
Haikal yang melihat Rindi tergesa - gesa dalam berjalan. Kini mulai mengeluarkan suara.
"Hey... bawel cepat banget jalan nya. Kaya bicara kamu yang gak pernah ada remnya. Awas ntar keseleo karena terlalu cepat jalan." Kata Haikal pada Rindi.
"Sabar Rindi tahan jangan sampai kamu terpancing. Hingga akhirnya berdebat lagi sama kak Haikal." Kata Rindi di dalam hatinya.
"Pokoknya kamu hiraukan aja. Ayo jalan lagi." Kata Rindi melanjutkan kembali bicaranya.
"Em... mau pura - pura gak dengar ya. Oke, kalau gitu kita liat sampai sejauh mana kamu bertahan seperti ini." Kata Haikal mengeluarkan suaranya lagi karena Rindi tak kunjung menjawab ucapannya.
"Hehehe... liat aja sampai puas sekalian sampai mata kakak keluar. Aku juga gak akan bicara. Enak aja main ngajak debat lagi. Aku kan mana mau di tinggal untuk yang ke dua kalinya sama Yeni dan Ryan. Not, itu gak boleh terjadi." Kata Rindi di dalam hatinya.
"Bagus juga ternyata pertahanan Rindi yang gak jawab ucapan gue. Hem... baiklah kita liat kamu sampai kapan bertahan seperti ini." Kata Haikal di dalam hatinya.
Sementara di tempat Yeni dan Ryan saat ini. Mereka berdua sedang sibuk mengobrol.
"Kakak cantik liat deh bunga yang warna merah itu cantik ya. Sama kaya kakak cantik." Kata Ryan menunjukkan salah satu bunga pada Yeni.
Dengan antusias Yeni pun langsung melihat ke arah telunjuk Ryan. Setelah ia lihat ternyata memang benar bunga berwarna merah itu terlihat begitu cantik.
Sampai Yeni ingin sekali memetik bunga itu tapi ia urungkan niatnya setelah ia pikir - pikir kembali sayang banget jika bunga secantik itu harus ia petik.
Hingga akhirnya ia pun tak jadi memetik bunga itu.
"Ah... iya Ryan, cantik banget jadi pengen petik deh kakak. Em... tapi sayang juga kalau di petik." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Hihihi... kakak nih lucu. Kalau mau petik, petik aja kak gak papa nantikan bisa berbunga lagi." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Sayang tau Ryan, bunga nya kan lebih indah di lihat seperti ini. Kalau kakak petik paling sekitar dua jam bunga nya udah gak secantik ini lagi. Kan sayang." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Hem... iya juga ya kak, itu artinya keputusan kakak benar. Gimana kalau kita tanam bunga itu." Kata Ryan membalas ucapan Yeni sambil memberikan saran.
__ADS_1
"Tanam? tanam gimana?" Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Ya tanam lagi kak bunga nya biar makin banyak. Jadi nanti kalau berbunga gak hanya ada satu melainkan lebih dari satu. Jadi gimana kak, kakak cantik mau tanam bunga nya gak?" Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Em... boleh tuh Ryan, tapi memangnya ada alat - alat buat tanam bunga nya." Kata Yeni yang menyetujui ucapan Ryan. Namun, kemudian ia pun mulai teringat mengenai alat - alatnya. Sehingga ia pun bertanya pada Ryan.
"Tenang aja kak, Ryan tau ko tempat penyimpanan alat - alat nya." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Dimana? jauh gak?" Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Itu kak di sana, gak jauh ko." Kata Ryan kemudian menunjuk tempat penyimpanan alat - alat untuk menanam.
"Hem... baiklah kalau gitu. Ayo kita ke sana." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Ayo kak, itu artinya kakak mau menanam bunganya kan." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Hem... tentu kita bisa menanam bunganya sama - sama. Gimana kamu setuju kan?" Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Let's go." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
Kemudian mereka berdua pun mulai berdiri. Setelah itu mereka mulai melangkahkan kaki menuju tempat penyimpanan alat.
Namun, sebelum itu terjadi mereka berdua di hentikan oleh suara yang sangat mereka kenal. Siapa lagi kalau bukan Rindi.
"Huh... hah... Yen, Ryan kalian berdua mau kemana?" Kata Rindi dengan napas yang tersedat - sedat karena berjalan dengan tergesa - gesa.
Sebelum menjawab ucapan Rindi, baik Yeni ataupun Ryan mereka berdua kini malah saling memandang dengan ekspresi terkejut.
Setelah menormalkan keterkejutannya, kini Yeni pun mulai menjawab ucapan Rindi.
"Mau ke sana, em... ngomong - ngomong kamu ko kaya yang di kejar sama hantu sih. Sampai kaya gitu napas nya." Kata Yeni saat membalas ucapan Rindi.
__ADS_1
"Aku takut kalian pergi duluan. Makannya sedari tadi jalan aja di cepatin biar kalian gak pergi lagi." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Hem... jadi kaya gitu. Lagian kenapa harus takut di tinggal sih. Kan bisa kamu susul lagi." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Iya sih bisa, tapi kan bukannya nanti juga akan sama aja. Aku pasti jalannya akan cepat juga." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Hem... setidaknya gak akan capek lebih awal." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Ya sudahlah Yen, lagi pula sekarang aku udah ada di sini. Jadi semuanya udah gak akan di ulang lagi. Ngomong - ngomong kalian berdua mau ke sana. Mau ngapain. Ntar, ke sini lagi gak." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil bertanya juga pada Yeni.
"Ngambil alat tanam, aku sama Ryan mau tanam bunga. Em... sepertinya akan ke sini lagi sih tapi gimana nanti." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Oh mau tanam bunga, tapi ko jawaban kamu mau kesini lagi, terus gimana nanti. Yang bener itu yang mana. Kasih kepastian dong aku kan mau istirahat dulu. Lumayan capek nih berjalan tergesa - gesa dari sana ke sini. Kalau istirahat sejenak kan bisa ulangin rasa capeknya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Hem... iya deh aku kasih jawaban pasti. Kayanya akan ke sini lagi. Jadi kamu bisa tunggu di sini." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Nah, gini kan jadinya enak. Aku bisa tenang duduk di sini sambil nunggu kalian. Ya sudah lanjutin gih kalau kalian mau ambil dulu alat nya." Kaya Rindi kemudian mendudukkan diru di kursi yang Yeni dan Ryan duduki tadi.
"Iya, kalau gitu kita berdua ke sana dulu ya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi kemudian berpamitan pada Rindi.
"Oke." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan satu kata saja.
Setelah Yeni dan Ryan pergi. Haikal pun baru sampai di tempat Rindi duduk saat ini.
"Lah ko ada kamu aja. Yeni sama Ryan nya kemana?" Kata Haikal saat ia telah berada di dekat Rindi.
"Entah mungkin ke laut." Kata Rindi membalas asal ucapan Haikal.
"Kamu ya, kakak tanya bener - bener juga. Jawaban kamu malah kaya gini." Kata Haikal yang mulai emosi setelah mendengar jawaban Rindi.
"Rindi juga jawab ucapan kakak bener ko. Nggak asal - asalan." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
__ADS_1
Bersambung...