Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 139 Mulai Mempengaruhi


__ADS_3

Bagas yang sedari tadi sudah ingin mengeluarkan suaranya. Setelah Yeni selesai bicara, ia pun bergegas mengeluarkan suaranya.


"Udah jangan pada kasih perhatian. Muak liat dan dengarnya juga." Kata Bagas pada mereka berdua.


"Lah bro kalau lo muak gak usah di dengar dan gak usah di liat. Lagian kita berdua juga gak minta lo buat dengar dan liat ko. Jadi jangan salah kan kita." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Iya walaupun gue gak liat atau denger. Lah tetep aja bisa liat dan bisa denger. Lagian posisi duduk kita aja satu meja. Masa iya gak denger dan gak liat. Aneh banget." Kata Bagas menjelaskan posisi duduk mereka saat ini.


"Kan bisa lo anggap gak ada orang. Kalau lo suka ketenangan. Tapi kalau lebih ingin tenang sih. Lo bisa makan di tempat sepi, kaya kuburan mungkin. Di sana lo gak akan denger suara atau liat kita. Tapi, lo akan di temenin sama makhluk - makhluk tak kasat mata. Sana lo pergi ke kuburan." Kata Haikal membalas ucapan Bagas sambil memberikan solusi sebuah tempat untuk Bagas.


"Masa gue harus pergi ke kuburan. Gak sekalian aja gue makan di kamar mandi. Lo ya, bener - bener. Udah lah terserah lo aja mau saling perhatian atau apapun gue gak peduli. Lebih baik sekarang gue makan." Kata Bagas membalas ucapan Haikal dengan sedikit emosi.


"Hahaha... lucu banget sih. Lagian lo sendiri kenapa juga harus di permasalahkan. Jadi, kalah sendiri kan. Sabar ya bro, ini ujian." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Iya ujian yang harus lo lewati. Agar tak berlebihan dalam memberikan perhatian. Bisa aja Yeni nanti ilfil sama lo." Kata Bagas membalas ucapan Haikal dengan menakut - nakuti Haikal akan perubahan sikap Yeni nantinya.


"Jangan aneh - aneh bro bicaranya. Yeni gak mungkin kaya gitu. Iya kan yank." Kata Haikal membalas ucapan Bagas sambil bertanya juga pada Yeni.


Sementara Yeni yang di tanya oleh Haikal kurang begitu fokus dengan ucapan Haikal tersebut. Sehingga ia pun bertanya pada Haikal.


"Iya, apa ya kak?" Kata Yeni bertanya pada Haikal.


"Gak jadi, lupain aja. Kamu lanjut aja makannya. Barusan kakak salah bicara." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Jangan bohong kak, ayo kasih tau Yeni kembali apa yang kakak bilang tadi." Kata Yeni membalas ucapan Haikal dengan meminta Haikal tetap memberitahu pada dirinya.


"Dilupain aja yank, gak terlalu penting ko." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.

__ADS_1


"Hem... Yeni gak suka kalau kakak bohongin Yeni. Ayo kasih tau Yeni dong kak. Yeni jadi gak tenang kalau belum tau." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Di tenagin aja yank, nanti juga bisa ko. Ayo jangan terlalu di pikirin. Lebih baik kamu lanjutin makannya. Tuh, liat makan punya Rindi aja udah hampir abis. Jadi kamu makan lagi aja ya." Kata Haikal membalas ucapan Yeni sambil mengalihkan pembicaraan.


"Ya udah deh, aku lanjut makan aja." Kata Yeni akhirnya menyetujui ucapan Haikal.


"Pinter banget lo buat Yeni langsung turutin lo. Padahal Yen, kalau gue jadi lo. Gue akan terus minta Haikal buat jelasin lagi ke gue. Gak mau gue kalau sampai ngalah seperti ini." Kata Bagas mulai mempengaruhi Yeni untuk mendesak Haikal kembali menjelaskan ucapannya.


"Jangan coba - coba buat Yeni seperti itu. Dia berbeda sama lo." Kata Haikal tak terima Yeni di pengaruhi seperti itu oleh Bagas.


"Ya kan tadi gue juga udah bilang. Lagi pula gue juga bukan Yeni, Yeni bukan gue. Gak mungkin sama lah." Kata Bagas membalas asal ucapan Haikal.


"Terserah lo aja, pusing lama - lama bicara sama lo." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


Saat Bagas mulai ingin mengeluarkan suranya. Tiba - tiba Rindi ikut dalam pembicaraan mereka. Sehingga suara yang akan Bagas keluarkan harus tertahan dan tak jadi ia keluarkan sampai Rindi selesai bicara.


"Kak Haikal sama kak Bagas gak pada capek apa berdebat terus. Kalau kalian masih mau lanjut untuk berdebat. Makanan punya kalian berdua. Rindi makan ya, soalnya perut Rindi masih lapar. Bolehkan." Kata Rindi yang ikut dalam pembicaraan.


Haikal yang melihat tindakan Rindi tersebut. Langsung mengambil makanannya agar tak Rindi ambil.


"Apan kamu mau ambil makanan punya kakak. Kalau mau, kamu pesen lagi aja. Jangan ambil punya kakak." Kata Haikal saat telah melindungi makanan nya agar tak Rindi ambil.


"Abis nya pada berdebat, kalau masih terus berdebat. Ntar kan makannya lupa di makan. Sayang banget kalau gak di makan. Jadi, biar Rindi makan aja. Tapi, kalau mau langsung kakak makan. Ya udah makan aja kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Kamu masih lapar Rindi. Nih, ambil aja punya kakak. Ntar kakak bisa pesan lagi." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.


"Hehehe... bercanda kak, Rindi udah kenyang ko kakak makan aja makanannya." Kata Rindi membalas ucapan Bagas sambil tersenyum.

__ADS_1


"Yakin gak mau makan makanan punya kakak." Kata Bagas memastikan kembali ucapan yang ia dengar dari Rindi.


"Iya kak, yakin ko. Perut Rindi udah kenyang banget. Jadi gak bisa kalau harus tambah lagi makan." Kata Rindi membalas ucapan Bagas sambil memegang perutnya.


"Ya udah kalau gitu kakak makan dulu ya." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.


"Iya kak, di habisin kak makanannya." Kata Rindi membalas ucapan Bagas.


"Iya Rindi pasti kakak abisin ko." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.


"Oke kak." Kata Rindi membalas ucapan Bagas.


Setelah itu terdengar lah suara Haikal pada Rindi.


"Biasanya juga suka nambah. Tuben banget bilang udah kenyang." Kata Haikal pada Rindi.


"Itu kan biasanya kak, sekarang beda lagi. Rindi beneran udah kenyang ko." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Iya Rindi, beneran gak mau nambah." Kata Yeni bertanya juga pada Rindi.


"Beneran Yen, aku udah kenyang." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Tadinya kalau kamu belum kenyang. Aku mau ajakin kamu pesen yang lain lagi. Tapi, karena kamu udah kenyang jadi nya gak jadi aja deh." Kata Yeni yang sengaja berkata seperti itu pada Rindi. Untuk memastikan apakah benar Rindi sudah kenyang atau hanya pura - kurang bilang kenyang seperti itu.


"Aduh... Yeni nih, gue udah tahan - tahan biar gak nambah. Malah di tawarin menu yang gue ingin makan lagi. Aduh... sabar Rin, lo gak boleh kepancing." Kata Rindi di dalam hatinya.


"Tapi perut aku udah kenyang Yen, lain waktu aja aku pesannya. Kalau kamu mau pesan, pesan aja. Lagian kak Haikal dan kak Bagas juga masih makan. Belum pada selesai. Jadi kamu pesen aja Yen." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.

__ADS_1


"Tapi gak enak Rindi. Lain kali aja deh." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


Bersambung...


__ADS_2