
"Rindi kamu sepertinya hobi ya berdebat sama orang." Kata Haikal tiba - tiba ikut dalam pembicaraan.
"Hobi ko berdebat sih kak, aneh nih lama - lama kalau bicara sama kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Ya lagian kamu juga, suka banget sih ajakin orang berdebat. Memangnya salah, kakak bilang kaya gitu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Jelas salah dong kak, harusnya hobi itu membaca, menulis, menggambar, dan masih banyak lagi deh. Bukan ajakin orang berdebat." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Gitu ya, tapi kakak rasa hobi kamu itu memang ajakin orang berdebat. Iya nggak Yeni, kamu setuju kan ucapan kakak barusan. kalau Rindi ini hobi nya berdebat." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil bertanya pada Yeni.
Yeni yang mendapatkan pertanyaan dari Haikal seketika kelabakan saat menjawab ucapannya.
"Em... anu... iy... bu... bu... kan gitu kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal dengan kelabakan.
"Bicaranya yang bener dong yank, lagi pula bukan di situasi menegangkan ko. Jadi nggak usah gugup gitu." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Bentar deh kak, memangnya situasi menegangkan itu seperti apa?" Kata Rindi yang penasaran dengan ucapan Haikal. Sehingga ia pun mulai bertanya pada Haikal.
"Em... pokoknya seperti itu Rindi. Kamu gak akan paham." Kata Haikal membalas ucapan Rindi tanpa sebuah kepastian.
"Ko bisa gak akan paham kak memangnya situasi seperti apa sih. Yeni kamu tau nggak situasi apa yang di maksud sama kak Haikal." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil bertanya juga pada Yeni.
"Mana aku tau Rindi, kak Haikal aja hanya bilang gitu aja. Aku juga sempat ingin bertanya seperti pertanyaan kamu barusan." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
Di saat mereka berdua sedang kebingungan. Di tempat lain Aldiano pun juga sama, kebingungan juga seperti mereka. Namun, berbeda penyebabnya.
"Hallo pak Aldiano, ini saya dengan asisten pribadinya pak Bisma. Saya hubungi bapak ingin menghentikan kerja sama kita pak. Maaf saya sudah hubungi asisten bapak, tapi nggak ada jawaban. Sehingga saya langsung hubungi bapak. Surat pemberhentian kontraknya akan saya kirim 2 jam lagi ya pak. Saya tutup telponnya pak. Terimakasih." Kata asisten pak Bisma mengubungi Aldiano.
Baru saja Aldiano akan menjawab ucapan asisten pribadinya pak Bisma dengan bertanya, kenapa pak Bisma memutus kontrak kerja sama dengan perusahaan miliknya, tapi tidak jadi ia tanyakan. Karena sudah di tutup telponnya oleh asisten pak bisma.
"Argh... berani sekali asisten pak Bisma ini main tutup, tutup aja telponnya." Kata Aldiano dengan geramnya saat tiba - tiba sambungan telpon itu terputus.
Di saat itu, tiba - tiba pintu ruangan nya pun di ketuk.
__ADS_1
Tok... Tok...
"Siapa lagi yang ketuk pintu. Bikin tambah emosi jadinya. Nggak tau apa ada orang yang lagi emosi. Nggak liat situasi banget sih." Kata Aldiano berbicara pada dirinya sendiri.
"Eh... tapi dia kan gak tau ya kalau aku lagi emosi. Kenapa juga aku bisa salah bicara." Kata Aldiano yang baru tersadar bahwa ucapannya keliru.
"Em... aku beneran udah aneh nih. Apa karena banyak pikiran ya makannya jadi seperti ini. Kayanya bisa jadi kaya gitu." Kata Aldiano melanjutkan lagi ucapannya.
"Ya udah deh, kasian juga kalau di suruh tunggu terlalu lama gak di jawab. Aku jawab aja ketukan pintu dari entah lah siapa itu." Kata Aldiano masih berbicara pada dirinya sendiri.
"Siapa?" Kata Aldiano pada seseorang yang mengetuk pintu ruangannya.
"Saya tuan, Gani. Boleh saya masuk tuan." Kata seseorang yang mengetuk pintu tersebut.
"Silahkan masuk." Kata Aldiano membalas ucapan Gani dan memperbolehkan Gani untuk masuk.
"Baik tuan, terimakasih." Kata Gani membalas ucapan Aldiano.
Kemudian pintu pun di buka perlahan demi perlahan sampai pintu tersebut terbuka sempurna.
Ketika pintu telah di tutup, Gani mulai melangkahkan kaki menuju Aldiano.
Tap... Tap...
Langkah kaki itu mulai terdengar sampai tak lama kemudian langkah kaki itu berhenti tepat di meja kerja Aldiano.
"Ada apa?" Kata Aldiano saat Gani telah berada di hadapannya.
"Maaf tuan sebelum nya saya mengganggu waktunya tuan." Kata Gani membalas ucapan Aldiano.
"Langsung ke intinya aja. Jangan banyak bicara." Kata Aldiano membalas ucapan Gani.
"Baik tuan, barusan saya dapat telpon dari asisten pribadinya pak Bisma. Kata dia..." Kata Gani yang tiba - tiba sudah di potong oleh Aldiano.
__ADS_1
"Nggak perlu di lanjutin, saya udah tau." Kata Aldiano membalas ucapan Gani.
"Maksudnya tuan." Kata Gani membalas ucapan Aldiano.
"Ya saya udah tau apa yang akan kamu bilang ke saya. Mengenai kontrak kerja sama kan yang di putuskan sepihak. Tanpa tau alasannya. Jadi, kamu gak perlu kasih tau saya lagi. Saya udah tau." Kata Aldiano membalas ucapan Gani.
"Maaf tuan sebelumnya tuan tau darimana?" Kata Gani membalas ucapan Aldiano dengan bertanya juga pada Aldiano.
"Dari asisten pribadinya pak Bisma. Lagi pula kamu di hubungi kenapa gak jawab. Jadi, dia menghubungi saya." Kata Aldiano membalas ucapan Gani.
"Bentar, bentar tuan ko bisa asisten pribadinya tuan Bisma tau nomor tuan. Bukannya nomor tuan tidak pernah di kasih tau ke orang. Kenapa bisa asisten tuan Bisma tau nomor tuan?" Kata Gani membalas ucapan Aldiano.
"Em... iya juga ya, ko saya baru sadar. Dia tau dari mana nomor saya. Saat pak Bisma minta nomor saya juga saya kasih nya nomor kamu. Tapi, kenapa bisa asisten nya hubungi ke nomor saya." Kata Aldiano membalas ucapan Gani.
"Saya juga kurang tau tuan. Tapi, ini seperti aneh tuan. Tiba - tiba bisa seperti ini." Kata Gani membalas ucapan Aldiano.
"Kalau gitu nomor saya udah ada yang sebarin secara rahasia. Sepertinya harus saya ganti. Coba nanti, kamu ganti nomor saya dengan nomor baru. Bisa - bisa bukan asisten pak Bisma aja yang punya nomor saya." Kata Aldiano membalas ucapan Gani dan meminta Gani untuk mengganti nomor handphone milik nya dengan nomor baru.
Dan benar, baru saja Aldiano selesai bicara, hanphone nya kembali berbunyi.
Tut... Tut...
"Nomor tak di kenal, saya jawab atau jangan." Kata Aldiano memberitahu pada Gani.
"Sebaiknya di jawab aja dulu tuan." Kata Gani membalas ucapan Aldiano.
"Kalau orang iseng gimana?" Kata Aldiano membalas ucapan Gani.
"Di abaikan aja tuan kalau seperti itu. Tapi, kalau ternyata itu penting, gimana tuan?" Kata Gani membalas ucapan Aldiano.
"Lalu kalau seperti itu saya harus apa sekarang." Kata Aldiano membalas ucapan Gani.
"Di jawab aja tuan telponnya." Kata Gani membalas ucapan Aldiano.
__ADS_1
"Kamu yang bicara. Nih hanphone nya." Kata Aldiano memberikan hanphone miliknya pada Gani untuk menjawab telpon dari nomor tak di kenal tersebut.
Bersambung...