Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 118 Belum Sadar


__ADS_3

"Yeni kamu lah, aku kan gak kenal sama Yeni yang satunya. Lagi pula mana aku tau kalau akan ada nama Yeni selain kamu di sini." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Aku kira bicara sama Yeni yang satunya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hahaha... hahaha..." Terdengar lah suara tawa yang tiba - tiba diantara percakapan mereka berdua. Suara tersebut ternyata berasal dari Haikal.


Rindi yang mendengar tawa Haikal seperti mengejeknya mulai geram. Selain seperti tawa mengejek Rindi pun juga penasaran apa yang membuat Haikal tertawa begitu tiba - tiba bahkan dengan suara tawa yang cukup keras.


"Kenapa ketawa kak, ada yang lucu memangnya." Kata Rindi pada Haikal.


"Hem... lucu banget malahan." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Apanya yang lucu, aku dan Yeni ko gak ketawa juga." Kata Rindi yang aneh dengan ucapan Haikal bahkan sampai mengatakan bahwa ia dan Yeni tak ketawa juga seperti yang Haikal lakukan saat ini.


"Ya karena kalian gak sadar aja atau mungkin belum sadar." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Maksudnya sadar apaan kak?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan sebuah pertanyaan.


"Ya belum sadar, apa yang membuat kakak tertawa dan apa yang membuat lucu, sehingga kakak bisa ketawa seperti ini." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Oh jadi itu maksudnya. Hem... memangnya apa yang membuat kakak ketawa." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Menurut kamu apa?" Kata Haikal bukannya menjawab ucapan Rindi, ia malah bertanya balik pada Rindi.


"Mana Rindi tau kak, kalau Rindi tau nggak mungkin deh Rindi tanya ke kakak. Iya nggak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Hem... tapi bisa aja kamu sebenernya tau tapi pura - pura gak tau. Terus tanya deh ke kakak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Hem... gak gitu juga kali kak. Aku memang beneran gak tau. Tapi bentar, Yeni kamu tau gak, kak Haikal ketawa karena apa." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil bertanya pada Yeni.


Yeni yang mendapat pertanyaan dari Rindi langsung menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dari perkataan Rindi.

__ADS_1


"Tuh kak, kakak liat sendiri kan Yeni aja gak tau." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dan meminta Haikal untuk melihat gelengan kepala dari Yeni.


"Yank, em maksud saya Yeni, kamu gak tau juga penyebab saya ketawa." Kata Haikal pada Yeni yang lagi dan lagi salah memanggil Yeni.


"Nggak kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Yakin gak tau." Kata Haikal mencoba memastikan lagi ucapan yang ia dengar dari Yeni.


"Hem... iya kak, aku gak tau." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Ko bisa kamu gak tau." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Em..." Kata Yeni yang kebingungan saat akan menjawab ucapan Haikal. Bahkan ia pun kemudian terdiam saat kata em baru saja ia keluarkan.


"Ko lama jawabnya." Kata Haikal yang sudah penasaran menunggu jawaban dari Yeni.


"Gimana ya kak, sebenernya Yeni terdiam barusan itu. Karena Yeni bingung mau jawab apa ucapan kakak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal dengan apa adanya.


"Em... ya udah, kamu gak perlu jawab lagi ucapan saya yang tadi. Kalau terus di pikirkan jawabannya, ntar gak baik buat kesehatan kamu. Kakak nanti jadi khawatir." Kata Haikal melanjutkan lagi ucapannya.


"Hem... enak banget ya ada yang khawatirin. Kalau aku yang kebingungan, mana ada ucapan itu keluar dari kak Haikal." Kata Rindi yang entah pada siapa ia berbicara karena jika ia berbicara pada Yeni arah pandangan matanya akan mengarah pada Yeni sementara saat ini bahkan pandangan Rindi tak mengarah ke Haikal atau pun Yeni. Sehingg ucapan tersebut entah Rindi tunjukan pada siapa.


"Rindi, kamu bicara sama aku bukan?" Kata Yeni bertanya pada Rindi.


"Menurut kamu gimana?" Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Gak tau makannya aku tanya ke kamu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hem... ya udah kalau gitu gak usah kamu tau. Aku bicara sama siapa." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Ko gitu sih Rindi. Aku kan..." Kata Yeni membalas ucapan Rindi. Namun, tak sempat ia selesaikan karena Haikal tiba - tiba memotong ucapan Yeni.

__ADS_1


"Sudah lah Yeni, jangan di debatin. Kalau Rindi terus di jawab ucapannya. Dia gak akan berhenti buat bicara. Jadi, biar kamu gak capek jangan buang - buang suara kamu buat bertanya ataupun menjawab perkataan Rindi." Kata Haikal yang memotong ucapan Yeni.


"Tapi kak, aku penasaran kalau gak tanya ke Rindi." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Lebih baik jangan penasaran dari pada nanti kamu tambah bingung dan pusing. Bukannya itu gak baik buat kesehatan kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Hem... iya sih kak, ya udah deh aku gak akan tanya lagi ke Rindi. Makasih ya kak udah ingetin Rindi." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Udah seharusnya kakak ingetin kamu." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Ko kaya gitu kak." Kata Yeni yang aneh dengan ucapan Haikal sehingga ia pun mulai bertanya pada Haikal.


"Ya tentu kaya gitu. Kita kan harus saling mengingatkan kalau ada yang hampir melakukan kesalahan atau lupa agar tidak melakukan kesalahan. Bukan kah begitu." Kata Haikal membals ucapan Yeni.


"Hem... iya juga ya ucapan kakak itu memang benar." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Hallo, ada orang loh di antara kalian berdua. Kenapa di cuekin." Kata Rindi pada mereka berdua.


"Yeni kamu ingat gak sama perkataan ini. Kalau kita lagi berduaan orang ketiganya itu siapa?" Kata Haikal malah sengaja bertanya seperti itu pada Yeni.


"Kalau Yeni gak salah dengar sih. Katanya orang ke tiganya itu setan. Itu juga yang Yeni tau." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Parah banget nih kalian berdua. Jadi, maksudnya kak Haikal, aku ini orang ketiga nya. Kamu juga Yeni kenapa jawab kaya gitu ucapan kak Haikal." Kata Rindi pada mereka berdua.


"Menurut kamu gimana? kakak sama Yeni kan udah berdua. Terus kalau di tambah sama kamu jadi berapa? kamu pasti tau juga kan jawaban nya. Itu arti nya kamu orang ke berapa yang ada di sini." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Hem... aku jadi orang ketiga tapi aku kan bukan setan kak. Kamu juga Yeni kenapa bilang setan." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil bertanya juga pada Yeni.


"Itu yang aku ingat Rindi. Katanya kan kalau orang yang lagi berduaan terus suka ada orang ketiga. Maaf aku gak tau kalau kak Haikal ternyata sengaja bilang kaya gitu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi dan meminta maaf juga pada Rindi karena ucapan nya itu.


"Udah Yeni kamu gak perlu merasa bersalah gitu. Lagi pula Rindi juga udah akui ko kalau dia itu orang ketiga. Jadi, jangan merasa bersalah kaya gitu." Kata Haikal pada Yeni.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2