Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 132 Pilihan Yang Sulit


__ADS_3

Beberapa menit kemudian Aldiano pun telah menyelesaikan makan nya.


"Udah ya mah, Aldiano tutup panggilan Vidio nya." Kata Aldiano setelah ia selesai makan.


"Hem... mamah masih pengen bicara sama kamu. Tapi, ya udah kalau kamu mau tutup. Tutup aja." Kata mamah menjawab ucapan Aldiano.


"Mamah mau bicara apa sama Aldiano?" Kata Aldiano setelah mendengar ucapan mamah.


"Nanti aja, lagi pula kamu juga udah mau tutup kan panggilan Vidio nya. Jadi, mamah bicaranya nanti aja." Kata mamah membuat Aldiano menjadi berada dalam pilihan yang sulit. Antara tutup atau melanjutkan panggilan vidio nya.


"Yakin gak mau sekarang bicaranya mah." Kata Aldiano memastikan lagi keputusan mamah nya.


"Iya, nanti aja." Kata mamah menjawab ucapan Aldiano.


"Kalau mamah mau nya seperti itu. Aldiano tutup sekarang ya panggilan Vidio nya." Kata Aldiano menjawab ucapan mamah.


"Iya." Kata mamah menjawab ucapan Aldiano hanya dengan satu kata saja.


"Dah mamah sayang. Assalamualaikum. I love you mah." Kata Aldiano yang entah kenapa ia langsung mengucapakan kata tersebut pada mamah nya.


"Iya sayang nya mamah. Wa'alaikumsalam. I love you too sayang." Kata mamah menjawab ucapan Aldiano.


Setelah mendengar jawaban dari mamahnya, panggilan Vidio itu pun Aldiano tutup.


Tepat saat mamah mengatakan I love you too sayang. Tiba - tiba papah Alfin berada di dekat mamah dan secara langsung mendengar ucapan mamah tersebut.


Kemudian papah Alfin mulai bertanya pada mamah.


"Kamu selingkuh mah, siapa yang kamu jawab I love you too sayang itu." Kata papah Alfin yang tiba - tiba memeluk tubuh mamah dari belakang dan membisikan pertanyaan seperti itu pada mamah.


"Apa sih pah, mamah gak selingkuh. Ini malah di tuduh selingkuh. Datang - datang malah di kasih pertanyaan kaya gini. Bikin kesel aja." Kata mamah membalas ucapan papah.


"Lagian mamah ko berani banget jawab I love you too ke orang lain selain papah. Papah gak terima. I love you too mamah hanya buat papah. Jadi, jangan di ulangi lagi dan ingat kalau mamah udah milik papah." Kata papah Alfin menujukkan ke cemburuannya, bahkan sampai mengingatkan mamah akan siapa dirinya bagi mamah.

__ADS_1


"Lagian bukan ke orang lain ko mamah bilang kaya gitu nya." Kata mamah membalas ucapan papah.


"Siapa dia mah?" Kata papah Alfin membalas ucapan mamah dengan sebuah pertanyaan.


"Anak mu pah, mamah bilang kaya gitu ke anak mu memangnya gak boleh." Kata mamah membalas ucapan papah.


"Anak papah yang mana?" Kata papah yang malah bertanya lagi pada mamah.


"Anak mu memang ada berapa pah?" Kata mamah bukannya menjawab ucapan papah ia malah bertanya pada papah.


"Satu." Kata papah membalas ucapan mamah sambil menunjukan satu jari pada mamah.


"Lah terus kalau ada satu kenapa harus tanya lagi. Papah nih gimana sih." Kata mamah membalas ucapan papah.


"Ya siapa tau aja mamah punya anak yang lain." Kata papah Alfin membalas ucapan mamah.


"Mana ada kaya gitu pah. Semenjak Aldiano di lahirkan, Aldiano gak pernah punya adik. Papah nih, ko mendadak lupa." Kata mamah membalas ucapan papah Alfin.


"Gimana kalau kita kasih adik aja buat Aldiano sekarang mah. Apalagi kan Aldiano bentar lagi akan nikah. Bukannya rumah ini akan sepi. Jadi, gimana kalau kita buat adik aja." Kata papah yang tiba - tiba berpikiran untuk memberikan adik buat Aldiano.


"Ko gitu sih mah, papah gak modus mah. Terus ini kenapa pelukan papah di lepas. Ayo mah, lagi pula rumah sekarang sepi. Kita punya banyak waktu buat bikin adik." Kata papah Alfin semakin menjadi.


"Apaan sih pah, jangan ngelantur deh." Kata mamah membalas ucapan papah.


"Ko ngelantur sih mah, ini tuh beneran. Kita buat adik yuk mah. Terakhir kali kalau gak salah udah lama kita gak lakuin itu. Yuk sekarang aja lakuinnya, mau di sini atau di kamar mah." Kata papah membalas ucapan mamah sampai membuat mamah bergidik ngeri.


"Jangan ngaco deh pah, mana ada lakuin hal itu di sini." Kata mamah membalas ucapan papah Alfin.


"Nggak papa mah, sekali - sekali kita lakuin nya di tempat baru. Lagi pula sepi ko gak ada orang." Kaya papah Alfin membalas ucapan mamah.


Di lihatlah ke sekeliling tempat mamah berada saat ini. Setelah mamah melihat semua nya ternyata memang benar, keadaan rumah saat ini sedang sepi.


"Lah iya pah, ini kemana semua orang?" Kata mamah yang baru menyadarinya.

__ADS_1


"Udah pada pulang ke rumah nya." Kata papah membalas ucapan mamah.


"Kapan, ko mamah gak tau?" Kata mamah membalas ucapan papah.


"Sejak tadi mah, mereka pamit ke papah. Lagian mamah sibuk. Jadi mereka pamitnya sama papah." Kata papah membalas ucapan mamah.


"Jadi kaya gitu pah, terus rumah beneran sepi dong." Kata mamah membalas ucapan papah dan jawaban mamah ini lah akhirnya membuat papah semakin semangat.


"Iya mah, makannya papah saranin buat bikin adik. Yuk sekarang aja mah, di sini ya. Udah gak tahan nih papah." Kata papah membalas ucapan mamah sambil menaik turunkan alisnya di ujung kalimat yang ia ucapkan.


"Gak mau pah, lain kali aja." Kata mamah menolak permintaan papah.


"Gak baik loh mah nolak keinginan suami. Tau kan apa yang akan di dapatinnya kalau nolak kaya gitu." Kata papah membalas ucapan mamah.


"Papah nih suka kaya gitu deh. Jangan sekarang dong pah lain kali aja ya." Kata papah masih mencoba menolak permintaan papah.


"Papah kan mau nya sekarang mah, kalau lain kali juga pasti minta lagi. Ayo mah sekarang aja." Kata papah membalas ucapan mamah.


"Hem... jadi mamah gak bisa nolak nih." Kata mamah dengan lemas saat membalas ucapan papah.


"Ya, tentu gak boleh mah. Ayo mau di sini atau di kamar." Kata papah membalas ucapan mamah dan memberikan pilihan pada mamah.


"Gak mau kedua - duanya." Kata mamah membalas ucapan papah.


"Lah terus kalau gak mau, mamah maunya dimana?" Kata papah membalas ucapan mamah.


"Nggak mau di mana - mana. Lagian mamah gak mau lakuin itu." Kata mamah membalas ucapan papah.


"Mah, jangan kaya gini lah. Papah udah gak tahan nih. Sekarang aja ya di sini." Kata papah membalas ucapan mamah sambil mendekatkan dirinya pada tubuh mamah.


Mamah yang mencoba menghindar tak bisa berbuat apa - apa lagi karena ia sudah terpojok tak bisa kemana - mana. Sehingga pada akhirnya ia pun menerima apapun yang di lakukan papah Alfin pada dirinya.


Beberapa jam kemudian mereka berdua telah selesai melakukan hal yang diinginkan papah Alfin untuk membuat adik.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2