
"Ini siapa lagi coba, baru aja selesai bicara udah ada yang telpon lagi."
"Argh... bikin kesel aja."
"Terima jangan ya, kayanya jangan aja deh."
Itulah kata - kata yang Aldiano keluarkan saat mendapatkan telpon lagi dari seseorang.
Namun, karena nada dering telpon itu tak kunjung berhenti. Aldiano pun dengan terpaksa menerima telpon tersebut.
"Berisik banget sih nih orang malah telpon terus. Mau telpon berpuluh - puluh kali pun gak akan aku terima. Lelah nih tangan sama bibir." Kata Aldiano sebelum ia memutuskan menerima telpon tersebut.
Lima menit kemudian. Suara hanphone nya masih terus terdengar.
"Ini masih nomor yang sama kan. Gak capek apa nih orang. Bener - bener bikin kesel. Harusnya kan udah tau kalau gak ada jawaban itu artinya gak mau terima telpon. Ini malah terus telpon. Ckckck... Ckckck..." Kata Aldiano berbicara pada dirinya sendiri.
Dua menit kemudian orang yang menelpon Aldiano masih tetap menghubunginya. Hal ini akhirnya membuat Aldiano geram dan langsung menerima telpon tersebut tanpa melihat siapa yang menelpon dirinya.
Tut... tut...
"Argh... bikin kesel aja sih."
Tanpa pikir panjang lagi, Aldiano pun langsung menerima telpon tersebut. Kemudian mengeluarkan suara dengan cukup tinggi.
"Kamu siapa, kenapa terus telpon saya. Tau waktukan harusnya kamu tau kalau saya gak angkat telpon kamu, itu artinya saya lgai sibuk. Bukannya terus telpon." Kata Aldiano pada seseorang yang menelponnya.
"Sayang kenapa bicara kaya gitu." Kata seseorang itu menjawab ucapan Aldiano. Namun, jawabannya ini malah semakin membuat Aldiano kesal.
"Apa - apaan coba, kamu kenapa bilang saya sayang. Sebenarnya kamu siapa." Kata Aldiano menjawab seseorang itu.
"Kamu gak mengenali suara ini. Memangnya gak liat siapa yang telpon kamu." Kata seseorang itu menjawab ucapn Aldiano dengan sebuah pertanyaan.
"Siapa sih, malah tanya. Tapi, bentar deh suaranya seperti sangat aku kenal." Kata Aldiano di dalam hatinya. Kemudian ia pun mulai menyadari akan suara tersebut.
"Mati aku, ini kan suaranya mamah. Tapi bentar, siapa tau aja bukan mamah." Kata Aldiano yang mulai bercucuran keringat di dahinya.
__ADS_1
Dilihatlah telpon miliknya itu, untuk Aldiano lihat siapa yang menelpon dirinya saat ini. Berharap agar yang menelpon dirinya ini bukan lah mamahnya.
Namun, kenyataan sungguh berbeda karena saat ini yang menelpon dirinya adalah mamahnya sendiri.
"Gawat nih, mana udah bicara dengan nada cukup tinggi lagi. Mamah pasti akan marah. Ayo Aldiano berpikir alasan apa yang tepat." Kata Aldiano setelah melihat siapa yang menelpon dirinya.
"Udah liat siapa yang telpon kamu. Kenapa diam?" Kata mamah pada Aldiano.
"Sayang, masih dengerin mamah kan. Kamu kenapa bicara kaya gitu barusan. Ada orang yang membuat kamu kesal sayang." Kata mamah melanjutkan lagi ucapannya.
"I...ya mah, maafin Aldiano ya mah. Barusan Aldiano kira orang yang sama. Aldiano sampai bicara cukup tinggi sama mamah. Maafin Aldiano ya mah." Kata Aldiano membalas ucapan mamah dengan rasa bersalah. Hingga ia pun meminta maaf pada mamah.
"Lain kali jangan di ulangi lagi. Gak baik, orang yang gak salah jadi kena marah. Harus hati - hati ya sayang. Jangan di ulangi lagi." Kata mamah menjawab ucapan Aldiano.
"Iya mah, Aldiano gak akan ulangi lagi." Kata Aldiano membalas ucapan mamah.
"Mamah pegang ya ucapannya. Harus di tepati jangan malah di ulangi lagi." Kata mamah menjawab ucapan Aldiano.
"Iya mah, Aldiano janji gak akan ulangi lagi." Kata Aldiano menjawab ucapan mamah.
"Mamah mau tanya kamu mau pulang kapan?" Kata mamah memberitahu tujuan ia menelpon Aldiano.
"Nanti malam mah." Kata Aldiano menjawab ucapan mamah.
"Jam berapa?" Kata mamah bertanya lagi pada Aldiano.
"Sekitar jam sembilan atau jam sepuluh mah." Kata Aldiano menjawab ucapan mamah.
"Udah makan?" Kata mamah bertanya lagi pada Aldiano.
"Em..." Kata Aldiano yang belum sempat menyelesaikan ucapannya. Tiba - tiba di potong oleh mamah.
"kamu belum makan?" Kata mamah yang memotong ucapan Aldiano.
"Hehehe... iya mah belum sempat. Tapi, mamah gak perlu khawatir setelah ini Aldiano makan ko mah." Kata Aldiano menjawab ucapan mamah.
__ADS_1
"Jangan bohongin mamah, coba sekarang mamah pengen liat di meja kerja kamu beneran ada makanan atau gak. Ayo mamah pengen liat." Kata mamah meminta bukti pada Aldiano.
"Mamah ko gak percaya gitu sama Aldiano. Aldiano pasti makan mah." Kata Aldiano menjawab ucapan mamah.
"Bukan gak percaya tapi kamu suka lupa kalau gak diingetin. Sekarang mamah pengen liat kalau kamu mau makan. Itu artinya udah ada makanan kan di meja kerja kamu. Mana coba mamah pengen liat." Kata mamah yang masih ingin mendapatkan bukti.
"Iya deh iya Aldiano ngalah. Sekarang Aldiano ubah dulu panggilannya." Kata Aldiano akhirnya menyerah karena ia tahu kalau pun tetap mencoba untuk menang ia tetap akan kalah.
"Nah gitu dong sayang. Ayo jangan lama." Kata mamah menjawab ucapan Aldiano.
Panggilan telpon itu pun berubah menjadi panggilan Vidio.
"Udah Aldiano ubah mah, sekarang Aldiano kasih liat mamah makanannya ya." Kata Aldiano setelah ia melihat wajah mamah nya ada di layar handphone miliknya.
"Hem... iya, mana coba mamah pengen liat." Kata mamah membalas ucapan Aldiano.
Aldiano pun kemudian mengubah camera yang awalnya ada di bagian depan kini ia ubah menjadi di bagian belakang.
Setelah itu, ia pun mulai berbicara.
"Bisa mamah liat kan, Aldiano gak bohongin mamah." Kata Aldiano pada mamah nya.
"Iya mamah percaya. Tapi mamah masih gak percaya kamu akan makan makanan itu. Jadi untuk itu mamah ingin kamu makan makannya itu, sambil mamah liatin kamu." Kata mamah menjawab ucapan Aldiano.
"Mamah ko gak percaya sama Aldiano. Aldiano pasti makan ko." Kata Aldiano membalas ucapan mamah.
"Udah jangan banyak protes, sekarang kameranya arahin lagi ke wajah kamu. Terus simpan hanphone kamu ke tempat yang bisa mengarah ke wajah kamu. Setelah itu kamu makan sambil mamah liatin." Kata mamah menjawab ucapan Aldiano.
"Mah, Aldiano udah besar jangan kaya gini. Kalau kaya gini Aldiano kaya anak kecil, makan aja harus di liatin. Udah dulu ya mah, Aldiano mau makan." Kata Aldiano menjawab ucapan mamah.
"Udah jangan banyak protes mau kamu udah besar ataupun kecil. Pokonya sekarang mamah mau liat kamu makan. Jangan bantah lagi. Ayo simpan hanphone kamunya." Kata mamah yang tak ingin di bantah lagi ucapannya oleh Aldiano.
Sehingga dengan terpaksa Aldiano pun menuruti keinginan mamah. Ia simpan lah handphone miliknya itu di tempat yang bisa mengarah langsung ke wajahnya. Lalu setelah itu, ia pun mulai makan dengan di lihat oleh mamah dalam panggilan video.
Bersambung...
__ADS_1