Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 113 Lebih Dari Itu


__ADS_3

"Baik gimana?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan sebuah pertanyaan.


"Baik hati lah kak memang nya apa lagi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Kalau kamu baik, kata bolos sekolah itu, gak pernah ada di diri kamu. Ini mah boro - boro kaya gitu. Malah hampir setiap hati bunda atau ayah selalu di panggil kan ke sekolah karena kamu lagi dan lagi bolos kalau gak boleh kamu malah melakukan onar. Jadi, kakak rasa kamu kebalikan dari kata baik deh." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Hem... kakak nih jahat banget sih. Rindi tuh gak seperti yang kakak bilang barusan." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Lalu kalau bukan seperti itu apa. Atau jangan - jangan kamu lebih dari itu ya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Udah ah, Rindi males jelasin nya juga. Kakak malah terus pojokin Rindi biar kakak nggak salah. Mana coba kak minumnya, Rindi udah haus pengen minum." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil meminta minum yang sedang Haikal pegang saat ini.


"Nih, buat kamu." Kata Haikal memberikan minum yang ia pegang pada Rindi.


Namun, saat Rindi akan mengambil minum tersebut. Tiba - tiba Haikal menarik kembali tangan nya. Sehingga secara otomatis air minum yang di pegang Haikal pun tak jadi Rindi ambil.


"Lah ko di jauhkan sih kak, Rindi kan belum ambil minum nya." Kata Rindi yang aneh dengan sikap Haikal tersebut.


"Sengaja kakak ambil lagi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Ko kaya gitu sih kak memangnya Rindi gak boleh ambil minum yang kakak pegang itu dan sempat kakak berikan pada Rindi. Tapi malah di ambil lagi sama kakak sebelum Rindi pegang." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Ya biarin suka -suka kakak. Kalau kamu mau minum ini. Kamu akui dulu kalau kamu tuh bukan anak baik tapi malah sebaliknya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dan memberikan pilihan pada Rindi jika ia ingin mendapatkan minum dari Haikal.


"Mana ada kaya gitu kak, Rindi itu beneran anak baik. Jadi, Rindi rasa Rindi gak akan bilang kaya gitu deh." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Kalau kamu gak mau, itu artinya minum ini juga gak akan kamu dapat kan." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil menujukkan minumĀ  yang ia pegang dengan cara ia angkat ke atas sedikit minum nya.

__ADS_1


"Jangan kaya gitu lah kak, Rindi udah haus nih. Kalau air minumnya gak kakak kasih ke Rindi. Ntar, kalau Rindi pingsan kakak tanggung jawab ya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan mengingatkan Haikal akan kemungkinan yang terjadi jika Rindi tak segera meminum air yang di bawa oleh Haikal tersebut.


Haikal yang mendengar ucapan Rindi ini sempat tak percaya dengan ucapan Rindi dan bahkan menghiraukan ucapannya.


"Lagian kamu masih sehat ko. Darimana bisa pingsan." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Kakak tau, di balik tubuh yang sehat ini. Kakak gak pernah tau juga kan kalau dehidrasi. Walau tubuh kelihatan sehat ada kemungkinan bisa pingsan. Bukan nya begitu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Nggak seperti itu. Kamu hanya mengancam kakak aja. Biar minum yang kakak pegang bisa kamu terima secepat nya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Ya udah deh kalau kakak gak percaya. Dalam waktu lima menit, Rindi pastikan kalau kakak gak cepat kasih minum yang kakak pegang itu ke Rindi. Rindi akan pingsan." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil memberitahu Haikal bahwa ia akan pingsan.


"Hahahaha... lucu banget sih kamu Rindi. Masa pingsan di bilang - bilang bahkan bisa tau kemungkinan pingsan itu lima menit lagi. Ckckck... Rindi, Rindi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan tertawa cukup keras.


"Sekarang kakak puas - puasin aja ke tawanya. Ntar, setelah puas ketawa kakak akan panik karena Rindi tiba - tiba pingsang." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Rindi, kamu gak lagi bohongkan. Ko bisa yakin akan pingsan dalam waktu lima menit." Kata Yeni yang penasaran, apakah benar yang di ucapkan Rindi tersebut atau hanya sekedar membuat Haikal segera memberi minum yang di pegangnya itu.


"Kalau menurut kamu gimana?" Kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan sebuah pertanyaan.


"Kalau menurut aku sih. Jujur ya, aku gak percaya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Kenapa gak percaya?" Kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan pertanyaan lagi.


"Soalnya keliatan banget dari wajah kamu. Kaya yang bohong gitu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi sesuai dengan apa yang ia lihat pada ekspresi wajah Rindi.


"Hem... kalau itu menurut kamu. Maka anggaplah aku seperti itu. Tapi, jangan salahkan aku ya, kalau tiba - tiba aku beneran pingsan." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.

__ADS_1


"Ko kaya gitu sih Rindi. Kamu memangnya gak lagi bohong." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Percuma juga kan aku bilang kalau aku gak bohong tapi kamu udah putuskan kalau kamu itu anggap ucapan aku adalah kebohongan. Jadi, ya aku terima aja ucapan kamu itu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


Yeni yang akan segera menjawab ucapan Rindi. Tiba - tiba tidak jadi ia keluarkan suara nya. Sebab, Haikal yang pertama kali mengeluarkn suara nya.


"Udah Yeni, kamu jangan terpengaruh dengan ucapan Rindi. Dia hanya bohong ko. Mana mungkin bisa secepat itu pingsan." Kata Haikal pada Yeni.


"Tapi kak, kalau ternyata beneran gimana? Yeni takut salah artiin kak. Kan gak baik juga kalau Rindi ternyata beneran akan pingsan." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Udah gak perlu di pikirkan, lebih baik kamu minum aja minuman ini biar lebih tenang. Nih, kamu terima minum nya." Kata Haikal membalas ucapan Yeni sambil memberikan minum pada tangan Yeni.


Sebelum menerima minum yang telah ada di tangan nya. Yeni pun sempat menolak.


"Tapi kak, Yeni gak haus. Minum nya boleh buat Rindi gak kak. Yeni beneran takut kalau ucapan Rindi itu ternyata beneran, dia akan pingsan dalam waktu lima menit. Kan bahaya kak, kalau sampai seperti itu." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Udah terima aja minumnya. Lagi pula Rindi hanya bohong ko." Kata Haikal membalas ucapan Yeni sambil meminta Yeni segera menerima minum pemberiannya.


"Tapi kak..." Kata Yeni yang lagi dan lagi akan menolak. Namun, harus terpotong oleh Haikal yang tiba - tiba bicara.


"Mau terima gak, atau kakak simpan semua minum nya lagi." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


Yeni yang mendengar ucapan Haikal tersebut pun dengan terpaksa langsung menerima minum nya.


"Baik lah kak, Yeni terima minumnya." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Nah gini dong, coba aja dari tadi langsung kamu terima minum nya. Tangan kakak gak akan pegel karena pegang minum nya terus dan entah kapan diambil sama kamu." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2