Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 109 Terserah Kamu


__ADS_3

"Boleh sih, tapi aneh aja." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Nggak usah bilang aneh. Sekarang coba kamu senyum." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil meminta Rindi untuk tersenyum.


"Ko suruh Rindi tersenyum sih kak. Kan gak ada yang lucu." Kata Rindi yang terheran dengan ucapan Haikal.


"Siapa juga yang bilang kamu suruh tersenyum karena liat yang lucu. Kamu kakak suruh tersenyum karena kakak mau foto kamu. Aneh banget sih kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Ko Rindi dibilang aneh sih kak. Lagi pula salah kakak juga, gak bilang kalau mau foto Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Ya harusnya kamu tuh langsung tau dong. Kakak suruh kamu ternyum itu karena apa. Bukan malah bilang hal yang salah." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Hem... memang nya aku tuh si segala tau. Kakak gak ucapin dengan jelas bisa langsung tau gitu aja. Ada - ada aja sih kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Nggak harus kaya gitu juga kali. Setidaknya kamu tuh langsung paham kakak suruh tersenyum, ya karena kakak akan foto kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Gitu ya, tapi tetep aja kakak salah." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


Sementara Yeni yang melihat lagi dan lagi ke dua orang tersebut malah berdebat hanya bisa menepuk jidat nya sambil melihat mereka berdua yang tak tahu berhenti nya kapan.


"Udah lah jangan di bahas lagi. Ayo cepet kamu senyum. Kakak ingin cepet foto Yeni juga. Kalau foto kamu gak usah banyak - banyak sama lama juga. Karena percuma, kamu nya tetep jelek." Kata Haikal membalas ucapan Rindi tanpa berperasaan.


"Kalau Rindi jelek kenapa kakak mau foto Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Mau gimana lagi, kakak gak bisa nolak permintaan mamah. Jadi, ya dengan terpaksa bahkan sangat terpaksa harus foto kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Tega banget sih kak bicara kaya gitu ke Rindi. Ucapan kakak itu buat Rindi sakit hati tau. Sedihnya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan menunjukkan ekspresi sedihnya.


"Lagi pula salah kamu juga. Kenapa tanya kaya gitu ke kakak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


"Ya udah deh kak, gak usah foto Rindi aja. Kakak bisa langsung foto Yeni." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Kakak bercanda kali. Ayo cepat senyum, jangan kaya gitu wajahnya. Nggak enak banget di lihat tau gak. Ntar, nggak ada yang suka loh kalau liat wajah kamu kaya gitu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Jahat banget sih kak, bercanda gak bilang - bilang. Harusnya kan kasih tau Rindi dulu. Biar Rindi gak baper kaya gini." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Mana ada orang mau bercanda di kasih tau dulu. Nggak akan seru dong kalau sampai kaya gitu. Kamu nih, lama - lama harus kakak bawa juga deh ke sesuatu tempat, biar ada pencerahan gitu bicaranya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Ya, kalau gak ada, di adain aja kak. Gampang kan." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Mana ada kaya gitu. Nggak bisa lah, nggak bisa kaya gitu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Aku jadi pulang ya." Kata Yeni yang tiba - tiba berbicara pada mereka berdua.


Sontak ucapan Yeni tersebut membuat keduanya terdiam. Lalu saling pandang, setelah itu mulai berbicara pada Yeni.


"Tapi aku udah pusing tau, liat kak Haikal sama kamu Rindi terus bicara tanpa henti." Kata Yeni sambil memegang dahinya dengan salah satu tangannya.


"Kamu sakit yank, eh maksudnya kamu sakit. Beneran pusing banget, perlu ke dokter gak. Biar kakak antar." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Nggak perlu, aku mau pulang aja." Kata Yeni yang kemudian mulai membalikan tubuh untuk pergi meninggalkan mereka berdua.


"Yeni jangan pergi, maafin aku deh. Janji sekarang gak akan debat lagi sama kak Haikal. Jangan pergi ya, kan belum habisin uang kak Haikal. Masa kamu gak mau ikut. Sayang tau kalau gak ikut. Jangan pulang ya." Kata Rindi yang mulai membujuk Yeni agar tak pulang.


"Tak apalah gak ikut habisin uang kak Haikal. Daripada ntar aku malah masuk rumah sakit, terus harus di rawat di sana. Itu buat aku nggak berdaya kan. Lebih baik gak ikut sama sekali dari pada harus menanggung resiko seperti itu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Gak sampai segitunya juga kali Yeni. Kamu nih suka berlebihan banget. Masa iya karena liat orang berdebat bisa sampai masuk rumah sakit terus di rawat. Itu terlalu berlebihan tau." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Nggak menutup kemungkinan bukan, hal itu juga bisa terjadi. Kamu kan belum tau, bisa aja kan di luar sana juga ada orang yang merasakan hal yang sama seperti itu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


"Hem... terserah kamu aja deh, kamu mau bilang kaya gitu silahkan, nggak juga gak masalah." Kata Rindi yang pada akhirnya menyerahkan kembali keputusan tersebut pada Yeni.


"Ko jadi gampang ngalah sih. Kemana Rindi yang katanya gak mau ngalah sama hal apapun. Tapi, ko sekarang beda ya. Apa ini bukan Rindi yang aku kenal." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Anggap aja seperti itu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Tapi, aku gak mau anggap Rindi yang seperti itu. Mau nya Rindi yang selalu tak ingin kalah dari siapa pun. Gimana dong kalau kaya gitu?" Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Kalau gitu, kamu temukan aja Rindi yang seperti itu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Menemukannya di mana? tau nggak kira - kira, Rindi yang itu pergi kemana." Kata Yeni membalas ucapan Rindi dengan asal.


"Em... mana aku tau, cari aja sendiri." Kata Rindi membalas acuh tak acuh ucapan Yeni.


"Bantuin cari dong nggak berani nih kalau pergi sendiri." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Kamu minta kak Haikal aja bantuin kamu cari Rindi yang dulu. Gih sana mulai cari." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil meminta Yeni untuk segera mencari dirinya yang dulu.


"Em... kalau hal itu aku lakuin. Lebih baik gak aku cari aja kamu yang dulu. Yang sekarang tak masalah ko. Asal jangan minta di traktir aja dengan alasan gak bawa dompet." Kata Yeni membalas ucapan Rindi sambil melihat Rindi di ujung kalimat yang ia ucapkan tersebut.


"Kamu ceritanya nyindir aku. Iya gitu maksud kamu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Em... aku gak bilang kaya gitu ya, itu kan kamu yang simpulin." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Tetep aja kamu juga ikut terlibat walau gak bilang juga." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Mana bisa kaya gitu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2