
"Akui sih akui kak, tapi tetep aja Rindi gak terima kalau di bilang setan." Kata Rindi yang membalas ucapan Haikal.
"Lah kamu ko berubah pikiran gitu. Katanya tadi iya, kamu itu orang ketiga. Jadi, ya harus terima dong di bilang kaya gitu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan heran.
"Sekarang Rindi tanya ke kakak, kalau kakak di bilang setan, kakak memangnya akan terima." Kata Rindi membalikan keadaan. Jika misalnya apa yang ia rasakan di rasakan juga oleh Haikal dan apa yang akan Haikal lakukan. Ia pun kemudian bertanya seperti itu pada Haikal.
Haikal yang mendapatkan pertanyaan menjebak ini pun, mulai kebingungan untuk menjawab ucapan Rindi.
"Hebat juga nih pertanyaan, langsung buat aku kesulitan untuk menjawab. Tapi, aku jangan sampai keliatan terkejut atau sebagainya, bisa - bisa Rindi merasa menang nanti."
"Hem... lebih baik berpikir dulu aja deh."
"Ayo Haikal kamu pasti bisa jawab ucapan Rindi ini. Ayo semangat." Kata Haikal menyemangati dirinya sendiri. Walau pada kenyataannya hati nya itu berdetak sangat kencang, rasa gugup pun menyertai danĀ membuat Haikal kini hanya bisa fokus untuk menangkan diri dan memilih jawaban yang tepat atas pertanyaan Rindi.
Itu lah kata - kata yang Haikal keluarkan di dalam hatinya saat pertanyaan Rindi telah selesai Rindi ucapkan.
"Kesulitan jawab kan, rasain siapa suruh terus pojokin aku. Ke rasa sendiri kan gimana rasanya kalau dipojokin itu." Kata Rindi di dalam hati nya saat melihat Haikal yang hanya terdiam.
"Aku yakin kak Haikal pasti lagi coba nutupin ke gugupan nya itu. Tapi, aku malah sudah tau kalau kak Haikal ini sekarang lagi gugup. Hem... tak apa aku bisa bersikap biasa - biasa saja." Kata Rindi melanjutkan lagi ucapan nya.
Setelah Rindi selesai berbicara di dalam hatinya. Kini terdengarlah suara Haikal.
"Em... kalau kakak di bilang gitu sih. Kakak gak akan terima. Tapi, kalau..." Kata Haikal pada Rindi. Namun, seketika harus di potong oleh Rindi.
"Tuh kan, kakak juga gak terima kalau di bilang gitu. Terus gimana dengan aku, bukannya ini juga hal yang wajar jika aku tak terima." Kata Rindi yang memotong ucapan Haikal.
"Kamu main potong - potong aja ucapan kakak. Kakak kan belum selesaikan ucapannya. Ini malah udah di potong kaya gini. Mana langsung bicara lagi yang menyudut kan kakak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Memangnya kakak mau bicara apa lagi. Bukannya udah jelas kalau kakak bilang gak terima. Apalagi coba yang mau kakak bicarain dan lagi pula kakak udah akui kan kalau kakak gak terima." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
__ADS_1
"Iya kakak memang jawab kaya gitu. Tapi kan ada lanjutan nya. Tapi, sayangnya udah keburu kamu potong kelanjutannya, jadi langsung bicara seperti itu ke kakak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hadeh kak, jangan ada lanjutannya lah. Udah kakak setuju aja sama jawaban kakak yang awal. Kalau ada kelanjutannya Rindi yakin jawabannya pasti Rindi yang salah lagi. Jadi, lebih baik, udah satu jawaban aja." Kata Rindi yang langsung meminta Haikal untuk tak melanjutkan ucapannya.
"Mana ada kaya gitu. Kalau kamu salah ya tetep salah. Jadi, jangan larang - larang kaya gitu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Lagi pula kakak juga udah jawab yang awal. Apa salahnya mengakui." Kata Rindi yang masih ingin mempertahankan keinginan nya yang sedari tadi Haikal debatkan.
"Udah lah pusing bicara sama kamu. Kakak mau foto Yeni, kamu jangan bicara lagi. Ntar bisa buyar kalau kamu ikut bicara." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Apa hubungannya Rindi bicara dan kakak yang foto. Lagi pula foto nya juga pake kamera sama tangan kan. Bukan pake mulut. Jadi, Rindi bebas - bebas aja bicara." Kata Rindu membalas ucapan Haikal.
"Paling aneh deh dengan sikap kakak ini." Kata Rindi melanjutkan lagi ucapannya.
"Kamu yang aneh, banyak bicara gak capek apa bicara terus. Kakak yang dengernya aja capek." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Kalau capek ya istrirahat kak dan gak perlu kakak jawab ucapan Rindi. Gampang kan, kakak nya aja yang malah di buat ribet." Kata Rindi membalas ucapan Haikal bahkan sambil meminta Haikal untuk istirahat.
Yeni yang mendapatkan ucapan dari Haikal kini mulai memfokuskan dirinya dengan instruksi yang akan Haikal berikan.
"Iya kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Ih... nyebelin deh ucapan Rindi malah di abaikan kaya gini. Sebel, sebel deh Rindi jadinya." Kata Rindi pada Haikal yang mengabaikan ucapannya itu.
"Kak, Rindi barusan bicara sama kakak. Apa kakak gak akan bicara dulu sama Rindi." Kata Yeni memberanikan diri, setelah ia pertimbangkan untuk bertanya pada Haikal.
"Udah, kamu fokus aja sama foto yang akan kakak lakukan. Jangan fokus ke hal yang lain." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Tapi kak..." Kata Yeni yang tak melanjutkan ucapannya karena Haikal tiba - tiba langsung memotong ucapannya.
__ADS_1
"Udah jangan terlalu di pikirkan dan di ambil pusing. Kamu fokus aja saya foto nya ya." Kata Hailkal membalas ucapan Yeni.
"I... i...ya kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal dengan terbata.
"Hem... anggap aja aku gak ada Yeni. Kamu fokus aja tuh sama kak Haikal." Kata Rindi pada Yeni.
"Maaf ya Rindi." Kata Yeni yang merasa gak enak pada Rindi, sehingga ia pun meminta maaf pada Rindi.
"Gak papa, kamu gak salah ko. Walau awalnya kamu ikut salah sih. Tapi tak apa, aku bisa maafin itu. Beda lagi kalau sama kak Haikal yang gak mau akui kesalahan nya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil menyindir Haikal.
"Makasih ya, udah maafin aku." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Sama-sama, sekarang fokus aja sama fotonya. Jangan sampai kamu nya yang di marahin terus sama kak haikal." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil mengingatkan Yeni untuk fokus.
"Iya Rindi siap." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Udah bicaranya, jangan gangung deh. Kakak mau langsung foto Yeni." Kata Haikal pada Rindi.
"Udah, bisa liat sendiri kan." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan sedikit emosi.
"Biasa aja dong bicaranya Jangan ngegas gitu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Lagi pula Rindi gak bawa - bawa gas kali buat apa harus ngegas." Kata Rindi membalas asal ucapan Haikal.
"Terserah kamu lah, pusing terus bicara sama kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Pusing - pusing tapi ko aneh ya, terus bicara sama Rindi. Hem... ada apa sebenarnya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Ya, karena kamu terus bicara jadi nya kakak terus jawab juga." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
__ADS_1
Bersambung...