
"Kalau ada seseorang yang bisa buat kakak tinggal disini kakak gak akan ke Inggris lagi." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.
Di dalam hatinya, kemudian Bagas pun berbicara.
"Kamu tau, kakak kembali ke sini karena ingin ketemu kamu dan kakak harap kamu mau tinggal sama kakak dalam satu atap yang sama di waktu yang tepat." Kata Bagas sambil melihat Rindi begitu lekat.
"Jadi kaya gitu kak, kalau boleh Rindi tebak. Apa kakak ke sini juga karena ada seseorang yang kakak ingin temui." Kata Rindi membalas ucapan Bagas.
"Tentu ada, bahkan saat ini orang yang kakak ingin temui ada di hadapan kakak." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.
Ucapan Bagas ini pun akhirnya membuat Rindi langsung bertanya.
"Maksudnya kakak orang yang ada di hadapan kakak itu. Ada di belakang Rindi. Ya ampun Rindi pengen liat." Kata Rindi seketika membalikan tubuhnya tanpa menunggu jawaban dari Bagas.
Saat Rindi telah membalikan tubuh nya, ia pun kembali mengeluarkan suara nya.
"Loh kak, ko orangnya gak ada. Malah laki - laki semua yang di belakang Rindi. Jangan bilang kalau kakak sebenarnya..." Kata Rindi yang mulai curiga pada Bagas.
"Jangan berpikiran aneh - aneh. Lupain aja ucapan kakak barusan. Kayanya kakak salah bicara." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.
"Yah, aku kira beneran." Kata Rindi merasa kecewa.
"Kakak baru sadar kalau ternyata kakak salah bicara. Maaf ya." Kata Bagas membalas ucapan Rindi dengna meminta maaf.
"Santai aja kak, kaya sama siapa aja. Gak enakan kaya gitu. Hehehe..." Kata Rindi membalas ucapan Bagas.
"Karena kan udah lama gak ketemu. Lagi pula sekarang kamu beda ya." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.
"Beda apa kak?" Kata Rindi bertanya pada Bagas.
"Semakin cantik dari yang dulu." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.
"Rindi udah tau kak, kalau Rindi memang cantik. Tapi ada satu orang yang bilang Rindi jelek." Kata Rindi membalas ucapan Bagas sambil memberitahu Bagas bahwa ada seseorang yang mengatakan dirinya jelek.
"Siap orang itu? ko bisa bilang kamu jelek." Kata Bagas membalas ucapan Rindi dengan sebuah pertanyaan.
__ADS_1
"Tuh orangnya kak. Paling nyebelin pokoknya. Bilang Rindi jelek lah bahkan sangat jelek." Kata Rindi menujuk Haikal untuk memberitahu Bagas siapa yang bilang dirinya jelek.
"Haikal, maksud nya kamu." Kata Bagas untuk memastikan lagi pada Rindi bahwa yang Rindi tunjuk itu Haikal atau bukan.
"Hem... siapa lagi kalau bukan kak Haikal. Karena Yeni gak mungkin bilang kaya gitu." Kata Rindi membalas ucapan Bagas.
"Kalau Haikal dari dulu suka bilang kamu jelek. Kakak juga suka heran, kamu ini kan cantik gak jelek sama sekali. Aneh banget ya Haikal ini." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.
"Bisanya ngadu, lagian lo yang salah liat Gas, Rindi jelek kaya gitu ko dibilang cantik. Makin tinggi tuh rasa percaya dirinya." Kata Haikal ikut dalam pembicaraan mereka.
"Ko bisa tinggi." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Ya iya lah, karena dia di puji cantik makannya akan jadi percaya dirinya tinggi lalu lupa segalanya." Kata Haikal membalas asal ucapan Bagas.
"Ya gak gitu juga kali kak. Jahat banget sih sama Rindi. Udah berpikiran kaya gitu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Tuh lo denger sendiri kan Haikal, kalau Rindi gak akan kaya gitu. Jadi, jangan bilang dia jelek lagi." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Males gue kalau harus bilang Rindi cantik. Lebih enak bilang Rindi jelek karena ini lidah dan bibir gue udah terbiasa bilang jelek ke Rindi. Jadi akan susah kalau harus di ubah." Kata Haikal menolak permintaan Bagas.
"Ya suka - suka gue dong. Masalah buat lo." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Ngga masalah sih." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Lah terus kenapa lo malah ribet." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Karena bibir dan lidah lo udah bilang Rindi jelek makannya gue buat ribet." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
Saat mereka berdua berdebat. Rindi dan Yeni hanya saling pandang dan memberikan sebuah kode bahwa mereka harus melakukan apa untuk membuat mereka, Haikal dan Bagas tak berdebat lagi.
Sampai pada akhirnya Rindi pun yang memberanikan diri untuk melerai perdebatan mereka.
"Kak Haikal sama kak Bagas ko malah jadi berdebat ya. Mau sampai kapan kak, kalau masih lama. Rindi sama Yeni mau pergi dulu ya." Kata Rindi pada Haikal dan Bagas.
"Mau pergi kemana?" Kata mereka berdua secara bersamaan.
__ADS_1
"Em... mau cari makan. Udah lapar soalnya perut Rindi hehe..." Kata Rindi membalas ucapan mereka berdua sambil tersenyum di ujung kalimat yang ia ucapkan.
"Kebiasaan tuh perut suka lapar." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hehehe... mau pada ikut gak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dan mengajak Haikal dan Bagas ikut mencari makan.
"Hem... tentu ikut. Kakak kan gak bisa jauh dari Yeni." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Gitu ya kak, tapi kayanya Yeni deh yang gak mau deket sama kakak. Dan udah pasti seneng banget kalau jauh." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Iya kan Yeni." Kata Rindi melanjutkan lagi ucapannya dengan bertanya pada Yeni.
"I... iya apa Rindi." Kata Yeni yang ternyata sedang melamun, sehingga ucapan Rindi pada Haikal tidak Yeni dengar dengan baik. Sehingga Yeni pun menjawab ucapan nya dengan seperti itu.
"Iya in aja Yeni biar cepat." Kata Rindi yang tak mau ribet harus menjelaskan lagi ucapannya pada Yeni.
"Ko kaya gitu. Kalau ternyata gak sesuai sama yang aku setujui gimana." Kata Yeni membalas ucapan Rindi dengan sebuah pertanyaan.
"Gak papa, gak akan rugi ko." Kata Rindi sedikit memaksa ucapannya agar di setujui oleh Yeni.
Haikal yang melihat ini pun langsung ikut dalam pembicaraan.
"Jangan setuju yank, Rindi bicara gak baik barusan." Kata Haikal pada Yeni.
"Bicara apa gitu kak. Boleh kakak jelasin lagi ke Yeni." Kata Yeni membalas ucapan Haikal dan meminta Haikal untuk menjelaskan lagi ucapan Rindi.
"Kalau kakak jelasin lumayan panjang. Lebih baik kamu percaya aja sama kakak." Kata Haikal yang tak jauh berdeba dengan Rindi sama - sama tak ingin memberitahu Yeni.
"Ko pada jahat sih, terus siapa yang akan kasih tau Yeni. Kak Bagas gimana, bisa kasih tau Yeni gak." Kata Yeni membalas ucapan mereka berdua, kemudian bertanya pada Bagas.
"Sepertinya kakak juga gak bisa kasih tau kamu deh. Maaf ya." Kata Bagas membalas ucapan Yeni.
"Sedihnya Yeni, semua nya pada kompakan gak ada yang mau kasih tau Yeni." Kata Yeni kemudian menunjuk kan ekspresi sedih nya.
Bersambung...
__ADS_1