
"Udah lah lupain, ngomong - ngomong lo tadi katanya lagi buru - buru ya. Ada perlu apa bro?" Kata Haikal membalas ucapan Bagas sambil bertanya pada Bagas.
"Bukan urusan lo, lagi pula gue kasih tau juga gak akan paham." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Ye... belum juga lo kasih tau, udah bilang kaya gitu. Gas, Gas." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Karena gue udah paham makanannya gue malas kalau kasih tau ke lo. Eh... iya ngomong - ngomong adik yang lo bilang barusan Rindi bukan." Kaya Bagas membalas ucapan Haikal sambil bertanya mengenai Rindi.
"Kenapa memangnya kalau Rindi? jangan bilang lo kangen sama Rindi." Kata Haikal yang mulai curiga dengan ucapan Bagas.
"Kalau ternyata beneran memangnya kenapa. Lagi pula dia belum punya suami kan. Masih kelas dua SMA kan dia. Gak mungkin kalau sampai dia udah nikah." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
Haikal yang mendengar ucapan Bagas tersebut. Kini mulai berniat untuk memberitahukan mengenai Rindi saat ini. Bahwa ucapan yang Bagas bilang barusan berbanding terbalik dengan kenyataannya. Sehingga Haikal pun ingin mengetahui reaksi temannya ini.
"Lo salah bro, Rindi bahkan akan segera nikah. Sabar ya, mungkin memang lo gak di takdirkan bersama." Kata Haikal sambil mengusap punggung belakang Bagas.
"Lo jangan bercanda Haikal, ini gak lucu. Masa iya Rindi yang masih sekolah kelas dua SMA udah mau nikah. Jangan bilang kalau Rindi udah gini duluan." Kata Bagas yang tak percaya dengan ucapan Haikal tersebut bahkan Bagas mengira jika hal itu benar terjadi karena saat ini terjadi sesuatu pada perut Rindi. Karena ia sempat membuat sebuah lingkaran dengan tangannya lalu di tunjukan pada Haikal.
"Gak kaya gitu juga kali Gas, lo nih suka berpikiran kaya gitu." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Lah terus karena apa. Rindi ko bisa mau nikah secepat ini." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Kalau lo pengen tau, lo tanya aja sendiri ke orang nya. Lagian dia juga di sini." Kata Haikal membalas ucapan Bagas sambil menyarankan Bagas untuk bertanya langsung pada Rindi.
"Ya... lo gak asik Haikal. Kalau gue yang langsung ke Rindi. Terus dia bilang beneran mau nikah. Sakit nih hati, udah nunggu eh malah keduluan orang. Lo ko gak ngerti sih. Eh... tapi lo kan mana mungkin ngerti hal kaya gini. Cewe aja gak ada. Malang banget sih nasib lo." Kata Bagas membalas ucapan haimal.
"Apaan gak punya. Lo liat aja nanti Rindi sama cewe gue. Jangan bilang sembarangan." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Oh ya, tapi ko gue gak percaya. Lo hanya pura - pura kan bilang udah punya biar gue..." Kata Bagas yang belum sempat meneruskan ucapannya itu. Tiba - tiba terpotong karena mendengar suara Haikal secara tiba - tiba.
__ADS_1
Haikal yang melihat Rindi dan Yeni sedang menghampiri dirinya kemudian ia bergegas memanggil Yeni.
"Sayang ko lama sih. Belanja sama Rindinya terlalu jauh ya. Sampai kakak ditinggal." Kata Haikal memanggil Yeni dengan panggilan sayang.
Hal ini membuat Yeni saling pandang dengan Rindi. Karena yang Haikal maksud sayang itu untuk siapa. Sehingga mereka berdua saling pandang untuk beberapa detik lamanya. Saat Haikal kembali melanjutkan lagi ucapannya barulah mereka pun mulai mengalihkan pandangan mereka.
"Ko diem sih sayang. Sini dong deket sama kakak." Kata Haikal pada Yeni.
Yeni kemudian menunjuk dirinya pada Haikal. Haikal pun menjawab apa yang Yeni tunjukan dengan menganggukkan kepala.
Dengan ragu Yeni kini mulai melangkahkan kaki mendekati Haikal. Perlahan demi perlahan sampai pada akhirnya Yeni kini telah sampai di dekat Haikal.
Setelah Yeni berada di dekat Haikal. Haikal pun langsung memperkenalkan Bagas pada Yeni.
"Sayang kenalin, ini Bagas temannya kakak waktu SMA dan Bagas kenalin ini cewe gue namanya Yeni." Kata Haikal memperkenalkan Yeni dan Bagas secara bergantian.
Sampai pada akhirnya kini mereka berdua saling berjabat tangan.
"Bagas" kata Bagas saat Yeni telah menjabat tangannya.
"Yeni" Kata Yeni membalas ucapan Bagas.
Kemudian mereka berdua pun saling pandang sehingga jabatan tangan mereka masih belum terlepas. Haikal yang melihat itu langsung melepas tangan mereka.
"Udah bro kenalannya jangan lama - lama." Kata Haikal pada Bagas sambil melepas jabatan tangan mereka berdua.
"Pelit banget sih bro, lagian pegang tangannya bukan pegang yang lain." Kata Bagas membalas asal ucapan Haikal.
Ucapan Bagas ini pun akhirnya membuat Haikal tak terima.
__ADS_1
"Apa maksud lo pegang yang lain. Jangan coba - coba berpikiran kaya gitu." Kata Haikal dengan sedikit meninggikan suaranya.
"Tenang bro, gue bercada ko. Mana berani gue pegang yang lain sementara ada cowonya di dekat dia. Mau cari mati gue kalau hal itu gue lakuin. Nggak mungkin kali kaya gitu." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Lagian lo sendiri bercada gak bilang - bilang. Harusnya lo tuh bilang dulu ke gue biar gue gak emosi kaya barusan." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Bukan bercanda namanya kalau lo udah tau duluan. Em... udah deh, gue mau bicara dulu sama Rindi. Bolehkan gue pinjem Rindi sebentar." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Bawa - bawa sekalian aja jangan di balikin." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Ih... kak Haikal ko gitu sih sama Rindi. Lagian dia siapa, Rindi kan gak kenal dia." Kata Rindi yang belum menyadari bahwa itu adalah Bagas yang sering bicara dengan dirinya waktu Rindi masih sekolah SMP.
"Tuh liat Gas, lo beneran udah di lupain. Jadi saran gue, lo lebih baik lupain aja nih anak." Kata Haikal bukannya menjawab ucapan Rindi ia malah berbicara pada Bagas.
"Namanya juga udah lama gue gak ketemu Rindi. Pasti udah lupa dia sama gue. Tapi gue yakin kalau dia udah tau gue dan ingat gue. Dia gak akan bicara kaya gini." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Hem... terserah lo aja." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Kamu gak kenal kakak Rindi." Kata Bagas sambil melihat pada Rindi.
Sontak saat pandangan mata Rindi mengarah pada Bagas ia pun akhirnya mengingat Bagas.
"Ya ampun kak Bagas aku kira Bagas siapa? apa kabar kak udah lama gak pernah main ke rumah kak Haikal. Kalau gak salah setelah empat tahun kakak baru ketemu lagi sama kakak." Kata Rindi pada Bagas.
"Hem... kabar kakak baik, semenjak pergi ke Inggris kakak baru sekarang kembali lagi ke Indonesia. Dan baru hari ini juga ketemu sama kamu dan Haikal. Walau kebetulan." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.
"Alhamdulillah kalau kabar kakak baik, sekarang mau tinggal di sini atau kembali lagi ke Inggris kak." Kata Rindi membalas ucapan Bagas.
Bersambung...
__ADS_1