Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 138 Nggak Lucu


__ADS_3

"Nggak lucu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan nada yang jutek.


"Lagian Rindi juga nggak ngelawak ko. Wajar kalau kakak bilang nggak lucu. Iya kan Yen." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil bertanya juga pada Yeni.


Yeni yang di tanya oleh Rindi seketika langsung menjawab ucapan nya.


"Hahaha... iya Rindi ucapan kamu ada benernya juga." Kata Yeni membalas ucapan Rindi dengan tertawa.


Jawaban Yeni ini lah membuat Haikal langsung protes pada Yeni.


"Yank ko belain Rindi sih. Jahat banget sama kakak." Inilah kata protes yang Haikal berikan pada Yeni.


Yeni yang mendapatkan protesan dari Haikal. Seketika langsung mengarahkan pandangan nya pada Haikal. Lalu setelah itu, ia pun mulai mengeluarkan suaranya.


"Belain apa sih kak, ucapan Rindi kan memang ada benarnya. Masa Yeni salahin, kan gak adil." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Bener banget Yen kamu harus adil. Jangan mau belain terus Haikal nya. Ntar manja gak mau mandiri." Kata Bagas yang tiba - tiba ikut dalam pembicaraan.


"Hey... kau ini orang luar. Gak boleh ikut - ikut masalah dalam rumah." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Rumah apa coba. Kalian aja belum seatap. Udah bilang rumah. Bangun, bangun mimpi nya udah kejauhan." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Diam lo, jangna ikut campur urusan orang. Lagi pula mau seatap atau pun nggak. Ini gak ada hubungannya sama lo." Kata Haikal yang tiba - tiba menjadi emosi.


"Takutnya, ada yang marah nih." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Siapa yang marah coba. Gue lagi kesel sama lo." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Sifat lo ini melebihi cewe tau gak sih. Suka ambekan. Dikit - dikit langsung emosi. Harus ekstra sabar gue ngadepin lo." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Apa apaan gue di samain sama cewe. Gue sama cewe tuh jelas beda. Udah lo jangan bicara lagi. Gue mau bicara sama..." Kata Haikal membalas ucapan Bagas dan meminta Bagas untuk tidak berbicara lagi. Namun malah Bagas tiba - tiba memotong ucapan nya sebelum selesai ia berbicara.


"Sama gue kan, jadi jangan bilang kaya gitu sama gue." Kata Bagas yang memotong ucapan Haikal.


"Apaan lo pede banget. Gue mau bicara sama ayang gue lah. Bukan sama lo. Lagian kalau bicara sama lo tuh gak asik." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


Bagas yang akan kembali menjawab ucapan Haikal tiba - tiba tak jadi ia ucapkan karena mendengar suara Rindi.

__ADS_1


"Stop... stop... jangan pada berdebat. Pusing Rindi dengernya juga. Di tambah perut Rindi lapar. Makin tambah deh nih pusing." Kata Rindi yang tiba - tiba bicara.


"Minum obat kalau pusing. Kenapa malah ribet sih." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Maafin kakak Rindi udah buat kamu pusing." Kata Bagas berbanding terbalik dengan Haikal saat menjawab ucapan Rindi.


"Hem... tapi ini penyebabnya bukan karena Rindi sakit kak. Melainkan karena mendengar perdebatan. Jadi gak akan sembuh kalau minum obat juga." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Iya kak, Rindi maafin. Tapi, jangan berdebat lagi ya kak. Biar bisa reda, terus ilang deh pusingnya." Kata Rindi membalas ucapan Bagas.


"Iya Rindi, kakak gak akan berdebat lagi." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.


"Lagian pusing karena mendengar perdebatan. Itu salah kamu sendiri kenapa harus di buat pusing. Jadi nggak enak kan rasanya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Kenapa sih kak, kayanya susah banget minta maaf. Padahal kan gampang. Gak harus salahin Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Lagian ini bukan salah kakak. Kenapa kakak harus minta maaf coba." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


Ucapan Haikal inilah membuat Rindi akhirnya tak ingin melanjutkan lagi ucapannya.


"Kalau terserah kakak itu artinya kamu gak usah banyak protes." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Iyain aja deh biar cepet." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Payah, biasanya gak mau ngalah." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


Rindi pun tak menjawab lagi ucapan Haikal karena ia tak ingin berbicara lagi.


"Mau nyerah aja nih gak akan lanjut lagi bicaranya." Kata Haikal setelah menunggu Rindi menjawab ucapannya. Namun, tak kunjung ada jawaban sama sekali dari Rindi. Sehingga kata itu lah Haikal ucapkan pada Rindi.


Rindi tak menjawab ucapan Haikal. Ia kini hanya tetap terdiam. Seolah - olah tak mendengarkan suara apapun dari seseorang..


"Tumben banget nih Rindi gak langsung jawab ucapan aku. Tapi aku yakin di dalam hatinya dia udah pengen banget bicara. Aku coba lagi ah. Siapa tau sekarang bisa langsung jawab ucapan aku." Kata Haikal di dalam hatinya setelah melihat Rindi yang tak mau menjawab ucapannya.


Sementara Rindi, kini ia pun sedang sibuk berbicara di dalam hatinya.


"Mau coba buat aku jawab lagi ucapan kakak. Jangan harap, aku lagi males banget jawab ucapan kakak. Jadi, mau usaha seperti apapun aku gak akan jawab kak." Kata Rindi di dalam hatinya.

__ADS_1


"Sekarang aku coba lagi deh." Kata Haikal di dalam hatinya.


Setelah itu ia pun mulai mengeluarkan suaranya lagi pada Rindi.


"Yakin nih, gak mau jawab lagi ucapan kakak. Kakak kasih motor yang kamu inginin besok. Gimana kamu mau gak?" Kata Haiakal mengeluarkan suaranya lagi pada Rindi.


"Demi apa, kak Haikal barusan bilang besok mau kasih aku motor. Argh... jawab jangan ya. Aku kan udah janji gak akan jawab. Tapi, kalau gak di jawab motornya ilang dong. Gimana nih aku bingung." Kata Rindi menjerit di dalam hatinya. Bahkan ia pun mulai kebingungan dengan apa yang akan ia lakukan.


"Pasti kepancing sama ucapan aku nih. Bentar lagi pasti Rindi langsung jawab ucapan aku." Kata Haikal berbicara di dalam hatinya setelah melihat perubahan ekspresi wajah Rindi dalam diamnya itu.


"Hitung jangan ya, tapi sepertinya aku hitung aja deh sampai tiga. Aku yakin belum juga sampai angka tiga. Rindi pasti udah jawab ucapan aku." Kata Haikal melanjutkan lagi ucapannya.


"Hem... aku langsung hitung aja deh. Satu... dua... tig..." Kata Haikal yang mulai menghitung di dalam hati nya.


Saat kata tiga itu hampir saja selesai Haikal ucapkan. Tiba - tiba terdengarlah suara.


"Silakan kak makannya sudah siap." Kata seseorang yang Haikal kira itu suara Rindi ternyata kenyataan nya itu bukan suara Rindi.


"Iya terimakasih." Kata Rindi dan Yeni pada seseorang itu.


"Aku kira Rindi, ternyata bukan. Gagal dong." Kata Haikal yang merasa kecewa.


Yeni yang melihat Haikal hanya terdiam. Langsung mengeluarkan suaranya untuk bertanya pada Haikal.


"Kak, ko diam aja. Itu makanan nya kakak udah ada. Ayo di makan." Kata Yeni pada Haikal.


Ucapan Yeni ini akhir nya membuat Haikal tersadar dari diam nya.


"Iya yank, ini baru mau kakak makan. Makasih ya udah ingetin kakak." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Iya kak, makan yang banyak ya." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Iya yank, kamu juga makan yang banyak ya." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Iya kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2