Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 212 Tidak Di Perbolehkan


__ADS_3

"Hehehe... gue khawatir sama lo sama kak Haikal juga. Jadi langsung gue tanya banyak." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Hem... tapi kan nggak usah terlalu kaya gitu. Seperti gue sama kak Haikal tak ada kabar seminggu lamanya. Lagian ini baru sehari." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Ya tetep aja Yeni, walau ini baru sehari gue tetep merasa khawatir. Ayolah jawab ucapan gue, lo sama kak Haikal baik - baik aja kan." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Hem... seperti yang lo dengar, suara gue nggak terdengar berbeda bukan masih seperti bisanya, jadi gue rasa lo bisa simpulin sendiri keadaan gue gimana. Kalau mengenai keadaan kak Haikal, alhamdulillah kak Haikal sudah sedikit lebih baik."


"Alhamdulillah, terus sekarang kalian ada di mana?" Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Rumah sakit." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Rumah sakit mana? gue mau pergi ke sana." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Lo memang nya bisa gitu pergi ke sini. Gue rasa lo nggak akan bisa deh. Apalagi setelah lo ketahuan kabur. Pasti lo dapet hukuman yang lain. Bener nggak ucapan gue itu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


Sontak ucapan Yeni tersebut akhirnya menyadarkan Rindi bahwa yang di ucapkan Yeni memang benar adanya.


Jangankan untuk keluar rumah, bahkan keluar kamar pun ia tidak di perbolehkan. Seketika ia pun menjadi lemas.


"Hem... lo bener Yen, gue nggak bisa ke sana. Sorry ya, gue nggak bisa temuin kalian." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan sedih.


"No problem, gue ngerti ko. Lo mana bisa ke sini. Walaupun harus nekad dengan kabur lagi. Gue yakin lo nggak akan bisa. Pengawasan dan penjagaan di rumah lo akan lebih ketat dari sebelumnya. Jadi gue rasa akan susah kalau lo beneran berniat buat kabur lagi." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hem... kaya nya gitu. Tapi, bentar gue coba liat keluar kamar." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dan meminta Yeni untuk menunggu.

__ADS_1


Setelah itu, Rindi mulai turun dari tempat tidur dan kemudian ia pun mulai melangkahkan kaki menuju luar kamar nya.


Berhubung luar kamarnya telah di kunci sehingga ia pun tak bisa membuka pintu tersebut.


Pada akhirnya ia pun hanya bisa melihat keadaan di luar sana dengan membuka gorden kamarnya.


Perlahan demi perlahan gorden pun di buka. Saat gorden itu terbuka. Ia mendapatkan pemandangan yang mengejutkan.


Mengapa tidak mengejutkan, di luar kamarnya ada sekitar sepuluh bodyguard yang menjaga. Di ujung kanan ada sepuluh orang juga. Di sebelah kiri pun sama tak mau kalah, berjumlah sepuluh orang juga.  Namun, yang tak bisa Rindi liat adalah bagian belakang rumahnya. Karena saat ini yang hanya bisa ia lihat adalah bagian depan.


"Huh... lo tau Yen, ucapan lo barusan nggak melenceng sama sekali. Sekarang jumlah bodyguard di depan rumah gue udah tiga puluh orang." Kata Rindi memberitahu Yeni mengenai apa yang dia lihat.


"What? sebanyak itu, lo nggak salah hitung kan Rindi." Kata Yeni yang terkejut saat Rindi memberitahunya mengenai jumlah bodyguard ayahnya Rindi.


"Hem... itu belum termasuk jumlah orang yang ada di bagian belakang rumah gue. Entahlah di bagian belakang ada berapa orang. Tapi yang jelas di depan rumah gue udah kaya perkumpulan bodyguard. Sedih banget gue, nggak bisa kabur lagi." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Hem... kurang lebih kaya gitu. Sialnya gue nggak bisa hitung jumlah bodyguard yang ada di belakang. Jadi gue nggak tau ada berapa orang, total pasti seluruh bodyguard." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Hebat ya Rin, ayah kamu nih. Sampai mempekerjakan banyak bodyguard agar kamu nggak kabur. Tapi tak beruntungnya kamu harus terkurung di kamar. Sabar ya Rindi, semoga di detik - detik terakhir kamu bisa menghindar dari pernikahan ini." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Aamiin, makasih Yen. Walau gue belum yakin bisa dapat kesempatan itu. Namun, semoga hal itu dapat terjadi. Gue beneran nggak mau nikah muda. Lo tau sendiri kan orang - orang yang nikah muda itu harus siap segalanya. Sementara gue nggak siap sama sekali. Gue nggak yakin akan menjalankan rumah tangga seperti apa nanti. Gue sama dia aja nggak saling kenal. Namun, harus terikat dengan sebuah status. Tapi, ya sudah lah. Gue mau mencoba menghilangkan masalah itu untuk sejenak. Gue boleh liat kak Haikal nggak Yen. Lewat panggilan vidio." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Boleh Rindi, bentar gue ubah dulu panggilannya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


Kemudian setelah itu, Yeni pun mulai menghampiri Haikal yang masih tertidur di tempat tidurnya.

__ADS_1


"Keliatan nggak Rin, kak Haikalnya." Kata Yeni ketika ia telah merubah Vidio itu ke arah Haikal.


"Hem... udah Yen, itu wajah kak Haikal lembam semua. Gue jadi merasa bersalah, semua itu terjadi karena gue. Hiks... hiks... maafin Rindi kak. Maaf karena udah buat kakak jadi seperti ini. Hiks... hiks..." Kata Rindi yang seketika tak bisa menahan lagi air matanya. Sehingg air mata itu keluar dari matanya terus - menerus.


Haikal yang samar - samar mendengar suara isak tangis. Mulai perlahan demi perlahan membuka matanya.


Ketika matanya itu telah terbuka sempurna. Yang pertama kali Haikall lihat adalah hanphone belakang Yeni yang memenuhi hampir semua pandangannya.


Lalu ia pun mulai melihat orang yang mempunyai hanphone tersebut.


"Hehehe... kakak udah bangun. Maaf ya kak, Rindi pengen liat kakak. Jadi Yeni harus kaya gini deh posisinya." Kata Yeni pada Haikal saat mata mereka saling bertemu.


"Hem... kakak kira kamu lagi foto kakak." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Mana ada kaya gitu kak. Yeni nggak berani kalau harus foto kakak diam - diam apalagi dalam keadaan tidur." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Walau berani juga nggak masalah yank. Kakak seneng ko atau nggak kita berdua foto aja." Kata Haikal membalas ucapan Yeni sambil memberikan solusi lain pada Yeni.


"Em... sepertinya nggak usah deh kak. Oh iya, ini kakak mau bicara sama Rindi nggak." Kata Yeni membals ucapan Haikal, lalu ia pun memberitahu Haikal apakah Haikal ingin bicara dengan Rindi atau tidak.


"Em... kakak mau nya bicara sama kamu aja. Gimana dong?" Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


Rindi yang mendengar ucapan Haikal dan Yeni. Kemudian mulai mengeluarkan suaranya.


"Ya sudah kak, kalau kakak nggak mau bicara sama Rindi. Rindi tutup sambungan Vidio nya. Dah, semoga lekas sembuh kak. Yen, aku tutup dulu ya video nya. Sampai jumpa." Kata Rindi pada mereka berdua, kemudian ia pun langsung menutup Vidio tersebut.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2