Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 158 Kayanya Bisa


__ADS_3

"Kirain mau ikut." Kata Bagas membalas ucapan Yeni.


"Nggak ko kak." Kata Yeni membalas ucapan Bagas.


"Em... padahal kalau kamu ikut kayanya bisa." Kata Bagas membalas ucapan Yeni.


"Bisa apa kak, jadi juara bukan." Kata Yeni membalas ucapan Bagas dengan penuh semangat.


Dengan menggelengkan kepala Bagas pun menjawab ucapan Yeni.


"Bukan." Kata ini lah yang Bagas keluarkan saat ia menggelengkan kepalanya.


"Terus apa kak?" Kata Yeni membalas ucapan Bagas.


"Jadi... pelawak." Kata Bagas dengan santai nya membalas ucapan Yeni.


"Yeh... Yeni kira apaan." Kata Yeni yang kecewa saat mendengar ucapan Bagas.


"Hahaha... memangnya Yeni kira apa?" Kata Bagas yang malah ketawa.


Sebelum Yeni menjawab ucapan Bagas. Haikal yang sudah kesal karena Bagas terus bicara sama Yeni. Kini mulai ikut dalam pembicaraan mereka.


"Udah bro, jangan tanya - tanya terus. Bosen gue denger nya juga." Kata Haikal pada Bagas.


"Bosen atau lo cemburu bro." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Menurut lo." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Cemburu sih, soalnya keliatan gitu dari nada suar lo juga yang gak suka gue terlalu lama bicara sama Yeni." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Kalau lo tau jawabannya kenapa masih tanya." Kata Haikal menjawab ucapan Bagas dengan sinis.


"Tenang kali bro, gue gak akan rebut cewe lo. Jadi santai aja bro." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Sekarang kan lo baru bilang kaya gitu. Tapi gak tau kan kalau nanti. Lo bisa aja jadi saingan gue. Hati gak ada yang tau bro." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Terserah lo aja deh. Pusing lama - lama jelasin. Tapi, lo malah terus kaya gini." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Ehem... Ehem... kita lebih baik langsung duduk aja ya Yen. Pegel nih kaki. Boleh kan kami berdua duduk kakak, kakak yang ribet and cerewet melebihi perempuan." Kata Rindi yang dua kali berdehem.


"Eh... iya kak Bagas lupa. Ayo sini kalian pada duduk." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.


"Terimakasih kak Bagas telah mengizinkan kami untuk duduk. Dengan senang hati kami pun akan duduk." Kata Rindi membalas ucapan Bagas.

__ADS_1


"Hahaha... gak pantes banget kamu Rindi bicara lemah lembut dan berwibawa kaya gitu. Biasanya juga ceplas - ceplos bicaranya. Ko mendadak sopan." Kata Haikal mengoreksi ucapan Rindi.


"Buat kak Haikal tolong di jaga ya ucapannya. Tidak baik membicarakan kejelekan orang lain jika tak ada bukti. Mari Yeni kita duduk." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil berbicara juga pada Yeni.


"Iya Rindi." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


Lalu mereka berdua pun langsung duduk.


Setelah duduk barulah Haikal mulai menjawab ucapan Rindi.


"Baik putri, kak Haikal salah berbicara. Maaf." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Hahaha... aneh banget kalau gue jawab kaya gitu. Bener nggak bro." Kata Haikal melanjutkan ucapannya dengan berbicara pada Bagas.


"Hem... beneran aneh. Lo kan si anti minta maaf duluan apa lagi kalau minta maaf nya ke Rindi. Sangat anti." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Loh ko lo tau sih. Peramal ya lo, atau tukang ramal." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Menurut lo." Kata Bagas yang malah menjawab ucapan Haikal.


"Lebih ke tukang ramal sih. Soalnya kalau..." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


Namun, belum sempat ia menyelesaikan ucapannya. Tiba - tiba di potong oleh Rindi.


"Udah kak jangan di terusin lagi. Kita lebih baik langsung pesen es campurnya. Bentar, Rindi pilih dulu." Kata Rindi yang memotong ucapan Haikal.


"Kalau gak dipotong, ntar malah lama nunggu nya. Yeni sama Rindi kan udah aus, apalagi perjalanan yang kami berdua lakukan. Itu kan sangat melelahkan." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Paling bisa cari alasan dan gak mau mengakui kesalahan. Itu lah Rindi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Oh ya kak, masa sih Rindi seperti itu. Perasaan gak deh." Kata Rindi yang tak percaya dengan ucapan Haikal. Sehingga ia pun mulai bertanya pada Haikal.


"Kalau kamu gak percaya. Ya udah gak perlu kamu percayain. Kan gampang." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Hem..." Kata Rindi membalas ucapan Haikal hanya dengan deheman.


"Udah gitu aja jawabannya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Iya lah kak, memangnya harus Rindi jawab apa lagi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Yang lebih dari satu kek jawabannya. Bukan hanya satu kata aja." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Hem... iya deh maaf." Kata Rindi yang tak mau ribet sehingga ia pun langsung meminta maaf saat membalas ucapan Haikal.

__ADS_1


"Ya udah jawab. Tapi jangan Hem aja." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Udah lah kak di lupain aja. Ini sekarang kakak sama kak Bagas pilih dulu menunya. Rindi sama Yeni udah pilih." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan mengalihkan pembicaraan.


"Hem... ya udah sini kakak pilih dulu. Udah nih kakak pilih yang ini. Kalau lo Gas mau yang mana." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil berbicara juga pada Bagas.


"Gue samain aja sama yang lo pilih bro. Biar gak ribet." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Oke, yang ini jadi dua." Kata Haikal memberitahukan pada Rindi.


"Oh, oke." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


Kemudian ia pun memberitahukan menu pilihan ia dan Yeni sama menu pilihan Haikal dan Bagas pada mbak - mbak yang sedari tadi menunggu.


"Mbak kami pesen es campur yang ini satu, kemudian yang ini satu dan yang ini dua ya mbak." Kata Rindi pada mbak nya.


"Ada lagi kak." Kata mbaknya setelah ia mencatat pesanan yang Rindi sebutkan tadi.


"Untuk saat ini hanya itu aja mbak." Kata Rindi membalas ucapan mbak nya.


"Baik kak, kalau begitu kami siapkan terlebih dulu pesanannya. Di tunggu ya kak. Permisi." Kata mbak nya kemudian pergi meninggalkan tempat Rindi dan yang lainnya.


"Silahkan sambil nunggu es campurnya. Kak Haikal, kak Bagas atau pun Yeni. Kalau mau berbicara lagi di persilakan." Kata Rindi pada mereka bertiga.


"Ya udah kalau gitu di lanjutin aja jawaban yang tadi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Maaf kalau mengenai hal yang sudah berlalu Rindi tidak bisa meneruskan lagi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Sejak kapan ada kebijakan seperti itu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Sejak saat ini, nanti dan seterusnya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Oh ya, ko baru tau." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Karena kebijakannya baru Rindi turunkan saat ini." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Ada kah surat resminya." Kaya Haikal semakin membuat Rindi geram.


"Surat resminya akan menyusul nanti." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Memangnya ada yang seperti itu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Ada." kata Rindi membalas ucapan Haikal.

__ADS_1


"Gitu ya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


Bersambung...


__ADS_2