalkan Haikal yang sedang menunggunya sedari tadi.


"Sorry ya bro, gue pergi duluan ke butik nyokap lo. Bye..." Kata Bagas setelah ia keluar dari tempat penjual es campur.


Berjalanlah ia ke motor Haikal yang ada di tempat parkir. Tak lama setelah ia berada di dekat motor, ia pun mulai menaiki motor tersebut.


Ketika ia telah berada di atas motor, di nyalakan lah motor tersebut. Lalu terdengarlah suara khas dari motor itu.


Hal ini membuat Haikal yang sedang menunggu, mulai mengalihkan pandangannya ke tempat Bagas yang berniat untuk membayar.


Terkejutlah ia saat melihat ke arah sana tidak ada Bagas sama sekali. Dengan tergesa - gesa ia pun mulai berjalan menuju keluar tempat ia duduk saat ini.


Saat telah sampai di luar Bagas pun telah keluar dari parkiran dan sudah melaju pergi.


"Argh... sial gue malah di tinggal." Kata Haikal dengan penuh emosi.


"Berani juga nih si Bagas, awas aja kalau sampai ntar ketemu. Gue beneran bikin lo jadi perkedel." Kata Haikal melankutkan lagi ucapannya.


Seseorang yang tak di kenal pun mulai menghampiri Haikal.


"Kenapa mas, di tinggal sama temannya ya. Sabar ya mas." Kata seseorang yang tak di kenal pada Haikal.


"Hem... iya nih, udah paling sabar." Kata Haikal membalas ucapan seseorang itu.


"Oke, kalau gitu saya ke sana ya mas, sorry udah ganggu." Kata seseorang itu pada Haikal lagi.


"Iya gak masalah ko." Kata Haikal pada seseorang itu.


Lalu seseorang itu pun pergi meninggalkan Haikal saat ia telah mendengar jawaban Haikal tersebut.


Kini tersisa hanya Haikal seorang yang mulai meratapi nasib nya.

__ADS_1


"Sekarang gue jalan kaki ke butik, ah... sial kenapa gue bisa percaya aja sih sama si Bagas itu. Coba aja kalau tuh kunci motor gak gue kasih ke dia. Mungkin saat ini gue gak akan jalan kaki." Kata Haikal berbicara pada dirinya sendiri.


"Hem... tapi semuanya sudah terlanjur terjadi. Apa boleh buat gue harus terima ke adaanya." Kata Haikal lagi melanjutkan ucapannya.


"Ya udah deh, semangat Haikal, lo pasti kuat hanya jalan kaki ko. Nggak terlalu jauh." Kata Haikal kemudian menyemangati dirinya sendiri.


Lalu ia pun mulai pergi melangkahkan kakinya. Sementara Bagas, kini ia telah sampai di butik tante Ratna.


"Akhirnya sampai juga." Kata Bagas kemudian turun dari motor.


Terlihatlah Rindi dan Yeni yang baru akan memasuki butik. Namun, sebelum masuk mereka berdua pun di panggil oleh Bagas.


"Tuh mereka berdua ternyata baru sampai juga. Em... aku panggil aja deh." Kata Bagas saat melihat Yeni dan Rindi.


Tak lama setelah itu, ia pun mulai berteriak memanggil Yeni dan Rindi.


"Yeni, Rindi tunggu dong. Kak Bagas mau bareng." Kata Bagas pada Yeni dan Rindi.


Sehingga secara otomatis Yeni dan Rindi pun mulai membalikan tubuh mereka untuk menghadap ke sumber suara tersebut.


"Siapa Rin yang panggil barusan. Kamu denger gak." Kata Yeni sebelum melihat ke arah belakang.


"Boleh tuh Rin, kita langsung liat aja." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Oke." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan satu kata saja.


Di liatlah secara bersamaan oleh mereka berdua dan ternyata memang benar itu adalah Bagas.


"Ternyata bener Yen, itu kak Bagas. Eh... tapi ko aku gak liat kak Haikal nya. Dia kemana ya?" Kata Rindi pada Yeni setelah pandangan mereka ke arah belakang.


"Hem... iya Rin, tapi aku juga kurang tau kak Haikal ada dimana." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Ya udah deh biar gak salah kita langsung tanya aja ke kak Bagas." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


Bagas yang melihat Rindi dan Yeni mengarah ke arah nya, kini mulai kembali mengeluarkan suaranya.


"Hai, tunggu di situ sebentar ya. Kak Bagas mau ke sana." Kata Bagas pada mereka berdua.

__ADS_1


"Iya kak." Kata Rindi membalas ucapan Bagas dengan singkat.


"Di simpan lah helm yang di gunakan Bagas tersebut pada kaca spion motor Haikal. Lalu setelah itu, ia pun mulai bergegas mendekati Yeni dan Rindi.


Tak lama kemudian, kini ia telah berada di hadapan Yeni dan Rindi.


"Makasih ya udah tungguin kak Bagas." Kata Bagas saat ia telah berada di hadapan mereka.


"Iya kak, tapi ngomong - ngomong nih kak, kak Haikal nya ko gak keliatan. Dimana kak Haikal, kak?" Kata Rindi membalas ucapan Bagas.


"Em... Haikal ya, kakak juga kurang tau. Kakak kira udah ke sini duluan. Memangnya belum ada di sini ya." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.


Dengan menggelengkan kepalanya Rindi pun kemudian berucap "Gak ada kak, tadi kan terakhir sama kakak." Kata Rindi membalas ucapan Bagas.


"Kakak juga heran, tadi di sana gak ada Haikal. Makannya kakak langsung ke sini aja. Eh, tau - taunya gak ada di sini. Gimana ya? apa kak Bagas cari dia aja ya." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.


"Em... kalau cari kakak memangnya mau cari kemana." Kata Rindi membalas ucapan Bagas.


"Kemana aja yang terpenting ada usaha buat cari Haikal." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.


"Kalau gitu bisa - bisa kak Haikal nanti udah datang ke sini. Eh, malah kak Bagas yang gak tau kemana." Kata Rindi membalas ucapan Bagas.


"Terus kalau kaya gitu kakak harus gimana?" Kata Bagas membalas ucapan Rindi.


"Kita masuk aja dulu kak ke butik, kalau dalam waktu tiga puluh menit kak Haikal belum ada, kak Bagas bisa cari kak Haikal. Gimana kalau kaya gitu kak." Kata Rindi membalas ucapan Bagas.


"Em... ya udah deh boleh, kita masuk butik dulu aja." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.


"Oke, kalau gitu yuk kita masuk." Kata Rindi membalas ucapan Bagas.


Namun, tiba - tiba Yeni pun mulai menjawab ucapan Rindi.


"Tapi, Rindi kalau kak Haikal kenapa - kenapa gimana?" Kata Yeni pada Rindi.


"Jangan berpikiran yang aneh - aneh dulu. Kak Haikal gak akan kenapa - kenapa ko." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Tapi..." Kata Yeni kemudian di potong oleh Rindi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2