Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 186 Giliran Kamu


__ADS_3

Baru saja akan melangkah, tiba - tiba Rindi pun bangkit dari duduknya dan mengambil makanan yang Yeni bawa tersebut.


"Sudahlah tak perlu repot kasih ke orang lain. Biar aku makan saja." Kata Rindi saat makanan itu telah berpindah ke tangannya.


"Kalau mau kenapa gak bilang dari tadi sih. Giliran aku mau kasih ke orang aja. Kamu baru deh ambil makanan nya." Kata Yeni yang sedikit kesal dengan apa yang Rindi lakukan.


"Aku baru mau nya sekarang. Tadi nggak mau, tapi setelah di pikir - pikir ternyata perut aku lapar. Jadi, ya sudah biar aku makan saja." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan penuh makanan di mulutnya. Karena ia baru saja menyendokkan makanan tersebut ke dalam mulutnya.


"Bilang aja gengsi." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Lah buat apa gengsi. Kalau pun aku gengsi nih ya, aku gak mungkin ambil makanan ini dari tangan kamu. Coba kamu pikirkan lagi. Bener gak." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Terserah mu lah, pusing..." Kata Yeni yang belum menyelesaikan ucapannya langsung di potong oleh Rindi.


"Kalau pusing minum obat, nggak perlu kamu kasih tau orang. Karena orang gak semuanya bawa obat. Jadi, sana pergi minum dulu obat." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Oke, aku akan minum obat tapi sebelum aku minum obat aku akan pergi ke apotek buat beli obat penenang atau gak obat tidur." Kata Yeni membalas asal ucapan Rindi.


"Ya ampun Yeni, kamu salah beli obat. Keluhan kamu kan pusing. Ko belinya obat penenang sama obat tidur. Ngaco nih kamu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Aku bukannya ngaco tapi sengaja mau beli obat itu." Kata Yeni membalas dengan yakin ucapan Rindi.


"Lah ko bisa." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Bisa lah, lagi pula obat nya bukan buat aku ko." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


Seketika pikiran negatif mulai bermunculan dalam benak Rindi.


"Jangan bilang obat itu buat kamu kasih ke seseorang dan kamu ingin melakukan sesuatu pada orang itu." Kata Rindi mengutarakan apa yang ia pikirkan saat ini pada Yeni.

__ADS_1


"Yup... benar sekali. Ternyata dalam urusan seperti ini kamu cepet peka ya. Hem... jadi aku gak perlu repot - repot buat jelasin." Kata Yeni membenarkan ucapan Rindi.


"Siapa orang yang akan kamu kasih obat itu? ayo cepat jawab, aku jadi penasaran nih." Kata Rindi yang begitu penasaran. Bahkan ucapannya tersebut benar - benar berharap Yeni segera menjawab.


"Nanti juga kamu tau, udah ya aku mau beli dulu obat nya. Em... jangan lupa makan yang banyak, dan habisin ya makanannya. Dah..." Kata Yeni membalas ucapan Rindi. Kemudian ia pun pergi meninggalkan Rindi yang masih di liputi rasa penasaran.


"Ih... Yeni nih ya, ko paling jago gitu buat gue penasaran. Siapa ya kira - kira orang yang akan jadi target Yeni." Kata Rindi setelah Yeni pergi, ia pun berbicara pada dirinya sendiri.


"Apa jangan - jangan mau jebak kak Haikal. Terus nanti Yeni tidur sama kak Haikal. Ya ampun, masa sih Yeni akan lakuin itu." Kata Rindi yang mulai berpikiran negatif terhadap Yeni.


"Argh... itu gak mungkin, tapi bisa aja kan Yeni berubah jadi seperti itu. Wah, gawat nih kalau sampai itu terjadi. Yeni ntar di cap jadi..." Kata Rindi melanjutkan lagi ucapannya.


"Ah... sudah lah itu pemikiran yang di luar nalar. Mana ada kaya gitu. Lebih baik pikirkan cara aja biar nih makanan bisa habis sebelum Yeni kembali." Kata Rindi berbicara kembali pada dirinya.


Kemudian, tak ada hal yang Rindi ucapkan lagi. Karena saat ini ia lebih memilih untuk segera menghabiskan makanannya.


Sepuluh menit kemudian Yeni kembali dengan membawa obat di tangannya.


"Nih, obatnya udah aku beli. Silahkan di minum." Kata Yeni secara tiba - tiba. Membuat Rindi diam seperti patung. Bahkan sendok yang baru saja akan ia tarik, kini masih terjepit di dalam mulutnya.


"Kenapa diam, ayo di minum. Udah selesai bukan makan nya juga." Kata Yeni kembali mengeluarkan suaranya karena ia melihat Rindi yang hanya diam.


"Kamu gak salah bicara kan Yen, ini maksudnya obat penenang sama obat tidur nya sengaja kamu beli buat aku." Kata Rindi akhirnya membalas ucapan Yeni.


Dengan cepat Yeni pun mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban dari ucapan Yeni.


"Hem... Iya, itu buat kamu. Memangnya buat siapa lagi." Kaya Yeni  membalas ucapan Rindi.


"Aku kira buat kak Haikal. Em... ngomong - ngomong kenapa kamu harus kasih obat ini ke aku." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.

__ADS_1


"Bukanlah bukan buat kak Haikal. Karena obat ini cocok nya buat kamu, biar gak bikin orang pusing. Lebih baik buat kamu tenang dan tertidur." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Ih... jahat banget sih kamu Yen, masa mau buat aku tidur. Ntar kamu rindu loh karena aku tidur." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Kamu tenang aja. Aku gak bakalan Rindi ko. Ayo cepat di minum obat nya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Aku gak sakit, kenapa harus minum obat coba. Buat kamu aja, lagian tadi kamu bilang kan pusing. Jadi semua obat ini buat kamu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil menujuk obat yang berada di hadapannya.


"Aku udah minum tadi obat nya. Jadi yang ini buat kamu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Aku gak suka obat." Kata Rindi yang masih tetap menolak.


"Di coba dulu aja. Siapa tau setelah minum kamu jadi suka." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Aku gak mau coba - coba." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Ya sudah langsung minum aja sekalian." Kata Yeni yang masih tak ingin menyerah.


"Buat kamu aja deh." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Aku udah minum, sekarang giliran kamu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Aduh... perut aku mendadak mules nih. Aku ke kamar mandi dulu ya." Kata Rindi yang kemudian secara tiba - tiba memegang perut nya.


"Aku rasa obat ini cocok buat kamu. Aku barusan beli juga obat sakit perut. Ayo cepat minum dulu obatnya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Mati aku, Yeni nih kenapa pinter banget sih balikin ucapan. Argh... ayo Rindi berpikir." Kata Rindi di dalam hatinya sebelum ia membalas ucapan Yeni.


"Bingung kan mau jawab apa lagi. Yeni di lawan." Kata Yeni yang berbicara juga di dalam hatinya.

__ADS_1


"Sepertinya sakit perut ini karena ingin BAB deh. Jadi, aku ke kamar mandi dulu ya. Udah gak tahan nih. Dah... Yeni..." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil pergi melangkahkan kaki dengan tergesa - gesa.


Bersambung...


__ADS_2