Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 72 Masih Punya Waktu


__ADS_3

Sementara di perusahaan Aldiano, kini ia dan Gani beserta tim sedang sibuk mengerjakan rencana dari pagi sampai sore seperti ini mereka masih tetap melakukan rencananya.


Sedangkan untuk hasil, entah mereka akan mendapatkan hasil yang sesuai atau malah sebaliknya.


Karena setelah rencana tersebut di lakukan. Belum ada yang menghubungi mereka untuk sekedar bertanya tentang syarat - ayat kerja sama dengan perusahaan mereka.


Hal ini sempat membuat Aldiano ingin menghentikan rencananya. Karena tak ada kemajuan apapun dari rencana tersebut.


"Dari pagi sampai saat ini. Belum ada yang menghubungi untuk melakukan kerjasama. Apa ini artinya saya harus menikah agar bisa mendapatkan posisi sebagai CEO di perusahaan papah." Kata Aldiano di dalam hatinya.


"Jangan terlalu cepat simpulin seperti ini Aldiano. Lo masih punya waktu beberapa hari lagi. Ini kan masih hari pertama. Wajar kalau belum ada yang berminat. Jadi, lo harus semangat. Ayo Aldiano, lo pasti bisa kembaliin perusaahan lo seperti sebelumnya." Kata Aldiano menyemangati dirinya sendiri.


"Hem... iya juga ya, ini baru hari pertama. Orang - orang pasti masih mempertimbangkan buat kembali melakukan kerja sama. Gue harus sabar dulu." Kata Aldiano berkata pada dirinya sendiri.


Setelah itu, ia pun mulai terfokus lagi untuk menjalankan rencana yang di buat Gani tersebut.


Sampai tak terasa waktu kini sudah menunjukkan pukul 4 sore.


Semua karyawan nya yang lain telah bersiap untuk pulang. Karena waktu 4 sore adalah waktu mereka untuk kembali ke rumah mereka masing - masing.


Namun, berbeda dengan Gani dan tim nya. Mereka sepakat untuk melakukan kerja lembur. Sehingga saat ini mereka masih terfokus pada pekerjaan mereka.


"Pak Gani, boleh saya izin pulang duluan." Kata Laila pada Gani.


"Kenapa mau pulang duluan? ada hal penting yang membuat kamu tak bisa lembur hari ini." Kata Gani membalas ucapan Laila dengan sebuah pertanyaan.


"Em... I... ya pak, saya ada hal penting yang gak bisa di tinggalkan. Tapi, kalau bapak gak izinin, saya juga gak akan memaksa. Maaf sebelumnya saya udah lancang meminta izin seperti ini pada pak Gani." Kata Laila membalas ucapan Gani.

__ADS_1


"Mengenai keluarga kah, atau hal lainnya." Kata Gani membalas ucapan Laila.


"Iya pak mengenai keluarga. Tapi, gak papa pak kalau saya tidak di izinkan saya akan tetap lembur ko." Kata Laila membalas ucapan Gani.


"Pulang lah, kamu bisa melakukan pekerjaan kamu di rumah atau besok." Kata Gani membalas ucapan Laila.


"Ini beneran pak, bapak izinin saya buat pulang." Kata Laila mencoba memastikan lagi ucapan yang ia dengar dari Gani. Karena ia takut salah mendengar ucapan Gani tersebut.


"Iya kamu diizinkan pulang. Tapi, besok gak boleh sampai seperti ini lagi." Kata Gani membalas ucapan Laila.


"Baik pak, terimakasih. Saya pamit pak Gani, dan yang lainya saya pamit pulang duluan ya. Maaf gak bisa ikut lembur bersama kalian." Kata Laila membalas ucapan Gani dan berpamitan pada mereka semua.


"Iya, hati - hati di jalan." Kata Gani membalas ucapan Laila.


"Iya gak papa. Hati - hati di jalan ya. Inget bawa motor nya jangan kencang. Tapi, sedang aja biar abang gak khawatir." Kata Reza membalas ucapan Laila.


Sontak jawaban Reza ini mendapatkan godaan dari yang lain.


"Ehem... ternyata eh ternyata ada yang udah bilang abang nih. PJ nya dong jangan lupa." Kata bu Mela ikut menggoda Laila.


"Em... bener banget bu, gak nyangka ya. Selama ini mereka menjalin hubungan tersembunyi. Eh... kita - kita gak tau." Kata bu Nayla membalas ucapan bu Mela.


"Iya bu, gak nyangka banget." Kata bu Mela membalas ucapan bu Nayla.


"Gak, gak ko bu, pak. Saya sama bang Reza. Em... maksudnya pak Reza gak ada hubungan apa - apa ko." Kata Laila membalas ucapan mereka semua dengan menjelaskan yang sebenarnya hubungan ia dan Reza tak ada hubungan spesial apapun.


"Gak ada hubungan apa - apa. Tapi, barusan bilang abang. Em... jadi curiga." Kata bu Mela membalas ucapan Laila.

__ADS_1


"Bener banget bu, ko jadi semakin curiga ya. Apa masih tahap buat jadi sepasang kekasih." Kata bu Nayla membalas ucapan bu Mela.


"Sepertinya bu, masih tahap ini deh. Hem... tapi tak apa, saya dukung ko pak Reza buat jadian sama bu Laila. Sama - sama sendiri dan sama - sama cocok. Gas aja pak Reza lebih cepat, ntar bu Laila nya di ambil orang lagi. Kalau lama - lama." Kata bu Mela membalas ucapan bu Nayla dan berkata juga pada Reza.


"Siap bu, lagi usaha. Semoga bisa jadi kekasih dan bisa jadi istri juga." Kata Reza membalas ucapan bu Mela.


"Aamiin, semangat pak." Kata bu Mela membalas ucapan Reza.


"Aamiin, semoga di lancarkan niat baik nya pak Reza ini." Kata bu Nayla membalas ucapan Reza.


"Aamiin, terimakasih bu." Kata Reza membalas ucapan bu Mela dan bu Nayla.


"Gimana nih, bu Laila udah banyak yang doain nih. Ibu udah putuskan buat terima pak Reza belum bu." Kata pak Agus bertanya pada Laila.


Laila yang mendapatkan pertanyaan seperti ini dari pak Agus. Menjadi kelabakan saat menjawab ucapan pak Agus.


"Em... anu... em... apa ya pak, ko bertanya seperti itu pada saya." Kata Laila membalas ucapan pak Agus.


"Pengen tau aja bu, siapa tau ibu udah siap jadi kekasih dan istri pak Reza. Biar cepet bisa makan - makan banyak ntar di acara pernikahannya." Kata pak Agus membalas ucapan Laila dengan mencoba mencairkan suasana.


"Yey... pak Agus nih, makanan terus yang di bicarain nya. Sepertinya kalau tak ada makanan tak asyik ya pak bicaranya." Kata bu Mela ikut dalam pembicaraan Laila dan pak Agus.


"Top banget bu, saya kalau gak bicarain makanan jadi kurang klop. Makannya kalau bahas orang yang nikah itu. Suka yang paling utama. Biar bisa makan banyak. Apalagi banyak varian makanan ntar di acara pernikahannya. Lumayan kan bu, bisa buat perut kenyang." Kata pak Agus membalas ucapan bu Mela.


"Bapak bisa aja bicaranya. Tapi, memang ada bener nya juga sih pak. Kalau di acara pernikahan memang suka banyak makanan. Kalau gitu, saya juga nunggu nih jawaban dari bu Laila buat niat baik pak Reza. Gimana bu, jawaban ibu?" Kata bu Mela membalas ucapan pak Agus sambil bertanya juga pada Laila.


Laila yang lagi - lagi terjebak dengan jawaban mereka pun mulai mencari solusi untuk bisa terbebas dari pertanyaan mereka ini.

__ADS_1


"Ayo Laila, kamu harus bisa menghindari pertanyaan mereka." Kata Laila pada dirinya sendiri.


Bersambung...


__ADS_2