
"Lagian siapa suruh gak ketawa." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
Ucapan Haikal ini membuat Rindi semakin kesal.
"Ih... kesel deh Rindi lama - lama terus bicara sama kakak kaya gini. Rindi gigit juga ntar kakak." Kata Rindi sambil meremas kedua tangannya.
"Takut nya, tadi mau di buat percobaan sekarang mau digigit. Deket sama kamu yang ada hidup gak tenang. Gimana ntar ya, nasib calon suami kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Lah kak ko bawa - bawa calon suami sih. Katanya mau bantu Rindi buat kabur. Ko malah bahas calon suami." Kata Rindi yang tak terima karena Haikal saat ini berbicara mengenai calon suami. Sehingga Rindi pun protes pada Haikal.
"Memangnya ucapan kakak yang tadi, bilang kalau kamu akan nikah dalam waktu dekat. Kamu nih gak di simak baik - baik sih ucapan kakak nya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan sebuah pertanyaan.
Dengan refleks Rindi pun menggelengkan kepalanya.
Karena melihat Rindi yang menggelengkan kepala. Haikal kemudian melanjutkan lagi ucapannya.
"Itu kamu tau, terus kenapa tadi kamu tuduh kakak." Kata Haikal pada Rindi.
"Aku... aku... aku... gak tau kak." Kata Rindi dengan gugup membalas ucapan Haikal.
"Kenapa bisa gak tau? jelas - jelas tadi kamu tuduh kakak." Kata Haikal semakin memojokkan Rindi.
Namun dalam hati membuat Haikal tertawa licik melihat Rindi yang seperti ini.
"Hahaha... hahaha... lucu banget sih liat kamu kaya gini Rindi. Jadi pengen terus di lanjutin." Kata Haikal di dalam hatinya.
Seketika ketawa yang Haikal keluarkan di dalam hatinya berubah saat Rindi membalas ucapannya.
"Tunggu, tunggu kak. Ko jadi aku yang di salahin sih kak. Harusnya kan kakak yang salah. Ini ko malah kebalik sih. Kakak curang nih." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
__ADS_1
"Kakak curang apa? kamu nya aja yang gak sadar kakak salahin. Hahaha... hahaha... Oopppss maaf." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil tertawa di ujung kalimat yang ia ucapkan itu. Namun, kemudian ia pun tersadar karena telah melakukan kesalahan lagi dengan ketawa secara tiba - tiba.
"Bagus, cakep kak. Lanjutin aja terus ketawanya sampai ada nyamuk yang masuk ke mulut kakak. Baru kakak berhenti ketawa. Jadi, gak perlu di tahan - tahan." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Ada - ada aja sih kamu Rindi. Memangnya kakak cicak apa sampai nyamuk aja bisa masuk ke mulut lalu di hap - hap. Ckckck... ckckck... Rindi, Rindi." Kata Haikal yang tak habis pikir dengan ucapan Rindi tersebut bahkan ia pun sempat menggelengkan kepalanya saat membalas ucapan Rindi.
"Anggap aja kakak memang cicak, gampang kan." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan simple.
"Gak segampang itu juga kali Rindi. Kakak gak suka di samain sama cicak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hem... ya udah kalau gak mau. Gak usah di perpanjang lagi ucapannya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Pas banget kamu ingetin kakak." Kata Haikal yang aneh saat menjawab ucapan Rindi. Membuat Rindi pun kini mulai penasaran.
Sehingga ia kemudian bertanya pada Haikal atas ucapannya barusan.
"Itu barusan, kamu bilang perpanjangan. Besok rencananya kakak mau perpanjang SIM tapi lupa. Terus barusan kamu bilang perpanjang akhirnya inget deh. Makannya kakak bilang pas banget. Makasih udah bilang perpanjang." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Oh, jadi karena itu, hem... lagian kakak sih suka mikirin hal lain. Jadi, lupakan sama..." Kata Rindi yang tak meneruskan ucapannya karena tiba - tiba di potong oleh Haikal.
"Udah lah Rindi, namanya juga lupa. Mau di gimana lagi. Oh iya, tadi kata kamu mau di foto. Terus di fotonya mau kapan?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil mengalihkan pembicaraan.
"Hem... ya udah kak. Tapi, kalau di foto Rindi juga gak tau kapan? tunggu tante aja. Kalau tante bilang sebentar lagi, itu artinya sebentar lagi di fotonya kak." Kata Rindi menbalas ucapan Haikal.
"Hem... kalau gitu kamu gak di beri kepastian. Ayo kita ke mamah, biar ada kepastian. Kamu juga kan gerah gunain baju seperti ini dalam waktu lama." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil mengajak Rindi untuk menemui tante Ratna.
"Nanti aja lah kak, Rindi lagi mager nih." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Kamu nih, ya udah kalau gitu kamu tunggu di sini. Biar kakak yang tanya ke mamah. Gimana kalau seperti ini?" Kata Haikal memberikan solusi saat membalas ucapan Rindi.
__ADS_1
"Boleh kak, kalau gak ngerepotin kakak. Aku tunggu di sini ya. Kalau bisa bawain aku minum juga ya kak. Aus nih pengen minum." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dan meminta Haikal untuk membawakan minum juga untuk dirinya.
Ucapan Rindi ini sontak membuat Haikal langsung menjawab ucapan nya.
"Awalnya sih iya gak ngerepotin. Karena kakak sendiri yang tawarin. Eh... tapi ujungnya malah beneran ngerepotin kakak. Rindi, Rindi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hehehehe... gak papa kak, sekali - kali buat kakak repot." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan tersenyum tanpa rasa bersalah.
"Hem... ya udah lah, lain kali jangan buat kakak repot lagi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Oke kak, aku janji gak akan repotin kakak lagi. Tapi, kalau aku gak lupa sama janji aku. Hehehehe..." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Kalau itu mah sama aja. Kamu nih lama - lama kakak goreng juga." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan asal.
"Di makan dong ntar Rindinya." Kata Rindi membalas asal juga ucapan Haikal.
"Gak lah, kalau udah di goreng ntar di kasih ke buaya biar di makan sama mereka." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Jahat nya kakak, tapi ko enak ya jadi buaya, di gorengan dulu makanan nya. Biasanya kan langsung di kasih daging mentah." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Sekarang jaman nya beda. Jadi, buaya - buaya gak suka makan daging mentah. Karena harus di goreng dan di masak dulu dagingnya. Bahkan ada kafe khusus ntar untuk buaya makan bersama rekan - rekannya." Kata Haikal semakin aneh saat membalas ucapan Rindi.
"Sampai kaya gitu kak. Ckckck... ckckck... kakak, kakak sejak kapan ada jaman buaya punya khusus kafe buat makan bersama. Ko aku baru denger ya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Makannya keluar rumah biar tau perkembangan terbaru. Kamu kan juga punya hanphone harusnya di gunain juga buat cari informasi terbaru. Biar gak ketinggalan info." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hem... iya deh iya kaya nya Rindi kudet ya. Jadi, gak tau kalau sekarang ada kafe khusus buaya. Ngomong - ngomong kafe nya ada di daerah mana kak? siapa tau gitu ntar Rindi mampir ke sana." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
Bersambung...
__ADS_1