
Rindi yang kini melangkah untuk menemui Yeni. Di buat kaget dengan Haikal yang tiba - tiba melewati dirinya.
"Eh... kak, ko malah ke sini arahnya. Bukannya mau cari batu ya. Nggak jadi apa gimana kak?" Kata Rindi pada Haikal.
"Bukan urusan mu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan acuh tak acuh.
"Sombong banget sih kak. Rindi kan hanya tanya kalau pun gak mau jawab juga gak harus kaya gitu kali kak jawabannya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Biarin suka - suka kakak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Em... ya sudah lah terserah kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
Kini mereka berdua tak saling berbicara. Haikal tetap fokus berjalan, Rindi pun juga sama fokus berjalan.
Sampai pada akhirnya Haikal tiba - tiba berhenti membuat Rindi yang berada di belakangnya langsung menubruk tubuh belakang Haikal.
"Aw... sakit..., ih... kenapa berhenti mendadak sih. Hidung Rindi kan jadi sakit." Kata Rindi yang meringis kesakitan ketika ia telah menubruk tubuh Haikal sambil mengelus - elus hidungnya yang sakit.
"Makannya jalan tuh pake mata. Masa tubuh belakang kakak yang besar gak bisa kamu liat. Harusnya kan kamu bisa menghindar bukan malah menubrukan diri. Sekarang ya kamu terima aja. Jangan salahin kakak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Lah, lah ko jadi kakak yang omelin Rindi sih. Ini kan kakak yng salah, udah tau Rindi kalau jalan suka fokus. Eh... malah berhenti mendadak tanpa memberitahu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Bawel banget sih, udah kakak bilang kakak gak salah." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Terus yang salah Rindi, gitu maksud kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Em... ya iya lah kamu yang salah. Masa kakak yang di salahin, itu kan gak adil." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Ini juga gak sepenuhnya salah Rindi. Kakak juga bersalah." Kata Rindi yang lagi dan lagi tak mau di salah kan.
__ADS_1
"Gak bisa kaya gitu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Bisa, kalau kakak mau akui kesalahan kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Kakak kan udah bilang kakak gak salah. Ko maksa sih." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Rindi gak maksa, tapi itu kenyataannya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Kenyataan kalau kakak salah. Itu maksyd kamu." Kata Haikal menyimpulkan ucapan Rindi sambil bertanya pada Rindi.
"Iya lah itu, memangnya apa lagi?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Entahlah mungkin hal lain." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Jadi sekarang kakak udah mau akui kan kalau kakak salah." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Mana ada kaya gitu. Kakak gak salah." Kata Haikal yang lagi dan lagi membuat Rindi geram setengah mati.
"Hey... apa - apaan seperti itu. Rindi, kamu awas ya kalau berani bilang kaya gitu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Biarin biar sekalian aja kakak gak perlu deket sama mereka." Kata Rindi kemudian menjulurkan lidahnya di ujung kalimat yang ia ucapkan pada Haikal.
"Kamu ya, malah makin berani. Awas aja ntar kalau minta di traktir kakak gak akan traktir kamu lagi. Camkan baik - baik." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Rindi gak takut, silahkan kakak mau ancam Rindi seperti apa. Lagi pula sekarang ada kak bagas, ntar Rindi minta traktirannya ke kak Bagas karena kak Haikal udah bangkrut gak punya uang lagi. Sambil saranin Yeni buat suka ke kak Bagas. Lumayan kan bisa dapet alesan kalau mau di traktir." Kata Rindi membalas ucapan Haikal cukup panjang.
"Berani kamu minta Yeni untuk suka sama Bagas. Nyawa kamu akan kakak buat melayang." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan sebuah ancaman.
"Uh... ngerinya, kak Haikal sadis juga ternyata. Em... ngomong - ngomong kakak mau hilangin nyawa Rindi dengan cara seperti apa?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil bertanya juga pada Haikal.
__ADS_1
"Gak akan kakak kasih tau lah, kalau kakak kasih tau ntar kamu bisa menghindari proses eksekusi nya. Not, itu gak mungkin kakak lakuin." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Em... jadi kaya gini, kakak gak mau kasih tau Rindi. Oke, kalau gitu Rindi langsung minta Yeni buat berpaling aja deh. Dah kak, semoga bisa cepet move on tanpa adanya sebuah hubungan." Kata Rindi kemudian pergi meninggalkan Haikal dengan langkah yang cepat.
"Hey Rindi kamu jangan kaya gitu. Hey..." Kata Haikal yang berteriak - teriak pada Rindi.
Rindi tak menghiraukan teriakan Haikal karena saat ini ia terus berjalan dengan langkah yang semakin cepat.
Membuat Haikal geram dengan Rindi. Ia dengan cepat juga mencoba menyusul Rindi dan masih setia memanggil nama Rindi.
"Rindi... berhenti Rindi... kakak bilang berhenti. Kamu ya, udah di bilangin berhenti masih aja tetep jalan." Kata Haikal yang tambah emosi.
"Hihi... lucu banget sih denger suara kak Haikal yang terlihat marah gitu. Apalagi dari nada suaranya itu terdengar ketakutan juga. Kalau aku beneran mau saranin Yeni buat suka ke kak Bagas. Hihihi... gampang banget kerjain kak Haikal. Em... aku abain lagi aja deh. Sekalian hukum kak Haikal juga karena gak mau ngaku salah. Lumayan kan buat hiburan." Kata Rindi di dalam hatinya.
"Rindi, argh... gila. Lama - lama kakak bisa gila kalau kamu terus seperti ini." Kata Haikal pada Rindi lagi.
"Tak apa kak jadi gila juga. Ntar, kan Rindi gak akan ketemu kakak. Kalaupun ketemu setidaknya itu ada pada diri Rindi yang mau liat kakak di sana atau nggak. Hihihi..." Kata Rindi di dalam hati saat membalas ucapan Haikal.
"Kamu masih tetep gak mau jawab hah..." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Siapa bilang Rindi gak jawab, Rindi kan sedari tadi juga jawab terus ko ucapan kakak. Tapi, kakak gak denger aja karena Rindi jawabnya di dalam hati. Hihi..." Kata Rindi masih setia berbicara di dalam hatinya.
"Rindi ntar kakak nikahkan kamu secepatnya atau gak minta ayah buat cepet nikahin kamu sama orang pilihannya." Kata Haikal yang sudah kelewat emosi.
Dengan cepat Rindi pun langsung membalikan tubuhnya pada Haikal.
"Apa kakak bilang, kakak mau minta ayah buat cepet nikahin Rindi. Jadi ide semua ini adalah kakak. Ckckck... gak nyangka Rindi ternyata selama ini Rindi salah percaya sama orang." Kata Rindi yang berpura - pura kecewa.
"Akhirnya di jawab juga. Kamu jangan salah sangka kakak hanya asal bicara. Mana mungkin kakak minta ayah buat nikahin kamu secepatnya sementara kakak belum nikah. Bisa - bisa bukannya kamu yang di nikahin tapi kakak yang akan di tanya 'kamu sendiri kapan nikah'." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
__ADS_1
Bersambung...